SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SAYA


__ADS_3

Artaya mengejar Hana sambil memegang koper milik Hana.


Ketika Artaya berhasil mendekati Hana ia memegang pundak Hana.


"Lepaskan tanganmu dari pundakku..." ucap Hana.


Artaya melepaskan tangannya dari pundak Hana.


"Maaf..." ucap Artaya.


Jika Hana langsung menanyakan keberadaan Putra Alam Gumara maka dirinya akan di curigai oleh warga serta keluarga Susanto.


"Mengapa kamu tadi pergi Vi?" ucap Artaya.


"Aku tak suka asap rokok..." ucap Hana.


"Dia kawanku....


Artaya melirik ke wajah Hana.


"Kita lanjut lagi atau sudahan Vi?" ucap Artaya.


"Istirahat dulu,nanti sore di lanjut lagi.." ucap Hana.


"Oh iya Vi...


"Rumahmu itu di kota atau di desa?" ucap Artaya.


"Rumahku berada di kota.." ucap Hana.


"Kenapa kamu memilih di desa?" ucap Artaya.


"Dosenku yang menyuruhku ke desa..." ucap Hana.


Sepasang mata mengawasi Hana dan Artaya dari kejauhan.


"Ooo...Begitu...


"Berapa lama kamu akan di desa ini?" ucap Artaya.


"Jika urusanku dah selesai,maka aku akan pergi dari sini..." ucap Hana.


"Apa kau tidak takut bila pergi sendirian.." ucap Artaya.


"Tidak...Aku bisa menjaga diri" ucap Hana.


"Kamu pernah di hadang oleh penjahat apa tidak Vi saat kamu pergi sendirian?" ucap Artaya.


"Heemmmm....


Hana berpikir,jika bilang pernah maka Artaya curiga.


"Pernah.." ucap Hana.


"Lalu...Apakah kamu bisa menghadapi penjahat itu?" ucap Artaya.


" Bisa..." ucap Hana.


Mereka sampai di rumah Artaya.


"Kamu bisa bela diri Vi..? " ucap Artaya.


"Bisa .."ucap Hana.


"Gilaaa...Pantesan saja dia berani sendirian. Rupanya dia bisa bela diri..


"Sudah cantik, jago bela diri lagi...." ucap Artaya dalam hati.


Saat Hana akan masuk ke kamar,Artaya memberikan tas koper pada Hana. Kemudian Hana masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu.


"Di mana pemuda itu ya..." ucap Hana dalam hati sambil mengunci pintu kamar kemudian melepaskan cadar dan jilbabnya.


Hana melepas Baju Almameter salah satu kampus yang ada di kota Bengkulu.


***


Pukul 14.30.


Hana keluar sambil membaca buku tentang kedokteran menuju kursi tamu.


Saat Hana berada di ruang tamu,ia duduk di kursi.


Tak lama kemudian.


"Artaya....." suara pria memanggil Artaya.


Pria itu adalah Putra Alam Gumara.


Artanya muncul dari dalam lalu menghampiri pu yang memanggil dirinya.


"Ada apa Put?" ucap Artaya.


Mereka kemudian duduk di teras. Hana sibuk membaca buku,sambil waspada


"Apakah kau sudah persiapkan untuk besok pagi" suara Putra Alam Gumara


"Hem....Apa kau serius ingin ke ibu kota (Jakarta)?" suara Artaya.


"Iya,aku serius..."suara Putra Alam Gumara.


"Bukannya aku tak mau ikut atau membatalkannya. Ibu menyuruhku menemani Viana.. " suara Artaya.


"Aisssh....


"Jadi gimana neh?" suara Putra Alam Gumara.


"Tunda dulu,kemungkinan 2 minggu dia sudah selesai di sini..." suara Artaya.


"Baiklah...Aku akan tunggu...


"Oh iya,tadi puspa datangin aku di warung,lalu nanyain aku. Kamu berjalan bersama siapa...


"Ya aku jawab sama pacarnya..


"Eh dianya diam lalu pergi..

__ADS_1


"Mana aku tahu kalau dia ada di ..." suara Putra Alam Gumara.


Putra Alam Gumara lantas berpamitan untuk pulang.


Hana tak mendemgar suara obrolan mereka lalu berdiri kemudian berjalan ke teras rumah.


"Kamu mau pergi?" ucap Hana melihat Putra Alam Gumara berjalan hanya terlihat punggungnya saja lalu melihat ke arah Artaya.


"Rencananya seh begitu Vi.." ucap Artaya.


"Hem....Jika kamu mau pergi ya gakpapa,aku bisa sendiri.." ucap Hana.


"Santai aja Vi..." ucap Artaya.


Langit yang awalnya cerah berawan, perlahan muncul awal hitam di sertai angin. Daun - daun berguguran terkena angin.


"Mau hujan..." ucap Hana


Dari jauh seorang gadis memgendarai sepeda motor legenda memakai pakaian putih Abu - abu.


Gadis berhenti di halaman rumah lalu berjalan ke arah Hana yang berdiri di dekat pintu masuk.


Gadis itu adik Artaya yang bernama Farah.


"Untung kau sudah sampai rumah." ucap Artaya pada adiknya.


Farah melepas sepatunya.


Hana bergegas mengambil jemuran pakaiannya yang ia jemur.


"Iya,tadi bannya bocor kak..." ucap Farah.


Nampak di langit muncul kilat petir. Kemudian.


JEDDDEEEEEERRRRR....... suara Petir memggeletar.


"Artaya... Angkat jemurannya..." suara Cempaka dari dalam rumah.


"Ayo dek...Bantuin kakak..." ucap Artay lalu bergegas menuju jemuran pakaian.


Ketika sampai di tempat jemuran,Artaya melihat Hana memgambil jemuran milik Cempaka.


perlahaan rintik air hujan turun.


"Sial...Hujannya cepat sekali turun,coba bilang dulu kek jika mau hujan..." ucap Artaya sambil memgambil jemuran.


Farah datang membantu kakaknya.


Hana pergi meninggaalkan Artaya dan Farah. mengambil jemuran,sebab ia tak mau memgambil pakaian dalam pria,maupun wanita,ia hanya memgambil baju dan celana saja.


Begitu Artaya dan Farah masuk dalam teras rumah,langsung hujan deras.


Hana meletakkan pakaian keluarga Cempaka di kursi,lalu pergi ke kamar tidur.


JEDDEEEEEERRR........ suara petir menggelegar.


Hana yang berada di kamar nampak duduk di tempat tidur sambil membuka Al Qur'an lalu membacanya.


Tiba - tiba lampu di kamarnya mati.


Lantas Hana melanjutkan bacaanya,karena ia masih hapal ayat berikutnya.


Tak terasa waktu sudah masuk Ashar,Hana yang belum batal wudhunya lantas shalat Ashar.


Hujan di luar masih cukup lebat.


Setelah Hana selesai shalat,ia memakai jaketnya agar tak kedinginan lalu keluar kamar. Di dalam jaket ada beberapa Shuriken dan Kunai buat berjaga - jaga.


Nampak keluarga Datuk Kumbang berkumpul di ruang keluarga.


"Duduk di sini Vi..." ucap Cempaka.


Hana duduk di samping Farah.


Farah memperhatikan Hana,lalu melihat gunung kembar Hana. Kemudian melihat kedua gunungnya sendiri.


"Besar banget,punyaku kalah..." ucap Farah dalam hati.


Datuk Kumbang menyodorkan pisang kukus ke Hana.


"Ini makanlah...Jika hujan deras begini,paling enak makan yang hangat - hangat..." ucap Datuk Kumbang.


Hana menerima ,lalu mengupas kulit pisang tersebut. Nampak uap panas keluar dari pisang itu,menandakan pisang itu baru di angkat dari panci.


Hana meletakkan kembali,karena masih panas.Ia tak ingin makan makanan yang masih panas.


"Oh iya Datuk,insya Allah teman saya beaok datang kemari..." ucap Hana.


"Temanmu itu pria atau wanita?" ucap Datuk Kumbang.


"Wanita Tuk..


Mereka terdiam


"Hem...Tadi malam itu apakah puyangnya berhasil di tangkap" ucap Hana penasaran.


"Tidak berhasil,sebab dia terbang bergitu tinggi..." ucap Datuk Kumbang.


"Coba aja itu terjadi di kampungku,sudah ku tangkap itu si Kuyangnya,lalu ku potong - potong ususnya" ucap Hana dalam hati.


Waktu itu Hana sempat ikut mengejar Kuyang yang memangsa bayi yang baru lahir di kampungnya. Lalu Hana berhasil menangkapnya sendirian,kemudian Hana menusukkan pisau di mata Kuyang lalu memotong kerongkongan dan tenggorokan. Kepala Kuyang melesat terbang saat organ tubuhnya di potong oleh Hana.Hana memotong - motong organ Kuyang tersebut.Dan membiarkan kepala Kuyang pergi. Besok harinya,di desa tetangga geger ada wanita meninggal dengan kondisi matanya buta,perut mengempes karena tak ada organ tubuhnya.


"Oh iya Na...


"Ibumu biasanya jam segini ngapain aja?"ucap Cempaka.


"Maaf bu...Kedua orang tuaku telah tiada saat aku masih bayi " ucap Hana.


"Eh...!!!?? Cempaka terkejut,ia tak menyangka mahasiswi yang menginap di rumahnya anak yatim piatu.


"Maafkan ibu Na..Ibu tak tahu.." ucap Cempaka merasa tak enak hati.


"Ya gakpapa bu...


"Saya di asuh oleh orang tua angkat saya,begitu umur saya 5 tahun,saya di masukkan dalam pondok pesantren..." ucap Hana berkata jujur.

__ADS_1


"Itu mobil,apakah punya pacarmu?" ucap Datuk Kumbang.


"Bukan Tuk...Itu milik temanku... Saya hanya di pinjami saja..." ucap Hana.


"Pantas saja ku pegang pundaknya dia gak mau.." ucap Artaya dalam hati.


Hujan di luar belum menampakan tanda - tanda berhenti.


Hana mengambil pisang yang ia kupas tadi,lalu memakannya.


"Apakah kau jadi pergi ke Jakarta bersama Putra Alam Gumara dan Humbalang ?" ucap Datuk Kumbang.


JEDDEEEERRRRR....... suara petir menggelegar.


"Eh....!!!??? Hana terkejut mendengar nama yang di sebut Datuk Kumbang.Pisang yang ia pegang terjatuh memgenai celanannya.


"Di tunda dulu yah..." ucap Artaya.


"Sial....Mereka sepertinya keluarga Kucing Oyen eh salah...Keluaraga Harimau..." ucap Hana dalam hati.


"Kenapa kamu ke Jakarta ?" ucap Hana.


"Ada urusan Vi..." ucap Artaya.


Lalu Hana teringan ucapan Malik tentang berita yang di muat di koran. Isi berita itu memuat tentang pembantaian di rumah pengusaha dan dermaga. Lalu Nama Putra Alam Gumara juga ada di situ.


"Hem...Apakah Putra Alam Gumara itu putranya pengusaha yang tewas itu?" ucap Hana.


Mereka menatap Hana.


"Dari mana kamu tahu?" ucap Datuk Kumbang menyelidik.


"Dari koran tuk.." ucap Hana bersikap santai,jika gugup maka dirinya akan di curigai.


"Oooo...Dari koran..." ucap Datuk Kumbang.


Iya tuk...Menurut berita ada seorang gadis tewas terbunuh, gadis itu putri dari pengusaha...Lalu pengusaha yang tewas itu di bunuh oleh orang misterius.."ucap Hana.


"Iya..Itu benar...Orang itu juga membunuh temanku yang bernama Ki Rotan..." ucap Datuk Kumbang.


"Apakah aku harus berterus terang saja ya...


"Tapi jika aku berterus terang mereka langsung menyerangku...


Hana melihat ke samping dirinya,ia melihat Farah memakan pisang kukus.


"Hem....Kubuat sandera hidup saja dia..


"Bismillah...Semoga rencanaku ini berhasil" ucap Hana dalam hati.


Hana memasukkan tangan kanan dalam jaketnya.


"Hem....Bukannya aku ikut campur masalah keluarga Datuk...


"Menurut berita yang kubaca, penyerang misterius itu mencari keluarganya yang di culik,sebab ada warga yang meyaksikan 2 orang turun dari mobil lalu masuk ke dermaga Tak kama kemudian 2 orang itu kembali, salah satunya menggendong seorang wanita,mereka masuk mobil...


Mereka melihat ke arah Hana.


"Besok harinya,orang itu masuk ke dermaga,lalu melihat mayat bergelimpangan...


"Orang itu menelpon polisi..."ucap Hana.


"Kamu tahu dari mana?" ucap Datuk Kumbang,sebab ia baru mendengarnya.


"Dari teman Tuk...Orang itu tidak mau jadi saksi,dan tak menceritakan kepada polisi..." ucap Hana.


"Hem....Siapa orang itu Vi?" ucap Artaya.


"Gak tahu,soalnya tiap pagi selalu ada gosip terbaru...


"Kemungkinan besar yang membunuh pengusaha itu adalah orang yang menyerang Dermaga tersebut.." ucap Hana.


Di Koran tak di ceritakan tentang 3 orang yang keluar dari Dermaga,hanya menyebut banyak orang tewas di dermaga. Tak ada saksi saat kejadian tersebut,CCTV pun tak ada.


Nampak Datuk Kumbang berpikir tentang ucapan Viana. Ia tak mengetahui perihal kejahatan yang di lakukan Susanto.


"Dua minggu yang lalu,aku mendengar cerita dari temanku,katanya ada seorang oemuda yang memgamuk di rumah pengusaha. Pemuda itu mencari keluarganya,ia mengira pengusaha itulah yang menculik keluarganya...


"Dan anak gadis yang terbunuh itu rupanya putri pengusaha yang di serang oleh pemuda itu....


" Menurut prediksiku... Pemuda itulah yang menyerang,karena pemuda itu kebal senjata,di tambah saat kejadian di rumah pengusaha yang bernama susanto,banyak bekas tembakan senjata api....Jika penyerang yang menyerang rumah Susanto di jamin akan rewas terkena tembakan....Begitu juga di Dermaga..." ucap Hana.


"Kamu kok tahu banyak Vi?" ucap Artaya heran dan penasaran.


"Itulah gunanya wanita bergosip... Tanpa gosip,ibarat sayur tanpa garam..." ucap Hana.


"Betul itu kak..." ucap Farah mengaminkan ucapan Hana.


"Jikalau adikmu di culik,lalu kamu mengetahui siapa penculiknya...Apa yang kamu lakukan ?" ucap Hana bertanya pada Artaya.


"Aku akan membunuhnya...." ucap Artaya.


"Lalu si penculik itu di tolong orang lain,apakah kamu juga membunuh penolong penculik itu?" ucap Hana.


"Pastinya...Aku akan menghabisi orang yang menculik adikku.." ucap Artaya.


"Apakah kamu pergi ke Jakarta ingin membunuh pelakunya?" ucap Hana.


"Iya..." ucap Artaya keceplosan.


"Eh.....!!!??


"Kamu kok tahu Vi?" ucap Artaya.


"Tadi aku bilang apa Far?" ucap Hana pada Farah.


"Karena gosip kak" ucap Farah santai sambil makan pisang kukus.


Datuk Kumbang diam memperhatikan Hana bicara.


"Wanita ini tahu banyak tentang berita itu... Jangan - jangan dia..." ucap Datuk Kumbang dalam hati curiga.


"Sebenarnya kamu ini siapa?" ucap Datuk Kumbang.


"Saya.....

__ADS_1


__ADS_2