
Bayu menembus setiap benda di depannya.
Tiba - tiba tangannya ada yang menyentuh.
" Eh.....!!!??? Bayu terkejut.
Lalu Bayu menoleh ke belakang.
Nampak seorang gadis cantik memegang tangan Bayu.Wajahnya pucat, Rambutnya panjang sepinggang. Kaki tidak menyentuh bumi.
" Abang mau kemana?" ucap wanita itu.
" Maaf... Mbak ini siapa?" ucap Bayu.
" Gue Laura...Abang ini siapa?" ucap wanita itu mengaku bernama Laura.
" Lepasin dulu tanganku,nanti aku jawab.."
Laura melepaskan pegangan tangan Bayu.
" Namaku Bayu...Maaf saya harus pergi..." ucap Bayu lalu melesat mencari mobil Nando.
Laura mengikuti Bayu.Ia juga menembus benda yang ada di depannya.
" Abang cari siapa seh?" ucap Laura penasaran.
" Cari orang bernama Nando.." ucap Bayu sambil mencari mobil Nando.
" Nando itu siapa...?" ucap Laura.
Bayu berhenti karena tak melihat keberadaan mobil Nando.
" Orang yang mencelakai sahabatku..."
" Kenapa mbak ada di sini...?" ucap Bayu.
" Ini tempat gue.... " ucap Laura.
" Ooo...Begitu...Ya sudah mbak...Saya harus kembali....Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu lalu menghilang.
" Ehh....!!!??? Laura terkejut melihat pemuda itu menghilang.
" Tampan juga orangnya...Jika gue bertemu lagi,akan gue ikuti."
" Dari pada di sini...."
"Selalu di gangguin sama om - om genit..." ucap Laura lalu menghilang.
***
Kamar rawat Bimo.
Bayu membuka matanya,lalu merapikan sajadah. Setelah itu menghampiri Clara.
" Saya akan cek.. Apakah Nando ada di sini apa tidak..." ucap Bayu alasan lalu keluar kamar.
" Iya pak..." ucap Clara.
Bayu menutup pintu.
" Apakah kalian melihat Nando sekitar sini?" ucap Bayu. Sebelumnya Bayu memberi sketsa wajah kepada pengawalnya yang berjaga.
" Tidak melihat bos..."
" Sama...Saya juga tidak melihat.." ucap pengawal.
" Hemm...Aku minta tolong ke kalian,beritahu ke Security yang jaga di lantai ini.. Bila ada melihat Nando segera usir. Aku takutnya dia datang lalu menyamar,kemudian masuk keruangan Bimo." ucap Bayu.
" Siap boss..." ucap 2 pengawal.
" Maaf bos..."
" Setiap Dokter atapun perawat yang mau masuk di sini selalu kami periksa dan kami suruh buka masker lebih dulu.." ucap salah satu pengawal.
" Bagus... Aku masuk ke dalam dulu..." ucap Bayu lalu masuk ke dalam.
" Bagaimana pak...Apakah Nando ada di sini?" ucap Clara.
" Saya tidak melihatnya bu..." ucap Bayu.
" Panggil saja saya Clara jika saya tidak bekerja pak..." ucap Clara.
" Yo mbak...Oh iya...Kita lanjut lagi Bim..." ucap Bayu lalu mengambil peralatan menggambarnya.
Bimo memberi tahu lagi ciri - ciri orang yang menyerang dirinya.
Clara melihat ke arah Bayu yang sedang memggambar.
" Rupanya dia pandai menggambar " ucap Clara dalam hati.
Setelah selesai,Bayu menunjukkan ke Bimo.
" Iya..Itu orangnya Bay..." ucap Bimo.
" Dia siapa sayang?" ucap Clara.
" Orang yang di gambar Bayu itu adalah orang yang menyerangku sayang..." ucap Bimo.
" Kapan yank..?" ucap Clara.
" Seminggu yang lalu.." ucap Bimo.
" Kapan mbak pulangnya?" ucap Bayu.
" Jam 7 lah mas...Mas Bayu sendiri" ucap Clara.
" Rencananya seh setelah selesai gambar."
" Ini saya sudah selesai mbak..."
" Sebentar saya telpon teman saya dulu" ucap Bayu.
Bayu mengambil hapenya lalu menghubungi komandan pengawal untuk meminta pengawalan sementara,karena Bayu mencurigai Nando adalah pelaku tabrak lari.
Setelah selesai menelpon,Bayu menghampiri Clara.
" Mbak...Saya sudah hubungi teman saya... "
" Mereka sedang meluncur ke sini..." ucap Bayu.
" Terima kasih banyak mas Bayu..."
" Saya jadi lega...Sebab jika pulang malam... Saya takut di cegat di perjalanan.." ucap Clara.
" Iya sama - sama...Ya sudah kalau gitu...Aku pamit pulang dulu...Bim...ku pulang dulu ya.." ucap Bayu.
" Yo Bay...Hati - hati.." ucap Bimo.
" Bulek...Paklek...Bayu bade wangsul..."
" Assalam mua'laikum." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap kedua orang tua Bimo,Bimo dan Clara.
Bayu keluar dari kamar Bimo,lalu berjalan menuju parkiran mobil sambil memperhatikan apakah ada Nando atau tidak.
Setelah sampai di parkiran,Bayu masuk ke dalam mobil kesayangannya.
Laura muncul tak jauh dari Bayu lalu masuk ke dalam mobil Bayu yang berjalan.
Bayu merasakan ada sosok di sekitarnya,lalu ia menoleh ke belakang sebentar.
" Laura....!!!!???" ucap Bayu terkejut sambil mengerem mendadak. Beruntung tidak ada kendaraan di belakang Bayu.
" Gue pengen ikut..." ucap Laura.
" Kita beda alam Laura..." ucap Bayu.
" Gue bosen di sini...Selalu di gangguin.." ucap Laura.
" Di gangguin sama siapa?" ucap Bayu.
Laura pindah ke depan. Bayu kembali menjalankan mobilnya.
" Sama om - om genit..." ucap Laura.
" Buset dah...Masa dunia hantu ada hal yang begituan..." ucap Bayu dalam hati.
" Boleh ikut...Tapi ada syaratnya..." ucap Bayu sambil menyetir.
" Apa itu syaratnya..." ucap Laura.
" Jangan usil dan jangan mengganggu keluargaku...Dan kamu harus menuruti apa yang aku perintahkan" ucap Bayu.
" Oke...Gue sutuju..."ucap Laura.
" Jika kamu melanggar,maka aku atau ibuku akan membakarmu.." ucap Bayu.
" Emang lu bisa bakar gue?" ucap Laura.
" Ya bisa lah..." ucap Bayu.
" Dengan apa lu bakar gue?" ucap Laura.
" Dengan lantunan ayat - ayat suci Al Qur'an.."
Laura terdiam.
" Kenapa kamu diam...?" ucap Bayu.
" Jangan bakar gue ya... Bayu..."
" Gue dengar orang mengaji saja gue kepanasan dan langsung pergi." ucap Laura.
" Makanya...Jangan usil atau ganggu..." ucap Bayu.
" Tadi lu bilang ibu lu bisa bakar gue...Apa ibu lu bisa lihat gue..?" ucap Laura.
" Bisa...." ucap Bayu.
" Wuiiih...Hebat...."
" Kalau gue masih hidup..Gue mau jadi pacar lu?" ucap Laura.
" Jancook...Untung kamu dah meninggal,kalau masih hidup langsung berhadapan dengan Ayuku" ucap Bayu dalam hati.
" Kalau boleh tau,kamu mati kenapa?" ucap Bayu.
" Gue keracunan...Terus mati sebelum mendapatkan pertolongan medis.." ucap Laura.
" Ooo...Keracunan..."
" Kenapa bisa kamu di ganggu sama om genit? ucap Bayu.
" Gue kan hantu paling cantik di situ..." ucap Laura.
" Ada pocong gak?" ucap Bayu.
" Ada..."
" Gak hanya pocong saja,ada kuntil anak,tuyul sama genderuwo..." ucap Laura.
" Kok aku gak lihat mereka?" ucap Bayu.
" Mereka ada di belakang rumah sakit,tepatnya di pohon beringin..." ucap Laura.
Setelah menempuh perjalanan akhirnya Bayu sampai di rumah.
" Bentar lagi magrib"
Bayu melepas sabuk pengaman.
" Setelah shalat magrib,kita baca Al Qur'an..Jadi.."
" Jangan masuk ke dalam..." ucap Bayu.
__ADS_1
" Oke..."
Bayu keluar dari mobil lalu berjalan ke rumah.
" Besar juga rumah lu..." ucap Laura.
Bayu hendak menjawab,tapi di tahan,sebab ada pengawal,takutnya ia di anggap gila karena ngomong sendiri.
" Kenapa lu diem aja bang...?" ucap Laura.
" Nanti aku di anggap orang gila. Maaf.." ucap Bayu agak pelan setelah jauh dari pengawal.
" Ooo...Begitu...."ucap Laura.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat melewati pintu.
" Wa'alaikum salam..." suara penghuni rumah.
Bayu berjalan ke arah kamarnya. Nampak Hana berjalan ke arah Bayu dan melihat sosok Laura di dekat Bayu.
" Kenapa ada hantu yang mengikuti sayang..?" ucap Hana.
" Dia pengen ikut bu..." ucap Bayu.
" Dia ibu lu bang...?" ucap Laura.
" Iya..." ucap Bayu.
" Jangan ganggu orang di sini..Jika kamu ganggu,aku akan membakarmu.." ucap Hana.
" Siap tante..." ucap Laura.
" Kenapa kamu ikuti Bayu?" ucap Hana.
" Maaf tante... Saya bosen dan selalu di gangguin sama om - om genit.. Terus saya lihat bang Bayu. Jadi saya ikuti bang Bayu ke sini..." ucap Laura.
" Siapa namamu?" ucap Hana.
" Laura tante..." ucap Laura.
" Bu...Bayu ke atas dulu ya..." ucap Bayu.
" Iya sayang..." ucap Hana.
Bayu berjalan menuju lantai 2. Laura mengikuti Bayu dari belakang.
" Ini rumah apa istana bang....?"
Nampak Daniel berjalan menuju kebawah
" Besar amat...Amat aja gak besar begini" ucap Laura.
" Jangan ikuti aku terus...Ini aku mau mandi..." ucap Bayu.
" Oke..." ucap Laura.
" Kowe ngomong karo sopo Bay?" ucap Daniel ketika berpas - pasan dengan Bayu. Karena ia melihat dan mendengar Bayu bicara sendirian.
" Sama hantu Niel.." ucap Bayu.
" Hantu... Mosok nang kene ono hantu Bay...?" ucap Daniel.
" Ada...Neh dia di sampingku.. Pas di rumah sakit,dia ngikuti aku pulang..." ucap Bayu.
" Jiangkreek...Wedi( takut)aku Bay...Tolong kamu usir aja dia..Aku gak mau di gangguin Bay..." ucap Daniel.
" Dia gak ganggu kok...Yo wes aku mau mandi dulu..." ucap Bayu.
Setelah mandi,Bayu pun shalat berjamaah bersama keluarga dan teman - temannya.
Laura tak berani mendekati Bayu,karena Bayu membaca ayat - ayat Al Qur'an.
Selesai shalat,Bayu mengajari ke tiga istrinya mengaji.
Pukul 20.10.
Teman - teman Bayu berkumpul di Balkon lantai 2.
Bayu berjalan menghampiri sambil membawa salinan sketsa wajah pelaku penyerangan Bimo.Laura mengikuti Bayu dari belakang.
" Aku sudah dapat sketsa wajah orang yang nyerang Bimo.." ucap Bayu sambil menyerahkan kertas kepada teman - temannya.
Laura mendekati Paijo.
" Jangkrek...Kok aku merinding ngene yoo.." ucap Paijo dalam hati.
" Katanya 4 yang nyerang Bay...Kok ini cuman 3 ?" ucap Lukman.
" 3 aja sudah cukup... Nanti aku sebar ke anak buahku yang ada di lapangan untuk mencari mereka.." ucap Bayu.
" Bay...Kok aku merasa merinding yo.." ucap Paijo.
" Ada Laura di sampingmu kang" ucap Bayu.
" Laura...? Laura kuwi sopo Bay?" ucap Paijo sambil menoleh ke kanan lalu ke kiri.
" Cewek cantik..." ucap Bayu.
" Cewek cantik....??"
" Hantu kah...?" ucap Paijo.
" Ho oh..." ucap Bayu.
" Juancooooook....." ucap Paijo lalu membaca ayat - ayat Al Qur'an yang ia hapal.
" Dia gak ganggu kang....Tenang aja..." ucap Bayu.
" Tenang piye...Merinding aku Bay..." ucap Paijo.
" Laura...Tolong jangan dekati temanku,dia ketakutan..." ucap Bayu.
" Gue cuman mau lihat saja..." ucap Laura lalu menjauhi Paijo.
Paijo tak merasakan sosok makhluk halus di dekat dirinya.
" Dari rumah sakit,ngikutin aku..." ucap Bayu.
Nampak Ayu berjalan ke arah Bayu.
" Kok bisa dia ngikutin kamu Bay?" ucap Paijo.
" Ya bisa lah...Lah wong dia ngomong sama aku kok.." ucap Bayu.
" Shujin...." ucap Ayu.
" Iya yomesan.." ucap Bayu.
Ayu duduk di samping Bayu.
" Hari minggu besok,temanku ulang tahun. Dia mengundangku..." ucap Ayu.
" Cewek apa cowok?" ucap Bayu.
" Cewek..."
" Temanin ya shujin..." ucap Ayu.
" Iya yomesan..." ucap Bayu.
" Dia adik lu bang?" ucap Laura.
" Bukan...Dia istriku..." ucap Bayu.
" Shujin bicara pada siapa?" ucap Ayu.
" Sama hantu..." ucap Bayu.
" Ooo...Istri...Cantik juga istri lu..." ucap Laura.
"Ya cantik dong...." ucap Bayu.
" Bay..."
" Kalau kowe lagi bersama kami gak masalah,karena aku tahu kamu bisa lihat hantu.."
" Kalau pas sendirian atau sama orang lain..Nanti kowe di sangka wong gendeng..." ucap Lukman.
" He eh....Dia nyerocos terus Man..."
" Oh iya...Besok di foto copy itu gambarnya,lalu sebar ke teman - teman. Jika ada yang melihat dan menemukan orang itu maka aku akan memberinya uang 10 juta cash ke orang pertama"ucap Bayu.
" Banyak betul Bay..." ucap Paijo.
" Buat semangat nyari kang...Kalau imbalannya cuman 100 ribu..Ya mereka malas nyari.." ucap Bayu.
" Iya juga seh..." ucap Paijo.
" Kenapa gak minta bantuan sama polisi Bay..?" ucap Daniel.
" Males aku...Harus buat laporan dulu..."
" Kalau lewat teman - teman di kampus kan enak,sekalian bantu ekonominya..."
" Jumlahnya lumayan banyak... Tersebar di mana - mana..." ucap Bayu.
" Eh Bay.."
"Kenapa gak si Laura kamu suruh juga untuk mencari..." ucap Lukman.
" Lah... Terus imbalannya apa dong kalau Laura ikut mencari? Kan dia hantu" ucap Bayu.
" Ya sajen lah Bay..." ucap Lukman.
" Ogah gue ikut cari...Nanti gue di perkossa lagi..." ucap Laura.
" Laura bilang,dia takut di perkossa Man.." ucap Bayu.
" Heeeeeeh...!!!"
" Emang ada di dunia hantu ada perkosaan Bay?" ucap Lukman.
" Embooh..."
" Hemm....Oh iya Laura..."
" Kalau kamu juga ikut nyari....Maka hadiah uang ini akan aku berikan pada orang tuamu..."
" Bagaimana..?."
"Kamu mau gak?" ucap Bayu.
Nampak Laura berpikir.
" Cerdas juga kowe Yu..." ucap Daniel.
" Okee... Gue mau..." ucap Laura.
" Seep...." ucap Bayu.
" Kalau bisa tambahin lagi duitnya bang.." ucap Laura.
" Kamu minta berapa Laura?" ucap Bayu.
" 25 juta..." ucap Laura.
" Deal...." ucap Bayu.
" Dia minta berapa Bay.?" ucap Lukman.
" 25 juta Man..." ucap Bayu.
Laura menghirup kopi yang ada.
Kemudian Daniel mengambil kopinya.
__ADS_1
" Kok rasanya berubah yoo..." ucap Daniel pelan.
" Berubah apane Niel..?" ucap Lukman.
" Rasa kopiku...Coba kamu rasain kopimu..." ucap Daniel.
Lukman mengambil gelas kopinya,lalu meminum.
" He eh... Rodo sepo ( agak hambar)...Kok iso yoo.." ucap Lukman .
" Jangan - jangan ini kerjaannya Laura.." ucap Daniel.
" Bay...Coba kamu tanyain ke Laura...Apa dia minum kopi kita...?" ucap Lukman.
" Iya...Gue yang minum kopi kalian..." ucap Laura.
" Iya katanya..." ucap Bayu.
" Jiangkrek..."
" Woii Laura....Kalau pengen kopi bilang dong...Jangan minum punya orang.. " ucap Lukman.
" Emang lu bisa ngomong ke gue...?" ucap Laura.
" Dia bilang,emangnya kowe iso ngobrol sama dia" ucap Bayu.
" Ora iso..." ucap Lukman.
" Laura...Apa kamu lupa perjanjian kita...?" ucap Bayu.
" Maaf bang....Gue lupa..." ucap Laura.
" Jewer aja kupingnya Laura itu Bay..."
" Ngombe kopine wong gak permisi.."ucap Lukman.
" Jewer aja sendiri Man..." ucap Bayu.
" Kalau aku bisa lihat dan pegang,dah ku jeweer tuh Laura.." ucap Daniel.
Laura merasuki tubuh Daniel.
" Lu resek banget...Gue itu cuman pengen aja minum kopi kalian.." ucap Laura yang merasuki tubuh Daniel.
" Heeeeh.....!!!! Lukman dan Paijo terkejut.
" Napa....? Ini gue Laura.." ucap Laura.
Lukman menarik telinga Daniel.
" Aaaauu....Sakit tahu..." ucap Laura.
" Biarin....Kamu minum kopi kita,..." ucap Lukman.
" Lepassiiin...." ucap Laura.
" Bikinkan kita kopi lagi..." ucap Lukman.
" Oke..Oke...Gue buatin lu kopi.." ucap Laura.
Daniel berdiri lalu berjalan. Gaya berjalannya pun berbeda dari biasanya.
" Bay...." ucap Paijo.
" Ya kang..." ucap Bayu.
" Kok sekarang malah serem seh Bay..."
" Ada Laura terus merasuki tubuh Daniel...Nanti dia malah masuk dalam tubuhku.." ucao Paijo.
" Nanti tak kasih tahu dia.." ucap Bayu.
" Kalau dia merasuki tubuh salah satu istriku bisa gawat..." ucap Bayu dalam hati.
" Laura kok lama banget ya buat kopinya..." ucap Lukman.
" Tunggu 5 menit lagi Man " ucap Bayu.
5 menit berlalu.
" Dah lima menit neh Bay..."
" Apa jangan - jangan dia godain para pengawal.." ucap Lukman.
" Bisa gawat....Ayooo kita susul dia..." ucap Bayu.
Mereka pun berdiri lalu berjalan cepat ke arah dapur.
Terdengar suara Dewi yang mengomel - ngomel di dapur.
" Mbak Dewi kenapa tuh.." ucap Paijo.
" Embooh..." ucap Bayu.
Begitu sampai di dapur.
Alangkah terkejutnya Bayu dan yang lainnya.
Nampak Daniel mengenakan pakaian Dewi,sedang memakai make up sambil menunggu air mendidih.
Dewi menghampiri Bayu.
" Mas....Itu teman mas Bayu kenapa seh?"
" Tiba - tiba datang ke kamarku terus ngambil pakaianku lalu di pakainya...." ucap Dewi.
" Huakakakakakakaka....." Paijo,Lukman Ayu dan Bayu tertawa.
" Juancooook....." ucap Paijo lalu tertawa lagi.
" Wasssuu... Sakit perutku..." ucap Lukman.
Bayu berhenti tertawa lalu dengan sekuat tenaga menahan tawanya lagi.
Bayu menghampiri Laura yang merasuki tubuh Daniel.
" Laura..." ucap Bayu.
Daniel menoleh.
" Iya baaang...." ucap Laura.
Suara Daniel seperti bencong.
" Huakakakakakakaka....." Lukman dan Paijo kembali tertawa.
Penghuni rumah Bayu pada berdatangan mendengar suara tawa di dapur.
" Kenapa kamu memakai pakaiannya mbak Dewi...?" ucap Bayu.
" Gue kan cewek...Masa iya pakai pakaian cowok...Hellloo..." ucap Laura.
" Ampun dah hantu satu ini...Bisa - bisa aku mati ketawa tiap hari melihat Daniel berpakaian cewek," ucap Bayu dalam hati.
" Ada apa ini? Kok pada tertawa..." ucap bu Intan.
" Tuh ma...Si Daniel..." ucap Paijo.
Bu Intan melihat ke arah Daniel yang mengobrol dengan Bayu.
" Ya Allaaaaah....Danieeeel..."
Bu Intan menghampiri Daniel.
" Kenapa kamu berpakaian seperti perempuan..Lalu ini baju siapa?" ucap bu Intan.
" Baju saya ma..." ucap Dewi.
Bu Intan menoleh ke Dewi laku ke Daniel.
" Dia di rasuki hantu ma....Makanya dia begini.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
" Usir aja hantu itu Wan...Mama jijik melihat cowok memakai pakaian wanita.." ucap bu Intan.
" Laura..." ucap Bayu.
" Iya bang.. " ucap Laura.
" Tolong keluar dari tubuh Daniel ya.. " ucap Bayu.
" Iya.. Tapi tunggu gue buatin kopi dulu ya..." ucap Laura.
Selesai membuat kopi,Laura keluar dari tubuh Daniel.
Daniel kehilangan keseimbangan lalu ambruk.
Bayu yang ada di dekat Daniel segera menangkap tubuh Daniel.
Hana berjalan ke arah Bayu lalu memberikan minyak kayu putih ke Bayu.
" Laura....Jangan kamu ulangi lagi " ucap Hana.
" Iya tante...Maaf..." ucap Laura.
Daniel sadar lalu membuka matanya.
" Bayu...."
Daniel merasakan tubuhnya sakit semua. Bayu membantu Daniel duduk.
Daniel melihat sekeliling dirinya,ia merasakan keanehan.
" Kok aku di dapur...Perasaan tadi aku di balkon deh.." ucap Daniel belum menyadari pakaian yang ia pakai.
" Tadi kamu di rasuki oleh Laura Niel.." ucap Bayu.
" Seriusss...!!!" ucap Daniel gak percaya.
" Lihat aja pakaianmu..." ucap Bayu.
Daniel melihat pakaian yang ia pakai. Daniel mengenakan rok selutut,kaos bertali,dan memakai behaa..
" JUANCOOOOOK......" ucap Daniel.
" Kamu mau mangkal di mana Niel?" ucap Lukman.
" Mangkal....Mangkal muatamu..."
Huakakakakakaka......" Lukman dan Paijo kembali tertawa.
" Adooh...Loro wetengku cook..." ucap Lukman.
" Iki klambine sopo Bay..?" ucap Daniel.( Ini pakaiannya siapa)
" Mbak Dewi..." ucap Bayu.
" Aseem...Asem....."
" Awakku loro kabeh Bay..."
" Seperti bar macul nang sawah isuk tekan sore.." ucap Daniel.( Seperti habis nyangkul di sawah pagi sampai sore).
" Awakmu persis koyok Kirana Niel...Dulure Kirana kah..?" ucap Paijo.(Saudaranya Kirana kah)
" Juangkreek...." ucap Lukman.
" Kak Daniel jika pakai bajunya mbak Dewi jadi cantik ya kak.." ucap Melisa ke Putri.
" Iya Mel...Aku aja pangling melihatnya." ucap Putri.
" Dah...Gak usah kamu ganti Niel...Sampai besok pagi ya...Jangan di lepas...." ucap Diana.
" Diampuut....Emmoh aku.." ucap Daniel.
__ADS_1
HA.....HA...HA....HA.....HA....HA...HA....HA..." Mereka tertawa semua.Termasuk Laura.