Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 150 : Kegiatan Rutin Di Rabu Sore


__ADS_3

Malam setelah makan siang dan belajar, seperti biasa aku duduk di balkon samping kamar. Sambil menatap langit, aku seolah-olah seperti melihat wajah Cindy terlukis di angkasa sana.


Hari ini aku sangat senang sekali, akhirnya Cindy kembali Seperi biasa lagi. Kami saling bertegur sapa, saling berbicara, dan juga saling bertukar senyum seperti sedia kala. Rasanya begitu membahagiakan sekali. Seperti taman yang bunganya sudah layu, lalu kemudian bunga-bunga itu kembali bermekaran seperti mekarnya buka sakura di musim semi.


Angin kini berhembus dengan tiba-tiba. Meskipun tidak terlalu kencang, akan tetapi terlihat beberapa daun ada yang terjatuh. Aku terkadang berpikir, kenapa daun-daun yang jatuh semuanya bukan yang bewarna cokelat atau yang sudah layu? Ada juga daun yang masih muda dan bewarna hijau ikut jatuh tertiup angin. Terkadang, hidup memang tidak bisa selalu diprediksikan.


Kini, aku memandang jauh ke depan. Di ujung penglihatan ku ini, aku melihat sebuah gunung yang puncaknya terlihat berbatasan langsung dengan cakrawala. Sungguh indah, akan tetapi juga penuh dengan misteri yang masih belum banyak diketahui orang.


Aku penasaran, kira-kira bagaimana rupa gunung tersebut 100 tahun ke depan yah? Masihkah iya berdiri kokoh di sana? Ataukah, kemegahan dan keperkasaannya itu sudah tidak bisa dilihat dari sini karena terhalang angkuhnya gedung perkotaan yang semakin banyak dan menjulang tinggi? Entahlah. Aku harap, dalam 100 ke depan jumlah pohon yang tumbuh, akan lebih banyak dari pada jumlah gedung-gedung yang tinggi. Lagi-lagi, aku berharap sesuatu yang mustahil terjadi. Namun tak apa, lagi pula tidak ada salahnya berharap. Ditambah lagi, sudah sewajarnya manusia hidup dengan penuh harapan.


***


Rabu 27 September, sekitar pukul 15.45, aku saat ini sedang berada di pinggir lapangan untuk menunggu ekstrakulikuler sepak bola dimulai pada pukul 4 sore nanti. Ini adalah ekstrakulikuler terakhir sebelum UTS di mulai. Pada saat UTS besok, aku mendapat kabar bahwa semua kegiatan ekstrakulikuler akan ditiadakan selama satu minggu penuh.


Langit sore ini agak gelap. Namun, sepetinya hanya mendung saja dan sepertinya juga tidak akan sampai hujan.


Terlihat, anak-anak ekstrakulikuler sepak bola sudah mulai berdatangan. Ada yang datang sendiri, ada juga ada yang datang bersama teman-temannya.


Sejujurnya, hari ini aku agak kurang enak badan. Entah kenapa ketika aku bangun tidur tadi pagi, kepala ku terasa sedikit pusing. Aku juga merasa lemas dan tak bertenaga sepeti biasanya. Namun, aku tetap harus memaksakan diri ku untuk berangkat ekstrakulikuler hari ini karena persiapan untuk seleksi semakin dekat. Aku sungguh sangat berharap bisa terpilih dan menjadi perwakilan sekolah ini, oleh karena itu aku harus sedikit mendorong diri ku ini.

__ADS_1


Kini, Ahsan dan Ruben terlihat sedang berjalan ke arah sini. Mereka berdua saat ini sudah memakai perlengkapan sepak bola. Hari ini, entah kenapa mereka terlihat begitu ceria. Seperti baru saja mendapatkan Hadian atau semacamnya.


"Oi Lang... Ada berita bagus nih," ucap Ruben dari kejauhan dengan senyum lebar di wajahnya.


Aku tidak langsung menjawabnya. Aku lebih memilih untuk menunggunya hingga sampai sekitaran sini sehingga aku tidak perlu berteriak. "Apa berita bagusnya?" tanya ku tepat setelah Ruben berada di samping ku.


"Jadi gini... Kau masih ingat tentang rencana kita akan pergi liburan setelah UTS selesai nanti?" tanya Ruben.


"Iya, aku masih ingat. Kenapa memangnya?" tanya ku.


"Dengarkan baik-baik yah. Tadi, aku juga mengajak beberapa orang lagi untuk ikut dengan kita. Mereka pun semuanya mau. Jadi, kemungkinan besok kita akan pergi ke candi Borobudur dengan suasana yang sangat ramai hehehehe. Sekarang, kau boleh memuji ku," ucap Ruben yang masih memasang senyuman semangatnya itu.


"Wah keren, semakin banyak yang ikut semakin hebat suasananya. Oiya, jika memungkinkan bagaimana kalau kita sekalian aja sewa 1 bus mini untuk kita sewa selama satu hari? Selain jadi lebih tepat waktu, suasananya juga akan lebih privat karena semua penumpangnya adalah teman-teman kita, bagaiman?" tanya ku.


"Entah kenapa ucapan mu itu lebih terdengar keren dari pada ucapan ku. Sepertinya aku yang harus memuji mu sekarang hahahaha. Itu ide yang bagus, nanti aku akan menanyakan pada yang lainnya terlebih dahulu," ucap Ruben.


"Kalau begitu, berarti kita bisa menambah destinasinya dong? Kan sayang juga kalau cuma pergi ke Borobudur," timpal Ahsan.


"Wah boleh juga tuh... Kau ada ide tempat mana yang akan kita tuju selain dari pada Borobudur itu?" tanya Ruben.

__ADS_1


Ahsan lalu mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


"Kau ini... Sudah usul, tapi tidak punya ide yang lain," timpal Ruben.


"Sekarang ini pikiran ku sudah aku gunakan untuk memikirkan ide tadi itu. Makanya, untuk sekarang, otak ku sudah tidak berfungsi lagi kayaknya. Sekarang, kondisi otak kita sedang sama Ben. Sama-sama tidak bisa digunakan hahahaha," ucap Ahsan dengan diiringi suara tawanya.


Tak lama berselang, pak Bimo pun datang dan kegiatan ekstrakulikuler hari ini pun dimulai. Seperti biasa, pertama-tama kami akan berlari terlebih dahulu mengelilingi lapangan dan setelah itu kembali melaksanakan pemanasan anggota tubuh seperti tangan, kaki, badan, dan lain-lain.


***


Sekarang ini, pak Bimo tengah berdiri di depan dan sedang memberikan beberapa arahan.


"Saya ucapkan selamat kepada kelas yang kemaren saat festival berhasil mendapatkan gelar juara, terutama di perlombaan futsal yang mana yang paling mirip dengan sepak bola. Sudah kita ketahui yang menjadi juara satu adalah dari kelas XII IPA 4, kemudian juara dua adalah XI IPA 5, dan yang paling mencuri perhatian tentu juara tiga, yaitu dari kelas X-7. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada kalian. Sejujurnya, saat pertandingan-pertandingan futsal kemaren, saya telah memantau nama-nama yang menurut saya mempunyai banyak potensi di sepak bola. Oleh karena itu, nama-nama yang saya sebut, silahkan membuat barisan sendiri di samping kanan saya," ucap pak Bimo. Sontak saja arahan pak Bimo tadi sedikit membuat kami, para anak ekstrakulikuler sepak bola menjadi sedikit gaduh. Kita saling menebak-nebak kira-kira siapa yang yang akan dipanggil oleh pak Bimo.


"Mohon maaf tadi masih kurang lengkap. Maksud saya yang saya panggil ini khusus untuk anak-anak pendatang baru, yaitu khusus kelas 10. Yang pertama Robi dari kelas 10-9, Rudolf 10-4, Renaldi 10-7, Ahsan 10-7, Aji 10-7. Sebenarnya masih ada satu nama lagi yang ada di catatan saya, tapi sepertinya ia tidak ikut ekstrakulikuler ini, sayang sekali. Namanya adalah Tomi dari kelas 10-7 juga. Jika ada yang mengenalnya dengan baik, tolong bisa dibujuk yah untuk ikut ekstrakulikuler sepak bola juga," lanjut pak Bimo.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2