
"Tumben kau ada di luar Lang," sapa Tora setelah menepuk pundak ku dari belakang.
"Oh iya ini aku habis benerin sepeda, jadi aku keliling kota aja sekalian. Lagi pula juga di rumah gak ada kerjaan," jawab ku.
"Oh gitu... Oiya kenalin nih Lala," ucap Tora sambil memperkenalkan gadis di sebelahnya itu yang ternyata bernama Lala.
"Galang," ucap ku sambil menjulurkan tangan mengajak bersalaman.
"Lala," jawab gadis itu sambil menyambut juluran tangan ku.
"Lala itu kekasih mu Tor?" tanya ku menebak.
"Hahaha kelihatannya begitu yah? Bukan, bukan. Lala itu bukan kekasih ku atau semacamnya. Lala itu sepupu ku dari luar kota yang sedang berkunjung ke rumah ku. Dia baru saja sampai tadi malam. Ini aku sedang mengajaknya berkeliling kota," jelas Tora.
"Oh begitu. Oiya silahkan duduk dulu," ucap ku.
"Oiya ngomong-ngomong kau mau ikut sekalian gak buat keliling kota sama aku sama Lala? Biar tambah rame. Lagi pula kau juga sedang gak ada kerjaan kan?" ajak Tora yang kini sudah duduk di samping ku. Begitu pun dengan Lala. Ia duduk di samping kiri Tora.
"Eh gak papa tuh aku ikut? Tapi aku juga lagi bawa sepeda nih. Kalian memangnya naik apa buat keliling kotanya?" tanya ku.
"Kami jalan kaki sih, sama naik bus," jawab Tora.
"Waduh kalau begitu susah dong, aku kan naik sepeda," balas ku.
"Iya juga sih. Ya sudah mungkin lain waktu saja yah. Oiya ngomong-ngomong hubungan mu sama Celine bagaimana? Hebat juga yah kau bisa mendapatkan wanita secantik Celine, aku jadi iri hahaha," ucap Tora yang mana membuat ku agak terkejut.
"Eh hubungan ku sama Celine? Mendapatkannya? Maksudnya?" tanya ku heran.
__ADS_1
"Ya ampun gak sok gak tau gitu deh hahaha. Gosipnya udah menyebar kemana-mana loh kalau kau itu sedang ada hubungan yang spesial sama Celine," ucap Tora yang lagi-lagi membuat ku terkejut.
"Hubungan spesial? Gosip? Aku sama Celine itu cuma teman," jawab ku.
"Hahaha beneran cuma teman nih?" ucap Tora dengan nada agak meledek.
"Iya teman. Kami itu teman baik walaupun aku mengenalnya juga belum terlalu lama. Lagi pula Celine juga orangnya ramah banget. Ia juga terlihat bisa cepat akrab dengan orang lain, bahkan yang baru ia kenal," balas ku.
Saat kami sedang mengobrol, pesanan Tora dan Lala tiba-tiba datang. Seorang pelayang wanita yang mengenakan seragam lengkap dengan topinya mengantarkan pesanan mereka berdua.
"Permisi," ucap pelayan itu sambil meletakkan pesanan mereka berdua di atas meja. Setelah itu pelayan tersebut langsung kembali pergi.
"Makasih mba," ucap Tora sesaat setelah pelayan tadi meletakkan pesan di atas meja.
"Hahaha kalau memang masih teman, kenapa engga kau tembak aja Celine? Kelihatannya juga ia suka pada mu," ucap Tora.
"Entahlah cuma firasat ku saja hahaha. Jadi... Kau gak suka Celine nih? tanya Tora yang mana langsung membuat ku seperti tidak bisa berpikir.
Kalau ditanya seperti itu, aku juga tidak bisa menjawabnya. Aku benar-benar tidak tahu.
"Aku permisi dulu yah, aku ingat kalau ternyata masih ada yang harus aku kerjakan di rumah. Maaf yah belum bisa berkeliling kota sama kalian. Aku duluan, sampai ketemu lagi," ucap ku yang lalu langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Aku sebenarnya merasa tidak enak pada Tora karena pergi meninggalkannya dengan cara seperti itu, tapi apa boleh buat. Aku benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan dari Tora itu.
***
Setelah dari kedai burger itu, aku kini sedang dalam perjalanan menuju ke rumah. Saat ini, cuaca benar-benar terik. Matahari tepat berada di atas kepala ku. Aku pun saat ini mengayuh sepeda ku dengan cukup cepat agar cepat sampai.
Saat aku sedang dalam kecepatan tinggi itu, tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang keluar dari mulut gang secara mendadak. Aku yang sedang melaju cepat itu, langsung reflek mengerem agar tidak sampai menabrak anak kecil itu yang juga sedang mengendarai sepeda.
__ADS_1
Pada akhirnya, aku berhasil menghindar agar aku tak sampai menabrak anak itu. Aku berhasil mengentikan sepeda ku tepat beberapa CM dari anak itu yang terlihat begitu terkejut dan panik.
"Kamu tidak apa-apa dek?" tanya ku pada anak itu yang masih kelihatan sedikit terkejut.
Anak itu tidak menjawab ku. Ia hanya mengangguk saja.
Aku lalu membawa ank itu ke pinggiran jalan. "Udah gak papa dek. Lain kali hati-hati yah. Kalau mau nyebrang, berhenti dulu. Lihat kanan-kiri biar kejadian kaya tadi engga ke ulang. Udah gak papa, kakak gak marah kok," ucap ku mencoba menenangkan anak kecil itu. Anak itu lalu hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Ya sudah kakak, tinggal yah. Ingat pesan kakak tadi loh. Kalau mau nyebrang, berhenti dulu lalu lihat kanan kiri," ucap ku sebelum aku kembali melanjutkan perjalanan ku menuju rumah.
***
Sesampainya di rumah, aku langsung meluruskan kaki ku sambil duduk istirahat di ruang tamu. Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 13.30. Tak terasa cukup lama juga aku berada di luar rumah tadi.
Setelah cukup beristirahat, aku lalu naik ke atas lantai dua untuk menuju ke kamar ku. Sesampainya di kamar, aku langsung menjatuhkan tubuh ku ini begitu saja ke atas ranjang. Rasanya, aku mungkin butuh tidur siang hari ini. Rasanya masih melelahkan setelah bersepeda berkeliling kota tadi.
***
Saat aku baru saja terbangun, aku langsung bisa mendengar suara hujan yang sedang turun di luar sana. Aku lalu langsung melirik ke arah jam dinding yang terpajang di kamar ku. Ternyata, saat ini sudah pukul 5 sore. Cukup lama juga aku tertidur tadi. Aku juga cukup terkejut karena sekarang ini hujan. Padahal, waktu siang tadi cuaca begitu terik dan matahari juga bersinar dengan terang tanpa tertutupi oleh awan.
Karena merasa haus, aku lalu langsung turun menuju ke dapur. Aku lalu membuka pintu kulkas untuk mencari tahu apakah ada minuman di dalam kulkas atau tidak. Saat aku buka, ternyata yang tersisa hanyalah air putih yang tersisa sekitar satu gelas saja. Aku pun lalu langsung menenggak air putih itu langsung dari botol tanpa menggunakan gelas hingga habis. Rasa dingin yang langsung menusuk itu, membuat ku merasakan sensasi unik.
Seperti biasa, saat ini rumah dalam keadaan kosong. Hana dan ibu masih berada di toko. Kau penasaran, jika sedang hujan begini, apakah ada yang datang membeli bunga yah? Entahlah.
***
Bersambung
__ADS_1