
"Hahaha baiklah, besok yah tapi," ucap ku.
"Yahhh besok... Hana kira sekarang..." jawab Hana dengan raut wajah yang cemberut.
"Hehehe maaf maaf, besok kakak akan bawakan sepulang sekolah. Oiya ada sesuatu yang menarik terjadi di kelas kakak loh tadi," ucap ku.
"Heee hal menarik? Apa kak?" tanya Hana dengan antusias.
"Tadi kan ada murid baru, nah nama murid baru itu sama kaya nama kucing kita," ucap ku.
"Heee? Nama anak baru itu Alex? Ahahahahha kenapa bisa kebetulan begitu ya kak hahahah," Hana tertawa terpingkal-pingkal.
"Hehehehe iya kakak juga berpikir begitu. Oiya ngomong-ngomong dimana ibu?" tanya ku yang sedari tadi belum melihat ibu di toko bunga ini.
"Oh ibu tadi pulang ke rumah kak, mungkin sesaat sebelum kakak sampai di sini," jawab Hana.
"Begitu ya... Kalau begitu kakak juga mau pulang dulu yah. Kakak mau ganti baju dulu habis itu ke sini lagi," ucap ku.
"Oke kakk," timpal Hana.
***
__ADS_1
"Aku pulang..." ucap ku saat baru memasuki rumah.
Tidak ada jawaban setelah aku mengucapkan salam tadi. Aku pun lalu masuk dan langsung menuju ke dapur yang mana adalah tempat yang paling memungkinkan ibu ku berada saat ini.
Benar saja ternyata ibu memang sedang berada di dapur. Namun, ibu terlihat sedang tidak melakukan apa pun di sana. Ia hanya terlihat sedang duduk sambil menatap kosong ke arah kompor sambil minum teh. Aku penasaran kira-kira apa yang sedang ibu pikirkan saat ini yah. Jarang-jarang melihat ibu melamun seperti itu.
"Bu...?" ucap ku perlahan supaya tidak terlalu mengagetkannya.
Mendengar suara ku, ibu lalu langsung menoleh ke arah ku, "Eh Galang? Sudah pulang?"
"Iya ini baru saja sampai. Tadi pas aku mengucapkan salam ketika masuk, tapi ga ada jawaban. Aku kira ibu kemana, soalnya tadi aku mampir ke toko dulu. Lalu Hana bilang kalau ibu sudah pulang ke rumah," jawab ku.
"Oh begitu ya... Maaf tadi ibu lagi melamun jadi ibu gak dengar kalau kamu udah pulang," ucap ibu.
"Ini, ibu sebenarnya tadi ditawari sama salah seorang investor yang mau bekerja sama dengan ibu. Investor itu berniat mau membeli lapak milik ibu dengan harga yang sangat tinggi. Ibu bingung mau ambil tawaran investor itu atau ibu pertahanan aja usaha toko bunga itu yah? Kalau menurut mu bagaimana Lang?" tanya ibu dengan raut wajah yang agak gelisah.
Aku lalu duduk di kursi di hadapan ibu, "Mmm sejujurnya aku tidak terlalu paham soal masalah seperti itu. Namun kalau menurut ku itu kembali ke perasaan ibu lagi. Kalau ibu memang lebih mantap untuk memilih tawaran dari investor tadi, ibu bisa ambil, tapi kalau memang hati ibu mengatakan tidak, ya katakan tidak," jawab ku.
"Kalau ibu sih lebih condong ke mempertahankan toko itu. Walaupun memang omsetnya tidak terlalu besar, akan tetapi ibu sudah sangat senang dengan keadaan yang seperti itu. Belum lagi karyawan yang sudah ibu anggap seperti keluarga juga. Mereka itu sudah ibu anggap seperti adik ibu sendiri. Apa lagi Hana juga terlihat sangat senang ketika berada di toko. Hana juga sudah pernah bilang pada ibu kalau jika sudah besar nanti, jika ibu sudah tidak bisa mengurus toko lagi, ia yang akan meneruskannya," ucap ibu.
"Hahaha Hana ya? Ya aku juga sudah pernah mendengarnya dari Hana. Berarti ibu sudah memutuskan nih kalau ibu akan menolak tawaran yang menggiurkan dari investor itu?" tanya ku.
__ADS_1
"Iya sebetulnya tadi ibu juga sudah mau menolaknya. Namun ibu masih butuh saran dari orang lain biar keputusan ibu ini menjadi lebih bulat lagi. Makasih ya Lang... Ibu sekarang jadi sudah bisa memutuskannya dengan bulat," ucap ibu.
"Hehehe aku tidak melakukan apa pun kok bu. Ya sudah aku ke atas dulu ya bu mau ganti baju dulu. Soalnya aku sudah janji sama Hana mau balik ke toko lagi setelah ganti baju," ucap ku yang lalu langsung beranjak ke lantai atas.
***
Jika kita bisa mengetahui tentang masa depan, apakah kira-kira hidup kita akan menjadi lebih baik atau sebaliknya? Menjadi lebih tenang atau sebaliknya?
Mungkin akan ada hal-hal yang menjadi lebih mudah, tapi juga akan ada hal yang membuat kita menjadi lebih sulit. Contoh sisi positif jika kita bisa mengetahui tentang masa depan adalah kita bisa mengetahui soal apa yang akan keluar dan kita pun bisa mempersiapkan materi untuk menjawab soal tersebut. Namun ada juga contoh jika kita bisa mengetahui masa depan itu justru akan mempersulit hidup kita atau setidaknya akan membuat hidup kita menjadi tidak tenang. Misalnya saja jika kita bisa mengetahui kapan kita akan meninggal. Tentu saja hal itu tentu akan sangat membuat kita menjadi sangat stres kan?
Aku pernah mendengar seorang tokoh di film yang aku tonton bilang begini "jika hal baik ada di dunia ini, berarti hal buruk juga ada sama banyaknya di dunia ini." Sampai sekarang, aku masih saja terngiang-ngiang kalimat yang menurut ku sangat tepat sekali.
Aku juga pernah mendengar orang berkata seperti ini "Masalah pada hidup manusia hanya akan berakhir kalau dirinya sudah tiada. Selama manusia masih hidup, ia pasti akan selalu melakukan kesalahan."
Kalau menurut ku sendiri, hidup itu adalah sebuah misteri yang mana kita harus menikmati setiap kejutan yang hadir dalam hidup kita. Aku kurang setuju kalau kebahagiaan itu diukur dari banyak uang atau harta yang kita miliki.
Menurut ku, bahagia itu hak milik setiap orang. Tidak peduli ia kaya atau tidak, hitam atau putih, semua orang memiliki hak yang sama untuk bahagia. Dan untuk merasakan bahagia, sebenarnya kita tidak membutuhkan apa pun. Kalau mau merasa bahagia, ya tinggal bahagia saja. Kalau masih merasa kurang bahagia itu tandanya masih ada penyesalan di dalam diri kita.
Angin malam ini terasa lebih hangat dari pada biasanya. Sinar putih bulan purnama, terlihat begitu terang dan sakral. Aku tidak tahu harus dengan kata apa aku mengungkapkan rasa kekaguman ku terhadapnya.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun, entah kenapa, jika aku memikirkannya sekarang, semua waktu itu terasa begitu cepat. Aku rasa aku masih sangat mengingatnya ketika aku dan ayah duduk berdua di balkon ini. Rasanya, seperti baru kemaren saja hal itu terjadi. Namun, pada kenyataannya hal itu sudah terjadi hampir satu windu yang lalu.
__ADS_1
***
Bersambung