
Di hari Sabtu ini, aku belum memiliki rencana untuk melakukan apapun. Setelah mandi dan sarapan, aku hanya duduk di balkon samping kamarku sambil meneruskan membaca novel. Sementara itu Hana ikut ibu untuk menjaga toko. Toko kami jarang libur, bahkan hari libur sekalipun.
"Oi Lang hari ini kau ada acara gak?" tiba-tiba Ruben mengirimkan pesan WA kepadaku.
"Belum, ada apa?" balasku.
"Ayo main lagi," ajaknya melalui WA.
"Mau main kemana emangnya?"
"Adadeh, kau kerumahku aja dulu."
"Oh oke, Ahsan juga ikut?"
"Tentu saja, cepat ya ke rumahku sekarang."
"Oke, OTW."
Aku pun langsung berjalan menuju rumah Ruben. Langkahku cukup cepat kali ini.
Setelah Sampai di rumah Ruben aku pun langsung memencet bel. Tak lama berselang Ruben membukakan pintu.
"Eh Galang, silahkan masuk dulu, nunggu Ahsan belum datang," ucapnya sambil mengajakku masuk.
Kami pun duduk di ruang tamu seperti kemarin.
"Tunggu si lambat Ahsan dulu ya, mungkin sebentar lagi ia datang," ucap Ruben.
"Oh iya, tak masalah."
"Oi Lang, ngomong-ngomong kau sudah tahu rahasia milik Ahsan belum?"
"Rahasia apa?" jawabku dengan mulai penasaran.
"Jangan terkejut yah hahaha."
"Ya tergantung," kini aku semakin penasaran.
"Sebenarnya Ahsan sedang menyukai seseorang."
"Eh benarkah? Siapa yang disukainya? Apakah sekelas?" tanyaku lagi.
"Engga sekelas, dia anak 10-6," jelas Ruben. "Bisakah kau tebak siapa orangnya?" tambahnya lagi mengajukan pertanyaan.
"Entahlah, aku cuma hapal satu anak di 10-6," jawabku.
"Wah sayang sekali hahaha, padahal ku pikir akan menjadi tebak-tebakkan yang asik haha."
__ADS_1
Saat kami sedang asik berbicara, tiba-tiba bel rumah kembali berbunyi. Tingtung.Tingtung.
"Ah mungkin itu Ahsan, tunggu sebentar yah aku periksa dulu," ucapnya sambil bangkit kemudian menuju pintu depan.
Ternyata yang datang memang Ahsan, lalu ia langsung dibawa Ruben menuju ke ruang tamu.
"Jadi, kita mau ngapain hari ini?" tanya Ruben. dengan nada serius.
"Haaaaa apa-apaan tuch, kau mau aku blokir?" Ahsan bereaksi.
"Hahahaha becanda-becanda. Hari ini kita akan membantu Ahsan mendapatkan cintanya," lagi-lagi Ruben mengatakan hal sesuka hatinya.
"Haaaaa apa-apaan tuch, kau mau aku unfollow?" Ahsan bereaksi lagi.
"Jadi, hari ini sebenarnya kita mau ngapain?" kini giliran aku yang bertanya.
"Pertanyaan bagus, prajurit Galang. Kita akan melakukan operasi pembersihan jalur cinta General Ahsan," ucap Ruben dengan nada yang unik.
"Oi kau serius dikit lach," ucap Ahsan.
"Hmmm baik lah jika tuan memaksa. Kali ini kita akan bermain PES (game sepakbola) gimana?" ucap Ruben.
"Okeee, yang kalah hukumannya harus apa nich?" tanya Ahsan dengan masih menggunakan gaya bicaranya yang khas.
"Bagi nanti yang peringkatnya paling bawah hukumannya adalah membuatkan kita minum, setuju?" usul Ruben.
"Oke," jawabku.
Akhirnya kami pun memulai gamenya. Kami pun mulai memilih tim kami masing-masing.
"Oi Lang, kau pilih tim apa?" tanya Ruben.
"Aku pilih Liverpool aja."
"Kalau kau San?"
"Sudah pasti aku pilih Madura United."
"Oi serius dikit lah."
"Kalau begitu aku pilih Bayern Munich."
"Oke, sekarang giliranku memilih. Baiklah aku akan memilih Barcelona saja."
Pertandingan pertama mempertemukan Bayern vs Barcelona.
"Wah kita main pertama San," ucap Ruben penuh semangat.
__ADS_1
"Jangan nangis kalau kalah yach... Aku tidak akan mengalah kali ini."
Mereka berdua pun memulai pertandingannya. Sudah beberapa menit berjalan, sepertinya Ahsan lebih mendominasi jalannya pertandingan. Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan oleh Ahsan, akan tetapi belum ada satupun yang berhasil menjadi gol. Babak pertama pun berakhir dengan skor masih imbang 0-0.
"Wah kau cukup beruntung ya? Masih bisa menahan imbang seperti itu," ucap Ruben dengan nada yang agak sombong.
"Oi oi oi, apa-apaan tuch, kau tidak lihat statistik babak pertama tadi? Kau hanya menguasai bola sebanyak 38% saja, berbanding 62% milikku. Berarti yang hoki itu kau. Lihat yah babak kedua pasti aku habisi kau," balas Ahsan dengan nada bicara yang tidak kalah angkuhnya.
Akhirnya babak kedua pun dimulai. Seperti babak pertama, Ahsan kali ini juga lebih mendominasi pertandingan.
"Aihhhh kenapa cuma kena tiang sih?" teriak Ahsan sesaat setelah tembakannya mengenai tiang.
Kali ini giliran Ruben yang menyerang balik Ahsan. Akan tetapi sebelum sampai kotak pinalti milik Ahsan, bola sudah kembali direbut oleh Ahsan.
Hingga akhir pertandingan skor masih tetap sama yaitu 0-0. Dengan begitu mereka berbagi poin satu-satu.
Kali ini, giliran aku melawan Ruben. Aku beruntung, sepertinya semua pemain andalanku dalam keadaan fit semua untuk bertanding. Aku pun memasang trio mematikan di lini depan yaitu Mane, Firmino, dan Salah.
Seperti yang aku duga, aku berhasil menguasai jalannya pertandingan. Akhirnya, setelah beberapa kali mencoba untuk mencetak skor, aku berhasil mencetak gol lewat serangan cepat. 1-0.
Tak terasa babak pertama telah berakhir. Skor sementara 3-0 untuk keunggulanku.
"Oi oi oi yang benar aja Lang. Kau ini monster atau apa?" ucap Ruben dengan nada sedikit lesu.
"Hahahaha dasar payah," ucap Ahsan.
Babak kedua pun dimulai. Aku seperti biasa langsung mengambil kendali jalannya pertandingan. Baru sepuluh menit babak kedua berjalan, aku berhasil menambah keunggulan. Skor kini menjadi 4-0. Hingga akhir pertandingan, aku berhasil menambah tiga gol lagi, sehingga skor akhir pertandingan adalah 7-0 untuk kemenanganku. Dengan begitu aku memperoleh tiga poin sementara Ruben tidak mendapatkan poin.
Aku pun kini berada diperingkat kesatu dengan tiga poin, diikuti oleh Ahsan di posisi dua dan Ruben berada di posisi tiga.
Akhirnya pertandingan terakhir sekaligus penentuan. Siapa yang akan menjadi juaranya dan siapa yang akan menjadi penghuni juru kunci.
Pertandingan babak pertama dimulai. Ahsan dan aku saling bertukar serangan sejak dimulainya pertandingan. Akan tetapi, hingga menit 30 skor masih sama kuat 0-0. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Statistik di babak pertama menunjukkan bahwa aku sedikit lebih mendominasi penguasaan bola dengan 55% berbanding 45% milik Ahsan. Begitupun dengan tembakan tepat sasaran, aku berhasil melesatkan 7 tembakan, sementara Ahsan hanya mampu membalas dengan 4 tembakan.
Pertandingan pun dilanjutkan. Di babak kedua ini sepertinya aku sedikit mendapatkan momentum. Aku berhasil mencuri satu gol lewat serangan balik yang cepat. 1-0 untuk keunggulanku. Hingga akhir pertandingan tidak ada lagi gol yang tercipta. Skor 1-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan begini aku berhasil mendapat tambahan tiga poin lagi, sementara Ahsan tidak mendapatkan tambahan poin karena kalah.
Hasil kelasmen akhir adalah Aku berada di peringkat pertama dengan poin 6. Ahsan di posisi dua dengan raihan satu poin. Dan Ruben berada di posisi paling akhir dengan sama-sama mengoleksi satu poin seperti Ahsan. Akan tetapi, Ahsan memiliki selisih gol yang lebih baik dari pada Ruben. Jadi Ahsan yang berada di posisi kedua.
Dengan begini yang mendapatkan hukuman adalah Ruben.
"Sudah cepat sana buatkan kita minum, kita sudah haus nich," ucap Ahsan dengan nada agak mengejek.
"Haaaa? Jangan sombong yah... Kau itu cuma beruntung. Cih," jawab Ruben sambil menuju dapur untuk membuatkan kami minuman.
__ADS_1
***
Bersambung