
"Haaa memangnya kenapa? Ada yang salah dengan itu?" ucap Ruben.
"Hahaha tidak, tidak ada. Aku hanya terlalu tidak percaya akan hal yang aku baru temui sekarang ini. Lagi-lagi kau memecahkan rekor milik mu sendiri dari tahun ke tahun Aku sungguh bangga pada mu Ben hahaha," Ahsan tertawa lagi.
"Kau hanya sedang beruntung saja mendapatkan nilai seperti itu," ucap Ruben sinis.
"Hahahaha berarti keberuntungan ku juga lebih tinggi dari mu dong," balas Ahsan lagi.
"Cihhhh. Oiya ngomong-ngomong besok libur kan?" tanya Ruben mengalihkan topik pembicaraan.
"Oiya benar juga. Besok kan tanggal 17," ucap Ahsan.
"Sekolah sudah pasti libur kan?" tanya Ruben lagi.
"Iya kalau sekolah sudah pasti libur karena memang tanggal merah, tapi aku dengar kalau ekstrakulikuler Sepak Bola tidak pernah peduli dengan tanggal merah atau semacamnya. Pak Bimo selalu menyuruh kita tetap berangkat," ucap Ahsan.
"Ehh benarkah?" tanya Ruben.
"Iya, rumornya memang begitu. Kita tunggu saja pengumuman resminya," balas Ahsan.
"Yahhhh, gak asik banget," ucap Ruben dengan cemberut.
***
Sepulang sekolah kami bertiga mampir terlebih dahulu ke kantin. Ternyata ekstrakulikuler Sepak Bola tetaplah libur karena tanggal merah. Ahsan tadi berbohong pada Ruben hanya untuk membuatnya merasa buruk.
"Sialan kau San membohongi ku seperti itu," ucap Ruben sedikit kesal.
"Hahahaha ya kau pikir sendirilah mana ada kegiatan sekolah yang dilakukan pas tanggal merah. Kau juga pastinya sudah tau kan Lang kalau apa yang aku katakan tadi itu bohong?" tanya Ahsan padak ku.
"Sebenarnya aku tidak mengira kalau kau tadi sedang berbohong. Memang terdengar aneh sih, tapi karena kau bilang begitu aku jadinya percaya saja kalau besok tetap ada ekstrakulikuler Sepak Bola," ucap ku.
"Heeee? Apa-apaan tuch? Kau itu mudah sekali percaya pada orang ya Lang. Hati-hati loh nanti kau dimanfaatin atau bahkan bisa di tipu hahahaha," ucap Ahsan lagi.
"Oi oi kenapa cuma Galang yang kau perhatikan?" protes Ruben.
"Perbedaan bodoh dan baik itu terlihat dengan jelas loh. Aku tahu Galang percaya padaku karena dia orang baik yang percaya pada temannya, sedangkan kalau kau itu orang bodoh yang selalu percaya pada perkataan orang lain hahaha," seperti biasa Ahsan tertawa lepas saat mengejek Ruben.
"Haaa apa bedanya aku dan Galang?" tanya Ruben lagi.
"Sudah ku bilang kan kalau bodoh dan baik hati itu berbeda," ucap Ahsan lagi.
__ADS_1
"Apa-apaan itu? Aku benar-benar tidak mengerti," ucap Ruben.
"Ya terserah kau sajalah Ben," balas Ahsan.
Di saat mereka sedang berdebat, akhirnya pesanan kami pun datang. Cukup lama untuk ukuran tiga gelas jus jeruk. Ruben dan Ahsan pun seketika menghentikan perdebatan tiada akhir mereka dan segera menyeruput jus jeruk yang dingin dan segar itu.
Tak berselang lama, tiba-tiba saja kak Jonathan sang kapten klub Sepak Bola dan teman-temannya datang ke kantin. Mereka lalu menghampiri kami karena menyadari kalau kami adalah anggota ekstrakulikuler Sepak Bola. Ditambah lagi Ahsan dan Ruben beberapa waktu lalu ikut acara Ulang Tahu. kak Jo.
"Kalian anak-anak ekstrakulikuler Sepak Bola kan?" tanya kak Jo saat menghampiri kami.
"Iya kak, ada apa?" jawab Ahsan.
"Eh kalian juga kemaren hadir di acara Ulang Tahun ku ya?" tanya kak Jo lagi.
"Iya kak, Sofia yang mengundang kami," jawab Ahsan lagi.
"Wah kebetulan sekali. Kalian kan sudah tahu kalau besok kita libur ekstrakulikuler karena tanggal merah kan? Kakak mau ngadain latihan mandiri nih, kalian mau ikut gak?" jelas kak Jo.
"Latihan mandiri maksudnya latihan tanpa didampingi pak Bimo ya kak?" tanya Ahsan.
"Yap betul sekali. Gimana kalian mau ikut gak?" tanya kak Jo lagi.
Suasana pun seketika hening dan orang-orang langsung menatap ku. Aku merasa seperti aku telah melakukan sesuatu yang aneh.
"Oh iya bagus hehehe," kak Jo memecah keheningan yang berlangsung singkat tersebut.
"Kalau begitu aku juga ikut kak," ucap Ahsan.
"Sudah pasti aku ikut juga," ucap Ruben.
"Wah keren sekali anak baru kita, sangat bersemangat. Oiya kakak juga minta nomor WA kalian dong, biar kakak masukin grup," ucap kak Jo.
Lalu kami bertiga pun memberikan nomor WA kami ke kak Jo. Tak lama berselang kami sudah masuk ke dalam grup WA ekstrakulikuler Sepak Bola.
"Nanti kalau ada kabar terbaru, kakak akan Share di grup yah. Yaudah kakak mau jajan dulu. Sampai jumpa besok," ucap kak Jo yang kemudian langsung menuju kursi yang masih kosong di kantin bersama teman-temannya yang berjumlah lima orang tersebut.
Tak lama berselang, kami bertiga pun pergi meninggalkan kantin karena sudah jus kami sudah habis.
"Lanjut kemana nih?" tanya Ruben.
"Entahlah," jawab Ahsan.
__ADS_1
"Enaknya begadang nih nanti malam. Besok kan libur hahaha," ucap Ruben.
"Benar juga yah besok libur," ucap Ahsan lagi.
"Bagaimana kalau nanti malam kalian menginap di tempat ku saja? Kita begadang main game?" ucap Ruben.
"Kedengarannya asik," ucap Ahsan.
"Sudah pasti asik hahaha. Kali ini aku pasti akan mengalahkan kalian," ucap Ruben percaya diri.
"Kau percaya diri sekali Ben. Palingan kau yang akan menjadi juru kunci lagi," ucap Ahsan sinis.
"Haaa? Aku sudah cukup berkembang sejak terakhir kali kita bertanding. Aku tidak akan kalah kali ini," ucap Ruben dengan penuh percaya diri.
"Ya ya ya, terserah kau sajalah, tapi aku pulang dulu mau ganti baju sekalian," ucap Ahsan.
"Ya aku juga harus pulang dulu," ucap ku.
"Yasudah ya, nanti kalian datang ke rumah ku jam 7 saja. Dan ingat jangan makan malam dulu, kalian akan aku masakin masakan yang spesial," ucap Ruben.
"Hahaha sudah lama aku enggak makan masakan mu," ucap Ahsan.
"Hahaha 5 tahun lagi kalau kau makan masakan ku kau sudah harus bayar tahu hahahah," ucap Ruben sambil tertawa.
"Percaya diri sekali kau hahaha," ucap Ahsan.
Setelah itu, kami bertiga pun pulang ke rumah kami masing-masing. Rencananya, kami akan menginap di rumah Ruben malam ini. Aku pun akan mampir ke toko bunga terlebih dahulu sebelum ke rumah. Aku mau minta izin terlebih dahulu pada ibu ku. Sudah lama juga aku tidak mampir ke toko bunga.
Sesampainya di toko bunga, aku langsung menemui ibu ku yang sedang berada di meja kasir.
"Eh Galang, ada apa Lang?" tanya ibu.
"Gak papa bu hehe. Cuma mau minta izin aja buat nanti malem aku boleh nginap di rumah teman ku ga?" ucap ku.
"Teman mu yang waktu itu makan malam di rumah kita ya?" tanya ibu lagi.
"Iya bu, gimana boleh ga?" tanya ku.
***
Bersambung
__ADS_1