
"Hahahaha," Aji tertawa melihat Ahsan dan Ruben yang sedang berdebat itu.
"Oiya Ngomong-ngomong pertandingan basketnya jam berapa yah?" tanya Calvin.
"Sebentar lagi mungkin, apa sebaiknya kita kembali dulu ke kelas?" tanya Aji.
"Nanti dulu lah, santai. Kita nikmati dulu waktu istirahat ini," ucap Ruben dengan santai.
"Eh, eh lihat tuh ada Celine," ucap Ahsan dengan agak berbisik-bisik.
"Mana-mana?" Ruben langsung mencari-cari Celine.
"Tapi boong hahahahaha," Ahsan langsung tertawa dengan keras.
"Hahaha Ruben kalau soal cewe cantik aja pasti langsung semangat," timpal Calvin.
"Iya dia pasti selalu begitu. Padahal, seharusnya dia kan lebih bisa menahan diri. Soalnya dia kan sudah punya wanita yang dia sukai," beber Ahsan sambil menghabiskan minumannya itu.
"Ehhhh beneran? Siapa Ben? Dari kelas kita? Apa dari kelas lain?" tanya Calvin penasaran.
"Palingan juga teman sekelas kita, benarkan?" tebak Fahmi.
"Jangan percaya omongannya Ahsan. Mana ada," Ruben berusaha untuk mengelak.
"Hahaha kenapa muka mu panik begitu? Kalau memang tidak benar, kan kau harusnya biasa aja," ucap Ahsan.
"Apaan sih, ganti topik, ganti topik," Ruben masih berusaha untuk mengelak.
"Oiya ngomong-ngomong Celine itu siapa?" tanya ku yang sejujurnya masih belum mengetahui Celine.
"Ehhhhhhhh?" semuanya terlihat terkejut ketika aku bertanya tentang Celine.
"Serius kau tidak tahu Celine Lang?" tanya Aji heran.
"Hahaha yah memang Galang banget sih gak tau siapa-siapa," Ahsan tertawa.
"Tapi kan ini Celine lohhh. Masa dia gak tau? Wah wah wah bener-bener. Padahal kan dia masuk top 3 wanita tercantik seantero sekolah," ucap Calvin yang masih keheranan dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahaha ya itu memang Galang banget kan? Kalian masih ingat ketika dulu waktu pertama kita perkenalan diri waktu MOS itu?" ucap Ahsan.
__ADS_1
"Tentu saja aku masih ingat. Aku tidak akan melupakan perkenalan se-cuek dan se-dingin apa yang dilakukan oleh Galang," timpal Ruben.
"Nama ku Galang Samudra," ucap Calvin menirukan suara ku waktu itu.
"Hahahahaha," semuanya tertawa terbahak-bahak.
"Tapi aku masih tidak menyangka kalau Galang sekarang ini sudah jauh berbeda dengan waktu itu, apakah karena Galang sering main sama Ahsan dan Ruben?" ucap Fahmi.
"Memang sih Galang udah banyak berubah tapi dia juga masih sangat pendiam kan? Lihat saja selama percakapan ini berlangsung, ia lebih banyak diam dan hanya mendengarkan saja," ucap Ruben.
"Ya-ya-ya benar juga yah hahaha," Aji tertawa kecil.
"Jadi, kau ingin melihat Celine sekarang Lang?" tanya Ahsan.
"Tidak sekarang juga tidak apa-apa. Aku hanya penasaran saja tadi ketika melihat Ruben begitu antusias ketika mendengar namanya," jelas ku.
"Celine itu kelas 10-1. Nanti kalau mereka sedang bertanding, kau lihat saja ke lapangan. Siapa tahu dia ikut menonton pertandingan kelasnya itu," ucap Fahmi.
"Tapi sepertinya banyak sekali kakak kelas yang sedang mendekatinya. Aku juga sudah mendengar kabar kalau sudah ada beberapa kakak kelas yang ditolak oleh Celine. Sepertinya Celine sangat selektif sekali hahaha," timpal Calvin.
"Pantas saja sih. Aku malah lebih bahagia Celine bertindak seperti itu. Rasanya, aku tidak rela jika ada yang menjadi pacarnya. Celine itu adalah aset beharga angkatan kita. Jadi, tidak ada yang boleh memilikinya secara individu hahaha," timpal Ruben.
"Masa kau tidak menyadarinya Ji?" tanya Ahsan
"Aku kan duduknya jauh dari Ruben, jadi sulit untuk memperhatikan gerak-geriknya," jawab Aji.
"Kalau aku boleh menebak, pasti orang yang disukai Ruben itu orang yang duduknya di sekitarnya. Soalnya kan Aji juga tidak bisa melihat gerak-geriknya kan? Berarti juga wanita itu duduk jauh dari Aji," ucap Calvin.
"Wah pemikiran mu tajam juga Vin," puji Ahsan sambil sedikit tersenyum.
"Oi San, jangan bicara se-enak jidat kau lah. Jangan bicara seolah-olah kau tau segalanya," ucap Ruben.
"Kenapa kau jadi sewot begitu? Hahaha," Ahsan tertawa.
Di saat kami sedang asik mengobrol, Ayu tiba-tiba datang bersama Wita menghampiri kami.
"Teman-teman, pertandingan basket sebentar lagi akan dimulai, yang merasa pemain basket diharap bersiap-siap yah," ucap Ayu.
"Oh sebentar lagi yah? Oke kami akan segera kembali ke kelas. Kami bayar makanan kami dulu," ucap Aji.
__ADS_1
"Jangan lama-lama ya..." Ayu lalu kembali lagi.
***
Sesampainya di kelas, para anak yang mengikuti cabang basket terlihat langsung memakai sepatu basket mereka. Sementara itu, Tomi sudah terlihat sangat siap untuk mengikuti lomba ini. Ia juga sudah mulai melakukan pemanasan mandiri di area belakang kelas.
"Semangat Tom," ucap Ruben sambil menepuk pundaknya sebelum duduk di kursinya.
"Oh iya," ucap Tomi dingin.
Setelah semuanya siap, kami bersama-sama langsung menuju lapangan basket. Lawan kami di babak 8 besar ini adalah kelas 11 IPS 1. Aku harap, kami akan bisa menang di pertandingan ini dan terus melaju ke babak selanjutnya.
"Oiya ngomong-ngomong kelas 11 IPS 1 itu kan kelasnya kak Mega kan?" celetuk Fahmi.
"Kak Mega?" tanya Ruben tak mengerti.
"Hahaha kalau kak Alice kau ingat?" tanya Ahsan.
"Ya, tentu saja aku ingat. Mana mungkin aku melupakannya," jawab Ruben.
"Nah itu, kau ingat siapa yang menemani kak Alice waktu menjadi pendamping kelas kita waktu MOS itu? Itu kak Mega," ucap Fahmi.
"Oh ituu... Ya ya ya. Aku ingat sekarang hahaha. Kok bisa yah aku melupakannya," ucap Ruben.
"Dasar kau ini," ucap Fahmi.
***
Sesampainya di lapangan. Masih ada pertandingan yang masih berlangsung. Pertandingan yang sedang berlangsung ini adalah antara kelas 12 IPA 2 dan 12 IPA 1. Skor sementara adalah 16-14 untuk keunggulan 12 IPA 1. Pertandingan ini kelihatannya sangat ketat dan berimbang.
Masih ada sekitar 2 menit lagi hingga pertandingan berakhir. Meskipun begitu, masih belum bisa ditebak siapa yang akan menang karena kedua tim terlihat sangat berimbang dan silih berganti mendapatkan bola. Sepertinya kami akan menunggu hingga permainan berakhir untuk mengetahui siapa yang memenangkan pertandingan ini.
Pada akhirnya kelas 12 IPA 2 lah yang berhasil memenangkan pertandingan ini. Meskipun saat pertama kali datang mereka masih tertinggal, akan tetapi mereka berhasil berbalik unggul dengan keunggulan 2 angka di akhir pertandingan. Dengan hasil ini, 12 IPA 2 pun berhasil menjadi salah satu tim yang akan bermain di semifinal.
Setelah kedua tim meninggalkan lapangan, para pemain kelas kami dan kelas 11 IPS 1 pun langsung memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan. Mereka melakukan pemanasan seperti melakukan shoot ke ring, mengoper, men-drible, dan lain-lain. Mereka juga terlihat terlebih dahulu melakukan pemanasan pada anggota tubuh mereka supaya tidak terjadi kram di saat pertandingan sedang berlangsung.
***
Bersambung
__ADS_1