
"Pak kyai...Saya pamit undur diri dulu..." ucapku.
" Assalam mu'alaikum..." suara pria yang begitu familiar di telingaku. Iya aku tahu pemilik suara itu. Itu adalah ayahku.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap kyai Syukron.
Ku menoleh ke pintu. Ayahku berjalan dan ia melihatku.
" Bayuuu....!!!?? " ucap ayahku.
" Bajingan...Kok dia tahu aku ada di sini.."
" Jangan - jangan dia mengikutiku lagi.." ucapku dalam hati.
Ayahku bersalaman dengan pak kyai Syukron,lalu menyodorkan tangan kepadaku. Ku sambut tangan ayahku lalu kucium punggung tangannya.
" Silahkan duduk.." ucap Kyai Syukron.
Ayahku duduk di sampingku.
" Kok kamu di sini nak?" ucap ayahku.
" Bayu sudah terbiasa datang ke sini yah.."
" Ayah sendiri kenapa ke sini? Apakah ayah mengikutiku?" ucapku.
" Enggak...Ayah datang ke sini karena dapat petunjuk dari pak Kyai Ahmad Gazali.."
Ayahku melihat ke arah pak kyai Syukron.
" Maafkan saya pak kyai,saya tak menduga bertemu dengan Bayu putra saya.." ucap ayahku.
" Oooo...Anda ini ayahnya pak kyai Bayu to.."ucap kyai Syukron.
Ayahku menoleh ke arahku.
" Kamu seorang kyai sekarang nak." ucap ayahku.
" Jangan percaya dengan ucapan pak kyai Syukron ayah... Bayu ini bukan kyai ataupun ustadz..." ucapku.
Ayahku kembali melihat kyai Syukron.
" Maaf pak kyai..Nama saya Agus. "
" Saya datang kemari atas petunjuk dari pak kyai Ahmad Gazali.."
" Kata beliau,pak kyai bisa membantu saya.." ucap ayahku.
" Membantu bagaimana ya pak ?" ucap kyai Syukron.
" Paling minta bantuan untuk ibunya Alvin.." ucapku dalam hati.
" Begini pak kyai..."
" Istri adik saya kamis sore meminta izin untuk pergi menemui adiknya. Adik saya menyetujuinya. Malamnya mereka tidur bersama.."
" Nah ...Paginya itu,istri adik saya sudah tidak ada di kamar tidur. Adik saya berpikir bahwa istrinya sudah pergi."
" Namun pas sore hari,istrinya belum ada pulang,dia menelpon hapenya tertinggal di rumah.."
" Dia menelpon adik istrinya,tapi gak aktif,lalu menelpon anaknya. Kata anaknya juga gak tahu.."
" Begitu di cek di dalam kamar,dompet istrinya tergeletak di meja. Dia menyakan ke penjaga,penjaga bilang gak ada lihat istrinya keluar rumah,lalu di cek semua ruangan juga tak menemukan istrinya."
" Tadi saya memgunjungi pak kyai Ahmad Gazali.."
" Kata beliau,istri adik saya ada di alam Jin..."
" Kemudian beliau menyarankan ke saya untuk datang kemari.." ucap ayahku.
Pak kyai syukron melihat ke arahku.
" Apakah pak kyai bisa membantu?" ucap kyai Syukron.
" Maaf pak kyai..."
" Saya tidak mau membantu.." ucapku.
Aku yang memasukkan ibunya Alvun,masa aku juga yang mengeluarkan. Nanti bisa ketahuan lagi jika aku yang menculiknya.
" Kenapa tidak mau membantu ?" ucap kyai Syukron.
" Sebab yang di maksud ayah saya itu orang yang pernah menyakiti ibu saya pak kyai. Sampai dunia ini kiamatpun,saya tak akan pernah memaafkannya pak kyai.." ucapku.
" Heemm..."
" Untuk menyelamatkan orang yang berada di alam Jin,itu sangat mustahil di lakukan,hanya yang berilmu tinggi dan bmyang terbiasa berhubungan langsung dengan hal - hal ghaib.." ucap kyai Syukron.
" Apakah pak kyai tidak bisa menyelamatkan istri adik saya.." ucap ayahku.
" Sebentar..."
Pak kyai Syukron berdiri lalu berjalan,ia mengambil seseuatu di meja kecil. Rupanya pak kyai mengambil hape.Lalu kembali duduk.
" Saya hubungi sahabat saya dulu.."
Pak kyai Syukron menekan hapenya,lalu meletakkan di telinganya.
" Assalam mu'alaikum sahabatku...Maaf aku mengganggumu.."
" Begini...Aku minta tolong kamu datang ke sini,ada masalah penting.. "
__ADS_1
"Aku gak bisa nolongi.."
" Masalah Jin..."
" Ayahnya Bayu..."
" Iya...Bayu putranya Hana.." ucap kyai Syukron.
" Jangan - jangan pak kyai menghubungi pak kyai Mustafa.." ucapku dalam hati. Sebab pak kyai menyebut nama ibuku.
" Assalam mu'alaikum.."
Pak kyai Syukron meletakkan hapenya di meja.
" Tunggulah beberapa saat lagi,sahabatku akan datang kemari.." ucap kyai Syukron.
" Apakah sahabat pak kyai itu pak kyai Mustafa..?" ucapku memastikan dugaanku tadi.
" Betul sekali pak kyai.." ucap kyai Syukron.
" Jiangkreek....Jika pak kyai Mustafa datang ke sini,terus dia menghubungi pakdeku bisa gawat.."
" Semoga saja pak kyai Mustafa gak menghubungi pakdeku." ucapku dalam hati.
Seorang santri datang membawa nampan berisi teh,lalu di letakkan di meja,kemudian pergi masuk ke dalam lagi.
" Apakah istri adik anda mempunyai musuh?" ucap kyai Syukron.
" Saya tidak tahu pak kyai..." ucap Agus.
" Maaf,nama istri adik anda siapa? Kalau boleh saya tahu.." ucap kyai Syukron.
" Nama Lesti Ayunda Nugroho binti Nugroho Arya Kusumo.." ucap ayahku.
Ku lihat pak kyai Syukron memejamkan matanya sambil menggerakan bibirnya. Aku yang awalnya mau pulang,malah tertahan.
Tak lama kemudian,pak kyai Syukron membuka matanya.
" Assalam mu'alaikum..." suara pria tua yang familiar di telingaku. Aku tahu pemilik suara ini,yaitu pak kyai Mustafa.
Pak kyai Mustafa berjalan sambil memegang tasbih,nampak tasbihnya bergerak.
" Wa'alaikum salam warahmatullah.." ucapku.
Pak kyai Mustafa bersalaman ke pak kyai Syukron lalu ke ayahku,kemudian kepadaku. Setelah itu duduk.
" Piye kabare pak kyai...Suwi ra ono kabare." ucap kyai Mustafa kepadaku.
"Alhamdulilah... Sehat pak kyai..Sepurane,kulo sibuk banget pak kyai.." ucapmu.
" Sibuk opo awakmu.." ucap kyai Syukron.
" Sibuk macul sawah pak kyai..." ucapku.
" Aku gak bisa menyelamatkan orang di alam Jin,tadi aku sudah memeriksanya. Istri dari adik ayahnya Bayu,di bawa ke alam Jin." ucap kyai Syukron.
" Jenenge sopo..?" ucap kyai Mustafa.
" Lesti Ayunda Nugroho binti Nugroho Arya Kusumo.." ucap kyai Syukron.
Ku lihat pak kyai Mustafa memejamkan matanya sambil menggerakkan tasbih di tangannya.
Tak lama kemudian ia membuka mata lalu menatap ke arahku.
" Apakah pak kyai ingat wanita iblis yang mengganggu pak kyai..?" ucap kyai Mustafa.
" Ingat pak kyai.." ucapku. Kalau ku jawab enggak,gak mungkin.
" Bibimu ada di sana,di alamnya Kumala Sari..." ucap pak kyai Mustafa.
" Dia bukan bibiku pak kyai..." ucapku.
" Aku bisa saja pergi ke sana,tapi.."
" Aku gak mau bentrok dengan wanita iblis itu.."
" Jika aku masih muda,pasti aku akan pergi ke sana.." ucap kyai Mustafa.
" Tolongin saya pak kyai..." ucap Agus.
" Nak...Coba kamu tolongi ayahmu ini.." ucap kyai Mustafa.
" Diampuut.." ucapku dalam hati.
" Maaf pak kyai.. Bayu gak mau membantu,sebab orang itu pernah menyakiti ibu Bayu..." ucapku.
" Oalah...Ngono to...Yo...Yoo.."
" Apakah dia ada berbuat jahat lagi pada Hana?" ucap kyai Mustafa.
" Enggak ada pak kyai..." ucapku.
" Dia telah menyakiti hatiku dan juga menghilangkan nyawa orang yang ku cintai pak kyai.." ucapku dalam hati.
"Maaf pak kyai...Apakah anda mengenal ibunya Bayu.." ucap ayahku.
Pak kyai Mustafa melihat ke arah ayahku.
" Iya..Aku mengenalnya,dari dia kecil hingga tumbuh dewasa hingga sekarang..."
" Hemmmmm....."
__ADS_1
"Kenapa sampeyan enggak meminta bantuan ke Hana saja..."ucap kyai Mustafa.
" Apakah Hana bisa menyelamatkan istri adik saya pak kyai?" ucap ayahku.
" Bisa...Bahkan aku sempat melihatnya bertarung dengan wanita iblis itu.." ucap kyai Mustafa.
" Saya gak mungkin bisa meminta bantuan ke Hana pak kyai.." ucap ayahku.
" Kenapa tidak bisa,kan kalian serumah.." ucap kyai Mustafa.
" Kami telah lama bercerai,dan dia membenciku..." ucap ayahku.
Ku lihat jam tanganku,20 menit lagi akan magrib.
" Nak... Coba kamu tolongin ayahmu ini.."
" Maafkan kesalahan yang di lakukan oleh bibimu terhadap ibumu.." ucap kyai Mustafa.
" Maaf pak kyai,Bayu tidak bisa memaafkan kesalahan dia,bahkan bila Bayu bertemu. Pasti dia menghina ibuku lagi.."
" Sebentar lagi mau magrib...Bayu pamit mau ke mesjid dulu.."ucapku.
" Oh iya...Hampir mau magrib..Ayoo kita ke mesjid dulu..." ucap kyai Syukron.
Akhirnya,kamipun pergi ke mesjid bersama - sama.
" Apakah ibumu ada di rumah?" ucap kyai Mustafa.
" Ada pak kyai.." ucapku.
" Kowe duwe acara opo enggak bengi iki ?" ucap kyai Mustafa.
" Gak duwe.." ucap kyai Syukron.
"Bagaimana jika kita pergi kerumah Bayu malam ini.." ucap kyai Mustafa.
" Ayoo..." ucap kyai Syukron.
" Diamput...Mereka malah mau kerumahku lagi. Semoga aja Kumala Sari gak ada di rumah,bila ada malah jadi runyam masalahnya." ucapku dalam hati.
Setiba di dalam mesjid.Terdengar suara bedug di pukul.
" Ndang adzan pak kyai..." ucap kyai Mustafa.
" Injih pak kyai..." ucapku.
Ku berjalan ke mic yang terpajang di dekat mimbar,lalu mengumandangkan adzan.
Setelah selesai shalat magrib,kami berjalan ke rumah pak kyai Syukron.
" Kita langsung pergi saja ke sana,kalau nunggu habis isya' gak enak datang kerumah Bayu.." ucap kyai Mustafa.
Padahal aku ada di samping pak kyai Mustafa. Kok bisa gak enak gitu loh. Emangnya aku ini makanan apa.
" Aku tak bilang dulu ke istriku..." ucap kyai Syukron.
" Iyoo...Ojo suwi - suwi..." ucap kyai Mustafa.
Ku ambil hapeku untuk menghubungi ibuku sambil berjalan menjauh.
Tuuut...Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...
" Assalam mu'alaikum sayang.." suara ibuku.
" Wa'alaikum salam bu..."
" Bu...Ini Bayu bertemu dengan ayah lagi di pondok pesantren.." ucapku.
" Haaaaa...Kok bisa sayang?" suara ibuku.
" Ya bisa bu...Ini mereka mau kerumah bu" ucapku.
" Sayang bilang aja ibu gak ada di rumah.." suara ibuku.
" Bayu bilang ada di rumah.. Pak kyai Syukron juga mau datang kerumah bu..." ucapku.
" Ya sudah kalau begitu..." suara ibuku
"Bu...Jika ada Kumala Sari,tolong suruh dia pergi ya bu.." ucapku pelan.
" Iya sayang..." suara ibuku.
" Assalam mu'alaikum.." ucapku.
" Wa'alaikum salam " suara ibuku.
Ku matikan panggilan telpon,lalu berjalan ke arah pak kyai Mustafa.
" Pak kyai..Bayu pulang duluan ya.." ucapku.
" Kenapa gak barengan aja Bayu.." ucap kyai Mustafa.
" Bayu naik motor pak kyai.." ucapku.
" Ya sudah...Kasih tahu ibumu bahwa kita mau ke sana.." ucap kyai Mustafa.
" Bayu sudah memberi tahu ibu pak kyai..."
" Assaalam mu'alaikum..." ucapku.
" Wa'alaikum salam warah matulllah..." ucap kyai Mustafa.
__ADS_1
" Wa'alaikum salam.." ucap ayahku.
Ku berjalan menuju si King yang terparkir.