
Setelah selesai membayar buku tersebut, aku pun langsung berpamitan dengan Cindy dan langsung bergegas pulang. Aku penasaran kira-kira dengan membaca buku semacam ini, apakah aku bisa membuat puisi dengan baik setelahnya? Entahlah.
***
Setelah selesai membaca beberapa puisi di buku yang tadi aku beli, aku pun kini mulai duduk dan menghadap meja belajar sambil memegang pena dan buku tulis kosong. Malam ini, aku bertekad untuk segera menyelesaikan tugas membuat puisi tadi.
Tak lupa juga, aku membuat secangkir cokelat hangat untuk menemani ku membuat puisi malam ini. Meskipun aku bilang begitu, hingga saat ini aku masih belum bisa menentukan tema dadi puisi yang akan aku buat sekarang.
Aku pun mulai membayangkan kenangan-kenangan ku yang sudah lalu, baik yang menyenangkan atau pun menyedihkan. Aku pun memejamkan kedua mata ku.
Setelah merenung beberapa lama, aku pun akhirnya berhasil mendapatkan ide. Aku pun lalu langsung mulai menulis kata pertama dari bait pertama. Walaupun aku sudah mendapatkan ide dan sudah mulai menulis, akan tetapi aku masih belum punya ide untuk "judulnya". Jadi, aku mungkin akan menulis puisi ku terlebih dahulu hingga akhir, baru setelah itu aku akan memberikannya judul.
...Bekas Luka...
Di sebuah padang rumput yang sangat luas,
Aku berdiri sendirian di tengah malam yang gelap,
Angin yang berhembus kencang menembus tubuhku ini,
Seakan membawa tangisan yang datangnya entah dari mana
Suara tangisan itu, tiba-tiba saja menjadi sangat keras dan semakin keras lagi
Aku pun mulai merasa ketakutan
Aku lalu memandang ke atas, tepat ke arah bulan yang berada persis di atas kepala ku ini
Meskipun hanya setengah, setidaknya ia masih bisa menjadi teman berbagi rasa sakit ku ini
__ADS_1
Seperti bulan Oktober yang melihat perginya bulan September,
Seperti angin yang berganti menjadi embun,
Seperti ulat yang telah berubah menjadi kupu-kupu,
Suara tangisan yang aku dengar lewat hembusan angin tadi,
Tidak lain adalah suara tangisan ku sendiri yang telah pergi melewati batas dimensi ruang dan waktu
Entah seberapa jauh ia telah berkelana,
Pada akhirnya, ia kembali juga pada ku
Bekas luka yang sudah mengering itu,
Kini sudah tidak terasa sakit lagi,
Atau mungkin, aku hanya sudah terbiasa merasakan rasa sakit itu sehingga aku kini sudah mati rasa dan tidak bisa merasakan rasa sakit itu lagi,
Aku tidak tahu aku harus merasa senang atau sedih sekarang,
Yang jelas, aku merasa cukup senang karena setidaknya tangisan ku itu tidak akan meninggalkan ku lagi
Akhirnya, aku selesai menulis puisi ku. Aku tidak tahu apakah puisi ku bagus atau tidak, yang jelas aku merasa cukup senang karena akhirnya aku bisa menulis sebuah puisi hingga selesai.
Setelah selesai, aku pun lalu menutup kembali buku catatan ku tersebut. Aku lalu mematikan lampu kamar, dan membaringkan tubuh ku di kasur untuk bersiap-siap untuk tidur.
***
__ADS_1
Hari Sabtu ini, tanggal 20 bulan 8, kami anak laki-laki kelas 10-7 telah merencanakan akan bermain futsal melawan kelas 10-9 pukul 16.00-17.00. Masih ada waktu sekitar 2 jam lagi hingga pertandingan akan dimulai.
Saat ini, aku masih berada di Rumah sambil bersantai membaca puisi-puisi yang ada dalam buku yang aku beli tempo hari. Dari sekian banyaknya puisi, entah kenapa aku lebih menyukai puisi yang bertemakan kesedihan atau semacamnya. Menurut ku, puisi yang semacam itu sangat mudah sekali untuk menyentuh hati orang yang membacanya. Bahkan, bila suasana hati tidak sedang bersedih sekalipun.
Tempat pertandingan futsal nanti sore berada di BSC (Bintang Sport Center) yang jaraknya sekitar 5 km dari rumah ku. Selain tempat futsal, di situ juga tersedia kolam renang, GYM, dan lapangan tenis.
Aku sangat menyambut antusias pertandingan futsal nanti karena aku rasa itu bisa mengasah kemampuan bermain sepak bola ku. Mungkin aku bisa memetik beberapa hal dari pertandingan futsal nanti sore untuk aku terapkan dalam permainan sepak bola ku di hari-hari berikutnya.
***
Jarum jam pendek kini telah menunjuk angka 3 tepat, artinya tinggal sekitar satu jam lagi hingga pertandingan dimulai. Aku pun kini sudah siap untuk segera berangkat menuju ke lokasi. Karena jaraknya cukup jauh, aku pun memutuskan untuk menggunakan sepeda saja kali ini.
Karena saat ini rumah sedang kosong, aku pun langsung berangkat tanpa mengucapkan salam apa pun. Ibu ku saat ini tentu saja masih berada di toko bunga, sedang kan Hana (adik ku) saat ini sedang mengikuti les piano.
Cuaca sore ini cukup berawan dan tidak terlalu cerah. Anginnya pun terasa cukup sejuk saat aku mulai menggowes sepeda ku. Kali ini, aku berangkat sendirian. Ahsan dan Ruben sepertinya sedang ada urusan terlebih dahulu sehingga kami tidak bisa berangkat bersama.
Aku tidak tahu akan ada berapa orang yang hadir nanti dari kelas ku. Namun, aku berharap semuanya bisa hadir supaya hubungan kami bisa menjadi semakin akrab.
Jalanan sore ini cukup ramai, aku pun mengayuh sepeda ku dengan perlahan-lahan.
Ini mungkin pertama kalinya aku akan bermain futsal. Sewaktu di SMP, ku rasa aku banyak menerima ajakan untuk bermain futsal, akan tetapi aku selalu menolaknya. Kini, aku menjadi kebalikan dari diri ku yang dulu. Kini, aku malah berharap bahwa semua anak laki-laki di kelas ku bisa hadir dan bermain bersama-sama. Rasanya, waktu berlalu begitu cepat.
Akhirnya aku sampai di lokasi setelah sekitar 35 menit mengayuh sepeda. Karena jalanan agak ramai, jadi agak memakan waktu lama di perjalanan tadi. Setelah selesai memarkirkan sepeda ku, aku lalu langsung menuju ke lapangan futsal yang terletak di bangunan paling pojok belakang.
Saat aku tiba di area lapangan futsal, aku melihat sudah ada beberapa anak dari kelas ku sudah datang. Anak yang sudah datang itu adalah Aji dan Renaldi. Aji dan Renaldi inilah yang mengatur pertandingan antara kelas 10-7 dan 10-9 pada sore hari ini.
Aku pun lalu langsung menuju ke tempat mereka duduk. Mereka terlihat sedang berbincang-bincang dengan raut wajah yang cukup serius. Aku tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Setelah sampai di tempat mereka duduk, aku pun lalu ikut duduk di sebelah mereka berdua sambil bersiap-siap memakai perlengkapan futsal. Aku lalu mengeluarkan sepatu futsal ku dari dalam tas. Karena ini adalah pertandingan futsal pertama ku, aku pun baru membelinya kemarin hari Jumat. Seperti biasa, Ruben dan Ahsan yang menemani dan membantu ku dalam membeli perlengkapan futsal kemarin. Sekitar 20 menit lagi hingga pertandingan akan di mulai.
__ADS_1
***
Bersambung