
Tak lama setelah Aji bertanding di tunggal putra, kini giliran Erni yang akan bertanding di bulu tangkis tunggal putri. Hampir semua anggota kelas kami sudah duduk di pinggir lapangan untuk memberikan dukungan pada Erni, termasuk Cindy yang pada akhirnya ikut menonton di lapangan. Hanya saja, tinggal Risal yang belum menampakkan dirinya di tengah kemeriahan festival ini.
Erni terlihat sudah siap untuk melakukan servis. Tak ketinggalan, sorak sorai penonton begitu riuh saat ia baru saja melakukan servis. Lawan dari Erni saat ini adalah dari kelas 11 IPA 3. Lawan Erni saat ini terlihat tangguh. Aku tidak tahu apakah Erni akan mampu mengalahkannya atau tidak. Jika ia berhasil mengalahkan lawannya ini, maka kelas kami berhasil menyapu bersih pertandingan pertama di 4 cabang perlombaan sekaligus.
***
Skor saat ini masih cukup ketat yaitu 5-4 untuk keunggulan Erni. Sepertinya pertandingan kali ini akan berlangsung lama, karena kedua pemain yang sedang bertarung itu terlihat sama kuatnya. Mungkin, hanya masalah stamina yang akan memberikan perbedaan.
Sebuah smash keras baru saja menghujam tajam ke arah daerah Erni. Erni pun tidak sanggup untuk mengembalikan smash barusan itu. Skor pun kini menjadi imbang 5-5.
Jual beli serangan terus terjadi hingga skor sekarang menjadi 11-10 untuk keunggulan lawan. Kini Erni terlihat sudah mulai kelelahan. Keringat yang sangat banyak terlihat membasahi seluruh badannya saat ini. Beruntung, untuk lapangan bulu tangkis ini berada di dalam Gedung Olahraga, jadi sinar terik matahari tidak terlalu berpengaruh bagi kedua pemain yang sedang bertanding ini.
Erni yang terlihat sudah kelelahan itu pun meminta time out. Ia lalu langsung minum cukup banyak air di pinggir lapangan.
Sorak sorai penonton kembali bergemuruh saat pertandingan kembali dilanjutkan. Setelah time out tadi, tempo permainan terlihat lebih lambat dari sebelumnya. Kini mereka lebih sering melakukan pukulan melambung dari pada melakukan smash seperti saat sebelum time out tadi. Sepertinya mereka sedang menghemat tenaga atau semacamnya.
Di pinggir lapangan, kami begitu bersemangat menyemangati Erni yang tengah bertanding. Ruben dan Ahsan terlihat yang paling keras teriakannya. Sementara aku hanya ikut bertepuk tangan saja dari pada berteriak seperti mereka. Entah kenapa, aku sama sekali tidak suka berteriak.
Aku pun lalu iseng-iseng melihat ke arah Cindy. Seperti dugaan ku, ia juga tidak terlihat ikut berteriak. Ia hanya tersenyum dengan manis sambil bertepuk tangan seperlunya dari pinggir lapangan.
__ADS_1
Skor saat ini adalah 15-13 masih untuk keunggulan lawan. Erni terlihat masih terus mencoba untuk mengejar ketertinggalan, akan tetapi lawan juga bermain amat bagus dan rapih. Jika dilihat dari sudut pandang ku yang tidak terlalu paham bulu tangkis, lawan Erni kali ini lebih bisa menguasai lapangan dari pada Erni. Jadi, setiap pukulan yang dilancarkan lawan, pasti memiliki tujuan tersendiri.
Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya pasti jatuh juga. Kira-kira itulah peribahasa yang cukup tepat untuk menggambarkan lawan dari Erni sekarang ini. Setelah mendapatkan 4 poin berturut-turut sehingga poinnya tadi menjadi 19, akan tetapi setelah itu ia terlihat membuat kesalahan yang cukup sering hingga Erni sekarang sudah hampir menyamakan kedudukan dengan skor 18.
Erni pun kini terlihat sedang menarik nafas yang panjang sebelum melakukan servis. Sayang, saat ia telah melakukan servis, bola yang terbang cukup rendah itu, malah menabrak ujung net dan malah jatuh ke daerah sendiri. Skor pun menjadi 20-18. GAME POIN. Suasana kini pun menjadi begitu menegangkan karena jika lawan berhasil mencetak skor satu kali lagi saja, maka set pertama akan berakhir untuk keunggulan lawan.
Lawan terlihat sudah melakukan servis, Erni dengan sigap berhasil mengembalikan bola yang terbang cukup tipis di atas net tersebut. Lawan lalu mengirimkan bola panjang ke sisi kanan belakang Erni. Erni masih sanggup mengejarnya dan mengembalikan bola. Namun, bola kembalian dari Erni tersebut malah menjadi bola tanggung. Musuh pun langsung melakukan smash keras ke arah Erni. Beruntung, bola jatuh tepat di luar garis, jadi Erni berhasil menambah sedikit nafasnya di set pertama kali ini. Skor menjadi 20-19.
Erni lagi-lagi terlihat menarik nafas yang cukup panjang sebelum melakukan servis. Sorak sorai penonton kini semakin kencang terdengar. Tak hanya dari kelas kami saja, akan tetapi juga dari kelas 11 IPA 3 juga yang tak kalah semangat menyemangati temannya yang sedang bertanding itu.
Kini, Erni berhasil mendapatkan bola tanggung dari lawannya. Ia pun tanpa basa-basi langsung men-smash bola tanggung tersebut. Namun, lawan masih bisa menerimanya dan lagi-lagi masih bisa mengembalikan bola ke daerah milik Erni.
Erni tampak begitu kecewa dengan hasil di set pertama ini. Ia pun berjalan ke pinggir lapangan dengan kepala yang agak menunduk.
"Wah tadi hampir saja loh Er, di set yang kedua pasti bisa menang," ucap Ayu dengan senyum semangat di wajahnya.
"Iya Er, tadi cuma kurang beruntung aja. Tadi kalau bola yang terakhir itu terbang melewati net, pasti sudah masuk itu," tambah Aji untuk menyemangati Erni di set yang kedua nanti.
"Iya makasih teman-teman, di set yang kedua nanti, aku pasti akan lebih berusaha lagi," Erni lalu duduk sambil minum untuk mengembalikan cairan tubuhnya yang terbuang selama pertandingan tadi.
__ADS_1
"Semangat Errrr," teriak salah satu teman kami.
"Hehe iya, makasih teman-teman atas dukungannya," Erni kini terlihat sedikit tersenyum. Sepertinya berkat semangat dari teman-teman tadi, ia menjadi lebih bersemangat kali ini.
"Menang atau pun kalah tidak masalah, yang terpenting kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Nikmati saja permainannya, okehh?" ucap Wita.
"Hehe sip-sip Wita, makasih," Erni kembali memperlihatkan senyumannya.
Waktu istirahat hanyalah sekitar 5 menit saja. Jadi, tinggal beberapa saat lagi set kedua akan segera dimulai. Erni kembali kelapangan dengan raut wajah yang penuh semangat dan seperti siap untuk mencuri kemenangan dari lawannya.
***
Akhirnya set kedua pun berakhir. Kali ini, Erni berhasil memenangkan pertandingan di set yang kedua ini. Ia menang dengan skor tipis 21-19. Skor yang sama seperti saat set pertama tadi. Hanya saja, pemilik skor tersebut saja yang berbeda.
Dengan hasil ini, maka penentuan pemenang akan dilanjutkan di set yang ketiga atau biasa yang disebut dengan rubber set. Kedua pemain kini terlihat sama-sama letihnya. Saat meninggalkan lapangan tadi, mereka terlihat seperti sudah kehabisan nafas. Kira-kira, siapa yang akan menang di set penentuan nanti yah?
***
Bersambung
__ADS_1