Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 214 : Cerita Hewan Shio


__ADS_3

"Hehehe maaf yah tiba-tiba datang ke sini tanpa mengabari mu terlebih dahulu. Tadi, semenjak kamu bilang kalau Hana sedang sakit, aku jadi terus kepikiran. Pada akhirnya, kegelisahan ku ini mendorong ku untuk menjenguknya. Ini, ada sedikit bingkisan buat Hana," ucap Celine yang saat ini sudah duduk di sofa.


"Oh iya gak papa kok. Wah, makasih yah... Hana pasti seneng. Oiya kebetulan kamu dateng. Tadi sebenarnya Hana menitip salam balik untuk mu. Tadinya aku pikir aku akan mengiri mu pesan lewat WA, tapi ternyata kamu malah datang ke sini. Kebetulan sekali," ucap ku.


"Oh begitu ya... Wah iya, kebetulan sekali," timpal Celine.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu sekalian melihatnya saja sekarang. Dia lagi tidur sih di kamarnya. Bagaimana?" tanya ku.


"Eh boleh nih? Nanti kalau Hana bangun gimana?" tanya Celine lagi.


"Gak papa sih, malahan bukannya malah kebetulan juga supaya Hana bisa mengucapkan salam itu langsung pada mu?" timpal ku.


Setelah itu, aku dan Celine pun langsung menuju kamar Hana untuk menjenguknya. Entah kenapa tiba-tiba saja dada ku jadi agak sesak dan berdebar-debar.


"Kamu kenapa Lang? Kenapa kelihatan agak tegang begitu?" tanya Celine.


"Eh? Gak papa kok, gak papa," jawab ku agak gugup.


Sesampainya di kamar Hana, ternyata Hana dalam keadaan bangun. Mungkin percakapan kami atau mungkin suara bel tadi yang membangunkannya .


"Eh Hana, sudah bangun. Wah sepertinya tadi kami membangunkan mu yah?" tanya ku yang langsung menghampirinya.


"Emm engga kok engga, eh ada kak Celine. Ada apa kak? Kok tumben kakak datang kemari?" tanya Hana.


"Kakak kemari cuma mau jenguk kamu. Tadi kak Galang bilang kalau kamu itu sedang sakit, jadi kakak dateng deh buat jenguk kamu," jawab Cindy.


"Oh iya, kakak juga tadi cerita kalau habis ketemu sama kakak. Ngomong-ngomong salam ku sudah disampaikan belum kak? Tadi katanya mau diucapkan lewat pesan WA," tanya Hana.

__ADS_1


"Kalau lewat WA belum, tapi tadi udah pas kakak baru dateng ke sini," jawab Celine.


"Huuu kakak gimana sih? Katanya mau kirim lewat WA, dasarrr," gumam Hana dengan suara yang masih serak khas orang terkena flu.


"Hehehe iya iya maaf. Tadi kakak lupa, jadi belum kakak kirimkan deh salam mu pada kak Celine," jawab ku agak tersenyum.


"Hehehe gak papa kok. Lagi pula kan juga udah disampaikan juga. Ngomong-ngomong bagaimana keadaan mu Hana? Udah baikan?" tanya Celine lagi.


"Ya gini sih kak. Masih pilek, dingin, sama sedikit pusing. Tapi udah mendingan kok dari pada pas tadi pagi," jawab Hana.


"Syukurlah kalau begitu, cepat sembuh yah..." ucap Celine.


"Hehe iya kak, makasih," timpal Hana sambil tersenyum dengan wajah agak pucatnya itu.


***


Sore hari sekitar pukul 16.00, ibu pulang ke rumah untuk mengecek keadaan Hana. Setelah ibu cek, ternyata panasnya sudah agak turun, tapi sepertinya nanti malam ibu tetao akan membawa Hana pergi ke dokter untuk berjaga-jaga.


"Masih pusing sih bu, tapi kayanya ga usah sampe pergi ke dokter deh," timpal Hana dengan suara yang masih serak dan wajah yang masih agak pucat.


"Udah gak papa, nanti setelah ibu pulang dari toko, kita pergi ke dokter yah... Biar bisa cepet sembuh sekalian," ucap ibu.


"Ya udah deh bu, gak papa hehehe," ucap Hana sambil berusaha tersenyum.


"Nanti yah setelah ibu tutup tokonya. Kayaknya ibu juga akan tutup tokonya lebih awal deh hari ini. Ya udah, ibu balik dulu ke toko yah. Galang, tolong jaga Hana lagi yah," pinta ibu.


"Iya Bu," jawab ku yang sedang duduk di sudut kamar sambil membaca buku novel yang sebelumnya aku baca. Aku berencana untuk menyelesaikan buku novel ini hari ini juga.

__ADS_1


***


Sore sekitar pukul 17.15.


"Kak, kak, ceritain Hana dongeng dong. Hana agak bosen nih," pinta Hana tiba-tiba.


"Eh dongeng? Dongeng tentang apa?" tanya ku yang langsung menutup buku novel yang sedang aku baca itu. Padahal, sebentar lagi aku akan menyelesaikannya. Mungkin sekitar 10 halaman lagi.


"Terserah kakak aja, yang kira-kira menarik hehehe," jawab Hana lagi.


"Mmm bagaimana kalau cerita tentang Shio? Dan juga sejarah kenapa kucing dengan tikus identik dengan ketidak alirannya?" tanya ku.


"Wah wah kedengarannya asik kak, cobaa ceritakan dongeng itu," pinta Hana dengan begitu antusias. Raut wajahnya pun kini sudah tidak se-pucat sebelumnya.


"Dahulu kala, hiduplah hewan-hewan shio seperti Tikus, Sapi, Anjing, ****, Macan, Kera, Kelinci, Ular, Ayam, Kuda, dan lain-lain. Nah suatu ketika, sang Dewi yang mana adalah ratu dari segala hewan shio tersebut mengadakan pesta. Pesta itu sendiri akan diadakan satu Minggu dari sekarang. Kemudian, sang Dewi tersebut mengutus Tikus untuk menyebarkan informasi tersebut ke hewan-hewan shio yang lain. Singkat cerita, Tikus lalu langsung menyebarkan berita tentang pesta tersebut tepat seperti apa yang sang Dewi minta. Namun saat masih tersisa satu hewan yaitu Kucing, si Tikus ini berbuat iseng dengan berbohong bahwa pesta akan diselenggarakan 2 Minggu lagi," ucap ku.


Hana saat ini terlihat begitu fokus terhadap cerita ku itu. Bahkan raut wajahnya penuh dengan konsentrasi.


"Singkat cerita, hari pesta pun tiba. Semua hewan shio terlihat hadir dalam acara pesta tersebut. Pesta tersebut pun sangat meriah dan berjalan dengan lancar. Pada akhirnya, pesta tersebut pun usai dan para hewan shio yang tadi datang perlahan mulai meniggalkan tempat pesta tersebut. Hanya saja, dari semua hewan shio yang datang, ada satu hewan shio yang tidak datang yaitu si Kucing. Tentu saja hal tersebut karena kejailan si Tikus yang berbohong pada si Kucing. Pada akhirnya, si Kucing datang tepat di waktu yang Tikus beritahukan padanya. Namun, ketika si Kucing datang, tak ada pesta seperti apa yang dikatakan oleh si Tikus. Saat itu, si Kucing pun tersadar kalau dia telah dibohongi oleh si Tikus. Sejak saat itu, si Kucing sangat lah membenci si Tikus, dan begitu pun sebaliknya. Itu juga merupakan sebab kenapa Kucing tidak termasuk ke dalam hewan Shio," ucap ku.


"Huwaaaaa... Hwaaaa...," Hana malah terlihat menangis.


"Eh kenapa kamu menangis Hana?" tanya ku yang langsung berusaha untuk menenangkannya.


"Habisnya si Kucing begitu kasihan... Masa si Tikus tega membohonginya begitu. Bayangkan saja si Kucing datang ke acara yang sama sekali tidak ada. Bagaimana perasaannya coba ketika datang tapi ternyata tidak ada satu orang pun selain dirinya, huwaaaaa..." Hana masih menangis.


"Iya udah gak papa..." ucap ku yang masih berusaha untuk menenangkannya.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2