SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
TUNGGU PEMBALASANKU


__ADS_3

Kumala Sari yang menantikan kedatangan Bayu tak kunjung muncul,ia merasakan amarah,karena Bayu telah mengingkari janjinya,lalu ia menemui ki Kartolo,tempat biasa Bayu berkunjung. Namun jawaban ki Kartolo membuat Kumala Sari jengkel. Karena ki Kartolo bilang bahwa Bayu telah tewas


"Antar aku kerumahnya " ucap Kumala Sari.


" Apakah kowe yakin bahwa Bayu masih hidup?" ucap ki Kartolo.


" Iya...Aku sangat yakin sekali daripada dirimu yang mudah percaya..." ucap Kumala Sari.


" Yo wes...Enteni aku..Aku mau siap - siap.."


ki Kartolo masuk ke dalam rumah.


" Nduuk..." ucap ki Kartolo.


Ki Kartolo mencari Nadya.


" Dalem..."


Nadya yang mendengar suara ayahnya memanggil lantas menghampiri.


" Wonten nopo pak?" ucap Nadya.


" Tulung jogo bapak,bapak arep nang omahe Hana..." ucap Ki Kartolo.


" Injih pak..." ucap Nadya.


Ki Kartolo dan Nadya masuk ke dalam ruangan khusus.


Kemudian ki Kartolo duduk bersila,ia memejamkan mata sambil komat kamit membaca mantra.


Nampak sukma ki Kartolo keluar dari raganya lalu melesat keluar.


Ki Kartolo melihat Kumala Sari masih berdiri di tempatnya.


" Ayo melu aku..." ucap ki Kartolo.


Ki Kartolo dan Kumala Sari menghilang dari teras rumah.


***


Jakarta.


Rumah Bayu.


Nampak Hana tidak pergi ke kantor. Ia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Karena merasa kehilangan orang yang sangat ia cintai dan sayangi.


Ayu melanjutkan perjuangan Bayu,berupa menulis terjemahan Al Qur'an ke dalam bahasa china yang di bantu santriwati pondok pesantren Darul Rahman. Pak KH. Syukron awalnya tak percaya jika Bayu telah tewas. Namun setelah mendengar cerita dari Ayu,ia pun mempercayainya. Ayu telah membaca surat dari Bayu yang di berikan oleh Putri.


Putri menemukan surat itu saat dirinya hendak memasukkan uang hasil penjualan ke dalam brankas,lalu melihat surat sebanyak 4. Kemudian ia memgambil surat itu. Di surat itu sudah tercantum nama dirinya,Ayu,Diana dan ibunya Bayu. Kemudian Putri memberikan surat itu.


Kembali ke cerita.


Hana duduk di Gazebo tempat biasa Bayu duduk bersama istri dan teman - temannya. Ia tak lagi memakai cadar,hanya Jilbab yang mentutup rambutnya.


Badannya mulai kurus karena nafsu makannya tak ada. Ia memegang baju milik Bayu yang biasa Bayu pakai.


" Sayang...."


" Ibu kangen..."


Tiba - tiba ki Kartolo dan Kumala Sari muncul di hadapan Hana.


Hana yang melihat mereka biasa saja.


" Hana...Aku duwe kabar apik..."


" Bayu durung matek..." ucap ki Kartolo.


" Kamu mau apa wanita iblis..?" ucap Hana.


" Diamput...Malah aku di cuekin.." ucap ki Kartolo kesal.


" Aku mencari Bayu suamiku...Kata pria tua ini..Bayu telah tewas...Dan aku tidak percaya jika suamiku tewas.." ucap Kumala Sari.


" Iya...Bayuku telah tiada... Jika kamu ingin bertarung denganku..Aku menyerah..." ucap Hana yang sudah tidak punya keinginan untuk hidup lagi.


" Aku tidak ingin bertarung denganmu...Yang aku inginkan suamiku...Dia berjanji setiap 1 bulan sekali akan menemuiku.."


" Aku telah memberikan sebagian ilmuku pada dia...Karena aku merasa bahwa dia akan menghadapi sesuatu yang sangat sulit.."


" Jika Bayuku telah tewas..Maka ilmu yang aku berikan akan kembali padaku..." ucap Kumala Sari.


Deeg....Hana tersentak kaget dengan ucapan Kumala Sari barusan.


" Apakah Bayuku masih hidup?" ucap Hana.


" Tentu saja suamiku masih hidup...Di mana dia sekarang..."


" Cepat katakan.." ucap Kumala Sari.


Hana yang awalnya tak ingin hidup, mendengar ucapan wanita iblis yang mengaku bernama Kumala Sari menjadi semangat untuk hidup lagi,ia ingin mencari keberadaan Bayu.


" Bayu masih di china.."


Hana menceritakan kejadian yang menimpa Bayu.


" Itulah yang terjadi.." ucap Hana.


Putri datang sambil membawa makanan untuk ibu mertuanya.


" China itu di mana?"ucap Kumala Sari.


" Bu... Makan dulu bu.. Tadi ibu makan makan hanya sesuap saja. " ucap Putri.


" China berada sangat jauh.." ucap Hana tak menjawab ucapan Putri.


" Ibu bicara dengan siapa?" ucap Putri tak melihat lawan bicaranya.


" Pantas saja,aku tak bisa melacak keberadaanya.."


" Carilah suamiku...Jika tak sadarkan diri selama 1 bulan,maka dia tewas..." ucap Kumala Sari.


" Aku akan mencari Bayuku tanpa kamu suruh..." ucap Hana.


" Bu...Mas Awan sudah tenang bu..." ucap Putri. Putri mengira ibu mertuanya seperti orang gila.


" Bagus... 1 purnama..Aku akan kembali ke sini.." ucap Kumala Sari.


Kumala Sari menghilang dari hadapan Hana.


" Aku balik disek yo.." ucap ki Kartolo.


" Iya pak tua..." ucap Hana.


" Bu..."


" Ibu bicara dengan siapa? "


" Putri tak melihat siapa - siapa di sini.." ucap Putri.


Ki Kartolo menghilang dari hadapan Hana.


Hana menoleh ke Putri.


" Ibu bicara pada ayahnya Bejo dan Kumala Sari ." ucap Hana.


" Ooohh...Begitu.."


" Makan dulu bu..Biar mas Awan senang melihat ibu.." ucap Putri sambil menyodorkan makanan ke mulut Hana.


" Iya...Ibu akan makan sayang..." ucap Hana.


Hana menerima suapan Putri.


Tak terasa,nasi di piring itu habis.


" Alhamdulilah...Akhirnya ibunya Awanku mau makan kembali.." ucap Putri dalam hati.Ia merasa sangat senang sekaki,awalnya ia merasa sedih melihat keadaan ibu mertuanya.


Dirinya juga sempat merasa tak punya keinginan hidup,karena kehilangan Bayu untuk selama - lamanya. Namun ia teringat akan bayi yang di kandungnya. Sehingga ia berusaha tetap tegar menghadapinya.


" Di mana Diana?" ucap Hana.


" Ada di dalam bu.." ucap Putri.


" Tolong panggilkan dia ya sayang..." ucap Hana.


" Baik bu...." ucap Putri.


Putri berjalan menuju rumah sambil membawa peralatan makan yang kotor.


Setelah agak lama menunggu,akhirnya Diana datang.


" Duduklah di samping ibu..."


Diana duduk di samping Hana.


" Ajarkan ibu bahasa china.." ucap Hana.


" Ibu mau ke China?" ucap Diana.


" Iya...Ibu mau ke China..Jadi ajarkan ibu bahasa China." ucap Hana.


" Kenapa ibu mau ke china..." ucap Diana.


" Jika tidak mau..Maka ibu akan belajar sama orang lain saja.." ucap Hana.


" I...I..Iya bu..Ana mau mengajari ibu.." ucap Diana.


" Pinter...Itu yang ingin ibu dengar jawabanmu sayang..Bukan malah pertanyaan.." ucap Hana.


***


Di sisi teman - teman Bayu.


Nampak Bimo,Lukman dan Paijo dan Daniel berada di dalam mesjid.


" Ini sudah masuk 1 bulan sejak Bayu gak ada..." ucap Lukman.


" He eh...Gak keroso yoo.." ucap Bimo.


" Aku gak nyangka..Bayu pergi secepat ini.." ucap Daniel.


" Jenenge wes takdir Niel.." ucap Paijo.


" Sesuk mancing yuuk..Mumet aku.." ucap Bimo.


" Mumet lapo Bim..?" ucap Lukman.


" Kuwi....."


"Bapak e Clara jaluk tulung aku,yen aku pengen ngerabi anak e.. Kudu iso bujuk Lek Jien Li.." ucap Bimo.


" Berarti ada udang di balik batu itu Bo.." ucap Daniel.


" He eh..."


" Mangkane aku mumet...Piye carane aku bujuk lek Jien.." ucap Bimo.


" Hemm..."


" Menurutku ini ya Bim.."


" Datangin aja lek Jien...Apapun itu keputusannya ya kamu terima..."


" Syukur - syukur dia mau membantu..." ucap Paijo.

__ADS_1


" Yen aku dewean,aku ra wani kang.." ucap Bimo. (Jika aku sendirian,aku tidak berani kang).


" Kan ada Diana..." ucap Daniel.


" Oh iyo yo...Lali aku..."


" Tapi aku isin(malu)..." ucap Bimo.


Nampak Rahman berjalan ke arah mereka.


" Juancoook.."


" Tak golek i nang Cafe ra ono,sekaline nang kene kabeh..." ucap Rahman.( aku cari - cari di cafe gak ada. sekalinya di sini semua.)


" Ono opo kang?" ucap Daniel.


" Kenapa gak nelpon kang ?" ucap Lukman.


" Nelpan nelpon...Endi hapemu?" ucap Rahman.


" Ora tak gowo kang" ucap Lukman.


Rahman duduk di samping Bimo yang sedang tiduran.


" Aku telpon,gak ada yang angkat semua.." ucap Rahman.


" Hapeku di Cafe kang.." ucap Daniel.


" Podo...Hapeku juga di Cafe.." ucap Paijo.


" Batreiku entek..." ucap Bimo.


" Sesuk mancing yook..."


" Kemarin aku habis beli kapal baru..." ucap Rahman.


" Lah...Kapal sampeyan yang lama gimana?" ucap Lukman.


" Tak jual....Aku beli yang agak besar lagi..Biar tahan goncangan ombak.."


" Sekalian ngetrip perdana pakai kapal baru...Mau gak...?"ucap Rahman.


" Ayoook..." ucap Lukman dan Daniel serempak.


" Oke...Ayok kalau gitu.." ucap Paijo.


" Yo wes...Aku pesan umpan dulu buat besok.." ucap Rahman.


---***---


3 bulan telah berlalu.


China.


Kelompok yang di kirim Zue Lin kembali ke negara China,sebab mereka mendapat kabar dari salah satu temannya yang selamat. Mereka memgatakan bahwa Zue Lin tewas di serang oleh musuh. Mereka pun kaget mendengar berita itu. Lantas mereka memutuskan kembali China. Karena tak ada uang yang mereka miliki sudah menipis,dan belum mendapat transferan dari pihak keluarga Zue Lin.


Di sisi Bayu.


Sejak Bayu hadir di dalam keluarga Anming. Perekonomian Anming semakin meningkat,sebab setiap hari Bayu selalu mendapatkan ikan yang begitu banyak. Anming membeli alat solar cell,untuk menerangi rumahnya ketika malam hari. Ia juga membeli perhiasan untuk istrinya. Tak lupa Anming memberikan uang hasil oenjualan ikan ke Bayu,sebab Bayulah yang mencari ikan itu,dirinya hanya membantu menjualkan saja. Anming dan Xoulang mengikuti gerakan Bayu setiap kali Bayu shalat.Meskipun mereka tak tahu apa yang di lakukan oleh Bayu. Namun dirinya merasa senang sekali.


Nampak Bayu duduk di samping Anming yang sedang menawarkan ikannya.


Zhouzu mendekati Bayu karena tak ada pembeli.


" Nanti sore,kamu mau tidak saya ajak pergi?" ucap Zhouzu.


Bayu yang sudah paham ucapan Zhouzu karena Zhouzu setiap hari datang menemuinya untuk mengajari Bayu,akan tetapi bicaranya belum bisa cepat seperti orang - orang,jika berbicara cepat,maka Bayu tak bisa paham. Lantas Bayu membalas memakai bahasa China,tidak lagi memakai bahasa isarat. Ia pun tak lagi memanggil Anming dan Xoulang dengan sebutan mbah,tapi Ibu dan ayah. Karena mereka mengganggap Bayu sebagai anaknya sendiri.


" Pergi ke mana?" ucap Bayu.


" Ke rumahku.." ucap Zhouzu.


" Boleh..." ucap Bayu.


****


Sore hari.


Bayu menoleh kekiri sambil duduk,di samoing kiri dan kanan Bayu ada Anming dan Xoulang mengikuti gerakan Bayu.


Zhouzu datang kerumah.Bayu shalat tak menghadap kiblat,sebab dirinya hanya tahu shalat 5 waktu dan berwudhu saja.Kadang menghadap utara,ke selatan,Barat. Yang oenting bagi dirinya,ia melakukan shalat. Jika tak shalat,maka dirinya selalu gelisah.


" Jiang...." ucap Zhouzu di depan rumah.


Bayu keluar rumah menemui Zhouzu.


" Pergi sekarang?" ucap Bayu.


" Iya.." ucap Zhouzu.


" Ayaah...Ibu....Jiang pergi dulu bersama Zhouzu.." ucap Bayu.


" Iyaa..." suara Anming dan Xoulang di dalam rumah.


Bayu dan Zhouzu pergi meninggalkan rumah Anming.


" Mengapa kamu ingin sekali mengajak saya kerumahmu?" ucap Bayu penasaran.


" Karena hari ini adalah jari ulang tahunku.." ucap Zhouzu.


" Benarkah..?" ucap Bayu.


" Iya.." ucap Zhouzu.


" Biasanya kalau ulang tahun itu apa saja yang di lakukan?" ucap Bayu.


" Orang - orang akan memberi hadiah kepada orang yang sedang berulang tahun." ucap Zhouzu agak lambat agar Bayu paham ucapannya.


" Aku..Pulang dulu mau ambil uangku.." ucap Bayu.


Zhouzu menahan tangan Bayu karena Bayu hendak kembali ke rumah.


" Tapi...Aku tidak bisa..."


"Beli barang untukmu.." ucap Bayu.


" Ayoo pergi..Sebelum gelap ." ucap Zhouzu.


" Jauh atau tidak rumahmu..?" ucap Bayu.


" Tidak..1 jam kita jalan kaki.Tapi kalau naik sepeda maka akan cepat sampai." ucap Zhouzu.


Mereka keluar dari jalan setapak,nampak ada sebuah sepeda terparkir di dekat mereka.


" Kita naik sepeda ini..." ucap Zhouzu.


" Ini mikik siapa?" ucao Bayu.


" Mikikku.."


Zhouzu mengambil sepedanya.


" Ayo naik..." ucap Zhouzu.


" Naik di mana?" ucap Bayu.


" Di belakangku ini" ucap Zhouzu sambil menunjuk tempat duduk.


Bayu naik ke sepeda itu,lalu Zhouzu mengayuh sepedanya.


Bayu akui,Zhouzu wanita cantik yang ia kenal,namun entah kenapa,dirinya tak begitu tertarik atau memiliki perasaan cinta ke Zhouzu.


" Apakah kamu bisa mengendarai sepeda ini?" ucap Zhouzu.


" Aku tidak tahu...Kenapa?" ucap Bayu.


Zhouzu menghentikan sepedanya.


" Coba kamu di depan Jiang..." ucap Zhouzu.


" Baiklah..." ucap Bayu lalu berpindah di depan.


Zhouzu duduk di belakang,ia duduk menyamping.


Bayu mengayuh sepeda itu,awalnya ia tidak bisa mengendalikan setir sepeda. Lalu berhenti.


" Kamu tidak bisa Jiang..?" ucap Zhouzu.


" Bisa...Bisa.." ucap Bayu.


Bayu mengayuh sepeda itu lagi,ia mencoba mengendalikan setir sepeda itu. Usahanya berhasil.


Zhouzu mememluk Bayu yang sedang menyetir sepeda.


" Di mana rumahmu?" ucap Bayu.


" Terus saja...Nanti aku akan memberitahumu" ucap Zhouzu.


Setelah menemouh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah Zhouzu.


Zhouzu turun dari sepeda,lalu Bayu menginjak standar sepeda,agar sepeda itu tetap berdiri.


" Ayo masuk..." ucap Zhouzu.


Bayu melihat rumah Zhouzu berbeda dengan rumah orang tua angkatnya. Rumah Zhouzu dindingnya terbuat dari semen,sedangkan rumah Anming masih terbuat dari papan kayu,yang sebagian ada yang lapuk.


Zhouzu menarik tangan Bayu karena Bayu diam saja.


Bayu mengikuti tarikan tangan Zhouzu.


" Ibu...Aku pulang..." ucap Zhouzu saat membuka pintu.


Seorang wanita muncul,dia adalah ibunya Zhouzu.


Ibunya Zhouzu melihat ke Bayu.


" Apakah dia kekasih barumu..?" ucap ibunya Zhouzu.


" Bukan...Kami hanya teman dekat saja.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu.."


" Tadi Shoutang kemari mencarimu.." ucap ibunya Zhouzu.


" Mau apa dia ke sini" ucap Zhouzu.


" Dia ingin mengajakmu pergi.." ucap ibunya Zhouzu.


" Duduklah di sini..Aku akan kembali ke sini.." ucap Zhouzu lalu berjalan masuk kedalam.


Bayu duduk di kursi yang terbuat dari kayu.


Tak lama kemudian,Zhouzu muncul membawa piring besar,nampak kepala Babi yang masih utuh di atas piring besar tersebut.


" Ini Babi?" ucap Bayu.


" Iya...Kenapa?" ucap Zhouzu.


" Tidak...Aku tidak mau....Dia kotor..."ucap Bayu. Ia pernah melihat kandang babi milik orang lain,dan kandangnya itu jorok,serta babi itu memakan kotorannya sendiri.


" Ini aku yang memasaknya..." ucap Zhouzu.


" Tidak..Terima kasih..."


" Aku tidak akan memakannya.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Padahal aku sudah bersusah payah membuat ini...Untuk kita makan berdua" ucap Zhouzu.


Zhouzu merasa kecewa,Bayu tak menyukai makanan Babi,lalu membawa masuk kembali makanan tersebut.


Bayu yang melihat Zhouzu seperti sedih,lantas menyusul Zhouzu.


Nampak Zhouzu meneteskan airmatanya.


Bayu mendekati Zhouzu lalu memegang pundaknya.


" Aku akan memasak untukmu sebagai permintaan maafku karena tak bisa memakan babi itu.." ucap Bayu.


Bayu melihat ada nasi dan bumbu masakan di dapur,lantas mengambil bumbu tersebut.


Dengan cekatan,bayu mengupas dan memotong bumbu itu.


Zhouzu yang melihat Bayu memotong bawang berkata" Apa kamu bisa memasak?"


" Tidak tahu...Tapi..Aku merasakan bahwa diriku pernah memasak.."


" Tolong buatkan apinya.." ucap Bayu.


Zhouzu lantas meletakkan kayu bakar,lalu menyalakan kayu tersebut.


Bayu meletakkan wajan,lalu menuangkan sedikit minyak. Kemudian memasukkan bumbu.


Zhouzu diam memperhatikan Bayu memasak.


Muncul ibunya Zhouzu,sebab ia mencium aroma bumbu masak.


" Waaah...Kalian sedang apa?" ucap ibunya Zhouzu.


" Sedang masak bu.." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,Bayu telah selesai membuat nasi goreng.


" Coba kamu rasakan" ucap Bayu menyodorkan sepiring nasi goreng ke Zhouzu.


" Hemm...Enak.."


" Kamu pandai memasak..." ucap Zhouzu.


Ibunya Zhouzu juga ikut mencicipi nasi goreng tersebut.


" Iya...Enak sekali...Kamu pandai memasak.." ucap ibunya Zhouzu.


" Ibu bisa saja.." ucap Bayu.


" Kenapa kamu memanggilku ibu?"


" Apakah kamu menyukai putriku?" ucap ibunya Zhouzu.


" Lalu...Aku harus memanggil anda siapa jika bukan ibu?" ucap Bayu.


" Bibi saja..." ucap ibunya Zhouzu.


Mereka kemudian berjalan kedapan sambil membawa piring dan gelas. Lalu mereka makan bersama - sama.


Setelah makan,Bayu dan Zhouzu duduk di teras rumah.


" Jiang...Apakah kamu sudah ingat kembali?" ucap Zhouzu.


" Belum..Aku belum ingat apa - apa setelah ayah Anming menemukanku di sungai.." ucap Bayu.


" Jika kamu orang kaya.. Maka kamu tidak pandai memasak.. Tapi"


" Aku lihat kamu pandai memasak.."


" Aku jadi bingung..." ucap Zhouzu.


" Sama..Aku juga bingung..."


" Sebenarnya...Aku ini siapa...Apakah aku punya rumah...Punya ibu,punya ayah.." ucap Bayu.


" Apakah kamu ingat punya kekasih?" ucap Zhouzu.


" Kekasih itu apa?" ucap Bayu yangvtak paham kata kekasih.


" Kekasih itu aku dan kamu saling suka atau cinta..." ucap Zhouzu.


Seorang pemuda naik sepeda motor berhenti di depan rumah Zhouzu.


" Ooo...Itu.."


" Entahlah...Aku tak ingat..."


Bayu melihat matahari akan tenggelam.


" Aku pulang dulu ya...Nanti ayahku mencariku.." ucap Bayu.


" Jadi karena pria ini,kamu tidak ingin pergi bersamaku.." ucap pemuda itu pada Zhouzu.


" Aku pulang dulu..." ucap Bayu lalu berjalan meninggalkan Zhouzu.


Tiba - tiba pemuda itu mencengkram kerah baju Bayu.


" Jangan kamu datangi kekasihku lagi,atau.." ucap pemuda itu.


" Shoutang...Lepaskan Jiang..." ucap Zhouzu.


" Jadi namamu Jiang.."


" Jangan kamu dekati kekasihku,atau kamu aku bunuh.." ucap Shotang.


" Nama kamu kok buruk sekali...Kutang " ucap Bayu.


" Apa itu kutang..?" ucap Shoutang.


" Masa tidak paham...Kutang itu ya untuk menutupi bukit kembar milik wanita.." ucap Bayu.


Zhouzu yang mendengar ucapan Bayu tertawa.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...


" Kurang ajar..." ucap Shoutang lalu memukul wajah Bayu.


Bayu menahan pukulan Shoutang.


Tap...


" Aku tidak ingin..."


" Aku gak tahu bahasanya...Yang jelas aku mau pulang.." ucap Bayu. Ia ingin berkata memukul,tapi tidak tahu bahasa chinanya apa.


Bayu melepaskan tangan Shoutang lalu pergi meninggalkan Shoutan.


Shoutang mengejar lalu melayangkan pukulannya. Bayu menghindar ke samping.


Shoutang mengenai ruang kosong,lalu Bayu segera berlari karena mau gelap,ia tak membawa senternya. Ia menambah kecepatan berlarinya.


Shoutang lantas mengambil motornya untuk memgejar Bayu.


Mesin motor menyala,lalu Shoutang memgejar Bayu.


Zhouzu yang khawatir dengan Bayu lantas mengambil sepedanya lalu mengejar mereka.


Di jalan,Shoutang kehilangan jejak Bayu.


" Sial...Larinya cepat sekali..."


" Awas ya jika nanti ketemu...Aku akan menghajarmu.." ucap Shoutang merasa jengkel dan marah.


Dari kejauhan,Zhouzu melihat Shoutang tak dapat menemukan Bayu,ia pun merasa lega,lalu kembali kerumah.


***


Pagi hari.


Setelah Bayu shalat subuh,ia pergi ke sungai mencari ikan. Ia pun mendapatkan banyak ikan yang besar - besar. Lalu ia pulang kerumah.


Sesampai di rumah,ia mengambil 6 ekor ikan,lalu di bersihkan untuk di masak.


Xoulang bangun dari tidurnya lalu keluar rumah,seperti biasa,ia melihat ikan didepan rumah dengan jumlah yang sangat banyak. Lalu mendengar suara tak seperti biasanya.


Kemudian ia menghampiri suara tersebut.


" Jiang'er...Apa yang kamu lakukan?" ucap Xoulang.


" Mau membuat ikan api bu.." ucap Bayu.


" Ikan api?" ucap Xoulang.


" Iya..Ikannya di masak pakai api.." ucap Bayu.


Bayu selesai membuat bumbu ikan,lalu membuat api untuk membakar ikan tersebut.


Setelah ikan bakarnya jadi,Bayu memberikan ke orang tua angkatnya.


" Ayo kita makan dulu.." ucap Bayu.


" Waaah...Rupanya kamu bisa memasak Jiang'er.." ucap Anming.


Xoulang mencicipi ikan bakar tersebut.


" Enak....Kamu pandai memasak Jiang'er.." ucap Xoulang.


" Iya.." ucap Bayu.


Bayu menyisihkan 2 ikan untuk Zhouzu sebagai permintaan maaf tidak memakan masakannya.


***


Pasar.


Bayu dan Anming sampai di pasar,seperti biasa,Anming meletakkan barang daganganya,Zhouzu lebih dulu tiba.


Bayu mendekati Zhouzu.


" Ini ada makanan untukmu.." ucap Bayu sambil menyodorkan ikan bakar yang di tutup pakai daun.


" Apa ini?" ucap Zhouzu sambil menerima.


" Ikan...Aku minta maaf,aku tidak makan babi.." ucap Bayu.


" Terima kasih.."


Zhouzu mencicipi ikan tersebut.


" Enak sekali...Kamu pandai memasak..." ucap Zhouzu.


Selagi menunggu pembeli,Bayu bertanya kosa kata yang belum ia tahu seperti memukul,membakar dan lain - lain.


Zhouzu pun memberi tahunya.


Bayu mengingat - ingat ucapan Zhouzu agar dirinya bisa berbahasa china dengan lancar.


Shoutang yang sedang mengendarai motornya melihat Zhouzu duduk menempel dengan Jiang lantas terbakar api cemburu.


" Rupanya,dia berjualan di pasar.."


" Tunggu pembalasanku..." ucap Shoutang dalam hati.


Setelah barang dagangan Anming ludes terjual,Anming dan Bayu pulang kerumah.


Dari kejauhan,Shoutang membuntuti mereka. Ingin tahu rumah Jiang.

__ADS_1


Anming dan Bayu memasuki di jalan setapak menuju rumah Anming.


" Ooo...Jadi dia rumahnya di sana..." ucap Shoutang lalu tersenyum jahat. Ia memiliki rencana untuk membuat perhitungan dengan Jiang.


__ADS_2