Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 8: Pulang Bersama


__ADS_3

Setelah ibuku dan Sofia berkenalan, ibuku langsung meninggalkan kami berdua untuk segera kembali ke tokonya.


"Yasudah ya.. ibu tinggal dulu. Sering-seringlah main kesini jika ada waktu luang ya nak Sofia," ibu mengucapkannya dengan senyum dan langsung meninggalkan rumah menuju toko.


"Si-silahkan diminum, mumpung masih dingin," ucapku yang kini mulai merasa sedikit gugup.


"Oh iya terima kasih," Sofia langsung meminum minuman itu perlahan-lahan. Keringat yang tadi terlihat cukup banyak, kini sudah terlihat menghilang.


"Ibumu baik banget ya orangnya," ucap Sofia sambil meletakkan minumannya yang tinggal setengah gelas itu.


"Ya begitulah. Maaf ya, ibuku begitu heboh tadi. Mungkin ibuku sangat senang melihatku bersama orang lain. Biasanya aku memang selalu sendiri. Jadi, mungkin tadi pemandangan langka buat ibuku," ucapku lagi.


"Berarti memang benar dong dugaanku tadi waktu di warung ayahku bahwa kamu tidak punya teman?"


"Aku punya teman kok satu."


"Haaaaa???? Cuma satu? Kamu serius?" wajah Sofia terlihat sangat terkejut kali ini.


"Memang ada yang salah dengan itu?"


"Haaaaaaa?? Ya jelas ada yang salah lah denganmu. Coba kamu bayangkan berapa usiamu sekarang? Sudah berapa banyak orang yang kamu temui selama hidupmu? Dan hanya satu orang yang menjadi temanmu? Apakah itu normal???" Sofia kini kelihatan lebih terkejut dari sebelumnya.


"Entahlah, aku hanya merasakan bahwa itu tidak aneh," jawabku dengan datar.


"Ya ampun, memangnya kamu gak merasa kesepian?"


"Enggak. Rasanya aku lebih nyaman jika sendiri."


"Kamu benar-benar aneh ya. Yaudah ya, aku mau pulang dulu. Mungkin ayahku sudah menungguku. Terima kasih atas minumannya."


"Ya."


Aku pun mengantarkan Sofia hingga depan rumah. Setelah itu, Sofia langsung menaiki sepedanya dan melambaikan tangannya, "Sampai bertemu lagi Lang."


"Ya," jawabku sambil melambaikan tangan juga.


Entah kenapa setelah Sofia menghilang dari pandanganku, aku merasa sedikit kesepian.


Sekarang aku berada di rumah sendirian. Aku masih punya banyak waktu hingga sore tiba. Aku memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan membaca novel saja.


***


Waktu menunjukkan 13.00 saat Hana pulang.


"Aku pulangggg," ucapnya sambil agak berteriak.


"Selamat datang," balasku yang masih asik membaca novel di ruang tamu.

__ADS_1


"Kakak udah makan?" tanyanya sambil berjalan menuju kamarnya.


Bagaimana aku harus menjawabnya sedangkan ia sekarang sudah berada di kamarnya.


Tak lama setelahnya, Hana keluar.


"Hana udah makan?" tanyaku pada Hana yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Udah, tadi aku mampir dulu ke toko ibu sebelum pulang ke sini," jawab Hana sambil terlihat buru-buru mau pergi.


"Hana mau kemana? Ke toko ibu kah?" tanyaku penasaran.


"Bukan, hari ini aku mau main sama teman-teman," Hana terlihat sangat bersemangat seperti biasanya.


"Ohh, main dimana?"


"Di taman dekat sekolahku kak."


"Mau kakak antar?"


"Tidak usah kak, aku kesana bersama Sifa. Nanti aku ke rumah Sifa dulu. Aku berangkat dulu ya kak. Aku tadi udah minta izin ibu juga kok," jawabnya sambil berjalan keluar rumah.


"Oh yasudah, hati-hati yaa... Pulangnya jangan kesorean."


"Okeee," jawab Hana yang sudah berada di halaman depan rumah.


Aku pun sendirian lagi sekarang. Aku berhenti membaca novel dan berencana untuk tidur siang saja. Aku langsung menuju kamarku yang berada di lantai dua.


Aku pun mencoba untuk tertidur, aku memejamkan mataku dan memposisikan tubuhku senyaman mungkin. Akan tetapi, rasanya sulit sekali untuk tertidur. Mataku kembali terbuka.


Aku pun memikirkan tentang Sofia lagi. Wangi samponya, guraian rambutnya yang terkena angin, suaranya, tatapan matanya, kulitnya yang putih, dan yang paling terpikirkan olehku adalah senyuman manisnya itu. Rasanya aku ingin bertemu Sofia lagi. Pikiranku seperti dipenuhi oleh hal tentang Sofia sekarang, dan tanpa sadar aku pun tertidur.


***


Waktu menunjukkan waktu 16.12 ketika aku terbangun. Aku pun langsung mandi setelah itu. Setalah mandi, aku berencana untuk pergi ke minimarket untuk membeli cemilan dan susu yang sudah mulai habis.


Setelah selesai mandi, aku bertanya-tanya apakah Hana sudah pulang atau belum ya? Aku pun buru-buru mengecek ke kamarnya.


"Hana... Hanaa di dalam?" tanyaku sambil mengetok pintu kamarnya yang tidak mendapat balasan. Aku mengulanginya hingga tiga kali tetapi tetap tidak ada jawaban. Aku pun membuka pintunya.


"Aku masuk loo," ucapku sambil membuka pintu. Aku tidak menemukan Hana di kamarnya.


Setelah mengetahui Hana belum pulang ke rumah, aku pun langsung bergegas menuju toko. Barangkali ia mampir ke situ dulu.


"Bu, Hana disini enggak?" tanyaku yang baru sampai di toko.


"Enggak nih, tadi siang ia izin mau main di taman," jawab ibu sambil menulis sesuatu di meja kasir.

__ADS_1


"Iya Hana juga bilang padaku begitu. Yasudah aku mau mengeceknya di taman dulu bu," ucapku sambil meninggalkan toko


"Iya hati-hati."


Aku pun berjalan menuju taman dengan cukup cepat. Aku khawatir ada apa-apa karena ini sudah hampir jam lima sore.


Akhirnya aku sampai taman dekat sekolah Hana. Aku melihat 4 orang anak perempuan sedang main ayunan dari kejauhan yang mana aku menyadari bahwa salah satunya adalah Hana. Dua anak menaiki ayunan, sementara dua anak lainnya mendorongnya dari belakang. Mereka berempat terlihat sangat senang. Mereka tertawa dengan cukup keras setiap kali dua anak yang di belakang mengayunkan ayunannya.


Aku pun tidak langsung memanggil Hana untuk segera pulang. Aku melihat mereka dari sisi lain taman sambil duduk. Beberapa saat kemudian, mereka pun bergantian. Aku senang melihat Hana bisa senang seperti itu.


***


Tak terasa senja semakin larut, aku pun mendekati mereka yang masih asik bermain ayunan.


"Hanaa," ucapku dengan agak berteriak.


Keempat anak itu pun menoleh padaku.


"Eh kakak disini? Ada apa?" tanyanya dengan polos.


"Tentu saja kakak kesini untuk menjemputmu. Ini sudah hampir malam loh. Tadi kan sudah kakak bilang jangan terlalu sore,"


"Hehehehe maaf maaf. Kami terlalu asik jadi lupa waktu," jawab Hana dengan muka tak bersalah.


"Yasudah ayo pulang sekarang. Ajak teman-temanmu untuk pulang juga. Mereka juga mungkin dicariin orang tua mereka masing-masing."


"Okee."


Kami berlima pun akhirnya bergegas pulang. Aku sepertinya harus mengantarkan tiga temannya Hana terlebih dahulu karena sekarang sudah hampir gelap. Dalam perjalanan, mereka terus saja bercerita satu sama lainnya.


Akhirnya, satu per satu dari teman Hana sudah ku antarkan pulang. Sekarang hanya tinggal aku dan Hana yang langsung bergegas menuju rumah.


"Horee besok kita pergi ke rumah kakek-nenek yaa... Sudah lama Hana tidak bertemu mereka. Apakah kakek-nenek sehat selalu ya?" ucap Hana


"Ya kakak rasa kakek-nenek sehat."


"Wahh rasanya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu mereka hehehe," ucap Hana yang kini mulai berlari.


"Oii jangan berlari, sudah gelap. Nanti kamu jatuh," ucapku agak berteriak.


Hana seperti tidak mendengarkan perkataan ku. Ia terus berlari menuju rumah kami yang tinggal 100 meteran lagi.


"Kalau kamu terjatuh jangan menangis yaa," teriakku.


Lagi-lagi Hana seperti tidak mendengarkanku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang bersama Hana seperti ini.


Akhirnya, kami sampai. Aku langsung menyuruh Hana untuk segera mandi. Aku jadi lupa, tadi sebenarnya aku berencana untuk ke minimarket untuk membeli cemilan dan susu. Mungkin aku akan membelinya nanti saja setelah makan malam.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2