
"Kakak Nemu dimana kucing lucu ini kak?" tanya Hana sambil mengelus-elus tubuh anak kucing itu yang masih tertidur pulas.
"Tadi sewaktu pulang sekolah, kakak menemukannya sedang sendirian di pinggir taman. Karena tiba-tiba hujan, jadi kakak bawa anak kucing itu pulang ke rumah. Sepertinya ia habis terpisah dengan induk dan saudara-saudaranya," jawab ku.
"Oh begitu, sudah dikasih nama belum kak kucingnya?" tanya Hana terlihat sangat antusias.
"Belum, tadi kakak juga belum tahu ibu mau memberi izin memelihara kucing atau tidak, beruntung tadi ibu memberikan izin hehe. Kamu mau memberi anak kucing itu nama?" tanya ku.
"Wah boleh kak? Hana sebenarnya sudah lama sekali menginginkan hewan peliharaan dan memberi mereka nama," jawab Hana dengan sangat antusias. Matanya kini memancarkan rasa antusiasme yang sangat besar.
"Boleh, silahkan saja," jawab ku.
"Oiya, ngomong-ngomong kucing ini jantan apa betina kak?" tanya Hana.
"Mmmm sepertinya jantan," jawab ku.
"Wah jantan yah... Kalau begitu aku akan memberinya nama Alex, gimana kak?" tanya Hana.
"Alex? Hahahaha seperti nama tokoh-tokoh di film saja hahaha," aku tertawa mendengar nama pemberian Hana tadi.
"Heeee kenapa kakak malah ketawa? Namanya aneh ya?" ucap Hana agak lirih.
"Bukan, bukannya jelek. Kamu yakin mau memberinya nama Alex? Kalau kamu sudah yakin, kakak sih gak masalah," ucap ku sambil menahan tawa.
"Mmm yakin dong. 100% yakin," jawab Hana mantap.
"Berarti mulai sekarang kita akan memanggil anak kucing ini dengan nama Alex," ucap ku.
"Yeeeeeee Alex, Alex, Alex," Hana tampak begitu girang dengan pemberian nama itu.
__ADS_1
"Jangan keras-keras nanti Alex bangun hahaha," ucap ku sambil bercanda.
***
Setelah selesai makan malam, seperti biasa aku membantu ibu untuk mencuci alat makan yang kotor. Setelah selesai, aku lalu langsung kembali ke kamar ku untuk beristirahat.
Sesampainya di kamar, aku membuka jendela kamar ku agar bisa melihat langit pada malam hari ini. Sembari bersandar di dinding, sambil memandangi langit malam.
Hujan yang tadi sempat berhenti, kini terlihat kembali turun. Suara genteng yang terkena air hujan terdengar seperti nyanyian langit yang entah kenapa terdengar begitu menenangkan. Karena semakin deras, aku pun kembali menutup jendela kamar ku karena air sudah mulai berhembus masuk. Hanya saja, aku membuka gorden jendela agar supaya masih bisa melihat keluar dari balik jendela kaca ini.
Hujan turun semakin lama semakin deras. Suaranya kini pun menjadi semakin keras. Angin yang ikut berhembus dengan cukup kencang, membuat beberapa air menghantam jendela dengan cukup keras. Aku pun kembali terpikirkan bahwa aku beruntung karena telah membawa anak kucing itu ke rumah. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaanya jika aku tidak membawanya kemari. Mungkin dia akan sangat kedinginan dan kesepian, atau mungkin juga akan ada orang lain yang membawanya pulang ke rumah bersama mereka. Entahlah.
Sekarang, perlahan-lahan rasa lelah ku dari aktivitas tadi siang berubah menjadi rasa kantuk. Aku pun lalu menutup gorden jendela yang tadi aku biarkan terbuka itu, sekaligus mematikan lampu di kamar ku. Aku lalu membaringkan tubuh ini dan menarik selimut rapat-rapat hingga menutupi seluruh anggota tubuh ku.
***
"Alex, Alex, Alex, mau kemana kamu," ucap Hana sambil berlari-larian mengejar Alex.
"Haaa? Lalu bagaimana caranya aku bisa menangkap Alex?" Hana berhenti sesaat dan menghadap ku.
"Pelan-pelan saja seperti ini. Pusss... Pusss..." ucap ku sambil menghampiri Alex perlahan-lahan.
Aku pun berhasil menangkap Alex dengan tenang meskipun Alex tampak tidak terlalu nyaman jika dipegang oleh manusia. Alex pun tampak meronta-ronta tanda ingin melepaskan diri. Aku lalu meletakkannya kembali ke lantai dan lalu mulai mengelus-elusnya.
"Tuh kalau pelan-pelan Alex ga takut kan," ucap ku pada Hana.
"Oh begitu ya... Sini Hana coba. Pus... Pus..." Hana lalu terlihat berhasil menangkap Alex dengan perlahan-lahan. Sepertinya Hana adalah tipe anak yang cepat sekali belajar.
***
__ADS_1
"Aku berangkat dulu bu," ucap ku meninggalkan rumah.
"Iya Lang, hati-hati," seperti biasa ibu ku selalu mengantar ku hingga ke depan pintu rumah.
Hari ini adalah hari kedua festival perlombaan. Saat ini, dari 4 cabang olahraga yang sudah dimainkan, kelas kami masih bertahan di 2 cabang yaitu futsal dan basket yang sama-sama telah mencapai babak 8 besar. Semoga saja di akhir festival nanti, kelas kami bisa mendapatkan banyak piala dan tentu akan menjadi kenangan tersendiri kelak.
Cuaca hari ini sama cerahnya dengan hari kemaren. Namun, aku tidak tahu apakah nanti sore atau malam akan turun hujan atau tidak. Aku berharap kalau nanti sore akan tetap cerah seperti ini, atau paling tidak, tidak turun hujan. Soalnya, aku sudah berencana kalau setelah pulang sekolah nanti aku akan membeli perlengkapan kucing untuk Alex. Dengan bertambahnya Alex, entah kenapa aku merasa seperti mempunyai adik baru.
Sesampainya di kelas, aku langsung duduk seperti biasa di kursi ku. Saat ini masih pukul 06.55. Masih ada waktu sekitar 35 menit hingga bel sekolah berbunyi dan festival sekolah akan kembali dilaksanakan. Meskipun begitu, para anggota OSIS yang otomatis menjadi panitia acara ini sudah terlihat begitu sibuk. Saat aku melewati jalan utama tadi, para anggota OSIS ini sudah sibuk berlalu lalang membawa atau memindahkan perlengkapan festival. Mereka juga tampak begitu serius dalam menyiapkan acara ini. Tidak heran, festival sekolah sejauh ini berjalan baik dan sangat sesuai jadwal.
Pada saat ini, terlihat masih banyak kursi yang kosong. Termasuk Cindy, tidak biasanya ia datang setelah aku seperti ini.
Tak lama berselang, Ahsan terlihat datang. Ia pun langsung menuju ke tempat duduknya yang tepat berada di belakang ku.
"Pagi Lang," ucap Ahsan sambil berjalan melewati ku.
"Pagi," jawab ku singkat.
Tak berselang lama setelah Ahsan datang, kini giliran Ruben yang datang. Tidak biasanya ia datang secepat ini. Biasanya, ia baru akan datang jika sudah mepet waktu masuk sekolah. Mungkin karena hari ini adalah hari festival, ia jadi lebih bersemangat dari biasanya? Entahlah.
"Pagi Lang," ucap Ruben yang langsung mengajak ku tos.
"Pagi," aku pun membalas ajakan tosnya tadi itu.
Hari ini, tim futsal kami akan bermain pertama kali di babak 8 besar ini. Jadwal pertandingannya adalah pukul 08.00. Setengah jam lebih awal dari pada hari sebelumnya. Itu terjadi karena pada hari ini tidak ada upacara seperti hari kemaren.
Lawan kami di babak 8 besar ini adalah 10-9. Itu berarti aku akan melawan kelas yang anggotanya sama banyaknya dengan kelas kami yang ikut ekstrakulikuler sepak bola. Aku jadi tidak sabar untuk segera bertanding melawan mereka.
***
__ADS_1
Bersambung.