SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DIA COWOK BARUMU VIE?


__ADS_3

Daniel berjalan ke pintu rumah yang terbuka. Ia melihat ada bel di pintu. Lalu menekannya.


Tak lama kemudian Selvie muncul memakai pakaian tangtop celana pendek.


" Masuk kak..." ucap Selvie.


Daniel masuk ke dalam kemudian Selvie mengikuti Daniel berjalan,ia berada di sisi kiri Daniel.


Sebelum Daniel datang,Selvie lebih dulu memindahkan foto yang ada gambar kakaknya,yaitu Alvin.Ia menyuruh pembantunya mencopot foto tersebut. Sebab sebelumnya ia mendengar bahwa kakaknya sempat berkelahi dengan Bayu di Cafe bersama teman - temannya.


Mereka pun duduk di kursi tamu.


" Silahkan di minum kak.." ucap Selvie.


" Iya Vie..." ucap Daniel.


Daniel mengambil minuman jus dalam kemasan.


Daniel berpikir bahwa Selvie dari keluarga biasa saja,gak tahunya orang kaya. Tapi ada yang mengganjal,yakni tak ada bingkai foto yang biasa di pajang di setiap rumah yang sering ia kunjungi.


Daniel melihat ke arah Selvie.


" Jika dia pacarku,dah ku ajak ngamar.."


" Tapi..Dia kan belum jadi pacarku.." ucap Daniel dalam hati.


Pakaian Selvie mengundang hasrat dalam tubuh Daniel untuk menyentuhnya,sekuat tenaga ia tahan. Bagaimana tidak,nampak ada benjolan phuting susu Selvie di balik baju tangtopnya.


" Kak Daniel sudah lama kenal dengan kak Bayu..?" ucap Selvie memecah keheningan.


" Iya...Aku dah lama kenal Vie.."


Daniel teringat akan masalah yang di hadapi Selvie.


" Oh iya...Laptopmu ada di mana Vie..?" ucap Daniel.


" Ada di kamar kak.."


" Mau baikin sekarang kah?" ucap Selvie.


" Heemmm...."


" Iya..Kalau boleh..." ucap Daniel.


Selvie kemudian berdiri.


" Ayo kak...Ikut aku.." ucap Selvie.


Daniel kemudian berdiri. Selvie berjalan,Daniel mengikuti Selvie .


" Oh iya..."


" Mamahmu pergi kemana?" ucap Daniel.


" Aku gak tahu kak.."


" Makanya papah pergi mencari mamahku.." ucap Selvie.


Kamar Selvie berada di lantai 2. Setelah sampai di dalam kamar.


Selvie berjalan ke meja belajarnya lalu mengambil laptopnya yang berada dalam tas.


" Ini kak laptopnya.."


Daniel berjalan ke arah Selvie. Selvie memberikan laptopnya ke Daniel.


Setelah menerima,Daniel duduk dan membuka laptop Selvie.


" Padahal baru beberapa bulan beli.."


" Sebel tahu kak,jadi lemot begitu.." ucap Selvie.


Daniel duduk di kursi lalu meletakakkan laptop di meja,kemudian membuka dan menghidupkannya.


Setelah laptop hidup,Daniel segera memeriksa kendala apa yqng menyebabkan laptop itu lambat merespon.


Selvie mendekati Daniel,ia berdiri di samping Daniel sambil memperhatikan Daniel mengotak - atik laptopnya.


" Sebelumnya lancar kak...Gak tahu kenapa bisa lambat seperti itu..."


Daniel mencium aroma wangi parfum Selvie.


" Oh iya kak..."


" Kak Daniel tinggal di mana?" ucap Selvie.


" Aku numpang Vie..." ucap Daniel.


" Gak ngekost..?" ucap Selvie.


" Dulunya seh ngekost..Terus numpang.." ucap Daniel.


" Kenapa gak ngekost aja kak...?" ucap Selvie.


" Ini laptopmu kena virus Vie.." ucap Daniel kemudian mengambil flasdish di dalam kantong baju,lalu mencolokkan ke laptop.


" Virus..?" ucap Selvie.


" Iya..Virus.."


" Jika kita asal masukin flasdish dan kita gak scan dulu itu flasdishnya. Maka kena virus.."


" Ini juga software anti virusmu kadaluarsa..." ucap Daniel.


Selvie mendekat wajahnya dekat Daniel.


" Diamput neh cewek...Minta di kelonin kah.."


" Kalau dia ngasih lampu hijau tak gentak..Tapi kalau dia masih segel???.."


" Bisa mampus aku..."ucap Daniel dalam hati sambil mengotak atik laptop Selvie.


" Pantas saja lemot..."


" Hemmm...."


" Kak Daniel sudah lama kenal dengan Bayu?"ucap Selvie.


" Iya..." ucap Daniel.


" Kenapa dia nanya Bayu terus ya.." ucap Daniel dalam hati penasaran dengan Selvie.


Daniel merasakan benda kenyal menyentuh lengannya.Lalu ia melirik. Rupanya benda kenyal itu gunung kembar Selvie.


" Biasanya hari minggu kamu kemana Vie?" ucap Daniel.


" Dulu seh jalan sama cowokku..."


" Sekarang sudah enggak.." ucap Selvie.


Daniel menoleh ke Selvie.


" Kenapa?" ucap Daniel.


" Lagi malas aja kak...."


Selvie menoleh ke Daniel.


Wajah mereka hanya berjarak 10 cm saja.


" Kak Daniel percaya sama hal - hal mistis?" ucap Selvie.


" Hal mistis?" ucap Daniel.


" Ya seperti hantu gitu kak.." ucap Selvie.


" Percaya...Bahkan aku pernah di kerjain sama hantu cewek.." ucap Daniel.


" Di kerjain? Dia nakut - nakutin gitu kak?" ucap Selvie.


" Enggak...


Daniel melihat kembali ke layar laptop. Diam - diam ia memasukkan file buatannya yang mampu mengendalikan kamera laptop milik Selvie. Sebab ia melihat laptop itu terhubung ke internet.


" Hantu cewek itu masuk ke dalam tubuhku.."


" Lalu tuh cewek memakai pakaian milik Ayu.."


" Untung aja Bayu datang.."


" Hantu itu di suruh keluar oleh Bayu.."


" Pas keluar,aku gak nyadar jika pakai pakaiannya Ayu.."


" Lalu ku di suruh ngaca..Barulah aku kaget.." ucap Daniel.

__ADS_1


" Ooo....Begitu..."


Selvie lantas berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di tepi ranjang.


" Seandainya mamahnya kak Daniel menghilang dari rumah tanpa di ketahui baik penjaga maupun CCTV,terus ada yang bilang kalau mamah kak Daniel di bawa ke alam ghaib.."


" Apakah kak Daniel percaya..?" ucap Selvie.


Daniel memutar kursi mengarah ke Selvie.


" Kalau itu aku gak tahu Vie.."


" Cuman..."


" Kata temanku,alam ghaib itu beneran ada..Bahkan dia bisa kesana.." ucap Daniel.


" Siapa teman kak Daniel itu?" ucap Selvie.


Daniel mencabut flasdishnya,karena telah selesai. Lalu berjalan ke tempat Selvie berada.


" Bejo..." ucap Daniel


Daniel duduk di samping Selvie. Namun masih ada jarak 1 meter diantara mereka.


" Bejo tinggal di mana kak?" ucap Selvie.


" Dia tinggal di Jogja."


" Bejo itu keluarga angkatnya Bayu..." ucap Daniel.


Selvie menggeser duduknya sehingga ia menempel dengan Daniel.


" Kak Daniel bisa bantuin?" ucap Selvie.


" Bantuin apa Vie.." ucap Daniel.


Selvie menaruh tangannya di paha Daniel.


" Ya bantuin cari mamahku...Soalnya mamahku di culik sama jin kak.." ucap Selvie.


Daniel menoleh ke Selvie lalu berkata " Serius Vie...?"


Selvie menoleh ke Daniel.


" Serius kak..."


" Mamahku menghilang..."


" Di cek seluruh rumah gak ada,CCTV juga gak ada..Bahkan penjaga gak melihat mamahku keluar rumah.."


" Pakdeku minta bantuan ke pak kyai,tapi mereka gak bisa membantu. Hanya bisa memberi tahu keberadaan mamahku.."


" Bantuin ya kak..."


Selvie menangkupkan kedua tangan menghadap ke Daniel.


" Pliissss...."


" Apapun kak Daniel minta..Akan aku berikan.."


" Asal mamahku bisa di selamatkan.." ucap Selvie memelas.


" Heeemmmm..."


" Sebentar..."


Daniel merogoh kantong celana untuk mengambil ponselnya. Setelah mengeluarkan ponsel,Daniel mencari nama Bejo.


Setelah dapat Daniel menekan tombol panggil lalu menempelkan di telinga.


Tuuut....Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut..


Tuuuut....


" Ono opo Niel...Tumben kowe nelpon." suara Bejo.


" Gakpapa kang..Nganu.."


" Aku ono perlu.." ucap Daniel.


" Perlu opo? Pelet,pengasihan,di tolak cinta,atau memperbesar manukmu..?" suara Bejo.


" Emang sampeyan iso memperbesar burung kang?" ucap Daniel.


" Iso..."


" Diampuut...." ucap Daniel.


" Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.." suara Bejo tertawa.


Daniel menunggu Bejo behenti tertawa lalu berbicara.


" Ngene kang,..."


" Aku duwe kenalan.." ucap Daniel.


" Arek wedok...Bocahhe ayu.." suara Bejo.


" He eh...Kok sampeyan tahu kang.." ucap Daniel.


" Ya tahulah...Terus kamu naksir cewek itu tapi dia menolaknya.." suara Bejo.


" Salah kang..."


" Begini kang...Dengerin aku cerito "


" Mamaknya menghilang dari rumah.." ucap Daniel.


" Teruss..." suara Bejo.


" Di cari di dalam rumah gak ada,di tanya sama satpam.."


" Satpam bilang gak ada keluar rumah. " ucap Daniel.


" Di culik sama genderuwo.." suara Bejo.


" Iyo kang..."


" Pakdenya sudah mendatangi ke pak kyai,kata pak kyai di culik sama jin.." ucap Daniel.


" Suruh aja datang dia datang ke sini" suara Bejo.


" Siap kang...Jadi sampeyan bisa bantu ya.." ucap Daniel.


" Tergantung..." suara Bejo.


" Tergantung apa kang? Duitnya kah..?" ucap Daniel.


" Tergantung amal dan perbuatannya.." suara Bejo.


" Asemm..." ucap Daniel.


" Guyon..."


" Dia ada di sampingmu?" suara Bejo.


" Iyo kang..." ucap Daniel.


" Datang aja kerumah..Bawa foto,nama lengkap mamaknya.. Dan bawa uang buat beli ayam Cemani.." suara Bejo.


" Siap kang...Matur suwun.." ucap Daniel.


" Iyo..." suara Bejo.


Daniel mematikan panggilan lalu menoleh ke Selvie.


" Temanku bisa Vie.." ucap Daniel.


Selvie tak langsung menjawab,ia langsung memeluk Daniel.


" Terima kasih kak...Kak Daniel baik banget.." ucap Selvie.


Daniel membalas pelukan Selvie.


" Iya sama - sama Vie.." ucap Daniel.


Selvie melepas pelukannya,begitu juga dengan Daniel.


Tatapan mereka saling bertemu. Perlahan mereka mendekatkan bibirnya. Entah siapa yang memulai,mereka pun berciuman.


Daniel meraba dada Selvie sambil berciuman.


Setelah itu mereka melepas ciumannya.


Selvie melepas tangtopnya. Nampaklah bukit kembar miliknya.

__ADS_1


Daniel melihat tanda hijau dari Selvie tak menyia - nyiakan kesempatan tersebut. Segera saja ia mencaplok gunung kembar tersebut.


" Aaah....Ssshh...Hemm..."


Sambil menikmati puncak gunung kembar,Daniel meraba celana Selvie,ia merasakan di balik celana itu tak ada kain lagi.


Daniel segera merebahkan tubuh Selvie. Lalu menarik celana pendek tersebut.


Nampaklah lubang surgawi milik Selvie tanpa ada rumput bewarna hitam. Daniel melepas pakaiannya,setelah itu membuka lebar kedua paha Selvie.


Daniel mendekatkan wajahnya di lubang Selvie sambil memegang ke dua sisi yang menutupi lubang tersebut.


Nampaklah bagian dalam lubang tersebut. Daniel segera mengeluarkan lidahnya,lalu menjilati lubang tersebut.


Selvie menikmati serangan pria yang baru ia kenal,ia melakukan itu karena Daniel bisa membantu dirinya.


" Aaahh...Ooouhh..Kak..Teruss kak...Aahh..." racau Selvie.


Hingga tak terasa Selvie merakan ingin pipis,ia pun mengejan - ngejan.


Daniel segera mengubah posisinya,ia menempelkan si Joni yang sudah berdiri di depan pintu masuk lubang surgawi. Setelah pas,ia pun menekannya.


Mereka pun akhirnya bercinta. Berbagai macam gaya pun di lakukan.


Beberapa jam kemudian.


Daniel dan Selvie berada di ruang keluarga duduk di sofa.


Daniel merasakan telah jatuh cinta kepada Selvie namun Selvie sudah punya pacar. Lalu iapun mengutarakan isi hatinya,masa bodoh di terima apa enggak,yang penting sudah menyampaikan isi hatinya.


" Kapan kak Daniel pergi ke Jogja?" ucap Selvie.


" Sabtu Vie.." ucap Daniel.


" Kenapa gak besok aja kak.." ucap Selvie.


" Aku kuliah..."


" Hari sabtu baru bisa ke sana.." ucap Daniel.


" Izin aja kak...Jika kak Daniel kesana,aku ikut.." ucap Selvie.


" Gimana ya..."


" Biasanya hari selasa dosenku ngasih tugas Vie.." ucap Daniel.


" Bagaimana jika hari rabu..?" ucap Selvie.


" Ku lihat dulu lah Vie..Bisa apa enggak.." ucap Daniel.


Lalu mereka pun terdiam.


" Ngomong gak ya..."


"Hemmm..."


Daniel berpikir apakah ia mengutarakan isi hatinya sekarang atau nanti.


Lalu ia memutuskan sekarang.


" Sekarang ajalah.." ucap Daniel dalam hati.


" Vie..." ucap Daniel.


" Iya kak.." ucap Selvie.


" Sebenarnya aku..." ucap Daniel.


" Kak Daniel lapar..?" ucap Selvie.


" Bukan...."


" Aku suka sama kamu Vie sejak pertama kali bertemu,aku tahu ini terasa cepat. Maaf..." ucap Daniel.


Daniel merasakan plong setelah mengutarakan isi hatinya.


" Heeemmm..."


" Aku gak bisa menjawab sekarang kak.." ucap Selvie.


" Iya...Gakpapa.." ucap Daniel.


" Kita kan baru pertama kali bertemu..." ucap Selvie.


Mereka terdiam lagi.


" Ya udah Vie..."


" Aku mau pamit pulang dulu.." ucap Daniel.


" Kenapa buru - buru kak?" ucap Selvie.


" Aku mau ngecek toko.." ucap Daniel.


" Kak Daniel punya toko?" ucap Selvie.


" Punya..Kecil - kecilan.." ucap Daniel.


" Toko apa kak?" ucap Selvie.


" Toko alat pancing.." ucap Daniel.


" Ikut kak..."


" Boleh ya..." ucap Selvie.


" Telpon dulu ayahmu..." ucap Daniel.


" Sebentar kak..." ucap Selvie.


Selvien lantas berdiri,lalu berjalan menuju telpon rumah untuk menelpon ayahnya. Ia tak menggunakan ponsel,karena ponselnya ada di dalam kamar. Dan Selvie malas mengambil ponselnya.


Setelah selesai menelpon,Selvie berjalan ke tempat semula.


" Boleh kak...Ku ganti baju dulu ya..." ucap Selvie.


" Iya..." ucap Daniel.


Selvie berjalan menuju kamarnya.


Selama menunggu Selvie bersiap - siap,Daniel mengambil hapenya,lalu memainkan game.


Setelah lama menunggu,akhirnya Selvie muncul.


Daniel melihat dari atas kebawah lalu ke atas lagi.


" Kamu cantik banget Vie..." ucap Daniel memuji kecantikan Selvie.


" Tadi aku jelek ya kak..?" ucap Selvie.


" Tadi kamu cantik..Sekarang makin cantik..." ucap Daniel.


" Aku gak punya duit receh kak.." ucap Selvie.


" Bayar pakai senyum manismu aja Vie..." ucap Daniel.


Selvie kemudian tersenyum.


" Senyumanmu bagaikan bidadariku di surga.."


" Jangan - jangan kamu adalah jelmaan bidadari Vie" ucap Daniel.


" Kak Daniel bisa aja..." ucap Selvie tersipu malu akibat pujian Daniel.


" Dah yuk...Kita berangkat.." ucap Daniel.


" Ayoo..." ucap Selvie.


Mereka pun berjalan ke teras.


" Tadi kak Daniel ke sini naik apa?" ucap Selvie.


" Naik kereta besi Vie.." ucap Daniel.


Di saat yang bersamaan,Alvin datang bersama Angel. Mereka turun dari mobil lalu berjalan ke dalam rumah.


Di saat Daniel keluar pintu,Alvin 2 dari pintu.


Daniel merasa pernah bertemu dengan pria tersebut. Begitu juga dengan Alvin. Alvin merasakan pernah bertemu dengan pria yang berjalan dengan adiknya.


" Kak...Aku keluar dulu ya.." ucap Selvie.


" Iyaaa...."


" Dia cowok barumu Vie?" ucap Alvin.

__ADS_1


" Iya kak..." ucap Selvie


__ADS_2