
Minggu 7 Agustus pukul 07.30.
"Hana ayo cepat nanti telat loh," ibu berdiri di depan pintu depan sambil sedikit berteriak.
"Iya bu..., ini Hana lagi ambil tas dulu," Hana berteriak dari dalam rumah sambil berlari menuju pintu depan. Tas yang ia gendong sampai terlihat loncat-loncat.
Hari ini seperti yang telah direncanakan, Hana akan tampil di acara pentas seni di sekolahnya. Aku sendiri masih belum tau apa yang akan Hana tampilkan. Setiap kali aku menanyakan akan hal itu, Hana selalu menjawab "rahasia".
Karena Hana akan tampil, ia diharuskan sampai di sekolah maksimal satu jam sebelum acara dimulai. Maka dari itu, ibuku saat ini sudah mau berangkat bersama Hana.
Setelah Hana sampai di depan pintu, ia langsung menggenggam tangan kiri ibu sambil berteriak, "aku berangkat dulu ya kakk."
"Iyaa, hati-hati," jawabku pelan yang sedang berada di ruang tamu sambil membaca novel. Karena ibu akan menunggui Hana seharian, maka toko bunga milik ibu juga tutup. Ibu sebenarnya bisa saja membuka toko bunganya karena ibu masih punya tiga karyawan. Akan tetapi ibu memutuskan untuk meliburkan saja sekalian untuk mereka istirahat.
Toko milik ibu selalu buka setiap hari, dari jam 08.00 pagi sampai jam 18.00 sore. Setiap karyawan memiliki jatah libur satu kali setiap minggunya. Terserah mereka mau memilih hari apa. Akan tetapi, dari ketiga karyawan tersebut harus memilih hari libur yang berbeda satu dengan lainnya. Jadi dalam satu hari tidak boleh ada dua karyawan atau lebih yang mengambil hari libur.
Sebenarnya orang yang tidak pernah libur adalah ibuku. Ibuku selalu berada di toko bunga setiap hari tanpa adanya hari libur. Meskipun begitu, aku tidak pernah melihat atau mendengar ibuku mengeluh atau apapun. Ibu selalu tampak bersemangat setiap harinya.
Hari ini aku tidak berangkat ke acara pentas seni bersama Hana. Tentu saja aku akan datang mungkin sekitar jam 9 lebih. Hana bilang nomer urut tampilnya adalah yang ke-10. Jadi, aku memutuskan untuk tidak datang terlalu awal.
Setelah selesai membaca novel, aku lalu membaca buku "Dasar-Dasar Bermain Sepak Bola" yang baru aku beli belum lama ini. Aku membaca dengan buku itu dengan serius dan perlahan agar ketika mengikuti ekstrakulikuler aku bisa mengikutinya dengan baik.
__ADS_1
Aku juga mulai menonton rangkuman hasil-hasil pertandingan Sepak Bola baik di Youtube maupun TV. Aku menontonnya agar aku bisa tau topik yang hangat yang sedang terjadi di dunia Sepak Bola. Yang aku tahu saat ini dua pemain terbaik dunia adalah Leonel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Perdebatan mana yang terbaik di antara keduanya selalu saja berakhir dengan buntu. Akan tetapi ada satu hal yang pasti yaitu mereka berdua adalah pemain terbaik di dunia saat ini.
Di Eropa, saat ini masih tahap pra-musim. Artinya tim-tim di benua biru sana masih banyak melakukan pertandingan uji coba sekaligus mengembalikan kebugaran pemain mereka setelah cukup lama berlibur.
***
Pukul 09.00, aku sudah bersiap-siap untuk berangkat ke acara pentas seni. Sebelumnya aku sudah janjian dengan Cindy untuk menonton penampilan dari Hana. Kita janjian untuk ketemuan di taman sekitar pukul 09.10. Aku pun sudah akan berangkat, tinggal memakai sepatu saja.
Setelah selesai memakai sepatu, aku langsung pergi menuju taman. Hari ini aku memakai celana jeans selutut, dan kaos hitam polos dengan kemeja kotak-kotak lengan panjang. Aku berjalan cukup santai menuju taman karena memang jaraknya tidak terlalu jauh.
Aku melihat sekilas ke arah langit. Cuaca hari ini sangat cerah. Awan pun terlihat begitu putih dan bersih. Ketika aku kecil, aku selalu melihat bentuk awan yang menyerupai benda atau hal-hal yang aku ketahui. Misalkan awan yang terlihat seperti burung, ayam, pulau, lingkaran, dan yang lainnya.
Tak terasa aku telah sampai di depan taman, aku pun memeriksa jam tangan yang aku pakai di tangan kiriku. Waktu menunjukkan sudah pukul 9 lebih 9 menit. Artinya masih ada waktu sekitar satu menit hingga waktu janjianku dengan Cindy tiba. Akan tetapi ketika aku melihat-lihat taman, aku melihat Cindy sudah duduk di salah satu kursi taman.
Aku tidak tahu sejak kapan ia menunggu. Apakah sudah lama atau belum. Ku harap belum terlalu lama.
Aku pun langsung berjalan menghampirinya. Entah kenapa kini aku merasa sedikit gugup. Cindy mengenakan rok hitam panjang dengan baju warna merah lengan panjang. Rambutnya yang biasanya ia ikat di belakang, kini ia biarkan terurai rapi dengan poni sebatas alis yang membuatnya terlihat manis dengan kulitnya yang bewarna putih pucat itu. Aku pun semakin berdebar-debar ketika ia menyadari kedatanganku dan memandang ke arahku.
"Sudah lama menunggu?" tanyaku sambil menatap ke bawah. Entah kenapa aku tidak berani menatap matanya.
__ADS_1
"Belum kok, aku baru saja datang," jawabnya lirih.
"Syukurlah, aku kira aku yang lupa waktu janjian kita," balasku lagi.
"Engga kok, aku saja yang datangnya memang terlalu awal. Kamu engga telat kok Lang," kini Cindy bangkit berdiri dari tempat duduknya.
"Hehe begitu ya, ku kira aku terlambat hehe. Kalau begitu mau berangkat sekarang?" tanyaku yang masih belum berani menatap matanya.
"Boleh, ayo," kami pun lalu langsun bergegas menuju sekolah Hana yang tidak terlalu jauh dari taman ini.
Kami berjalan cukup cepat. Dengan kecepatan seperti ini, mungkin kita akan sampai dalam waktu tidak sampai 5 menit. Sepanjang perjalanan, kami tidak saling berbicara, hanya terpaku memandangi jalan. Mungkin kami berdua sama-sama merasa canggung.
Sesampainya di depan pintu gerbang sekolah, kami lalu mengisi buku pengunjung. Setelah selesai mengisi, kami lalu diberi masing-masing snack dan satu botol air putih. Kami pun lalu mencari tempat duduk yang masih kosong. Suasana di sini cukup ramai. Kami pun cukup kesulitan untuk mencari kursi yang masih kosong.
Disaat sedang mencari kursi yang masih kosong, kami tiba-tiba melihat Risa (teman sekelas kami) yang juga terlihat sedang asik menonton penampilan-penampilan dari murid SD di sini. Kebetulan di samping tempat duduknya masih terdapat beberapa kursi kosong. Kami pun langsung bergegas menuju ke situ.
Risa tampak belum menyadari kehadiran kami hingga kami benar-benar berada di sampingnya.
"Eh Galang, Cindy... Kalian datang juga ke sini... Wah apa kalian juga punya adik di sini?" tanya Risa dengan penuh antusias.
"Engga Ris, aku cuma diundang Galang buat nonton penampilan adiknya," jawab Cindy dengan senyum tipis.
__ADS_1
***
Bersambung