SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PERGI MENINGGALKAN DESA


__ADS_3

Bayu melihat jam tangannya.


" Jika jam tangan,aku gak bisa lihat waktu.."


Kemudian Bayu melihat cincin yang bermahkotakan batu Merah Delimanya.


" Cincin..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melepas cincinnya.


Dan memasukkan kembali ke jarinya. Ia tak ingin cincin yang melekat di jarinya di letakkan di kuburan. Karena takut kalau ada seseorang yang mengenal dirinya.


" Kuburkan saja paman..." ucap Bayu.


Akhirnya,peti kedua orang tua angkat Bayu di timbun.


Selesai liang itu di penuhi tanah.


" Maafkan Jiang ayah...Ibu..."


" Paman dokter tidak ikut bersama ibu di surga,jika kalian masih sakit,datangin saja rumah paman dokter..." ucap Bayu.


" Kurang ajar...Kenapa aku di salahkan..." ucap dokter dalam hati.


" Ayo pulang Jiang..." ucap dokter.


" Paman pulang saja duluan..." ucap Bayu.


" Ya sudah,paman pulang duluan.." ucap dokter.


30 menit setelah dokter itu pergi. Bayu meninggalkan pemakaman tersebut.


Bayu melihat sosok yang duduk di batu nisan. Ia cuek saja.


Saat berjalan kaki,Bayu merasakan sudah tiba waktunya untuk shalat. Lalu ia melihat jam tangannya.


" Asem...Lewat setengah jam..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat sebuah toko yang jaraknya 300 meter. Kemudian Bayu bergegas ke toko itu untuk membeli air minum kemasan dan korek api,sebab korek di rumah telah habis.


Setelah membeli,Bayu segera wudhu. Lalu mencari tempat untuk shalat.


" Kalau di jalan,nanti di tabrak..."


" Pinggir ajalah.."


Bayu melakukan shalat Dzuhur.


Di saat Bayu shalat Dzuhur. Sebuah truk militer melewati Bayu.


Setelah selesai shakat,Bayu melanjutkan perjalanannya menuju rumah.


Di saat 300 meter dari jalan setapak menuju rumahnya,Bayu melihat truk militer berhenti.


" Kok ada mobil tentara..?" ucap Bayu dalam hati. Ia mengetahui truk itu dari buku yang ia lihat.


Bayu memutuskan mencari jalan lain menuju rumahnya.


Setelah jaraknya semakin dekat dengan rumahnya,Bayu melihat para tentara berada di rumahnya.


" Mau apa mereka...?"


" Apakah mereka mau menghancurkan rumahku?"


Bayu memperhatikan para tentara itu dari kejauhan saja,tidak berani bertindak.


" Jika mereka menghancurkan rumah itu,aku akan memukul mereka.." ucap Bayu dalam hati.


2 jam kemudian,para tentara itu meninggalkan rumah Anming.


Bayu berjalan ke rumah Anming setelah oara tentara sudah tidak kelihatan.


Bayu mengendap - endap di belakang rumah. Memastikan tak ada tentara di rumahnya.


Setelah sampai,ia mengintip di celah papan yang berlubang.


Nampak tak ada orang di dalam rumah itu.


Bayu berjalan ke depan rumah lalu masuk.


Ia memperhatikan keadaan rumahnya. Nampak ada beberapa yang berubah posisinya .


" Apa yang mereka lakukan.."

__ADS_1


Bayu melihat sebuah benda aneh di atas,dekat atap rumah. Lantas Bayu mengambil benda tersebut.


Rupanya benda itu adalah sebuah kamera.


" Ini kamera..."


" Tapi bukan punyaku.."


Bayu mencari benda asing di rumahnya. Lalu ia menemukan kembali sebuah kamera.


" Buang sajalah..."


Bayu berjalan keluar,lalu melempar kamera itu ke arah sungai. Ia melempar sekuat tenaga.


Wuuuut....


Wuuut...


Kamera itu melesat lalu tercebur ke sungai yang mengalir deras.


Setelah Itu,Bayu mengambil uang simpanannya.


" Aman...."


" Hemmm...Lebih baik aku pergi saja dari sini..."


" Semoga saja aku menemukan keluargaku.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil semua pakaiannya,lalu di letakkan di selembar kain,lalu di ikat. Tak lupa Bayu mengambil potongan kukunya.


Bayu mengisi kembali botol air mineral. Setelah itu pergi meninggalkan rumah.


Selang 4 jam Bayu pergi.


2 orang pria memakai pakaian militer mendatangi rumah Anming.


Mereka masuk ke dalam rumah itu untuk mengecek sambil membawa senjata laras panjang. Mereka mendapat laporan dari polisi,bahwa ada seorang pemuda yang tahan terhadap racun.


Pria 1 melihat ke arah atas sambil mengarahkan senternya.


" Sial....Rupanya dia tahu kalau kita awasi..." ucap pria 1 melihat kameranya sudah hilang.


" Sepertinya,pemuda itu bukan orang sembarangan..."ucap pria 2.


Mereka pun melaporkan kejadian itu pada atasannya.


****


Nampak seorang pemuda berlari di pinggir jalan raya sambil membawa pakaian,botol minuman dan roti.


Pemuda itu adalah Bayu.


" Jika mereka menangkapku bisa kacau urusan..."


" Mending kabur saja..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu terus berlari tanpa henti mengikuti jalan raya.


Sebuah mobil berhenti karena melihat Bayu berlari di malam hari di tempat sepi. Seorang pria turun dari mobil tersebut.


" Kenapa kamu berlari?" ucap pria itu.


Bayu menghentikan larinya.


" Mau ke kota paman..." ucap Bayu.


" Aku juga mau ke kota..."


" Kamu bisa ikut bersamaku.." ucap pria itu.


" Heeemmm..."


Bayu melihat penampilan pria itu.


" Baiklah..." ucap Bayu.


Bayu masuk ke dalam mobil tersebut. Karena penampilan pria itu rambutnya gondrong taoi di ikat. Tidak seperti tentara atau polisi.


" Namaku Fang Long..." ucap pria itu sambil menyodorkan tangannya.


" Namaku Jiang paman..." ucap Bayu.


Fang Long lantas menjalankan mobilnya.

__ADS_1


" Kamu dari mana?"


" Malam - malam berlari sendirian" ucap Fang Long.


" Dari rumah paman,mencari ayah dan ibuku..." ucap Bayu.


" Apakah mereka meninggalkanmu?" ucap Fang long sambil menyetir.


" Iya...Kakek dan Nenek sudah tiada bulan yang lalu.." ucap Bayu terpaksa berbohong. Jika jujur,takut para tentara menangkap dirinya.


" Apa kamu tahu tempat tinggal mereka ?" ucap Fang Long.


" Gak tahu paman...Makanya aku pergi mencari mereka...Siapa tahu aku menemukan mereka.."


" Ini paman dari mana?" ucap Bayu.


" Aku dari tempat temanku...Dia meninggal.."


Deeg....Bayu terkejut. Ia mengira teman yang meninggal itu adalah Shoutang.


" Dia tewas kecelakaan mobil ." ucap Fang Long.


" Syukurlah...Aku pikir si Kutang..." ucap Bayu dalam hati.


" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


" Kamu punya ketrampilan apa?" ucap Fang Long.


" Menjala ikan sama memasak paman.." ucap Bayu.


" Aaaaa....Kebetulan..."


" Aku sedang membutuhkan seorang juru masak.." ucap Fang Long


" Aku tidak pandai memasak paman..." ucap Bayu.


" Tak masalah...Aku akan mengajarimu..."


" Bagaimana?" ucap Fang Long.


" Hemm....Boleh..." ucap Bayu.


" Kamu memiliki berapa saudara?" ucap Fang Long.


" Aku sendiri paman..." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu..." ucap Fang Long.


" Apakah paman sudah berkeluarga?" ucap Bayu,karena ia melihat Fang Long sendirian di dalam mobil


" Istriku ada di rumah..." ucap Fang Long.


" Ooo... Di rumah..." ucap Bayu.


Bayu memgambil air minum lalu meminumnya.


" Usaha yang aku buka belum seberapa ramai.." ucap Fang Long.


" Ya sabar paman...." ucap Bayu.


" Kamu bisa memasak apa?" ucap Fang Long.


" Ayam bakar,ikan bakar,nasi goreng.." ucap Bayu.


" Nasi goreng?" ucap Fang Long.


" Iya paman,nasi di goreng. Di beri bumbu lalu di goreng.." ucap Bayu.


" Oke...Aku minta buatkan nasi goreng buatanmu... Jika enak..Aku akan menambahkan menu itu.." ucap Fang Long.


" Nasi gorengku tidak enak paman.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak enak..?" ucap Fang Long.


" Aku membuatkan nasi goreng tidak di habiskan oleh temanku.." ucap Bayu.


" Serius..?" ucap Fang Long.


" Iya paman...Aku serius..."


" Dia bilang nasi gorengmu tidak enak...Lihatlah...Piringnya tidak aku makan..Begitu paman..." ucap Bayu.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha... Fang Long tertawa.

__ADS_1


" Tentu saja piringnya tidak di makan Jiang..." ucap Fang Long.


__ADS_2