
Rumah Johan.
Nampak Johan baru pulang kerja seperti biasa,ia masuk ke dalam rumah. Hingga ke kamar tidur. Namun tak melihat keberadaan istrinya. Biasanya ia di sambut saat pulang kerja.
" Tumben dia gak ada..? Apa masih menemui Sebastian ya..?" gumam Johan.
Lantas Johan mengambil ponselnya lalu menelpon istrinya.Ingin menanyakan kenapa belum pulang.
Tuuut...Tuuut...
Johan mendengar suara ringtone ponsel ,ia pun berjalan mendekati suara tersebut.
Nampak ponsel milik istrinya tergeletak di meja rias. Lalu Johan mematikan panggilan tersebut.
" Kok ponselnya di tinggal..?" ucap Johan merasa aneh. Sebab tak biasanya istrinya meninggalkan ponsel.
" Apa dia menginap bersama Sebastian.." ucap Johan dalam hati.
Johan mencari kontak Sebastian,lalu menelpon Sebastian.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan" suara operator wanita.
" Sial..."
Johan mematikan panggilan,lalu mencari kontak Alvin.
Alvin saat ini tinggal di rumah yang dulu di tempati Vino,agar bebas ngentuin istrinya Vino.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...
" Ya halo pah..." suara Alvin.
" Vin...Apakah mamah ada di sana?" ucap Johan.
" Enggak ada pah...Emang kenapa pah?" suara Alvin.
" Mamahmu semalam bilang mau menemui Sebastian,pagi - pagi sekali dia berangkat. Siapa tahu mamahmu mampir kerumahmu..." ucap Johan.
" Ya di telpon saja pah.." suara Alvin.
" Ponselnya ketinggalan di rumah.." ucap Johan.
" Biasanya kalau mamah pergi menemui om Bas berapa lama pah?" suara Alvin.
" Biasanya sore sudah kembali Vin..." ucap Johan.
" Hemmm... Di tunggu besok saja pah..Alvin besok kerumah papah.." suara Alvin.
" Iya.." ucap Johan lalu mematikan panggilannya.
Huuuuftt.... Johan menghela nafas.
" Semoga saja tidak kenapa - kenapa.." ucap Johan dalam hati.
Esok paginya.
Karena sabtu hari libur,maka Johan bisa bersantai di rumah,namun kali ini tidak. Karena istrinya tak kunjung pulang. Ia khawatir istrinya kenapa - kenapa.
Johan sarapan berdua dengan putrinya yang bernama Selvie.
" Pah...Mamah mana? Apakah mamah masih di rumah om Sebas?" ucap Selvie.
"Papah gak tahu Vie...Ponsel mamah tertinggal,papah hubungi Sebastian juga gak aktif.." ucap Johan.
" Papah sudah nelpon kak Alvin?" ucap Selvie.
" Sudah..Katanya mamah gak ada kesana." ucap Johan.
Setelah selesai sarapan Johan berjalan ke pos penjaga.
"Jam berapa istriku kemarin berangkatnya?" ucap Johan.
" Maaf pak... "
" Di buku catatan tidak ada nyonya keluar rumah.." ucap penjaga.
" Apakah kamu yakin? Sebab istriku tak ada di rumah ketika aku bangun.." ucap Johan.
Penjaga menyerahkan buku catatan harian.
" Ini pak catatan kami..Setiap yang keluar masuk kami catat sesuai perintah bapak..." ucap penjaga.
Johan melihat buku catatan itu.
Dan benar saja,istrinya tak ada keluar rumah,hanya 4 hari yang lalu,itu pun keluar bersama dirinya. Lalu kembali pulang.
" Sial...."
" Apa kalian benar - benar tak melihat istriku keluar rumah..?" ucap Johan setengah marah.
" Benar pak..Kami tidak melihatnya. Jika tidak percaya,silahkan di cek CCTV pak.." ucap penjaga.
Akhirnya Johan melihat rekaman CCTV. Setelah selesai melihat,tak ada rekaman yang menunjukkan istrinya keluar rumah.
" Tapi istri saya tidak ada di rumah.." ucap Johan.
" Apakah bapak sudah periksa semua ruangan yang ada?" ucap penjaga.
" Belum.." ucap Johan.
" Lebih baik,bapak periksa dulu,kami akan membantunya... Siapa tahu istri anda terkurung dan gak bisa keluar.." ucap penjaga.
" Iya juga ya.." ucap Johan dalam hati.
" Baiklah...Ayo bantu aku.." ucap Johan.
Johan beserta penjaga memeriksa setiap ruangan,bahkan plafon juga di periksa. Namun,mereka tak menemukan keberadaan ibunya Alvin.
Johan duduk di teras rumah menunggu kedatangan Alvin.
" Kemana perginya ya..Di cek CCTV gak ada,di setiap sudut ruangan pun juga gak ada.
Nampak Alvin datang bersama Angel.
" Mamah sudah pulang pah?" ucap Alvin lalu mencium punggung tangan ayahnya. Lalu Angel bersalaman ke Johan.
" Belum..."
" Papah tadi tanya ke penjaga katanya tak melihat mamah keluar.." ucap Johan.
" Serius pah...?" ucap Alvin.
" Iya..Papah serius... Bahkan di rekaman CCTV gak ada,papah sudah periksa semua ruangan di rumah ini pun juga tidak ada." ucap Johan.
Alvin duduk di kursi,sementara Angel masuk ke dalam rumah.
" Lapor ke polisi aja pah.." ucap Alvin.
Selvie muncul dari pintu lalu duduk.
" Lapor polisi percuma.. Tak ada satupun bukti bila mamahmu keluar rumah Vin.." ucap Johan.
" Apa jangan - jangan di culik sama wewe gombel kak.." ucap Selvie.
" Ngacoo lu...Mana ada wewe gombel..Itu mah cerita tahayul.." ucap Alvin.
" Terus mamah kemana kak? Dirumah gak ada,mobilnya pun masih di garasi,ponsel tertinggal ,lalu gak ada keluar rumah.." ucap Selvie.
" Heemmm...Yang di katakan adikmu itu ada benarnya..Siapa tahu mamah di sembunyikan makhluk halus.." ucap Johan.
" Papah percaya dengan yang begituan?" ucap Alvin.
" Papah percaya..Apakah kamu gak ingat dengan Bayu..?"
" Bayu bisa melepuhkan wajah mamah dengan tangannya,tanpa memakai alat " ucap Johan.
" Iya pah...Alvin ingat..Terus gimana pah..?" ucap Alvin.
" Papah bingung...Soalnya papah gak punya kenalan seorang paranormal.." ucap Johan.
Nampak Alvin berpikir. Sedangkan Selvie mengotak - atik ponselnya.
Johan memgambil ponselnya,lalu menghubungi kakaknya yaitu Agus.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...Tuuuut...
" Ya halo dik..." suara Agus.
" Halo juga mas...Kami sedang mengalami masalah..." ucap Johan.
" Masalah apa?" suara Agus.
" Istriku mas.."
" Kemarin malam izin mau bertemu Sebastian,lalu pagi - paginya pas aku bangun sudah gak ada. " ucap Johan.
__ADS_1
" Terus.." suara Agus.
" Aku pikir istriku sudah pergi mas.."
" Terus pas aku pulang... Istriku belum pulang.."
" Aku telpon,ternyata hapenya ada di meja rias.."ucap Johan.
" Sudah tanya sama penjaga..?" suara Agus.
" Sudah mas...Malah penjaga bilang istriku gak ada keluar rumah.." ucap Johan.
" Mungkin terkunci di gudang.." suara Agus.
" Sudah ku periksa mas..Di gudang kosong.."
" Semua ruangan juga kosong.,dompetnya juga masih ada di rumah.." ucap Johan.
" Aneh...Apakah kamu sudah periksa CCTV..?" suara Agus.
" Sudah mas....Hasilnya nihil,istriku gak ada keluar rumah.." ucap Johan.
" Coba hubungi Sebastian.." suara Agus.
" Gak aktif mas..." ucap Johan.
" Aneh bin nyata..."
"Jika istrimu tidal keluar rumah,pasti masih di dalam rumah.."
" Apakah sudah di periksa setiap lemari atau kolong gitu dik.." suara Agus.
" Sudah mas...Pusing aku..." ucap Johan.
" Sama...Mas juga pusing dengerin ceritamu.." suara Agus.
" Apakah dia di culik makhluk halus ya mas..?" ucap Agus.
" Gak mungkin...Kecuali istrimu masih bayi atau anak - anak...Baru bisa di culik.." suara Agus.
" Terus aku harus mencari kemana lagi mas..?
" Ku tanya Alvin,Alvin bilang gak ada kesana.." ucap Johan.
" Hemmm...."
" Baiklah..Aku akan kesana.." suara Agus.
" Iya mas...Hati - hati di jalan.." ucap Johan lalu mematikan panggilan.
Johan memijat keningnya,ia merasakan pising memikirkan istrinya yang belum ketemu.
Selvie berdiri lalu masuk ke dalam rumah.
" Apakah kamu punya kenalan seorang dukun Vin..?" ucap Johan.
" Gak punya pah...Tapi.."
" Ada seorang paranormal yang sering muncul di TV pah?" ucap Alvin.
" Siapa?: ucap Johan.
" Ki Joko Bodo pah.." ucap Alvin.
" Apakah dia bisa mencarinya?" ucap Johan.
" Alvin gak tahu pah.." ucap Alvin.
" Oh iya...Papah boleh pinjam si Angel..?" ucap Johan.
" Pah...Mamah hilang...Kok papah sempat - sempatnya mikirin itu?" ucap Alvin.
" Papah pusing Vin..." ucap Johan.
Kadang Johan mendatangi Alvin,lalu mereka bermain bertiga,tak ada rahasia lagi. Sebab waktu itu Alvin ketahuan oleh Johan saat bercinta dengan Angel. Sehingga Johan membuat perjanjian dengan Alvin. Alvin pun setuju,toh Angel bukan siapa - siapa. Hanya pemuas saja. Angel juga tidak keberatan. Asalkan di berikan uang buat belanja.
"Ya sudah deh.." ucap Alvin. Sebelum pergi kerumah orang tuanya,Alvin sempat bercinta dengan Angel.
Johan berdiri lalu masuk ke dalam rumah.
Sesampainya Johan di ruang keluarga,Johan melihat Angel duduk nonton tivi. Johan memghampiri Angel lalu duduk di sampingnya.
" Ke kamar yuk..." ucap Johan pelan.
Angel menoleh ke Johan,lalu mengambil remote tivi. Kemudian mematikan tivi.
Sesampainya di kamar tidur.
Johan memeluk Angel lalu menciumnya. Hingga mereka melepas semua pakaiannya. Mereka saling memberikan kenikmatan.
Pukul 16.20.
Nampak sebuah mobil masuk ke perkarangan rumah Johan.
Lalu seorang pria turun dari mobil. Meskipun rambutnya sebagian sudah memutih karena faktor umur,tapi tak mengurangi pancaran aura karismatiknya. Pria itu adalah Agus Irawan. Ayah kandung Bayu.
Agus berjalan menuju pintu. Sesampai di pintu yang terbuka, ia pun mengetuk pintu.
Tok....Tok...Tok...
" Dikk...." ucap Agus nyaring.
Muncul Selvie dari dalam rumah.Selvie mencium punggung tangan Agus.
" Masuk pakde..." ucap Selvie.
" Papahmu mana?" ucap Agus.
" Tidur...Nungguin pakde lama banget.." ucap Selvie.
" Panggilkan papahmu.." ucap Agus.
" Iya pakde..." ucap Selvie.
Selvie berjalan ke arah kamar Johan,sementara Agus duduk di kursi sofa menunggu Johan adiknya.
Sesampai di depan pintu kamar. Selvie mendengar suara wanita,suara itu yang bisa ia dengar bahkan pernah ia keluarkan saat bercinta.
Selvie berpikir bahwa papahnya selingkuh dari mamahnya.
Dok....Dok....Dok....
" PAAH......" ucap Selvie agak marah.
" Sebentar Vie..." suara Johan.
Tak lama kemudian pintu terbuka,Johan hanya memakai celana boxer.
" Papah ngentu dengan bibi Angel ya..?" ucap Selvie.
" Enggak...?" ucap Johan.
Selvie melihat ke arab dalam,namun tak melihat Angel.
" Kenapa tadi ada suara dhesahan wanita pah...?" ucap Selvie.
" Ooo...Itu suara tivi...Papah lagi nonton film.." ucap Johan.
Selvie masuk ke dalam kamar. Johan mengikuti Selvie,takut ketahuan.
Selvie menyalakan tivi. Benar saja,nampak di layar ada adegan pria dan wanita sedang bercinta,lalu DVD masih menyala.
" Selamet...Untung tadi aku memutar film itu.." ucap Johan dalam hati.
Sementara Angel bersembunyi di kamar mandi.
" Ada apa Vie..?" ucap Johan.
Selvie tak menjawab,ia konsentrasi melihat adegan panas tersebut. Tak terasa tangan kanannya masuk ke dalam celana pendeknya lalu menyentuh lubangnya.
Johan memegang pundak Selvie.
Eh...!!!???? Selvie terkejut lalu menarik tangannya. Goanya telah basah akibat melihat film tersebut.
" Ada apa Vie..?" ucap Johan.
Selvie menoleh ke ayahnya.
" Pakde sudah datang pah ." ucap Selvie,lalu meletakkan remote tivi.
" Ooo...Begitu..." ucap Johan.
Selvie keluar kamar ayahnya. Lalu Johan menutup dan mengunci pintu kamar. Setelah itu berjalan ke kamar mandi,tak lupa mematikan tivi.
Tok...Tok...Tok..
__ADS_1
" Ngel..."
Pintu terbuka. Nampak Angel tak memakai pakaian sehelai benang pun.
" Aku keluar dulu,menemui kakakku.." ucap Agus.
10 menit kemudian.
Johan berjalan ke ruang tamu,sesampai di ruang tamu.Johan bersalaman lalu duduk.
" Apakah istrimu sudah ketemu dik?" ucap Agus.
" Belum mas...Pusing aku nyariin gak ketemu.."
" Di panggil - panggil gak ada jawaban.." ucap Johan.
" Coba kamu ceritakan kronologinya dik.." ucap Agus.
Johan menceritakan saat istrinya meminta izin untuk keluar rumah menemui adiknya,hingga ia pulang ke rumah.
" Begitulah mas..." ucap Johan.
Agus menyederkan tubuhnya lalu memegang keningnya.
" Jika lapor polisi,tentu polisi akan kebingungan menyelidiki kasusmu.." ucap Agus.
Agus mengambil teh Kotak lalu meminumnya.
" Apakah mas punya kenalan paranormal..?" ucap Johan.
" Hemm...Gak punya..." ucap Agus.
" Lalu..Aku harus mencari kemana mas...Pusing aku.." ucap Johan.
" Sama...Aku juga pusing. Di tambah.."
" Aku belum mengetahui keberadaan Bayu.." ucap Agus.
" Bayu..?"
" Ada apa dengan dia?" ucap Johan.
" Sudah setahun lebih tak ada kabar,biasanya setiap aku kirim sms pasti di balas,kadang aku juga menelpon. Namun entah kenapa nomornya gak aktif,"
"Aku tanya ke orang - orang yang dekat dengan Bayu jawaban mereka tidak tahu.."ucap Agus.
" Mungkin dia ingin menghindarimu mas.." ucap Johan.
" Enggak mungkin dia menghindariku.."
" Aku telah menempatkan beberapa orangku untuk memeriksa Bayu,baik itu di Cafe maupun di kampus. "
" Mereka tak berhasil menemukan Bayu..."
" Aku takut Bayu kenapa - kenapa.." ucap Agus.
"Apa mas sudah mencoba datang ke rumahnya?" ucap Johan.
Agus menghela nafasnya.
" Sudah..Tapi penjaga tidak mengizinkanku masuk.." ucap Agus.
" Mas...Tolongin aku nah..Bantu carikan seorang paranormal.." ucap Johan.
" Baiklah..Nanti aku bantu.
***
Sementara di tempat lain.
Nampak Alvin keluar dari kamarnya,lalu berjalan menuju ruang makan. Saat melewati kamar adiknya,samar - samar ia mendengar suara.Lalu ia berhenti,kemudian menempelkan telinganya di pintu.
" Aaah..Oouuh..Terus beb...Ahhh..." suara Selvie.
Alvin memutar handel pintu.
Klek...Pintu terbuka sedikit. Alvin mengintip,ia penasaran adiknya bercinta dengan siapa.
Nampak Selvie tak memakai pakaian dan sedang memasukkan jarinya ke lubangnya.
" Aaah...Oouuh...Aaah....Hemmh..." ucap Selvie.
Alvin merasakan Joninya berontak ketika melihat adegan tersebut. Lalu ia perlahan masuk,kemudian menutup perlahan pintunya agar adiknya tidak tahu. Setelah itu menguncinya.
Karena Selvie di landa hasrat yang memggebu - gebu akibat melihat film panas di kamar papahnya,akhirnya ia melampiaskannya,tapi ia lupa mengunci pintu. Dan tak menyadari bila kakaknya telah berada di dekatnya,sebab Selvie memejamkan matanya. Menghayati bila yang memainkan lubangnya adalah pacarnya.
Alvin melepaskan pakaiannya.
Selvie menarik tangannya dari lubangnya.
Lalu ia merasakan lubangnya di jilatin.
Selvie terlonjak kaget,ia membuka matanya.
Nampak kepala kakaknya berada di depan lubangnya.
" Kak Alvin..."
Selvie berusaha menjauhkan kepala kakaknya dari lubangnya,namun ia tak bisa.
" Kak...Jangan kak...gue ini adik lu..." ucap Selvie.
Alvin tak menjawab.
Selvie berusaha melepaskan dirinya. Namun tenaganya kalah dengan kakaknya.
Alvin memegang kedua kedua kaki adiknya.
Selvie berusaha mendorong kakaknya. Namun Alvin tak terdorong.
Ketika merasa pas di depan lubang,Alvin mendorongnya.
Blessh....
" Kakkk...Gue ini adik lu.." ucap Selvie.
" Diem lu... Daripada lu maen sendirian,mending maen sama gua.." ucap Alvin lalu mendorong tubuh Selvie.
Selvie ambruk,lalu Alvin menindihnya,kemudian menggerakkan pinggulnya.
" Kak....Lepasin..." ucap Selvie.
" Nanti gua lepasin jika sudah keluar..." ucap Alvin.
Selvie akhirnya pasrah di genjot oleh kakak kandungnya sendiri. Mau gak mau ia menikmatinya. Toh ia sudah berusaha untuk melepaskan diri.
Hingga Alvin memuntahkan lahar panas di perut Selvie.
" Kak...Ini salah kak.." ucap Selvie.
" Lu yang salah...Kenapa gak mengunci pintu." ucap Alvin.
Selvie meringkuk lalu menangis.
Alvin melihat adiknya menangis tersadar. Lalu duduk di samping Selvie.
" Maafin kakak ya Vie..."
" Kakak Khilaf.." ucap Alvin.
Hikss....Hiks...Hkkss...
Alvin berebah dan menempel di tubuh adiknya,kemudian merangkulnya.
" Maafin kakak ya Vie..." ucap Alvin.
" Kakak jahat..." ucap Selvie.
" Iya..Aku jahat,karena aku khilaf Vie..Maafin kakak ya." ucap Alvin.
Selvie tak menjawab. Hingga akhirnya ia tertidur.
Alvin pun juga ikut tidur.
Beberapa jam kemudian,Alvin terbangun. Ia merasakan joninya ada yang memainkan. Alvin membuka matanya. Ia melihat adiknya sedang memainkan joninya.
" Viee..." ucap Alvin.
" Kakak harus tanggung jawab.." ucap Selvie.
" Tanggung jawab apa?" ucap Alvin.
Selvie naik ke atas tubuh Alvin lalu memasukkan joni.
" Kakak telah memperkhosaku,sekarang gantian aku yang perkhosa kakak.." ucap Selvie.
__ADS_1
" Jancook.." ucap Alvin dalam hati.