
Tang. Tendangan keras Tomi hanya membentur tiang gawang sebelah kiri sebelum bola keluar lapangan. Skor saat ini masih 0-0. Meskipun aku sudah beristirahat cukup lama tadi, akan tetapi kaki-kaki ku ini rasanya tidak sekuat seperti keadaan biasanya. Maklum saja, ini adalah pertandingan ketiga kami dalam rentan waktu beberapa jam saja.
Sorak Sorai penonton tanpa henti masih saja terus berlanjut. Mereka terlihat tidak letih sedikit pun. Malahan, semakin lama pertandingan, semakin bersemangat pula mereka dalam memberikan dukungan.
Selain aku yang merasa sudah tidak dalam kondisi prima lagi, lawan juga terlihat demikian. Mereka juga terlihat sama letihnya dengan kami, padahal babak pertama saja masih menyisakan sekitar 5 menit lagi. Belum lagi babak kedua yang di partai ini berdurasi 15 menit.
Namun, ada 2 orang di tim kami yang terlihat belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan, yaitu Renaldi dan Tomi. Meskipun di pertandingan melawan kak Taufik dan teman-temannya ia terlihat sedikit kelelahan, tetapi di pertandingan kali ini ia sudah terlihat kembali bugar. Begitu pun dengan Tomi, ia juga terlihat sama bugarnya dengan Renaldi. Padahal, selain bertanding di pertandingan futsal, ia juga bertanding di pertandingan bola basket. Sungguh mereka mempunyai stamina yang luar biasa.
Tang. Lagi-lagi tendangan Tomi masih mengenai tiang gawang. Kali ini bola mengenai tiang gawang sebelah atas sebelum bola memantul kembali dan dengan mudah ditangkap oleh kiper lawan.
Semakin lama pertandingan berjalan, tempo pertandingan menjadi semakin melambat. Kedua tim sama-sama memainkan tempo yang lambat agar stamina kami bisa bertahan hingga akhir babak kedua nanti.
"Kita lihat bung, babak pertama tinggal sekitar 2 menit lagi tapi kedua tim masih belum sanggup untuk menjebol jala lawan masing-masing. Hampir saja 10-7 berhasil mengungguli 12 IPS 4, akan tetapi tendangan saudara Tomi masih membentur mistar gawang," ucap komentator 1.
"Ya benar sekali bung, pemain-pemain dari kedua tim sama-sama terlihat sudah mencapai batasnya, akan tetapi semangat yang membara bisa membuat mereka semua bertahan hingga titik ini. Ayo para penonton kasih semangat yang lebih lagi untuk para pemainnn," ucap komentator 2 yang langsung disambut suara riuh penonton.
"Tapi sekarang kita lihat pergerakan dari para pemain 12 IPS 4 yang bergerak perlahan maju ke depan. Sepertinya mereka akan melakukan sebuah serangan terakhir sebelum babak pertama berakhir," timpal komentator 1.
"Ya tepat sekali bung, kita lihat bola dengan indahnya berpindah dari satu kaki ke kaki yang lain. Walaupun tidak terlalu cepat, akan tetapi bola yang tengah bergulir itu terlihat begitu anggun. Se-anggun bulan yang purnama yang tengah bersinar di malam yang dingin," sahut komentator 2.
__ADS_1
"Dan kita lihat kali ini, para pemain 12 IPS 4 sudah mengepung pertahanan dari kelas 10-7. Apakah kelas 10-7 akan sanggup menahan serang para seniornya itu, kita lihat saja," ucap komentator 1.
"Jebrettttttt... Iy-goooooolllll. Wow akhirnya kelas 12 IPS 4 berhasil mencetak gol terlebih dahulu. Kali ini gol dicetak oleh saudara Amir yang berhasil mendapatkan bola di area kotak penalti 10-7 dan langsung, tanpa ampun, menjebloskan si kulit bundar ke dalam jala kiper 10-7," ucap komentator 2.
"Yap benar sekali bung dan bersamaan dengan itu, wasit sudah meniup peluit tanda pertandingan babak pertama sudah berakhir. Kira-kira apakah 10-7 akan mampu menyamakan kedudukan, atau bahkan malah akan dapat membalikan kedudukan? Kita lihat saja nanti," timpal komentator 1.
Setelah peluit tandan berakhirnya babak pertama berbunyi, kami pun langsung pergi meninggalkan lapangan pertandingan untuk beristirahat di pinggir lapangan. Raut wajah kami saat ini terlihat begitu tegang dan agak sedikit gelisah. Kami takut jika kami tidak akan berhasil membalas gol tersebut dan gagal mendapatkan juara 3.
"Oi, oi, oi. Apa-apaan wajah jelek kalian itu? Apa kalian sudah menyerah? Ayo kita balikan keadaan. Masih ada babak kedua, masih ada kesempatan," sambut Aji saat kami baru saja sampai di pinggir lapangan.
"Kaki ku rasanya sudah lemas sekali, sepertinya aku sudah tidak bisa melanjutkan permainan," ucap Ahsan.
"Aku masih bisa bermain, aku berjanji akan mencetak gol di babak kedua nanti. Mereka hanya beruntung 2 tendangan ku tadi hanya membentur tiang gawang," ucap Tomi tiba-tiba.
"Nah gitu dong... Ayo yang lainnya juga. Kita balikan keadaan dan rebut juara tiga. Kita tidak berjuang untuk diri kita sendiri, kita juga berjuang untuk mereka yang dengan setia dan semangat selalu mendukung kita. Bahkan sekarang banyak anak-anak dari kelas lain juga sedang menonton dan mendukung kita. Paling tidak, jangan membuat semangat mereka menjadi sia-sia," tukas Aji lagi.
"Wah benar juga. Gara-gara kau ngomong seperti itu, aku jadi ingat kalo Cekine-ku juga lagi nonton hahahah. Aku jadi tambah bersemangat lagi," ucap Ruben.
"Hahaha kau ini, lagi-lagi pikiran mu cuma perempuan cantik saja," timpal Fahmi.
__ADS_1
"Tentu saja. Seperti itulah laki-laki sejati seharusnya hahahaha," ketus Ruben.
***
Akhirnya, kini babak kedua sudah hampir akan dimulai. Kini pemain dari kedua tim sudah pada posisi mereka masing-masing. Bola kini akan dimulai dari sisi kami.
Di babak kedua ini, yang akan bermain terlebih dahulu adalah Ruben, Aji, Renaldi, Tomi, dan Calvin. Hanya aku dan Ahsan saja yang diganti. Semangat kami kini telah kembali membara setelah kata-kata dari Aji.
Dengan masuknya Aji dan Calvin, kini permainan kami menjadi lebih dinamis. Tempo permainan kami pun menjadi lebih cepat dari pada babak pertama tadi.
Aji kini terlihat sedang menguasai bola di area tengah lapangan. Calvin dan Tomi lalu terlihat bergerak maju ke depan dari sisi kanan dan kiri. Kini aji memiliki dua opsi untuk mengoper.
Pada akhirnya, aji memutuskan untuk mengoper ke sisi kanan, yaitu kepada Calvin. Calvin yang berdiri bebas itu lalu mengontrol bola sebelum melakukan sebuah gerakan tipuan. Ia terlihat seolah-olah akan melakukan sebuah tembakan langsung ke arah gawang, akan tetapi di detik-detik terakhir ia malah mengoper bola ke Tomi yang berdiri bebas di sisi kiri. Tomi yang menerima umpan dari Calvin itu langsung menendang bola ke arah gawang lawan dengan keras.
"Kita lihat, saudara Tomi menendang bola dan... GOLLLLLLLL. Wow tendangan yang luar biasa dari saudara Tomi. Tendangan yang sangat terarah dan keras. Kiper pun hanya bisa memandanginya saja tanpa sempat bereaksi," ucap komentator 1.
"Wow wow wow. Lagi-lagi kelas 10-7 memberikan kita semua kejutan. Meskipun mereka masih kelas 10, akan tetapi mereka mampu mengimbangi permainan dari kakak-kakak kelas mereka," timpal komentator 2.
***
__ADS_1
Bersambung