SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MAU KAK..


__ADS_3

Setelah selesai shalat dan berdo'a.


" Kak..." ucap Ida.


" Iya...Ada apa dek?" ucap Bayu.


" Hemm..Adek mau jawab pertanyaan kakak,tapi adek malu.." ucap Ida.


Bayu melihat ke tiga istri.


Ke tiga istrinya segera pergi meninggalkan ruang shalat.


" Tapi ulun sebelumnya minta maaf kak.." ucap Ida setelah ketiga istrinya pergi.


" Minta maaf soal apa?" ucap Bayu.


" Mengenai adek minta ikut ke Jakarta..." ucap Ida.


" Itu gak usah di pikirkan,karena kakak sudah memaafkan sebelum adek minta maaf.Malah sebenarnya jika bisa keluarga adek juga ikut.." ucap Bayu.


" Jawaban adek...." ucap Ida.


Bayu mendengar suara getar hapenya,lalu ia melihat ke arah ponsel Nokia yang ia letakkan di di depannya,dan mengambilnya.


Nampak panggilan dari ibunya.


Bayu mengarahlan telapak tangan ke Ida. Lalu menerima panggilan.


" Assalam mu'alaikum bu..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam....Sayang sudah di rumah " suara Hana.


Seekor kucing persia warna abu - abu mendekati Bayu,lalu tidur di pangkuan Bayu. Bayu mengusap kepala kucing tersebut.


" Sudah bu..." ucap Bayu.


" Apakah Ida bersama sayang?" suara Hana.


" Iya bu..Ini ada di depan Bayu..Ibu mau ngomong sama Ida?" ucap Bayu.


" Enggak sayang...Ibu hanya bertanya saja.."


" apakah dia memberh jawaban ke sayang..?" suara Hana.


" Ini Ida mau memberitahu bu..Tapi ibu keburu nelpon.." ucap Bayu.


" Ya maaf sayang.. Ibu gak tahu.Ya sudah kalau begitu,ibu mau lanjut lagi..." suara Hana.


" Iya bu.." ucap Bayu.


" Assalam mu'alaikum..." suara Hana.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu lalu mematikan panggilan daneletqkkan ponselnya di lantai.


" Itu kucing kakak?" ucap Ida.


" Ini milik Diana dek.." ucap Bayu.


" Ooo..."


"Heeemmm...Maaf kak ..."


" Adek mau jadi istri kakak,jika kakak masih sendiri..." ucap Ida.


" Iya...Ayoo kita kebawah.." ucap Bayu.


" Kak Bayu marah?" ucap Ida.


Bayu menggelengkan kepalanya.


" Kakak gak akan marah..Sebab kakak sudah ikhlas... Kalau di terima ya kakak senang sekali..Jika tidak pun gak masalah.." ucap Bayu.


Ida menundukkan kepalanya.


"Sebenarnya itu dari mamak adek.."


Ida meneteskan air matanya.


" Mamak menyuruh ke adek agar jangan menerima..Adek sebenarnya gak mau pisah dengan kak Bayu..." ucap Ida.


" Pantesan ingin ikut..Rupanya ini toh alasannya.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu merunkan kucingbyang tidur dipangkuannya,kemudian mengambil tissue di atas lemari kecil. Setelah itu mendelati Ida.


" Ikuti ucapan mamak adek ya..." ucap Bayu.


Tangisan Ida semakin menjadi.


" Asem....Malah tambah deras lagi air matanya.." ucap Bayu dalam hati melihat air mata Ida mengalir tambah banyak dari sebelumnya.


Ingin rasanya Bayu memeluk Ida. Tqpi apalah daya,Ida bukan istrinya dan juga bukan adik kandungnya. Ia gak tega melihat wanita menangis di depannya,mau pergi meninggalkan Ida yang sedang menangis kasihan. Gak di tinggal Bayu merasakan ikut sedih.


Muncul Dewi berjalan ke arah Bayu,Dewi ingin mengatakan para istrinya menunggu di meja makan,tapi saat melihat Ida menangis di dekat Bayu. Dewi mengurungkan niatnya.


" Ada apa mbak?" ucap Bayu melihat Dewi diam saja berdiri.


" Maaf mas...Di tunggu istrinya mas di meja makan.." ucap Dewi.


" Iya mbak..."


Bayu melihat ke arah Ida lalu memegang pundaknya.


" Ayoo dek..Kita makan dulu.."


Dewi berjalan menjauhi Bayu.


Ida menggelengkan kepalanya.


" Nanti adek sakit...Kakak kena marah sama orang tua adek..." ucap Bayu.


Ida mendongakkan kepalanya.Bayu mengelap air mata Ida dengan tissue yang di pegang.,saat baru mengelap,Ida memeluk Bayu.


Bayu hendak membalas,namun ia urungkan.


" Adek tinggal di sini ya kak?" ucap Ida.


" Iya...Tapi 2 hari,setelah itu ke Jogja dan minggu sore adek harus kembali pulang ."


Ida melepaskan pelukannya.


" Ayo kita makan dulu dek..."


Ida diam tak menjawab. Bayu meletakkan ke dua tangannya di pundak Ida.


" Kakak sudah di amanahkan oleh kedua orang tua adek untuk menjagamu..Jika adek sakit,kakak merasa bersalah...Ayoo.." ucap Bayu.


" Enggeh kak..." ucap Ida.


" Pinter...."


Bayu mengelap air mata Ida.


Setelah muka Ida kering dari air mata.


" Ayoo.." ucap Bayu lalu berdiri.


Ida mengulurkan kedua tangannya,Bayu menyambut lalu menarik Ida hingga berdiri.

__ADS_1


Setelah itu mereka berjalan ke arah ruang makan.


" Adek mau jalan ke Dufan apa enggak..?" ucap Bayu.


" Mau kak..Tapi...Adek kadada duit ae buat pergi ke sana kak.." ucap Ida.


Merekq menuruni anak tangga.


" Kakak yang bayarin...." ucap Bayu.


" Rumah seganal ( sebesar) ini,ada hantunya gak kak?" ucap Ida.


" Adaa..." ucap Bayu.


" Serius kak...?" ucap Ida.


" Iyq..tapi itu dulu...Sekarang dah enggak.." ucap Bayu.


Tiba - tiba muncul Laura di depan Bayu.


" Bang..." ucap Laura seperti biasa membuat kaget Bayu.


Pleetaaak.... Bayu menjitak kepala Laura.


" Kalau ku jawab,yang ada malah Ida jadi takut"


ucap Bayu dalam hati.


" Sakiiit bang..."


Laura melihat ke arah wajah Ida,ia pun terkejut.


" Bagaimana dia hidup lagi bang..?Apakab abang yang menghidupkannya?"


Bayu tetap tak menjawab ucapan Laura.


" Bang...Kalau abang bisa menghidupkan orang yang sudah mati,hidupkan gue dong bang.."


" Gue juga mau hidup lagi"


Ida dan Bayu sampai di ruang makan lalu Bayu meletakkan ponselnya di meja kemudian mengambil Bintang,agar Diana bisa makan lebih dulu.


Laura berdiri di samping Bayu.


" Mau ketemu sama enyak..Ngobrol sama enyak.."


" Bang...Jawab dong..." ucap Laura.


" Gak bisa..." ucap Bayu lirih.


Suara Bayu di dengar oleh Ayu yang ada di dekatnya.


" Apanya yang gak bisa shujin?" ucap Ayu.


Muncul ke dua pembantu.


" Gakpapa yomesan..." ucap Bayu.


" Sini nak..Biar Bintang ibu yang jaga..Nak Bayu makan saja.." ucap bu Yuli.


Bayu menyerahkan Bintang ke bu Yuli lalu membaca do'a sebelum makan. Para istrinya juga ikut membaca sambil mengadahkan tangan. Ida yang melihat juga ikut - ikutan.


" Anggap aja di rumah sendiri ya Da...Gak usah sungkan.." ucap Bayu.


Ayu mengambil nasi untuk Bayu,kemudian Diana mengambil lauk untuk Bayu.


" Iya kak ae..." ucap Ida..


Sulis mengambil sambal lalu menaruh di piring Bayu. Setelah itu para istrinya mengambil nasi sendiri.


Ekspresi merela tak seperti biasanya.


" Setelah makan..."


Laura menghilang dari ruang tamu.


" Aisyah dan Mel..Ikut ke ruang musik ya.." ucap Bayu.


" Mau ngapain kak?" ucap Mel.


" Ada yang mau ku sampaikan ke kalian..." ucap Bayu.


" Iya kak..." ucap Melisa.


Bayu mulai memakan makanannya.


Tiba - tiba ponselnya bergetar,Bayu melihat ke layar muncul nama Alex menelpon.


Ayu melihat ponsel Bayu bergetar panjang lalu melihat ke arah Bayu.


" Kenapa gak di angkat shujin..?" ucap Ayu.


" Alex yang nelpon yomesan..Nanti aja ku telpon balik setelah selesai makan.." ucap Bayu.


Setelah selesai makan,Bayu mengambil ponselnya di meja,lalu menelpon Alex.


Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...


" Bay....Lu ada di mana?" suara Alex.


" Di rumah Lex..Maaf tadi aku lagi makan..Ada apa apa Lex..?" ucap Bayu.


" Gue sama teman - teman melihat Daniel di keroyok.."


Deeeg.....Bayu tersentak kaget.


"Terus kita berhenti dan bantuin..." suara Alex.


" Apakah Daniel luka - luka Lex?" ucap Bayu.


" Hanya bonyok aja Bay..." suara Alex.


" Kurang ajar..Aku harus segera menemui Marthen.." ucap Bayu dalam hati.


" Sekqrang Daniel di mana?" ucap Bayu.


" Ada di Cafe Bay...Padahal kita mau bawa dia ke rumah sakit.." suara Alex.


" Thanks ya Lex dah bantuin Daniel.." ucap Bayu.


" Sama - sama..Dah dulu ya Bay.." suara Alex.


" Iya Lex.." ucap Bayu.


Panggilan berakhir.


" Daniel kenapa Bi..?" ucap Diana.


" Marthen berulah lagi...Nanti malam aku akan datangi rumahnya..." ucap Bayu.


" Kurang ajar... Nanti ku suruh pengawal memotong ke dua kakinya dan tangannya bi..Biar dia kapok.." ucap Diana.


Uhhuuuk...Uhuuuk.... Ida tersedak saat meinum mendengar ucapan Diana.


" Jangan mi.... Biar abi yang urus..." ucap Bayu.


Setelah mereka selesai makan,Bayu berjalan bersama Melisa dan Aisyah ke ruang musik.

__ADS_1


Sesampai di ruang musik,mereka pun duduk.


Aisyah dan Melisa menundukkan kepalanya.


" Aisyah...Melisa..."


" Apakah kalian memikirkan jika ku cerai?" ucap Bayu.


" Iye .." ucap Aisyah.


" Iya kak.." ucap Melisa.


Bayu menghela nafasnya.


" Aku tidak akan menceraikan kalian.." ucap Bayu.


Melisa dan Aisyah berbarengan melihat ke arah Bayu.


" Benarkah ya amar..." ucap Aisyah.


Bayu menganggukkan kepalanya.


Mereka pun memeluk Bayu.


Aisyah mengeluarkan air mata bahagianya,awalnya ia mengira Bayu akan menceraikan dirinya dan juga Melisa.


" Sampai maut memisahkan kita..Akubtak akan menceraikan kalian..."


Melisa dan Aisyah melepas pelukannya lalu duduk kembali.


" Saat selesai shalat Dzuhur.."


" Ida mengatakan dirinya mencintaiku..Tapi ibunya melarang..."


" Meskipun ibunya menerima...Aku tak akan menceraikan kalian.." ucap Bayu.


" Tapi ibu.."ucap Melisa tak melanjutkan ucapan karena Bayu megarahkan telapak tangannya.


" Iya..Aku tahu itu.."


" Allah hanya berkata empat saja,tapi gak melarang lebih dari empat..Dan harus bersikap adil.."


" Jadi..."


" Untuk Mel...Kakak gak akan menceraikanmu.."


" Jika kalian merasa tidak adil,beritahu aku..."


" Aku akan memperbaikinya..." ucap Bayu.


" Iya.." ucap Aisyah dan Melisa.


" Untuk masalah ibu...Biar aku sendiri yang berbicara..."


Bayu berdiri lalu Aisyah dan Melisa ikut berdiri.


Bayu berjalan ke arah Aisyah kemudian memeluknya.


" Maafkan aku,aku membuatmu merasa bersedih atas keadaan ini ya amar.." ucap Bayu.


" Iya habib albi..Saye pun minta maaf jika ade salah.." ucap Aisyah.


Bayu melepas pelukannya,lalu memeluk Melisa.


" Maafin kakak ya Mel sayang... Kakak gak mau pisah dengamu..Karena aku sayang kepadamu Mel.." ucap Bayu.


" Iya kak..Mel juga sayang sama kakak..."


Bayu melepaskan pelukannya.


" Kak..." ucap Melisa.


" Iya sayang.." ucap Bayu.


" Mel sebenarnya ingin kuliah lagi kak..Boleh gak?" ucap Melisa.


" Hemm...Boleh...Asal bisa menjaga diri ya sayang.."


" Kakak gak melarang berteman dengan teman pria,tapi batasin. Jangan berlebihan ya Mel.." ucap Bayu.


" Iya kak.."


Melisa memeluk Bayu.


" Makasih ya kak..." ucap Melisa.


" Iya...Yok kita keluar.."


Muncul Laura di samping Bayu.


" Laura...Aku gak bisa menghidupkanmu.." ucap Bayu,karena sebelumnya Bayu pernah mengobrol dengan Laura di saat ada Aisyah.


" Kenapa Putri hidup kembali bang?" ucap Laura.


" Kak...Laura ada di sini?" ucap Melisa.


" Iya Mel..."


" Dia bukan Putri Raa...Dia itu Ida,wajahnya aja yang mirip.."


" Dia dari kalimantan.." ucap Bayu.


" Ooo..Begitu ya bang..Aye pikir dia itu Putri bang..Mukanya mirip banget.." ucap Laura.


Bayu berjalan ke pintu di ikuti Aisyah dan Melisa.


" Jangankan lu....Gue juga kaget Ra...Lihat wajahnya Ida.." ucap Melisa.


Bayu meraih tangan Melisa dan Aisyah sambil berjalan menuju ruang keluarga.


" Besok..Kalian mau menemani Ida ke Dufan apa enggak..?" ucap Bayu.


" Mau...Habib albi tak ikut?" ucap Aisyah.


" Ikut..Hanya saja jam 10 aku harus pulang,soqlnya besok kan hari Jum'at.." ucap Bayu.


" Kenapa gak hari sabtu aja kak kita ke Dufannya..?" ucap Melisa.


" Kan kita pergi ke Jogja Mel..." ucap Bayu.


" Oh iya...Lupa.." ucap Melisa.


" Kalau gak mau juga gakpapa..Nanti ku bilang ke Ida gak jadi ke Dufan.." ucap Bayu.


" Mau kak..." ucap Melisa.


.


.


.


BERSAMBUNG.


.


Maaf baru update. Badanku sakit semua,kemarin habis nyangkul di tambah salah posisi tidur. Seharian di rumah aja. Mau lanjut nyangkul gak bisa..Mau mancing di omelin istri,ikan di kulkas masih banyak..

__ADS_1


__ADS_2