Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 69 : Panik


__ADS_3

Tak terasa, kini kami sudah melewati jalan rahasia tadi dan telah kembali ke jalan utama. Tak lama lagi, aku dan Hana akan segera sampai di kolam renang.


"Wah lihat kak, kolam renangnya udah kelihatan," ucap Hana sambil sedikit mengguncang-guncangkan tubuhnya yang membuat keseimbangan ku agak terganggu.


"Jangan terlalu banyak bergerak Hana, nanti kita jatuh loh," ucap ku sambil berusaha menyeimbangakan laju sepeda.


"Hehehe maaf kak, Hana terlalu senang jadi lupa kalau kita masih naik sepeda," ucap Hana dengan polos.


Akhirnya, kami pun sampai di parkiran kolam renang. Seperti yang sudah aku bayangkan sebelumnya, tempat parkiran ini sangat ramai dan malahan sudah hampir penuh padahal saat ini masih sekitar pukul 9 pagi. Beruntung masih ada tempat untuk ku memarkirkan sepeda.


"Ayo kak cepat," ucap Hana yang langsung berlari menuju loket.


Kami pun harus mengantre terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket. Mungkin sekitar 6 sampai 8 orang yang masih sedang mengantre.


Setelah selesai mengantre dan mendapatkan tiket, aku dan Hana langsung masuk ke area kolam renang. Meskipun aku sudah membayangkan bahwa kolam renang pasti akan ramai, akan tetapi aku masih saja terkejut. Apa yang aku pikirkan sebelumnya dengan kenyataan yang ada di hadapan ku ini sangatlah jauh. Kolam renang ini tidak hanya ramai, akan tetapi benar-benar ramai. Aku pun menjadi tidak mood untuk berenang. Bagaimana mungkin aku bisa berenang jika seluruh kolam renang penuh dengan orang-orang.


"Wah rame banget kak kolam renangnya," Hana sedikit mengeluh.


"Iya nih, kakak juga gak nyangka bakal seramai ini," balas ku.


Meskipun begitu, aku dan Hana tetap berganti pakaian mengenakan pakaian renang. Masalah mau renang atau tidak nanti urusan belakangan.


Setelah selesai berganti pakaian, aku lalu berjalan mengikuti Hana untuk memilih kolam yang akan ia gunakan. Hana pun memilih kolam yang tidak terlalu dalam, dengan ketinggian sekitar 80 cm.


"Kakak tunggu di sini saja ya Han. Kamu saja yang berenang," ucap ku saat Hana sudah mulai masuk ke dalam kolam yang sangat padat tersebut.


"Hehhh??? Kakak enggak ikut berenang?" tanya Hana.


"Kakak mungkin nanti saja, menunggu kolam renang agak sepi," jawab ku.


"Yasudah deh," ucap Hana yang kemudian mulai berjalan jalan di dalam kolam renang.

__ADS_1


Aku pun lalu mencari tempat duduk di sekitar sini yang bisa untuk memantau Hana. Aku pun menemukan kursi kosong dan langsung menempatinya.


Sambil mengamati Hana dan menunggu kolam renang agak longgar, aku lalu mengambil ponsel ku dan memasang earphone untuk mendengarkan lagu. Aku lalu memasang earphone tersebut dan lalu menyandarkan punggung ku di kursi. Rasanya sungguh hangat sekali duduk di samping kolam renang di cuaca yang sangat cerah ini.


Di saat aku sedang menikmati lagu yang sedang aku putar, tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri ku. Dilihat dari penampilannya, sepertinya ia adalah salah satu karyawan di kolam renang ini. Aku pun lalu langsung mencopot earphone yang tadi terpasang di telinga ku itu.


"Permisi mas, apakah tadi mas melihat ada dompet yang ketinggalan di sekitar sini?" tanya laki-laki itu yang baru saja datang menghampiri.


Aku pun lalu bangkit dari tempat duduk ku sambil mencari-cari barang yang dimaksud oleh pria tersebut. Namun, aku tidak melihat apa-apa di sekitar sini.


"Maaf mas, sepertinya di sini gak ada dompet yang ketinggalan," jawab ku setelah selesai melihat-lihat sekitaran situ.


"Wah ya sudah mas, maaf mengganggu. Tadi ada salah satu pengunjung melapor bahwa dompetnya hilang. Ya sudah, mari mas," ucap laki-laki itu yang kemudian melanjutkan pencariannya.


"Oh iya mas," jawab ku.


Setelah laki-laki itu pergi agak jauh, kini aku merasa bahwa wajah laki-laki rasanya cukup familiar. Entah dimana, tapi rasanya aku pernah melihatnya. Di saat aku mulai dalam memikirkan akan hal itu, tiba-tiba saja Hana memanggil ku.


Aku pun lalu memasukkan kembali ponsel dan earphone ku ke dalam tas dan langsung menuju ke Hana.


"Kakak kayaknya ga ikut berenang deh, soalnya masih rame juga nih," ucap ku saat datang menghampiri Hana.


"Yahhhh, percuma dong kakak datang ke sini kalau gak renang," kini Hana terlihat agak cemberut.


Aku yang tidak tahan melihat Hana memasang wajah cemberut seperti itu pun memutuskan untuk ikut menemani Hana berenang.


"Ya sudah deh kakak masuk ke kolam, tapi cuma nemenin kamu aja ya?" ucap ku.


"Yeeeee, okeee kak," kini Hana sudah kembali tersenyum lagi.


Aku pun lalu mulai memasukkan kaki ku ke dalam kolam renang yang padat tersebut. Karena baru pertama kali masuk, aku pun merasakan kedinginan ketika setengah badan ku sudah berada di air.

__ADS_1


"Hahahaha kakak kedinginan yah?" ledek Hana yang melihat reaksi tubuh saat merasa kedinginan tadi.


"Sepertinya begitu hehehehe," jawab ku sambil sedikit tersenyum.


Setelah itu, aku hanya berdiri saja di tepian kolam sambil terus memandangi Hana yang terlihat sangat bersemangat, meskipun yang dia lakukan hanyalah berjalan mengelilingi kolam dan sesekali melompat kedepan. Di saat aku sedang mengamati Hana, tiba-tiba saja ada suara perempuan yang memanggil ku dari arah belakang.


"Lang?? Galang?" panggil anak perempuan itu.


Aku yang mendengarnya pun lalu langsung menengok ke belakang sambil mencari tahu siapa pemilik suara tersebut. Karena suasananya sangat ramai, aku jadi tidak bisa mengenali suara milik siapa itu tadi.


Saat aku sedang mencari-cari pemilik suara tersebut, terlihat ada seorang gadis yang datang menghampiri ku. Aku pun lalu langsung menyadarinya setelah melihat gadis yang datang menghampiri ku tersebut. Ternyata yang memangil-manggil ku tadi adalah Sofia.


"Eh Sofia, kamu datang ke sini juga," ucap ku saat Sofia sudah cukup dekat.


"Iya hehe. Beberapa waktu lalu kan aku pernah ngomong kalau aku pingin ke kolam renang kan? Kalau gak salah waktu kita lagi di warung bakso papa ku, waktu kamu sama Ruben habis pulang berenang," jelas Sofia soal alasan mengapa ia datang ke sini.


"O iya. Sekarang aku mengingatnya," balas ku.


"Ngomong-ngomong kamu ke sini sama siapa Lang? Sendirian?" tanya Sofia lagi.


"Oh enggak. Aku enggak sendirian. Aku ke sini bersama adik perempuan ku, Hana," jawab ku.


"Wah kamu bareng Hana yah? Aku juga pingin ketemu Hana nih hehehehe. Ngomong-ngomong Hana dimana?" tanya Sofia sambil melihat-lihat sekeliling kolam mencari Hana.


"Itu Hana lagi di si--," belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku, tiba-tiba saja aku kehilangan jejak Hana.


Aku pun menjadi sedikit panik karena tidak melihat Hana dan langsung naik ke permukaan untuk melihat-lihat sekeliling. Barang kali Hana cuma sedang berada di balik kerumunan.


"Kenapa Lang? Hana dimana?" tanya Sofia yang juga ikut terlihat panik.


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2