
"Ada sesuatu yang ketinggalan," ucap ku berbohong pada Ruben.
"Oh begitu, aku kira kau mau ke kantin, aku mau titip hehehe," Ruben tersenyum tipis.
"Oh kau mau beli apa? Biar aku sekalian saja mampir ke kantin," jawab ku.
"Wah baik banget kau Lang hahaha, ya sudah aku titip roti isi pisang satu ya. Uangnya nanti sekalian hahaha," Ruben tertawa kecil.
"Oke," jawab ku yang kemudian langsung pergi menuju ke kelas.
Saat aku sudah sampai di depan kelas, aku melihat Cindy masih membaca buku yang tadi dibacanya. Ia terlihat sedang sendirian di kelas. Aku lalu masuk ke dalam kelas.
"Eh Cindy, kamu sendirian aja, gak ikut nonton yang lainnya?" tanya ku saat masuk ke dalam kelas.
"Pingin nonton sih, tapi masih ada yang harus aku kerjakan," ucap Cindy yang lagi-lagi menutup bukunya saat mulai berbicara dengan ku.
"Oh begitu. Apakah ada yang bisa aku bantu?" aku lalu duduk di kursi milik ku yang terletak persis di sebelah kirinya.
"Wah terima kasih banyak Lang, tapi sepertinya aku masih bisa melakukannya sendiri hehe," Cindy kini tersenyum tipis. Senyuman yang benar-benar manis.
"Kalau memang ada yang bisa aku bantu, kamu boleh kok bilang kapan saja. Jangan sungkan-sungkan hehe," aku kini ikut tersenyum.
"Hehehe iya Lang. Oiya ngomong-ngomong kamu mau ngapain kembali ke kelas?" tanya Cindy.
"Emmm... Anu... Mau ambil botol minum," jawab ku agak gugup.
"Kenapa muka mu memerah begitu Lang? Kamu sakit?" Cindy terlihat menatap ke arah ku dengan cukup dalam.
"Eng-engga, eng-engga kok, aku hanya mau minum hehehe," ucap ku yang terasa masih gugup.
__ADS_1
"Oh begitu, oiya gimana pertandingan bola basketnya?" tanya Cindy lagi.
"Saat aku ke sini, pertandingannya baru sampai babak pertama. Sementara, kelas kita masih unggul dari kelas XI IPA 1," jawab ku.
"Oh begitu, syukurlah kelas kita masih unggul. Mudah-mudahan bisa menang yah hehe," ucap Cindy lagi.
"Iya mudah-mudahan saja hehehe," ucap ku yang lalu mulai meminum air dari dalam botol minum ku.
"Ya sudah ya Cin, aku mau kembali ke lapangan terlebih dahulu," ucap ku yang sudah bersiap untuk kembali lagi ke lapangan.
"Oh iya Lang, maaf yah belum bisa menonton kelas kita bertanding," ucap Cindy.
"Oh iya gak papa, semangat Cin," aku lalu pergi kembali ke lapangan basket dan meninggalkan Cindy sendirian di kelas.
Saat aku sudah hampir sampai di lapangan basket, aku baru teringat bahwa tadi Ruben sempat meminta ku untuk membelikannya roti isi pisang di kantin. Aku pun lalu kembali berbalik arah dan langsung menuju ke kantin.
***
"Bu, beli roti isi pisang," ucap ku pada penjual di kantin.
"Oh itu dek, di depan, ambil saja sendiri," ucap ibu-ibu itu.
Aku lalu langsung mulai mencari roti isi pisang di antara banyak sekali makanan yang tertata di meja depan. Aku pun mulai memeriksa setiap roti yang aku ambil. Aku membaca tulisan di kemasan roti-roti ini dengan penuh teliti. Akhirnya, setelah beberapa kali mengambil roti yang salah, aku akhirnya berhasil menemukan satu buah roti isi pisang. Aku lalu langsung segera membayarnya dan segera kembali menuju ke lapangan.
***
Saat aku sampai di lapangan, ternyata pertandingan bola basket kelas kita telah usai. Dari raut wajah dan ekspresi para pemain maupun penonton, sepertinya kelas kami telah memenangkan pertandingan barusan.
"Ini Ben rotinya," ucap ku sambil memberikan roti yang barusan aku beli itu.
__ADS_1
"Makasih Lang, ngomong-ngomong kamu lama banget?" tanya Ruben.
"Iya tadi pas mau kembali ke lapangan, aku lupa membeli roti pesanan mu, jadi aku putar balik lagi deh," jelas ku yang kemudian duduk di samping Ruben.
"Wah begitu ya, tapi kamu rugi loh gak nonton pertandingan di babak kedua tadi," ucap Ruben.
"Eh benarkah? Kenapa emangnya?" tanya ku penasaran.
"Lebih baik kamu menontonnya sendiri saja di pertandingan selanjutnya hahahaha," Ruben tertawa lalu mulai memakan roti isi pisang yang aku berikan tadi.
Selanjutnya, kami akan bertanding di cabang olahraga Bulu Tangkis Tunggal Putra dan Tunggal Putri. Kami masih belum mengetahui kapan kelas kami akan bermain, tapi sepertinya tidak akan lama lagi. Soalnya kemarin kami mendapatkan pertandingan urutan ke 8 untuk tunggal putra, dan urutan ke 10 untuk tunggal putri. Aji dan Erni yang akan mewakili kelas kami pun telah bersiap-siap, dengan selalu membawa raket di tangan mereka untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu mereka dipanggil untuk segera bertanding.
Aku lalu melihat ke papan skor untuk mengetahui berapa skor diakhir pertandingan bola basket kelas kami. Ternyata skor di akhir pertandingan begitu berbeda dengan apa yang terjadi di babak pertama tadi. Skornya adalah 30-18 untuk keunggulan kelas kami. Aku tidak tahu apa yang terjadi di babak kedua, tapi sepertinya kelas kami tampil lebih baik di babak kedua.
Setelah aku melihat sekeliling lagi, ternyata ada yang tidak ada di kerumunan ini selain Cindy, yaitu Risal. Aku memang selepas pertandingan futsal tadi, tidak pernah lagi melihat Risal. Aku tidak tahu dimana ia sekarang, kira-kira apa yang sedang ia lakukan sekarang ya? Entahlah.
Para pemain dan pendukung yang akan segera bertanding kini terlihat sudah mulai berdatangan. Kami pun mulai mundur dan berpindah posisi. Kali ini yang akan bertanding adalah kelas 10-9 melawan 12 IPS 3. Aku pun melihat Tora, teman lama ku, ikut di dalam barisan para pemain 10-9. Aku baru tau kalau ternyata ia bisa bermain basket.
***
"Aji, Aji, Aji !!!" teriak supporter dari kelas kami saat sedang menonton Aji bermain bulu tangkis. Lawan Aji di pertandingan yang pertama adalah kelas 10-1. Sekarang pertandingan sudah memasuki set kedua. Di set yang pertama tadi, Aji terlihat menang dengan mudah. Ia berhasil mengalahkan lawannya itu dengan skor 21-15. Skor yang menurut ku cukup mencolok.
Saat ini, kedudukannya adalah 13-7 untuk keunggulan Aji. Sepertinya Aji akan menang dengan mudah juga di set ini. Aji masih terlalu tangguh untuk lawannya itu.
***
Akhirnya Aji berhasil memenangkan pertandingan bulu tangkis ini. Di set kedua ini, ia berhasil menang dengan skor 21-12. Skor yang lebih telak dari pada skor di set yang pertama tadi.
Kedua pemain terlihat saling berjabat tangan ketika pertandingan telah berakhir. Senyum yang cukup lebar kini terpasang dengan jelas di wajahnya saat keluar meninggalkan lapangan. Sejauh ini, kelas kami masih memenangkan pertandingan pertamanya di setiap cabang olahraga yang telah dimainkan, yaitu kemenangan di pertandingan futsal, basket, dan yang terbaru bulu tangkis tunggal putra.
__ADS_1
***
Bersambung