
Hari ini, seperti yang sudah ku bilang sebelumnya, kami akan mengunjungi kediaman kakek-nenek di bagian sisi yang lain kota ini. Jaraknya sekitar 20 km dari sini. Rencananya kami akan berangkat pukul 08.00 pagi ini menggunakan mobil dan akan menginap di sana satu malam sebelum pulang.
Sekarang masih pukul 06.00 di pagi hari. Aku masih asik membaca novel sembari rebahan di kasur. Masih ada banyak waktu sebelum kami berangkat.
Dari atas sini terdengar ibu dan Hana sedang menyiapkan sarapan dan bekal untuk dibawa nanti. Bunyi penggorengan dan alat-alat masak yang saling "beradu", terdengar cukup jelas walau sedikit samar.
Sudah sekitar dua bulan sejak terakhir kali kami mengunjungi rumah kakek. Saat itu selepas kelulusanku dari SMP, kami bertiga pergi mengunjunginya sambil merayakan kelulusanku di sana. Waktu itu, kakek nenek terlihat sangat senang. Mereka pun sempat menitikan air mata karena saking senangnya.
***
Setelah selesai membaca novel, aku pun langsung mandi dan langsung menuju meja makan yang sepertinya sudah siap.
Hana dan ibu terlihat sudah mulai makan saat aku bergabung.
"Kamu sudah siapin barang-barangmu Lang?" tanya ibuku.
"Sudah bu," jawabku sambil mengambil makanan.
"Kalau begitu kamu langsung taruh saja di bagasi mobil ya? Sekalian bantu Hana juga," lanjut ibuku sambil mengunyah makanan.
"Oke bu," jawabku singkat.
"Nanti Hana yang duduk di samping ibu ya kak?" tiba-tiba Hana bertanya.
"Boleh, tapi ada syaratnya," balasku sambil berencana untuk sedikit menggodanya (menjahili).
"Apa syaratnya?"
"Kamu harus menang suit sama kakak. Kita nanti suit sebanyak tiga kali, nanti yang menang dua kali itulah pemenangnya. Mengerti?"
Hana hanya mengangguk. Lalu kami pun langsung suit.
"Batu kertas gunnting," ucapku sambil mengeluarkan batu. Hana terlihat mengeluarkan gunting.
"Yee kakak menang hehe, oke selanjutnya yaa... Natu kertas gunnnting," ucapku sambil mengeluarkan kertas kali ini. Hana terlihat mengeluarkan batu. Aku pun menang untuk kedua kalinya.
"Yeee kakak menang lagi, berarti kakak yang duduk di samping ibu yah? Kamu yang duduk di belakang sendirian hahahaha," aku mulai menggoda Hana.
__ADS_1
"Buuu kakak curang nihh," ucap Hana yang matanya sudah agak memerah dan raut wajah yang sudah cemberut.
"Curang dari mana coba? Hahaha," ucapku sambil tertawa.
"Pokoknya aku yang duduk di samping ibu titik," ucap Hana lagi.
"Kalah ya tetap kalah. Kamu duduk di belakang pokonya. Wleeee," aku menjulurkan lidahku meledek Hana.
"Ibuuu kakak nakalll. Hiks... Hiks...," Hana terlihat sudah mulai menitikan air mata.
"Sudah-sudah jangan berantem. Kakak cuma bercanda itu. Sudah jangan nangis lagi... Kamu yang akan duduk di samping ibu Hana," ucap ibu sambil mengusap air mata Hana.
"Wleeeeee," kini giliran Hana yang menjulurkan lidahnya padaku.
***
"Semuanya sudah siap?" tanya ibuku yang sudah menyalakan mesin mobil. Hana pada akhirnya duduk di samping ibu dan aku duduk sendirian di belakang.
"Sudahhh," teriak Hana cukup keras.
Lalu kami pun mulai berjalan menuju rumah Kakek. Aku pun memasang earphone di kupingku supaya tidak terlalu bosan di perjalanan. Aku mendengarkan lagu-lagu dari Green Day. Karena aku sering mendengarkannya waktu bersama Tora, aku jadi mulai ngefans dengan Green Day.
***
Kelihatannya kami akan memakan waktu cukup lama untuk sampai. Mungkin karena ini weekend, kondisi jalanan juga ramai. Kami sering melewati titik kemacetan tadi dan itu memakan cukup banyak waktu.
Ibu juga terlihat sangat fokus mengendarai mobil. Kami tidak mengobrol apapun sampai sudah setengah perjalanan tadi.
***
Ngomong-ngomong, kakek-nenek yang akan kami kunjungi hari ini adalah yang dari Ibuku, sementara yang dari almarhum ayahku bertempat tinggal di sebrang pulau sana. Jadi, kami mengunjungi kakek-nenek yang dari ayahku tidak sesering mengunjungi kakek-nenek yang dari ibuku. Mungkin sekitar setahun sekali, atau paling banyak dua kali setahunnya.
***
Setelah hampir satu setengah jam di jalan, Akhirnya kami sudah hampir sampai. Tandanya adalah jalanan yang sudah agak menanjak dan banyak pepohonan di samping kiri-kanan jalan. Di daerah tempat tinggal kakek memang masih lebih asri dari pada di daerah rumah kami. Mungkin karena sudah mulai agak masuk di daerah bukit.
Akhirnya kami sampai di kediaman kakek dengan selamat setalah lebih dari satu setengah jam di jalan karena beberapa kali melewati titik macet. Kami langsung di sambut kakek-nenek yang terlihat sudah menunggu di kursi teras mereka. Mereka langsung berdiri ketika melihat mobil kami mulai memasuki halaman rumah mereka. Nampak raut wajah senang mereka, sudah terlihat dari balik jendela mobil.
__ADS_1
Setelah mematikan mesin mobil, kami langsung keluar dan bergegas menuju ke kakek-nenek.
"Wahh selamat datang... Syukurlah cucuku sudah sampai dengan selamat," ucap kakek
Kami bertiga langsung menyalami kakek-nenek. Raut wajah bahagia mereka, kini terlihat lebih jelas lagi ketika dilihat dari jarak sedekat ini.
"Tadi lumayan macet, jadi agak lama sampainya," ucap ibuku setelah selesai bersalaman dengan kakek-nenek.
"Oh begitu... Yasudah ayo masuk dulu, kalian pasti capek," ucapk kakekku sambil membawa kami masuk.
Saat kami masuk, terlihat banyak sekali macam makanan di dalam toples yang berjejer rapih di atas meja ruang tamu. Kakek-nenek memang selalu antusias setiap kali kami mengabari bahwa kami akan berkunjung.
"Ayo silahkan duduk," kali ini nenek yang berbicara.
Kami bertiga pun duduk diikuti kakek-nenek.
"Gilang masuk SMA mana jadinya?" tanya kakek membuka pertanyaan.
"SMA Tunas Bangsa kek," jawabku.
"Wahh hebatt... Gimana teman-teman barumu di SMA?"
"Ya begitulah, baru masuk satu minggu, jadi aku belum terlalu akrab," jawabku lagi.
"Oh begitu... Tapi kalau dilihat-lihat lagi kamu ini semakin mirip dengan ibumu saja yah hahahaha," ucap kakek sambil tertawa.
"Iya betul apa kata kakek, kamu mewarisi tatapan dingin ibumu itu haha," kali ini nenek ikut menambahi.
"Benarkah? Tapi kurasa tatapan ibu sama sekali tidak sinis," aku sedikit keheranan.
"Ya, tentu saja sekarang sudah tidak terlihat sinis lagi. Tapi, ketika masih SMA seperti kamu ini, tatapan ibumu bahkan lebih sinis lagi," ucap kakek lagi dengan nada bercanda.
"Benarkah bu?" tanyaku pada ibu.
"Mmm ibu sepertinya sudah tidak ingat hehe," jawab ibuku seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Hana terlihat tidak paham dengan apa yang sedang di bicarakan. Ia terlihat sedang asik makan ini dan itu. Sepertinya ia sedang ingin mencoba semua jenis makanan yang tersedia di atas meja.
__ADS_1
***
Bersambung