Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini
Chapter 188 : Hasil Terbaik Semenjak SMP


__ADS_3

"Hahahahahaaha," Ruben dan Ahsan lalu tertawa bersama melihat hasil yang mereka dapatkan itu. Aku sendiri sangat terkejut, bisa-bisanya mereka berdua dapat nilai 0? Apa lagi Ruben, ia mendapatkan nilai 0 sampai di 2 mata pelajaran. Ini pertama kalinya aku melihat ada yang mendapatkan nilai 0 di kehidupan nyata. Aku kira, nilai 0 hanya bisa aku lihat di anime Doraemon saja.


Aku lalu mencari tahu siapa yang mendapatkan peringkat 1 di UTS kemaren. Setelah aku periksa lagi, ternyata yang menjadi peringkat satu adalah Cindy. Sementara itu aku berada di peringkat ke-7.


"Lihat-lihat siapa yang mendapat peringkat terkahir nih," ucap Ruben.


Mereka lalu kembali memeriksa papan pengumuman itu untuk mencari tahu siapa yang mendapatkan peringkat terakhir. Kalau menurut ku yang akan mendapatkan ranking terakhir adalah Ruben, tentu saja karena dia yang mendapatkan 2 nilai 0. Tentu saja hal tersebut sangat mempengaruhi rata-rata nilainya.


"Hahahahah, lihat ni San, siapa yang dapet peringkat terakhir. Jangan bunuh diri loh ya," ucap Ruben dengan nada suara yang menunjukkan rasa bangga akan diri yang amat tinggi.


"Haaaaaa? Kenapa bisa beginiiii? Wahhhh pasti ada yang salah. Kan yang dapet nilai 0 terbanyak itu kau, lalu kenapa malah aku yang ada di peringkat terkahir? Wah pasti ada yang salah. Lang coba kau periksa Lang. Aku yakin kau paham kan kalau masalah begini," ucap Ahsan.


"Hahahaha aku tidak terlalu mengerti apa yang terjadi, tapi aku merasa sangat puas sekarang hahahaha," timpal Ruben.


"Oh baiklah. Aku akan mencoba memeriksanya," ucap ku yang memang penasaran kenapa bisa Ahsan berada di peringkat terkahir padahal nilai 0nya cuma satu. Aku lalu mulai memeriksa setiap nilai dari kelima belas mata pelajaran yang ada dari Ahsan dan Ruben.


Setelah aku periksa, ternyata tidak ada yang salah dengan posisi peringkatnya. Walaupun Ruben mendapatkan 2 nilai 0, akan tetapi di mata pelajaran yang lain ia mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari pada Ahsan. Maksud lebih tinggi di sini tentu saja nilai Ruben dan Ahsan masih berada jauh di bawah KKM (batas tuntas), akan tetapi nilai Ruben berada di atasnya.


Sebagai contoh Ruben mendapatkan nilai 16 di mata pelajaran PKN, sementara Ahsan mendapatkan nilai 14. Kemudian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Ruben mendapatkan nilai 22, sementara Ahsan mendapatkan nilai 12. Lalu jika ditotal semuanya dan diambil rata-rata, rata-rata nilai Ruben memang masih berada di atas rata-rata nilai dari Ahsan.


"Jadi, bagaimana Lang? Ada yang salah?" tanya Ruben lagi.

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada yang salah. Setelah aku lihat lagi memang benar kalau Ruben mendapat nilai 0 yang lebih banyak dari pada mu, akan tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan nilai-nilai mata pelajaran yang lainnya. Dari sisa nilai yang lain, aku lihat nilai milik Ruben memang lebih baik dari pada mu," ucap ku.


"Wahahahahahaaha," Ruben tertawa.


"Haaaa? Gak mungkin, ini gak mungkin. Gak gak gak mungkinnnnn," ucap Ahsan yang entah kenapa seperti tidak percaya kalau dia adalah peringkat yang terakhir, atau yang lebih tepatnya adalah dia tidak habis pikir sampai berada di bawah peringkat Ruben. Sebenarnya dia pernah bilang kalau dia tidak akan mempermasalahkan mendapat nilai atau peringkat yang jelek atau buruk asalkan masih berada di atas Ruben itu berarti masih tidak apa-apa.


"Hahahahaha rasakan kau..." ucap Ruben dengan raut wajah yang amat girang. Aku tidak tahu kenapa Ruben bisa se-girang itu. Meskipun memang benar bahwa peringkatnya masih lebih baik dari pada Ahsan, akan tetapi itu tidak melepaskan fakta bahwa semua nilainya masih berada di bawah KKM. Itu artinya ia tetap akan mendapatkan remidial yang sama banyaknya dengan Ahsan.


Setelah itu bel tanda berakhirnya istirahat pun berbunyi. Aku, Ahsan, dan Ruben lalu kembali masuk ke ruang kelas.


***


Sepulang sekolah aku, Ahsan, Ruben, Aji, Renaldi, Calvin, Fahmi, dan Tomi memutuskan untuk pergi ke kedai minum di dekat sekolah. Aku cukup terkejut Aji yang masih terlihat murung, entah kenapa untuk kali ini memutuskan untuk ikut. Begitu juga dengan Tomi, ia kali ini juga mau untuk pergi bersama kami.


"Rasanya senang kok. Malahan, ini adalah hasil terbaik yang pernah aku raih semenjak SMP," ucap Ruben dengan raut wajah yang bahagia.


"Ha? Terbaik? Lalu sebelum-sebelumnya kau dapat nilai 0 berapa? 4? 5? 6? Setengah dari total mata pelajaran yang diujikan?" tanya Fahmi lagi.


"Ha ha ha ha. Tentu saja bukan itu. Alasan kenapa nilai ku saat ini adalah nilai ku yang terbaik adalah karena peringkat UTS ku masih berada di atas Ahsan hahahaha," ucap Ruben dengan bangga.


"Cih," gumam Ahsan dengan mengerutkan bibirnya.

__ADS_1


"Hahaha ternyata gara-gara itu yah," timpal Calvin.


"Tapi ngomong-ngomong peringkat mu lumayan bagus juga ya Lang, dapat peringkat ke-7, padahal kan kau ini sering menghabiskan waktu mu bersama Ahsan dan Ruben yang mana mendapat peringkat 23 dan 24. Keren kau Lang," ucap Fahmi lagi.


"Oi oi oi, kenapa dari kalimat mu itu terdengar seakan-akan kalau aku dan Ahsan ini seharusnya memberikan pengaruh buruk kepada Galang hah?" timpal Ruben.


"Hahaha aku tidak bicara seperti itu loh. Oiya tapi ngomong-ngomong Calvin juga hebat bisa dapet peringkat 3 loh," ucap Fahmi.


"Wah keren tuh. Padahal kan Calvin sering menghabiskan waktu bersama mu ya Mi? Yang mana dapat peringkat ke 20 atau 21 yah?" timpal Ahsan.


"Oi oi oi oi," timpal balik Fahmi yang mana langsung disambut gelak tawa yang lain.


"Oi Ji, kau itu kenapa sih? Sudah satu minggu ini kau terlihat murung begitu? Ada masalah apa kau sebenarnya? Ceritalah... Barangkali teman-teman mu ini bisa membantu mu," ucap Ahsan tiba-tiba langsung mengarah ke Aji.


"Eh? Gak ada apa-apa kok," balas Aji dengan datar.


"Hahaha mana bisa kami mempercayai jawaban mu itu kalau raut wajah mu itu justru berbicara yang sebaliknya. Sudahlah, ceritakan saja apa yang sedang kau alami... Mungkin kami ini bisa membantu," ucap Ahsan.


Entah kenapa suasana yang tadinya biasa-biasa saja dan penuh dengan canda tawa, kini mendadak berubah menjadi agak kaku dan tegang. Sekarang, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Aji ya? Apakah ia akan memberitahukan masalah yang sedang ia hadapi itu pada semuanya atau dia lebih memilih untuk menyimpannya sendiri saja?"


"Baiklah... Aku rasa mungkin sebaiknya aku harus menceritakan hal ini pada kalian," ucap Aji yang mana langsung membuat semua yang ada di sini terlihat begitu antusias.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2