Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 55 : Latih Tanding


__ADS_3

Menjelang pukul setengah empat sore, Ahsan dan Ruben akhirnya muncul. Mereka terlihat berlari saat menuju kemari, selain itu mereka juga sudah terlihat mengenakan sepatu sepak bola. Mungkin mereka memakainya dari sejak rumah Ruben.


"Untung saja tidak telat," ucap Ruben dengan nafas yang terpotong-potong.


"Ini salahmu sendiri karena terlalu asik menonton karnaval," ucap Ahsan menyalahkan Ruben.


"Haaa? Kau juga tadi terlihat sangat menikmati karnavalnya hingga lupa waktu," balas Ruben.


Saat mereka terlihat akan mulai berdebat, kak Jo meniup peluit tanda latihan akan segera dimulai. Kami pun lalu langsung berbaris menurut kelas kami masing-masing. Karena ini tidak resmi, maka yang datang hari ini tidak sebanyak saat kegiatan ekstrakulikuler, mungkin hanya sekitar setengahnya saja yang datang hari ini.


Setelah kami semua berkumpul, kak Jo lalu menjelaskan menu latihan pada hari ini. Ternyata hari ini menu latihannya adalah latih tanding antar tingkat. Kak Jo lalu menjelaskan kalau setiap tingkat nanti akan berhadapan dengan tingkat yang lainnya. Yang pertama adalah kelas 12 melawan kelas 11. Pertandingan kedua mempertemukan kelas 12 melawan kelas 10. Dan di pertandingan terakhir mempertemukan kelas 11 melawan kelas 10.


Setiap pertandingan akan diberi waktu selama 20 menit. Dan setiap satu kali selesai pertandingan akan diberi waktu untuk istirahat selama 15 menit. Pertandingan pertama akan dilaksanakan pada pukul 15.45. Jadi, setiap tim diberi waktu sekitar 10 menit untuk mengatur pemain-pemain yang akan bertanding.


Setelah selesai menjelaskan menu latihan pada pertemuan kali ini, kak Jo lalu meniup peluit lagi tanda untuk bubar dan segera mempersiapkan tim untuk pertandingan nanti. Setelah kak Jo meniup peluit, aku pun langsung berkumpul dengan teman-teman kelas 10 untuk membahas siapa yang akan bermain di pertandingan nanti.


Dari 28 anak yang terdaftar mengikuti ekstrakulikuler Sepak Bola, hanya 13 anak yang berangkat latihan pada hari ini. Tentu saja mereka tidak salah jika tidak berangkat, karena memang ini hanya latihan mandiri saja.

__ADS_1


Ketiga belas anak tersebut adalah Ahsan (pemain belakang), Ruben (kiper), Aji (pemain depan), aku (pemain tengah), Robi (pemain tengah), Renaldi (pemain belakang), Kevin (pemain belakang), Adit (pemain tengah), Rizky (pemain belakang), Ari (pemain depan), Deni (pemain tengah), Didit (pemain depan), dan yang terakhir Rudolf (pemain belakang). Dari ketiga belas nama-nama tersebut, lima nama berasal dari kelas kami yaitu aku, Aji, Ahsan, Ruben, dan Renaldi.


Setelah itu, kami pun berkenalan terlebih dahulu dengan anggota yang lain. Kami pun lalu mulai berdiskusi tentang siapa-siapa saja yang akan bermain. Setelah cukup lama berdiskusi, kami pun sepakat memutuskan bermain dengan formasi 4-3-3. 4 bek yang terpilih adalah Ahsan (10-7), Renaldi (10-7), Rudolf (10-4), dan Rizky (10-9).


Kemudian yang terpilih untuk bermain sebagai gelandang atau pemain tengah adalah Robi (10-9), Deni (10-9), dan yang terakhir adalah aku (10-7). Selanjutnya karena hari ini yang berangkat di posisi pemain depan hanya tiga orang, maka ketiga pemain tersebut otomatis terpilih yaitu Aji (10-7), Didit (10-9), dan Ari (10-1). Sementara untuk posisi kiper otomatis ditempati oleh Ruben yang memang satu-satunya kiper yang berangkat.


Dari kesebelas pemain yang akan bermain, bisa dilihat bahwa kelas yang paling mendominasi adalah kelas 10-7 dan kelas 10-9. Tak lama berselang, pertandingan pertama antara kelas 11 dan kelas 12 pun akan segera dilaksanakan. Kini pemain-pemain dari kedua belah pihak sudah terlihat memasuki lapangan.


"Priitttttt..." bunyi peluit tanda pertandingan telah dimulai.


Bola dimulai dari kelas 11 yang melakukan operan. Kini kelas 11 terlihat sedang memainkan bola di lini tengah sambil menunggu celah pertahanan dari kelas 12 terbuka. Namun bukannya celah yang di dapat, mereka malah kehilangan bola yamg berhasil dicuri oleh pemain tengah dari kelas 12.


Kali ini kelas 11 langsung melakukan umpan panjang ke depan dan memuju ke bintang lapangan kelas 11 yaitu kak Taufik. Kak Taufik terlihat sedang berlari mengejar umpan panjang tersebut. Ia pun berhasil menjangkau umpan tadi dan segera mengontrolnya dengan baik.


Setelah mengontrolnya dengan sempurna, kak Taufik langsung mencari teman yang kosong. Namun sayang, saat ia melakukan operan ke salah satu temannya, lagi-lagi pemain tengah kelas 12 bisa memotong umpan milik kak Taufik tadi.


Hingga peluit panjang berbunyi skor masih tetap 0-0. Dengan hasil ini, pertandingan antara kelas 11 dan 12 pun berakhir sama kuat. Setelah itu, anak-anak kelas 12 terlihat langsung beristirahat dan melakukan persiapan untuk kembali bertanding melawan anak kelas 10.

__ADS_1


Karena ini adalah pertandingan kami sebagai tim, kami anak-anak kelas 10 pun merasa cukup gugup dan tak percaya diri. Kami pun saat ini hanya saling menyemangati dan berusaha untuk menampilkan penampilan terbaik di pertandingan yang akan dimainkan beberapa menit lagi.


Akhirnya, pertandingan akan segera dimulai. Kami pun mulai masuk ke lapangan sepak bola untuk mulai bersiap-siap.


Akhirnya peluit tanda pertandingan dimulai pun dibunyikan. Bola dimulai dari kelas 12 yang memulai operan. Para pemain kelas 10 pun mulai melakukan pressing sederhana kepada para pemain kelas 12 yang sedang menguasai bola


Tempo pertandingan sangat dikuasai oleh kelas 12. Mereka terlihat sangat leluasa memainkan bola kesana-kemari. Kami pun bukan tanpa usaha untuk merebut bola, akan tetapi kami masih tertinggal sangat jauh dari kelas 12.


Alhasil ketika menit permainan memasuki menit ke-8, kelas 12 berhasil mencetak gol melalui tendangan jarak dekat dari kak Ansel. Skor pun sementara berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan kelas 12.


Beberapa menit berselang, tepatnya di menit ke 14, kelas 12 lagi-lagi berhasil mencetak gol. Kali ini gol dicetak melaui skema tendangan sudut. Di akhir-akhir laga, kelas 12 kembali berhasil membobol gawang kami. Kali ini giliran kak Jo yang mencetak gol. Kak Jo mencetak gol yang sangat indah yang dicetaknya melalui tendangan dari luar kotak pinalti. Hingga peluit berakhir berbunyi, skor 3-0 untuk kemenangan kelas 12 tidak berubah.


Dari pertandingan barusan nampak jelas sekali terlihat perbedaan kami kelas 10 yang baru bergabung dengan kelas 12 yang sudah hampir tiga tahun berlatih bersama.


"Pertandingan bagus, besok tingkatkan lagi" ucap kak Jo saat menyalami kami satu-persatu.


Kami pun lalu beristirahat lagi sebelum memulai pertandingan melawan anak kelas 11. Kali ini mungkin akan terjadi pergantian pemain karena ada pemain yang masih merasakan capek setelah pertandingan melawan kelas 12 tadi.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2