Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 63 : Kunjungan Di Tengah Hujan


__ADS_3

Minggu pagi ini, hujan yang amat lebat turun. Ibu ku pun memutuskan untuk meliburkan tokonya hari ini. Selain hujan yang lebat, angin yang cukup kencang pun juga "menyerang" kota pada pagi hari ini. Hana pun kini terlihat murung karena batal pergi berenang bersama teman-temannya.


Sejujurnya, aku lebih menyukai hujan seperti ini di kala libur seperti hari Minggu ini. Setelah selesai sarapan, aku pun duduk di ruang keluarga bersama ibu dan Hana. Walaupun ibu libur hari ini, akan tetapi ia masih saja terlihat cukup sibuk dengan buku catatannya. Tak ketinggalan, kalkulator hitam tua yang telah menemani ibu mungkin sejak pertama kali ibu membuka toko itu selaku berada di dekat tangan kanan ibu. Sementara Hana, seperti yang aku jelaskan tadi, ia masih saja terlihat murung dan kecewa karena batal pergi bersama teman-temannya.


"Bu, kalkulator itu umurnya sudah berapa tahun?" tiba-tiba Hana bertanya.


"Mungkin sudah sekitar 5 tahunan, emangnya kenapa?" tanya ibu balik.


"Gak papa hehe. Hana cuma pingin tau aja," jawab Hana.


"Sayang sekali ya hari ini hujan, kamu jadi gak jadi pergi berenang bersama teman-teman mu," ucap Ibu lagi.


"Iya ini, Hana jadi agak sebel," ucap Hana dengan raut wajah yang kecewa.


"Hahahaha sabar Hana, bagaimana kalau Minggu depan kamu pergi berenang sama kakak aja sebagai gantinya?" aku mencoba menghibur Hana.


"Beneran kak? Kakak mau pergi sama Hana?" tanya Hana memastikan.


"Iya beneran," jawab ku singkat.


"Horeeee... Yeeee... Asikkkk," Hana terlihat sangat senang dan bahagia.


"Kenapa kamu berteriak seperti itu? hahaha" tanya ku.


"Hana merasa seneng banget bisa pergi lagi sama kakak. Rasanya sudah lama bangeeeeett kita gak pergi bersama-sama hehehehe," ucap Hana dengan imut.


"Kakak juga seneng kok hehehe," jawab ku sambil tersenyum.


Setelah itu, Hana pun sudah tidak tampak murung lagi. Ia kini terlihat sedang mengambil buku gambarnya. Sepertinya ia akan melukis sesuatu.

__ADS_1


Aku pun memutuskan untuk naik ke lantai atas. Di lantai atas hanya ada 2 ruangan, yaitu kamar ku dan satu ruang untuk berkumpul. Selain 2 ruangan tersebut, seperti yang kalian sudah tau, di lantai 2 juga terdapat balkon yang cukup sering aku gunakan untuk melihat pemandangan kota. Mungkin tempat paling favorit di rumah ini adalah balkon ini. Sebenarnya aku saat ini ingin duduk di balkon, akan tetapi hujan yang disertai angin ini membuat balkon juga ikut terkena hembusan air hujan. Aku pun memutuskan untuk masuk ke kamar ku saja.


Suara hujan masih saja terdengar keras dan sangat cepat. Sepertinya belum ada tanda-tanda hujan akan reda. Aku pun memutuskan untuk memutar lagu sambil membaca novel.


***


Siang hari sekitar pukul 13.00, hujan masih saja mengguyur deras kota ini. Ibu ku kini terlihat sedang menonton TV, sesuatu yang jarang aku lihat tentunya karena ibu selalu berada di toko. Sementara itu Hana sepertinya sedang tidur siang di kamarnya. Sedangkan aku hanya sedang duduk-duduk saja sambil memakan cemilan.


Tak lama berselang, tiba-tiba saja bel pintu rumah ku berbunyi. Ibu ku yang mendengar bel berbunyi pun sempat terkejut karena tidak menyangka akan ada yang berkunjung di saat hujan deras seperti ini. Sejujurnya, aku pun demikian.


Ibu ku lalu segera pergi menuju ke ruang depan untuk membukakan pintu. Kira-kira siapa ya, orang yang datang itu? Karena aku cukup penasaran, aku pun menyusul ibu ku ke ruang depan.


Saat ibu membuka pintu, ternyata ada seorang laki-laki yang sudah basah kuyup berdiri sambil menahan dingin. Setelah kusadari, ternyata itu adalah paman ku. Ibu ku pun lalu langsung segera menyuruhnya untuk masuk ke dalam dan menyuruhnya untuk mandi air hangat dan ganti baju terlebih dahulu.


Namanya adalah Reza. Paman Reza adalah adik terakhir dari almarhum ayah ku. Saat ini paman Reza masih kuliah. Setau ku, paman Reza memang sedang menempuh kuliah di salah satu universitas di kota ini. Meskipun begitu, ia jarang sekali berkunjung ke sini.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, paman Reza pun langsung menuju ke ruang tamu tempat dimana aku dan ibu sedang duduk.


"Wah rasanya sudah lama sekali paman tidak berkunjung ke sini hahaha," ucap paman Reza sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong apa yang membuat mu tiba-tiba datang ke sini Za?" tanya ibu.


"Oh itu, maaf sebelumnya aku tidak mengabarinya mba (panggilan kakak perempuan). Tadi HP ku dalam keadaan mati, jadi tidak bisa mengabarinya terlebih dahulu. Aku kebetulan sedang berada di sekitar sini dari tadi pagi, jadi aku putuskan untuk mampir sekalian sebentar hehehe," jawab paman Reza.


"Oh begitu, terus kenapa kamu basah kuyup begitu tadi?" tanya ibu lagi.


"Oh itu, sebenarnya saat aku berangkat dari kos-kosan tadi pagi, aku memang membawa payung, tapi saat akan menuju ke sini payung ku tiba-tiba saja rusak tertiup angin, jadi saat sampai di sini aku basah kuyup deh hahahaha," paman Reza tertawa cukup keras.


"Yaampun kok bisa ya, ada-ada aja. Oiya ngomong-ngomong kamu sekarang semester berapa ya Za?" tanya ibu lagi.

__ADS_1


"Sudah semester 7 mba," jawab paman Reza.


"Wah gak kerasa udah mau lulus ya," ucap Ibu.


"Iya doain aja semoga bisa cepat selesai hehehe," paman Reza kini tersenyum.


"Setelah lulus rencananya mau pulang kampung atau cari kerja di sini?" tanya ibu lagi.


"Kalau itu masih belum tau mba," jawab paman Reza.


"Wah Galang sudah keliatan besar yah sekarang hahaha, sudah lama paman tidak melihat mu, jadi berasa agak terkejut melihat mu sudah sebesar ini. Ngomong-ngomong kamu sudah kelas berapa?" kini giliran paman Reza yang bertanya.


"Sudah kelas 10 SMA," jawab ku.


***


Sekitar pukul 15.00, hujan pun akhirnya reda. Karena sudah reda, paman Reza lalu berpamitan untuk pulang kembali ke kosnya. Karena bajunya masih basah, ia pun masih mengenakan baju milik almarhum ayah.


"Aku pamit dulu ya mba, Lang. Sampai kan salam ku pada Hana. Mungkin aku akan segera berkunjung lagi hehehe," ucap paman Reza saat berpamitan.


"Sering-sering lah berkunjung ke sini," ucap ibu.


"Hehehe baik lah mba. Ya sudah aku pamit dulu," paman Reza lalu pergi keluar sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Sayang sekali tadi Hana masih tidur siang, mungkin jika ia bertemu dengan paman Reza, Hana akan merasa sangat senang.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2