Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 139 : Mana Yang Lebih Dingin?


__ADS_3

"Oi lihat itu, kenapa Ruben ada banyak?" ucap Ahsan sambil menunjuk kandang yang berisi orangutan.


"Hihihihi," Celine dan 2 temannya tertawa.


"Apa maksud mu haaa?" Ruben terlihat tidak senang dengan ucapan Ahsan barusan itu.


"Eh kak itu burung yang ekornya panjang itu apa?" tanya Hana yang sepertinya lebih tertarik melihat aneka satwa dari pada candaan Ahsan tadi.


"Oh itu burung cendrawasih. Burung khas dari Papua. Ini sebenarnya setiap satwa yang ada di sini sudah ada penjelasannya di papan di depan kandangnya," jawab ku.


"Oh iya, ini juga ada papan nama burungnya. Wah Hana kurang teliti hehehehe. Tapi sepertinya lebih asik jika kakak yang menjelaskannya saja yah hehehe," jawab Hana sambil tertawa.


"Kamu ini, bilang saja malas membaca hmmm," balas ku.


Kami lalu melanjutkan perjalanan kami mengelilingi kebun binatang. Dengan perlahan-lahan, kami mendatangi setiap kandang yang kami lewati. Mulai dari reptil, mamalia, ikan, unggas, binatang buas, amfibi, dan lain-lain. Kebun binatang ini mempunyai koleksi hewan yang begitu lengkap.


"Wah lihat itu kakkk. Gajahnya kelihatan besar banget yah. Rasanya beda sekali melihat gajah yang asli dengan yang di tv. Rasanya yang ini jauh lebih besar. Wah lihat itu, langkahnya sangat kuat. Hana jadi tidak terbayangkan jika ada sesuatu yang terinjak oleh gajah," ucap Hana dengan semangat.


"Sebenarnya ada hewan yang lebih besar dar gajah lohh," ucap ku.


"Wah beneran kak? Apa itu? Gajah saja sudah sebesar ini, apa lagi hewan yang lebih besar dari itu... Hana jadi tidak bisa membayangkannya," ucap Hana yang terlihat begitu antusias.


"Iya hewan yang lebih besar dari gajah itu hidup di laut," ucap ku.


"Wahhh di laut yah... Masuk akal sih. Kalau ada hewan yang lebih besar dari gajah hidup di darat, pasti akan sangat merepotkan yah hehehehe," Hana sedikit tertawa.


"Kamu tahu hewan apa itu, yang lebih besar dari gajah dan hidup di laut?" tanya ku lagi.


Hana menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


"Hewan itu adalah Paus Biru. Panjangnya bahkan bisa lebih melebihi 20 meter loh," ucap ku.


"Wahhh 20 menter itu sepanjang apa kak?" Hana ternganga.


"Mungkin sekitar panjang bus yang tadi kita tumpangi, atau mungkin lebih panjang lagi, tapi sekitar segitu lah," ucap ku.

__ADS_1


"Wahhh berarti besar banget yah... Kalau dimakan rame-rame, kira-kira cukup untuk berapa bulan yah?" tanya Hana.


"Haaa? Hahahahaha. Kenapa kamu malah kepikiran Paus Biru dimakan?" aku tertawa mendengar kalimat Hana barusan.


"Kan Paus Biru besar, jadi kalau dipelihara lalu nanti dipanen, kan dagingnya bisa dimakan," jawab Hana polos.


"Hahahaha mana boleh seperti. Lagi pula ikan itu kan ikan yang sudah terancam punah, jadi ikan itu sudah dilarang untuk ditangkap. Dan apabila ada orang yang benar-benar ingin memeliharanya, kamu bisa bayangkan seberapa besar kandang yang harus disiapkan?" ucap ku.


"Oh iya yah hehehehe," Hana tertawa polos.


"Ada satu hal unik lagi loh. Coba kamu tebak kira-kira binatang sebesar itu makanannya apa?" tanya ku.


"Mmmm apa yah? Tapi mungkin karena Paus Biru sebesar itu mungkin makanannya ikan tuna yah? Atau ikan salmon?" Atau mungkin ikan lele?" jawab Hana menebak-nebak.


"Salah... Lele? Bukannya ikan lele itu hidupnya di air tawar yah? Hehehehe. Kamu mungkin akan terkejut, jadi ikan Paus biru itu makannya adalah plankton," ucap ku.


"Haaaa plankton? Rivalnya tuan Crab yang ada di Spongebob itu yah kak?" jawab Hana.


"Hahahaha iya-iya kamu gak salah sih. Tapi aslinya plankton itu gak kelihatan sama mata telanjang loh... Ukurannya bahkan lebih kecil dari semut atau kutu sekalipun," ucap ku.


"Wah kecil banget yah kak. Tapi kok bisa paus biru yang besar seperti itu makanannya kecil banget? Emang bisa bikin kenyang yah?" tanya Hana lagi.


"Ooooooooo," mulut Hana sedikit monyong.


"Wah kalian lagi ngobrolin apa? Kelihatannya asik banget?" tiba-tiba Celine bertanya.


"Ini kak, lagi bahas hewan yang lebih besar dari gajah hehehe," jawab Hana.


Tak terasa, kami sudah mengitari hampir seluruh area kebun binatang ini. Kini mungkin hanya tinggal sepersepuluhnya yang belum kami kunjungi.


"Wah cape juga yah," keluh Ruben sambil mengelap keringat yang menetes dari kepalanya itu.


"Ayo kak semangat, Hana aja masih semangat loh... Masa kalah sama anak SD hehehe," ucap Hana.


"Sedikit lagi kok Ben. Di peta yang aku bawa ini kira-kira tinggal sepersepuluhnya lagi nih," ucap ku.

__ADS_1


"Haaa sepersepuluh? Itu maksudnya apa? Sepersepuluh dengan setengah itu lebih besar mana?" Ruben malah tampak kebingungan.


"Aku tahu, aku tahu," tiba-tiba Hana menyela, "sepersepuluh dengan setengah itu lebih besar setengah... Bener gak kak?"


"Iya bener kok, lebih besar setengah," jawab ku.


"Yeaaayyyy," Hana melompat sambil mengangkat kedua tangannya ke arah langit tanda kegirangan.


"Gimana si kau Ben? Masa sama anak SD aja kalah... Dasar pecundang... Mungkin jika ada lomba tentang siapa orang yang paling pecundang di dunia ini kau mungkin masih kalah karena kau adalah pecundang... Pecundang kan gak pernah menang, hahahaha," Ahsan tertawa dengan puas.


"Ha??" Ruben malah tampak kebingungan dengan apa yang diucapkan Ahsan barusan.


"Oiya kak, Hana mau tanya lagi boleh?" ucap Hana.


"Tanya apa Han?" jawab ku.


"Mungkin gak berhubungan sama hewan sih, tapi Hana bener-bener penasaran," ucapnya lagi.


"Iya... Apa hal yang membuat mu penasaran itu?" tanya ku.


"Kan bumi itu punya 2 kutub, kutub selatan sama kutub utara. Nah diantara kutub selatan dan kutub utara, kira-kira mana yang lebih dingin kak? Kutub utara atau selatan?" tanya Hana.


"Hahahaha ada-ada saja kamu ini Hana. Kenapa bertanya tentang sesuatu yang sudah jelas seperti itu?" ucap Ruben.


"Sudah jelas gimana maksudnya kak?" tanya Hana penasaran.


"Sudah jelas kalau kakak tidak bisa menjawab hahahaha," Ruben terbawa lebar yang mana langsung diikuti gelak tawa kami semua tanpa terkecuali.


"Lagian kenapa kamu tanya hak seperti itu sih?" ucap ku.


"Hana cuma tiba-tiba kepikiran aja hehehe," jawab Hana.


Akhirnya, kami pun selesai berkeliling penuh satu kebun binatang itu. Kira-kira untuk berjalan satu rute penuh itu tadi, kami menghabiskan waktu hampir satu jam lamanya. Kami pun sekarang memutuskan untuk beristirahat sambil mencari tempat makan siang.


Karena suasana di area kebun binatang ini sangat sejuk karena begitu banyak pohon-pohon besar yang masih mengelilingi, kami pun memutuskan untuk makan di kantin kebun binatang ini. Walaupun harganya pasti akan lebih mahal dari pada jika kami makan di luar.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2