SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERHASIL MENGUASAI AJIAN TAPAK GENI


__ADS_3

Nampak sebuah mobil Mewah melewati jalan yang sepi menuju sebuah gedung kosong.


Saat hendak berbelok ke arah gedung,Seorang preman memberhentikan mobil tersebut.


"Maaf,ini bukan tempat umum" ucap preman.


Pengemudi mobil itu membuka kacanya,lalu pria di sebelah pengemudi berbicara.


"Kuplex....Ini gue...


Pria yang memberhentikan mobil itu terkejut melihat bosnya di samping pemuda yang tak di kenalnya.


"Ma...Ma..Maaf bos..Saya gak tahu...." ucap pria itu.


"Ya Gakpapa"


Mereka adalah Bayu,Malik dan Paijo.


Bayu menjalankan lagi mobilnya menuju gedung.


"Kang...Di sana ada berapa orang?" ucap Bayu.


"Hem....sekitar 55 orang lah Bay...." ucap Malik.


Mobil mereka berhenti di depan gedung kosong.


"Kang Paijo...Sampeyan ikut apa di mobil?" ucap Bayu.


"Di mobil saja Bay..." ucap Paijo.


"Yo wess..." ucap Bayu.


Bayu dan Malik keluar dari Mobil. Lalu berjalan masuk kedalam gedung. Bayu mengambil choki - choki di dalam kantong celana.


Malik menggunakan penyamarannya seperti biasa bila berkunjung ke tempat itu.


Malik menyuruh 2 anak buahnya yang berdiri di depan gedung untuk masuk ke dalam.


Setelah sampai,Bayu berdiri di samping Malik,ia melihat 5 wanita , 49pria. Ada yang badannya kekar ada pula yang tidak,rata - rata mereka tatoan.


Anak buah Malik penasaran dengan sosok Bayu,sebab mereka baru pertama kali bertemu. Sedangkan 5 wanita nampak terpesona akan ketampanan Bayu.


"Sory gue memgumpulkan kalian di sini,karena permintaan adik sepupuku ini..


"Perkenalkan...Dia adalah adik sepupuku. Dia bernama Bayu..." ucap Malik.


"Selamat siang semua...Maaf saya telah merepotkan kalian...


"Kedatanganku di sini untuk bersilaturahmi...


"Kedua untuk memberikan beberapa pertanyaan..." ucap Bayu.


Mereka diam menyimak.


"Pertanyaan pertama...


"Siapa di sini yang setuju bila kekuasaan kakak sepupuku Aku yang ambil Alih..." ucap Bayu.


Nampak mereka terkejut.5 cewek nampak kesenangan.


"Gue bersedia bila kamu jadi bos aku...


"Sama... Gue juga....


Kelompok pria nampak seperti tak setuju.


"Yang tidak setuju... Maju kedepan....


Nampak mereka tak mau maju.


"Jika kalian tak mau maju,berarti aku anggap kalian setuju..." ucap Bayu.


2 pria kekar maju ke depan,lalu di susul para pria..


"Mantap....Untuk orang yang maju duluan..Mengapa kalian tak setuju..." ucap Bayu.


"Kamu belum tentu kuat seperti bos kami..." ucap pria 1.


Jarak Bayu dengan 2 pria berbadan besar 6 meter.


Lalu Bayu menggigit bungkus choki - choki kemudian menggunakan amalannya untuk mendorong ke dua pria tersebut sambil memakai kekuatannya. Mata Bayu berubah menjadi hitam seluruhnya


Dua pria berbadan besar termundur 3 langkah dan menubruk orang di belakang.Lalu terjatuh.


"Eh.....!!!?? Mereka semua terkejut. Gerakan Bayu sangat cepat.


Bahkan Malik pun menjatuhkan rahangnya kebawah.


Bayu sempat bertanya pada pak KH. Mustafa,mengapa beliau bisa berada di belakang dirinya tanpa ia sadari. Lalu pak KH. Mustafa memberitahu.


Bayu melepas choki - choki yang ada di mulutnya.


"Apa perlu kalian kubuat babak belur ,baru kalian mengakui aku ini lebih hebat dari kang Roy?" ucap Bayu menatap semua anak buah Malik.


Mereka melihat mata Bayu terkejut dan ketakutan,sebab baru kali ini mereka melihat mata menghitam semua.


"A...A..A.Ampun bos...


"Ampun bos....


"Okee....Apa kalian bersedia mematuhi semua perintahku...?" ucap Bayu.


"Gue bersedia bos...


"Aku bersedia...


"Saya bersedia...


Mereka pun bersedia menjadi anak buah Bayu.


"Yang masih kurang yakin akan kemampuanku silahkan maju ke depan... Aku akan menghajar hingga tulang kalian semua patah..." ucap Bayu.


Nampak mereka semua terdiam dan tak mau maju kedepan.


"Kamu.....


Bayu menunjuk pria berbadan besar.


"Apa kamu berani melawanku..?" ucap Bayu.


"Ti...Tidak bos..." ucap pria yang di tunjuk oleh Bayu.


"Bagus....


"Siapa yang di sini punya pengalaman di bidang pertukangan angkat tangan?"


3 orang mengangkat tangan.


"Maju ke depan....


3 orang maju ke depan.


"Saya butuh orang lagi,untuk merenovasi bangunan untuk di jadikan Cafe..


Semua orang maju ke depan.


"Good.... Minggu pagi jam 8 kalian berkumpul di sini lagi... "ucap Bayu.


Bayu menormalkan lagi matanya.


"Siap Bos..." ucap mereka serempak.


"Itu saja yang aku sampaikan... Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." ucap para preman.


"Ayo kita pulang kang ..." ucap Bayu.


Mereka pun berjalan ke arah mobil.


Bayu berencana mengubah kebiasaan mereka secara perlahan.


"Sudah selesai kah Bay.." ucap Paijo saat Bayu masuk ke dalam mobil.


"Sudah kang... Minggu depan kita gotong royong... Tapi sebelum itu aku akan membersihkan tempat itu dari makhluk halus..


"Sampeyan nanti beli alat seperti sapu ijuk,sapu lidi,kain majun,ember,super pell sama makanan dan minuman dingin." ucap Bayu.


"Siaap Bay....." ucap Paijo.


Malik menjalankan mobil menuju rumah Bayu.


Bayu melihat jam tangannya.


"Bentar lagi dzuhur..." gumam Bayu.


Bayu mengambil plastik berisi kopi hitam.Sebab Bayu merasa ngantuk.


"Rokok Bay..." ucap Malik sambil menyerahkan rokok suryanya.


"Hem....Boleh deh...Dari pada aku ngantuk..." ucap Bayu.


Bayu mengambil rokok,lalu menyalakan rokok tersebut. Kemudian membuka kaca pintu.


"Kamu belajar dari mana gerakan cepat itu Bay?" ucap Malik penasaran.


"Dari pak KH.Mustafa kang ..


"Oh iya kang Jo... Sampeyan punya kenalan yang bisa masak apa enggak?" ucap Bayu.

__ADS_1


"Gak ada Bay..." ucap Paijo.


"Waduuh...


"Ya udah deh... Nanti aku yang akan mencari kokinya..." ucap Bayu.


Setelah menempuh perjalanan,mereka akhirnya sampai di halaman rumah.


Bayu melihat mobil Honda CRV hitam parkir di halaman.


"Seperti mobilnya kang Bejo.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu kemudian turun dari mobil,di ikuti Malik dan Paijo.


Lalu mereka berjalan ke arah rumah.


"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu saat memasuki rumah.


"Wa'alaikum salam...." ucap semua orang yang berkumpul di kursi tamu.


Bayu melihat ada ibunya,Hinata,Ki Kartolo bersama istri,lalu Bayu berjalan ke arah kursi tamu.


Sesampai di kursi tamu,Bayu melihat ada Bejo dan Nadya.


Bayu bersalaman ke semua orang yang ada di ruang tamu.Sedangkan Malik dan Paijo berjalan ke dalam rumah.


"Pakde kapan datangnya?" ucap Bayu.


"Baru aja lee...." ucap Ki Kartolo.


"Dari mana tadi kamu Bay?" ucap Bejo.


"Jalan - jalan kang...


"Tak tinggal dulu yo kang...Aku mau shalat dulu..." ucap Bayu.


"Yooo..." ucap Bejo.


Bayu berjalan ke arah kamar untuk mandi dan shalat.


Setelah selesai mandi dan Shalat.Bayu berjalan ke ruang tamu.


Ketika Bayu sampai di ruang tamu,nampak ada kakek buyutnya sedang bersalaman pada Ki kartolo,lalu ke bu Kasmiati,lalu ke Bejo dan terakhir Nadya


Bayu duduk di samping Hana.Lalu mengambil teh kotak di atas meja.Ia diam menyimak obrolan mereka.


"Nama saya Zhang Yong Han...


"Saya Kakeknya Hana." ucap Zhang.


"Nama Saya Kartolo... Ini istri saya bernama Kasmiati,itu putra saya bernama Bejo dan itu putri saya bernama Nadya..." ucap Ki Kartolo.


"Saya mengucapkan banyak terima kasih telah membantu cicit saya,jika tidak. Cicitku akan tewas.." ucap Zhang.


"Sudah kewajiban saya membantu keponakan saya ,dan saya sudah membunuh orang yang telah mencelakai Bayu." ucap Ki Kartolo.


"Baiklah... Sebagai ucapan rasa terimah kasihku,Bapak minta apa,saya akan mengabulkannya.." ucap Zhang.


"Saya tidak minta apa - apa pak Zhang... Saya ikhlas membantu Bayu,untung saja Hana membawa Bayu tepat waktu,jika tidak ..Maka nyawanya tidak bisa tertolong." ucap Ki Kartolo.


"Apakah putra dan putri bapak masih sekolah?" ucap Zhang.


"Mereka tidak melanjutkan sekolah setelah lulus SMA pak...." ucap Ki Kartolo.


"Mengapa tak melanjutkan kuliah.. Sayang loh masih muda begini tak melanjutkan kuliah.." ucap Zhang.


"Tempat kuliahnya sangat jauh dari rumah,dan mereka tidak mau kuliah pak Zhang ." ucap Ki Kartolo.


"Kalau seumpama putra dan putri bapak Kuliah di sini bagaimana?"ucap Zhang.


"Maaf pak... Saya tidak ingin jauh dari ibu saya.." ucap Nadya.


"Saya juga pak..." ucap Bejo.


"Oh iya pak...Saat ini bapak tinggal di mana?" ucap Zhang.


"Saya tinggal di desa kulon progo dekat dengan wisata air terjun Kedung pedut." ucap Ki Kartolo.


"Ooo... Di situ... Ya..Ya...


"Kalau tak ada halangan...Minggu depan Saya akan berkunjung kerumah bapak. ucap Zhang.


"Kang Bejo..." ucap Bayu.


"Opo Bay..." ucap Bejo.


"Naik ke atas yuk...." ucap Bayu.


"Ayok..." ucap Bejo.


Bayu dan Bejo meninggalkan ruang tamu menuju balkon ,Bayu membawa 2 teh kotak.


Setelah sampai di ujung tangga lantai dua,Bayu melihat Sulis keluar dari kamarnya.


Sulis menoleh ke arah Bayu.


"Iya mas...." ucap Sulis.


Bayu menghampiri Sulis.


Bayu melihat wajah Sulis tak seperti biasanya.


"Bibiku ada di mana?" ucap Bejo tak melihat Mei Lien.


"Pulang kerumah mas..." ucap Sulis.


"Ooo... Pulang to..Ya sudah kalau gitu..


"Oh iya..Kenalin ini kang Bejo..." ucap Bayu.


Bejo mengulurkan tangannya,akan tetapi Sulis menangkupkan tangannya.Bejo menarik lagi tangannya.


"Sulis ." ucap Sulis.


"Bejo " ucap Bejo.


"Aku tinggal dulu ya Lis... Mau ngudud.." ucap Bayu.


"Iyaa mas..." ucap Sulis.


Mereka kemudian berjalan ke arah Balkon.


Sesampai di Balkon,nampak ada Malik dan Paijo merokok.


Sebelumnya Malik sudah kenalan dengan Ki Kartolo dan Bejo saat Bayu berkunjung ke pondok pesantren.


"Waaah... Sudah duluan mereka..." ucap Bayu.


Paijo menyodorkan rokoknya pada Bayu.


"Enggak kang...Tadi aku dah merokok.." ucap Bayu.


Mereka pun mengobrol ngalor ngidul.


Tak terasa sudah pukul 2.40.


"Aku tinggal dulu ya..." ucap Bayu saat melihat jam tangannya.


"Mau ke mana Bay...?" ucap Bejo.


"Mau ke pondok pesantren kang,ngaji kitab Al Hikam..." ucap Bayu.


Bayu kemudian berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian,lalu membawa tas.


---***---


Pondok pesantren. Darul Rahman.


Bayu sudah tiba di ponpes memakai sepeda motor impresa. Bayu menggunakan Baju muslim,sarung dan peci.


Saat Bayu sampai di pondok pesantren,terdengar suara adzan Ashar.


Bayu berjalan ke arah mesjid untuk shalat.


Selesai Shalat,Bayu mengikuti pengajian kitab Al Hikam.


Hoooaaam...... Bayu menguap.


"Diampuut... Aku kok malah ngantuk bergini.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil choki Choki dalam kantong bajunya lalu memakan choki - choki agar tak mengantuk.


5 menit kemudian Bayu tak sadar dirinya tertidur,kepala menunduk.


pengajian kitab Al Hikam selesai,para santri meninggalkan rumah pak KH. Syukron. Kini hanya tertinggal Bayu dan pak KH.Syukron.


Pak KH. Syukron menghampiri Bayu.Lalu memegang pundaknya sambil di goyang perlahan.


Bayu membuka mata lalu mendongakkan kepalanya.Kemudian menoleh kanan dan kiri.


"Lah..Sudah selesai ta pak Kyai..." ucap Bayu tak melihat para santri.


"Sudah...Barusan selesai.." ucap pak KH. Syukron.


"Maaf pak Kyai... Saya kurang tidur... Semalam bergadang menemani teman - temanku " ucap Bayu.


"Ayo masuk pak Kyai...


"Bapak akan bawakan kopi untukmu..." ucap pak KH Syukron lalu berjalan ke dalam rumah.

__ADS_1


"Injih pak Kyai..." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk dalam rumah.


Bayu duduk di lantai seperti biasa.Sedangkan pak KH. Syukron masuk kedalam.


Bayu merasakan hapenya bergetar,lalu ia mengambil di dalam kantong baju .


Nampak panggilan dari Alvin.


"Halooo..." ucap Bayu.


"Halo juga Bay...Maaf Bay aku ganggu.. Aku pengen bertemu dengamu..." suara Alvin.


"Kalau bertemunya di rumahmu lagi,aku gak mau kang..." ucap Bayu.


"Sekarang kamu lagi di mana Bay?" suara Alvin.


"Aku lagi di rumah pak Kyai kang,kalau mau bertemu sekarang,aku gak bisa..." ucap Bayu.


Pak KH. Syukron datang bersama seorang santri membawa nampan berisi gelas .


Lalu duduk di depan Bayu.


"Kapan kamu bisanya Bay?" suara Alvin.


"Nanti aku hubungi kang,dah dulu ya kang...


Santri itu meletakkan gelas berisi kopi di depan Bayu,setelah itu berjalan jongkok masuk kedalam.


"Pak Kyainya sudah datang..." ucap Bayu lalu mematikan hapenya.


"Monggo di minum kopinya..." ucap pak KH. Syukron.


"Injih pak Kyai..." ucap Bayu.


Bayu mengambil gelas tersebut lalu menyeruput sedikit,kemudian meletakkan lagi di lantai.


Bayu mengambil 2 emas batangan di dalam tasnya.


"Pak Kyai... Ini saya ada sedikit rejeki untuk pak Kyai dan pondok pesantren ini...Mohon pak Kyai menerimanya...." ucap Bayu sambil memberikan 2 emas batangan seberat 5 Kg.


"Gak usah repot - repot pak Kyai...


"Pak Kyai datang saja...Bapak sudah merasa senang sekali.." ucap pak KH. Syukron sungkan menerimanya.


"Dalam salah satu hadits nabi, kanjeng Nabi muhammad SAW pernah bersabda :


"Muliakanlah Ulama karena ilmunya ,dengan cara memuliakan,mengagungkan, dan memenuhi hak ulama.Yakni mengagungkan dan memuliakan "karena sesungguhnya ulama"secara hakikat di hormati karena ulama adalah pewaris para nabi..."ucap Bayu.


"Baiklah...Bapak akan menerimanya..." ucap pak KH. Syukron.


---***---


Di rumah Bayu.


5 menit menjelang berbuka.


Nampak Melisa,Bayu,Lukman,Daniel, dan Bimo berada di meja makan.Bayu memberikan kertas berisi tulisan kepada mereka.


Di meja makan,nampak banyak sekali menu makanan yang di sajikan.


"Sebelum kalian minum... Ucapkan apa yang ada di kertas dalam hati.


"Dan Kalian jangan gunakan Ajian itu secara sembarangan... Gunakanlah saat terancam..Jika kalian menggunakan Ajian itu untuk menindas orang...Aku akan menghajar kalian...Apa kalian paham.." ucap Bayu.


"Paham Bay...." ucap Bimo,Lukman dan Daniel.


"Paham kak..." ucap Melisa.


Tak lama kemudian waktu magrib telah tiba.


"Silahkankan kalian baca ....Lalu minum.." ucap Bayu.


Mereka kemudian membaca lalu meminum air putih.


"Alhamdulilah...Akhirnya selesai juga..." ucap Lukman.


"Ho oh....Jadi bisa puas aku makan..." ucap Bimo.


"Jangan makan terlalu banyak...Nanti kalian bisa muntah karena perut kalian kaget menerima makanan yang asin - asin." ucap Bayu.


"Serius Bay?" ucap Daniel.


"Iya aku serius...Kalau gak percaya ya sudah.." ucap Bayu.


Nampak melisa mencoba ajiannya pada sebuah gelas yang ia pegang.


Gelas itu mengeluarkan uap,lalu mendidih.


"Aku berhasil kak..." ucap Melisa kesenangan.


"Di kontrol dek... Jangan terlalu banyak mengeluarkan energimu..Nanti bisa pecah itu gelas.." ucap Bayu.


"Iya kak..." ucap Melisa.


Bimo,Daniel dan Lukman juga mencobanya.


Mereka pun berhasil.


"Ayoo shalat dulu...Sebelum waktunya habis..." ucap Bayu.


Pukul 19.10


Bayu selesai shalat magrib dan mengajari Sulis ngaji .


Akan tetapi Sulis tak seperti biasanya,kurang fokus.


"Apa yang kamu pikirkan Lis?" ucap Bayu .


"Gak ada mas..." ucap Sulis.


"Katakanlah... Jangan kamu pendam sendirian.." ucap Bayu.


"Hem.... Orang tuaku menelponku.. Mereka bilang kenapa memutuskan pertunangan dengan Alvin. Mereka marah sekali padaku mas...


"Kemudian ayahku bilang,bila pak Johan datang ke rumah,ia menarik investasinya...


"Mereka belum tahu aku masuk islam...


"Aku harus bagaimana mas..." ucap Sulis bingung dan gelisah.


" Kamu tenang saja... Kita akan membantumu.. " ucap Bayu.


"Tapi aku takut mas..." ucap Sulis.


"Gak usah takut... Serahkan semua masalah ini pada Allah... Allah akan membantumu...


"Oh iya... Alamat rumahmu ada di mana?" ucap Bayu.


Sulis memberi tahu alamat rumahnya.


Selesai Bayu shalat Isya' dan mengajari Hinata mengaji,Bayu menghubungi Ahmad di dalam kamar tidur


Tuuut....Tuuuut....


"Assalam mua'alaikum mas.." suara Annisa.


"Wa'alaikum salam Nur... Kang Ahmad di mana?" ucap Bayu.


"Di dalam mas... Hapenya tertinggal di toko.." suara Annisa.


"Bisa minta tolong gak Nur....Kasihkan hapenya ka kang Ahmad,soalnya aku ada perlu penting neh.." ucap Bayu.


"Bentar mas...." suara Annisa.


Tak lama kemudian.


'Ya halo Bay...Ada apa?" suara Ahmad.


"Aku mau nanya...Sampeyan mau nolongin Sulis apa enggak?" ucap Bayu.


"Ya mau lah Bay...Emang kenapa dengan Sulis Bay? " suara Ahmad.


"Besok siang setelah aku kuliah.. Aku aka ke sana kang...Gak enak bicara lewat telpon.." ucap Bayu.


"Sulis gak kenapa - kenapa kan di sana?" suara Ahmad.


"Dia kangen sama kamu kang..." ucap Bayu.


"Jancoook...Serius Bay..." suara Ahmad.


"Besok aja aku kasih tahu kang...Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam...." suara Ahmad.


Bayu mematikan hapenya,lalu keluar kamar menuju Balkon.


Setelah sampai di Balkon.


Nampak Paijo saja yang merokok.Sedangkan Bimo,Lukman,dan Daniel tidak merokok.


"Tumben kalian gak merokok..." ucap Bayu.


"Sudah tadi Bay... Cuman rasanya aneh..." ucap Lukman.


"Iya Bay... Ne ku hisap 2 kali udahan...." ucap ucap Daniel.


"Itu karena tubuh kalian terbiasa puasa mutih.. Jadi tubuh kalian masih belum bisa menerimanya...

__ADS_1


"Saranku seh.... Jangan jadi perokok berat..


"Seperti aku ini....." ucap Bayu.


__ADS_2