
Minggu.
Pukul 7.40
Langit di Ibu Kota yang tadinya cerah,kini mendung pekat.
Nampak Pemuda dan gadis cantik sedang berlatih pedang.
Trang....Trang......Traaang.... suara besi berbenturan.
Mereka adalah Bayu dan Hinata.
Hinata memakai kalung milik Hana,agar tak teluka saat terkena pedang Katana. Serta memakai pakaian latihan yang di buat khusus dari Hana.
Traaang.....
Bayu menahan serangan Hinata.
"Sutekina ugoki " ucap Hinata. (gerakan yang bagus).
" Zenryoku o dashite mitara dōdarou " ucap Bayu. ( bagaimana jika kita mengeluarkan kekuatan penuh kita )
"Boleh....Ayoo.." ucap Hinata.
Hinata dan Bayu mundur 5 langkah.
Bayu menyarungkan pedangnya. Lalu mengeluarkan kekuatannya.
Nampak mata Bayu bewarna pelangi semua,begitu juga Hinata.
Mata Hinata bewarna emas semuanya.
Diana memperhatikan mereka dari kejauhan.
Tak lama kemudian Hinata dan Bayu bergerak maju. Gerakan mereka sangat cepat.
Hinata mengayunkan pedangnya secara Vertikal. Bayu manangkis serangan Hinata.
Hinata bergerak ke belakang Bayu dengan cepat lalu mengayunkan pedangnya lagi.
Bayu mengetahui serangan Hinata dari arah samping kanan. Kemudian Bayu menahan serangan tersebut dengan pedangnya.
Traaang....
perlahan rintik hujan turun dari langit.
Bayu menggunakan kaki untuk menyerang Hinata, ia segera menggukan kaki kanannya untuk menendang Hinata.
Hinata memghindar.
Tendangan Bayu hanya mengenai udara kosong.
Bayu tak melihat keberadaan Hinata.Tiba - tiba ia merasakan bahaya di belakangnya.
Bayu berkelit ke samping,rupanya Hinata berada di belakang Bayu lalu menyerang secara vertikal. Kemudian Hinata memyerang Bayu secara horizontal.
Bayu mengkis serangan Hinata.
Traaang...
Mereka menjaga jarak lagi.
Hujan turun semakin deras.
Bayu menyarungkan pedangnya
Hinata juga menyarungkan pedangnya,lalu melesat ke arah Bayu sambil memegang gagang pedang.
Bayu mengambil gaya bertarung Samurai X lalu melesat ke arah Hinata.Setelah dekat ia menarik pedang pedangnya,lalu mengayunkan pedangnya dengan cepat lalu melewati Hinata.
Mereka sama - sama terdiam saat selesai melancarkan serangan.Mata mereka kembali normal.
Bayu memasukkan pedangnya.Begitupula dengan Hinata.
Tiba - tiba celana Bayu melorot.
"Diampuuutt...." ucap Bayu lalu menarik celananya.
Sedangkan Hinata baju bagian depan terbuka.
Hinata membalikkan badan ke arah Bayu.
Bayu membalikkan badan ke arah Hinata.Ia melihat Hinata memegang bajunya,sedangkan Hinata melihat Bayu memegang celananya.
"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha... " Hinata tertawa. ia tak menyadari jika baju bagian depan robek akibat terkena tebasan pedang Bayu.
Bayu yang melihat Hinata tertawa lantas ikut tertawa.
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...
Hinata merasakan bagian perutnya terkena air hujan secara langsung.Lalu ia menunduk.
"Eh....!!!??? Hinata terkejut saat melihat bajunya robek terkena pedang Bayu.Lalu ia menutupnya.
Bayu mendekati Hinata.Lalu merangkulnya sambil memegang celananya.
"Yok kita masuk...." ucap Bayu.
Mereka kemudian masuk dalam rumah.
Saat mereka berada di pintu masuk,Diana memakaikan handuk ke Hinata.
"Kita seri shujin..." ucap Hinata.
"Iya..." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan ke arah kamar tidur Hinata.
"Ya ampuun.... Jika Hujan ya berhenti dong sayang...Nanti kalian sakit.." ucap Hana saat melihat Bayu dan Hinata bejalan bajunya basah kuyup.
"Iya bu...."ucap Bayu dan Hinata.
Setelah sampai di kamar tidur Hinata.Bayu mengunci pintu kamar.
"Issho ni ofuronihairu no ga daisuki " ucap Hinata. ( sayang mau mandi bersama )
"Kite..." ucap Bayu. ( Ayo)
Mereka kemudian melepas pakaiannya masing - masing.
Bayu meletakkan pakaian basah di kamar mandi.
Hinata mendekat ke Bayu,lalu memegang dedek Bayu.
"Sayang mau maen ?"
Hinata menganggukkan kepala.
"Kita main di tempat tidur aja ya.." ucap Bayu lalu menggendong Hinata.
Bayu meletakkan Hinata di ranjang. Lalu Bayu di atas tubuh Hinata.
Hinata menikmati sentuhan yang di lakukan oleh Bayu. Apalagi saat Bayu memainkan gunung kembarnya. Setelah itu turun hingga tepat di goanya.
Hinata sperti tersengat listrik saat lidah Bayu bermain di goanya.
10 menit kemudian,Bayu memasukkan senjata.
Blessh....
Hinata merasakan goanya penuh sesak.Lalu Bayu menggerakan dedeknya maju mundur.
Hinata merintih kenikmatan.
Setelah selesai bercinta,Hinata dan Bayu mandi bersama.
Selesai mandi dan berpakaian,mereka keluar kamar.
Di luar hujan masih turun lebat.
Bayu dan Hinata berjalan ke arah ruang keluarga.
Setelah sampai,nampak Khalisa,Diana, Melisa,Hana dan sahabat Bayu kecuali Paijo duduk di sofa. Paijo dan bu Intan pergi ke Cafe.
"Kak..." ucap Melisa.
"Ya Mel..." ucap Bayu
"Mel pengen mie rebus...Tapi kakak yang buatin..." ucap Melisa.
"Iya Mel..." ucap Bayu menuruti kemauan adiknya itu.
"Mas...Adek juga mau..." ucap Khalisa.
"Siapa yang mau Mie rebus angkat tangannya..." ucap Bayu.
Semua mengangkat tangan.
"Asem...." ucap Bayu melihat ke tiga sahabatnya ikut mengangkat tangan.
"Telurnya di campur apa di pisah?" ucap Bayu.
"Campur aja mas..." ucap Khalisa.
"Okeee...
"Kamu Lis..
"Oh iya...Sulis gak ada ya.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah dapur untuk membuatkan Mie.
"Diampuut... Aku merasa Sulis tinggal di rumahku" ucap Bayu dalam hati.
----***----
__ADS_1
Hari Selasa pukul 8.25
Di rumah pak H. Ridwan.
Sudah 3 minggu Sulis berada di rumah pak H. Ridwan.
Nampak Sulis berada di dalam kamar tidur sendirian. Duduk di depan meja rias.
Di tangannya memegang sebuah benda kecil memanjang. Nampak 2 garis merah di benda tersebut.
Sulis merasa senang sekaligus sedih,akhirnya ia hamil,akan tetapi Ahmad belum mengetahuinya. Ia sengaja melakukan itu,karena waktu ia kerumah Bayu entah kenapa dirinya ingin sesuatu dari Bayu serta ingin Bayu yang melakukannya.Lalu dirinya merasa mual - mual.
Pagi harinya Sulis mencoba alat yang ia beli tanpa sepengetahuan Ahmad,karena dirinya telat datang bulan sudah lebih dari seminggu.
Sulis bingung,apakah ia hamil karena Ahmad atau karena Bayu,
"Aku hamil sama siapa ya?...
Lalu Sulis membungkus alat itu dengan tissu lalu di dikantongi untuk di buang.
"Jika ini anak dari Ahmad...
"Hemm....
Sulis memikirkan kapan ia berhubungan badan dengan Bayu lalu memghitungnya. Lalu ia menghitung juga tanggal kapan ia harusnya datang bulan.
"Mas....Aku hamil anakmu...
Sulis mengusap perutnya,setelah memgetahui tanggal ia harusnya datang bulan. Karena saat ia berhubungan badan dengan Ahmad,dirinya tak lagi masa subur,peluang untuk hamil sangat rendah,sedangkan saat bersama Bayu,peluang untuk hamil sangat tinggi karena masa subur. Lalu 3 hari setelah dirinya menikah seharusnya dirinya halangan,akan tetapi sampai sekarang tak ada halangan.
Saat Sulis berhubungan badan dengan Ahmad pertama kalinya,ia melihat dedeknya Ahmad tak sebesar milik Bayu,namun agak besar daripada milik Alvin. Panjangnya juga gak sepanjang dengan milik Bayu,yang mampu sampai memyentuh dasar goanya. Lalu setelah Sulis memasukkan dedeknya Ahmad,ia tak merasakan sampai ke dasar,hanya terasa menggesek - gesek dinding goanya saja. Waktunya juga lumayan lama dari pada Alvin. Hingga ia keluar lebih 2 kali. Akan tetapi tak sehebat permainan Bayu yang membuat dirinya keluar lebih 10 kali. Meskioun begitu,dirinya tetap bersyukur ,karena Ahmad menyanyangi dirinya,dan juga Ahmad orangnya setia,tak seperti Alvin.
Sulis kemudian berdiri,lalu berjalan menuju toko untuk membantu keluarga mertuanya, rencananya setelah pulang dari Mekkah dirinya akan pindah rumah.
Setelah sampai di toko,Sulis membantu merapikan barang - barang yang terpajang di rak toko serta mengelap barang yang berdebu.
"Apa aku beritahu ke Bayu ya soal kehamilanku...
Ahmad sedang melayani pembeli.
Saat Sulis di rak yang ada jajan Choki - choki.
"Ini kan jajanan kesukaan Bayu...
Sulis mengambil 1 biji Choki - choki lalu memakannya.
Kemudian ia berjalan ke rak yang terpajang teh Kotak. Kemudian Sulis mengambil teh kotak tersebut.Lalu meminumnya.
Glek....Glek...Glek...
"Ternyata enak juga...
Ahmad memperhatikan Sulis.
"Sayang..." ucap Ahmad.
Sulis menoleh ke Ahmad.
"Iya..." ucap Sulis.
Ahmad berjalan mendekati Sulis.
"Sayang gak usah bantu - bantu...Nanti capek.." ucap Ahmad tak ingin istrinya kecapek an.
"Gakpapa yank...Lagian hanya menyusun saja..." ucap Sulis.
"Jangan angkat barang yang berat ya sayang..." ucap Ahmad.
"Siap boss..." ucap Sulis sambil hormat.
Ahmad mengelap coklat yang menempel di bibir Sulis dengan jarinya. Lalu berjalan ke kasir lagi karena ada yang beli.
Sulis berjalan ke tempat sampah berada,ia merogoh kantongnya yang berisi alat tes kehamilan,lalu membuangnya bersamaan dengan bungkus Choki - choki dan teh Kotak.
"Aman.... Dengan begini Ahmad tidak akan tahu...
Kemudian Sulis berjalan lagi ke arah ruang keluarga.
Setelah sampai ia menyalakan tivi lalu duduk.
Lalu melihat jam di dinding.
"Bayu jam segini pasti masih kuliah..
Sulis sebenarnya ingin masih kuliah,tapi apalah daya. Ia teringat pesan Bayu yang waktu ia sampaikan saat selesai mengaji bersama.
Bayu berkata "Lis...Kamu harus tunduk pada perintah suamimu selama itu tak melanggar perintah agama,jika benar - benar tak sanggup melakukannya karena fisikmu,bilang terus terang pada suamimu.
"Mas...Sebenarnya aku masih mencintaimu, akan tetapi sekarang...
"Cintaku akan kucurahkan pada anak kita..
"Meskipun kamu bukan suamiku...
Lalu tiba - tiba ia ingin sekali makan Coto Makassar yang di jual di Cafenya Bayu.Ahmad belum mengetahui perihal masakan yang di jual oleh Bayu di Cafenya.
To Mas Bayu.
Mas....Aku pengen Coto Makasar,pulang kuliah nanti tolong bawakan kesini ya.Plisss
Sulis mengirim pesan tersebut lalu mengantongi hapenya.
Tak lama kemudian hapenya berdering nada pesan.
Sulis mengecek hapenya.
From Mas Bayu.
Oke... Saat ini kamu tinggal di mana Lis?
Sulis membalas pesan itu.
To Mas Bayu.
Masih di tempat mertua mas.
Sulis mengirim pesan tersebut.
Tak lama kemudian hapenya bersering,cepat - cepat ia membuka pesan itu.
From Mas Bayu.
Aku gak bisa antar Lis,soalnya banyak kerjaanku setelah pulang kuliah,Nanti akan ada anak buahku kesana untuk mengantarkanya Lis.Maaf ya...
To Mas Bayu.
Iya mas gakpapa..Terima kasih ya.
Sulis mengirim pesan tersebut lalu mengantonginya.
30 menit kemudian.
Ting...Tong..... (suara bel)
"Assalam mua'alaikum...." suara pria dari depan pintu rumah.
"Wa'alaikum salam..." ucap Sulis lalu berdiri,kemudian berjalan menuju pintu depan rumah.
Ceklek....Kriiieeeet.
Nampak seorang pria membawa bungkusan.
"Maaf bu apa benar ini rumah Ahmad Zakaria?" ucap pria itu.
"Iya benar...Abang siapa ya...?" ucap Sulis.
"Saya dari Cafe Mantan memgantar bungkusan ini bu...." ucap pria itu lalu menyerahkan bungkusan tersebut.
"Terima kasih bang...Tunggu sebentar ya..." ucap Sulis ingin memberi uang pada pengantar makanan tersebut.
"Tidak usah membayar bu...Saya pamit dulu..Assalam mu'alaikum.." pria itu.
"Wa'alaikum salam..." ucap Sulis lalu menutup pintu.
Sulis berjalan ke arah toko untuk menemui Ahmad.
Setelah sampai di toko.Ia melihat Ahmad bersama ibu metuanya, Ahmad sedang memberi label harga pada barang.
"Yank...Makan yuk..." ucap Sulis.
Ahmad menoleh ke Sulis.
"Aku masih kenyang yank..." ucap Ahmad.
Sulis menekuk wajahnya lalu meletakkan bungkusan itu di lantai kemudian meninggalkan Ahmad.
Sulis meneteskan air matanya,ia ingin makan bersama dengan Ahmad,tapi Ahmad menolak.
"Temanin istrimu Mad...Ini biar ibu yang kasih stempel harganya" ucap ibunya Ahmad.
Ahmad mengambil bungkusan itu lalu mengejar Sulis.
Setelah Ahmad sampai memgejar Sulis,ia berdiri di depan Sulis.
Ahmad melihat Sulis menangis.Ia merasa bersalah,seharusnya tak menolak ajakan istrinya meskipun ia masih kenyang.
"Maafin aku yank...Ayooo kita makan" ucap Ahmad sambil mengelap air mata Sulis dengan jari jempolnya.
"Aku gak lapar " ucap Sulis.
Ahmad menggandeng tangan Sulis lalu berjalan ke arah meja makan.
Sulis diam tak bergerak mengikuti Ahmad.
__ADS_1
"Aku itu pengen makan bersamamu,kenapa sayang gak mau menuruti kemauanku... Sedangkan sayang pengen aku berhenti kuliah aku turuti,pengen punya anak aku turuti... Tapi kenapaa aku pengen makan bersamamu kamu gak mau? apakah kemauan seorang istri yang tak melanggar agama islam itu suami gak mau melakukannya? jawab yank" ucap Sulis meluapkan kekesalananya lalu meneteskan air matanya lagi.Ia merasa lebih bahagia bersama Bayu. Apapun ke inginannya pasti di lakukan,Saat dirinya pengen makan anggur,sulis meminta Bayu untuk mengambilkan buah anggur meskipun Bayu lagi bersama dengan istrinya,Bayu mengambilkan buah anggur tersebut.Saat dirinya minta di gendong kalau ketiduran nonton tivi di ruang keluarga,Bayu mengangkatnya tanpa menolak. Hanya satu yang tak di kabulkan,yaitu menerima cintanya,meskipun ia menangis. Bayu tetap tak menerima cintanya.
Ahmad memeluk Sulis.
"Maafkan aku yank...Aku egois padamu...Tak memikirkan perasaanmu...
Ahmad mengusap air mata Sulis.
"Ya sudah...Jika sayang mau kuliah lagi,maka aku akan mengizinkanmu untuk kuliah,lalu kita tunda punya anak...
Sulis diam tak menjawab.
"Yuk kita makan..." ucap Ahmad lalu menggandeng tangan Sulis.
Setelah sampai di meja makan,Ahmad menaruh bungkusan plastik itu di meja lalu menarik kursi,kemudian menyentuh pundak Sulis agar Sulis mau duduk di kursi.
"Yank...Aku laper,yuk kita makan bersama.." ucap Ahmad.
Sulis akhirnya mau duduk di kursi.
Kemudian Ahmad mengambil peralatan makan di dapur,lalu meletakkan di meja.
Ahmad membuka bungkusan plastik tersebut.
"Ini sayang beli di mana?" ucap Ahmad sambil membuka bungkus berisi Coto Makasar.
"Itu di kasih yank,soalnya tadi aku pesan,terus di antar ke sini.." ucap Sulis.
"Ooo...Begitu...
Ahmad memotong ketupatnya untuk Sulis.
"Makanan apa ini yank?" ucap Ahmad baru melihat makanan tersebut.
"Coto Makasar...Tadi aku pengen makan Coto Makasar lalu meminta mas Bayu untuk memgantarkan ke sini saat pulang kuliah nanti.." ucap Sulis.
"Oooh...Coto Makasar....
Ahmad mencicipi kuah Coto Makasar setelah selesai memotong ketupat untuk dirinya.
"Hem...Enak banget yank...?" ucap Ahmad lalu menyuapi Sulis.
Sulis tak mau membuka mulutnya.
"Makan donk sayang..." ucap Ahmad.
Sulis menoleh ke Ahmad.
"Aku mau maafin sayang jika sayang habiskan sisa ketupat ini.." ucap Sulis.
Di meja makan terdapat 10 ketupat ukurannya sedang. Sedangkan di piring Sulis hanya 1 ketupat saja yang di potong oleh Ahmad.
"Mampus aku...Dah kenyang gini di suruh makan sebanyak itu" ucap Ahmad dalam hati,sebab saat sarapan bersama Sulis,ia makan banyak. Sedangkan Sulis hanya sedikit saja.
"Iya sayang..." ucap Ahmad. Mau tak mau menuruti ucapan Sulis karena merasa bersalah.
Sulis memegang sendok sendiri lalu makan dengan perlahan sambil melihat ke arah Ahmad yang sedang makan.
Ahmad kemudian memakan makanannya.
" Hem....Coto Makasar ini berarti yang jual orang Makasar ya sayang?" ucap Ahmad.
"Iya....Itu ibunya Putri yang buat..." ucap Sulis.
"Ibunya Putri??? Mertuanya Bayu jualan di Kampus yank?" ucap Ahmad.
"Enggak..." ucap Sulis.
"Terus kalau mertuanya gak jualan di kampus,lalu jualan di mana?" ucap Ahmad.
"Di Cafe..." ucap Sulis.
"Ooo...Mertuanya Bayu kerja di Cafe.." ucap Ahmad.
"Bayu punya Cafe,lalu mertuanya usul jualan Coto Makasar dan Sop Konro,Bayu memyetujuinya,setelah lebaran baru buka. " ucap Sulis.
"Kenapa sayang gak bilang sama aku jika ingin makan Coto Makassar.?" ucap Ahmad.
"Sayang sibuk gitu...Jadi ya aku minta tolong ke mas Bayu....
"Jujur ya sayang... Sayang ini memganggap aku apa?
"Kenapa permintaanku yang sepele tidak mas turuti? Padahal kita sudah menikah..
"Sedangkan mas Bayu mau melakukannya meskipun aku ini bukan keluarganya,hanya saja aku di anggap sebagai keluarga saja oleh mas Bayu.." ucap Sulis.
"Maafkan aku Lis...Aku baru kali ini mempunyai seorang kekasih,yaitu kamu, aku tak berpengalaman soal pacaran.
"Maafkan aku ya sayang...
"Aku janji...Akan melakukan apapun yang sayang minta" ucap Ahmad menyesali perbuatannya yang tadi ia lakukan terhadap Sulis.
"Iya..Aku akan memaafkan sayang jika sayang habiskan semua ketupat itu,jika tidak...
"Aku gak mau maafin sayang.." ucap Sulis yang masih kesal.
"Iya...Aku akan menghabiskan ketupat ini." ucap Ahmad.
"Sialan....
"Kenapa seh Bayu memberikan banyak sekali ketupatnya,mana perutku kenyang lagi." ucap Ahmad dalam hati. Ia baru saja memghabiskan 3 ketupat.
---***---
Cafe Mantan
Malam harinya
pukul 00.55
Nampak sorang pria turun dari sepeda montor berhenti di pinggir jalan. Pria itu memgeluarkan bungkusan plastik berisi cairan yang sudah di kasih mantra oleh Ki Winarko seorang dukun.
Pria itu bernama Jumadi pemilik warung soto Lamongan dan Bakso.
Anak buah bayu yang berjumlah 2 orang berjaga di masuk duduk sambil mengobrol,di temani rokok,kopi dan cemilan sambil memgawasi daerah sekitar Cafenya. Karena Bayu memerintahkan untuk berjaga,agar tak ada orang jahat datang ke Cafe tersebut,bila ada orang yang mencurigakan datang langsung di hampiri,takutnya orang itu menaruh sesuatu di sekitar Cafe.
"Sialll.... Jam segini mereka masih berjaga.
"Aku pikir sudah tutup" ucap Jumadi dalam hati,ia ingin menyirami pintu keluar masuk dengan cairan yang ada di dalam platik Akan tetapi ia tak bisa melakukannya,seba pintu itu di jaga.
Cairan di platik tersebut merupakan cairan penutup rejeki ,sehingga ketika orang mau membeli ,maka akan terlihat tidak berjualan oleh orang lain.
Salah satu anak bauh Bayu yang melihat Jumadi datang menghampiri,karena Jumadi terlihat mencurigakan.
Jumadi lantas menyalakan sepeda motornya,sebelum anak buah Bayu datang.
"Juancook...Aku gagal menaruhnya...
Jumadi berhenti 500 meter dari Cafe Mantan.
"Hem.... Kalau aku gagal,maka usahaku makin lama makin sepi..
Jumadi memutuskan kembali,akan tetapi ia menuju ke warungnya.
Sesampai di warung,Jumadi duduk di kursi,meletakkan bungkusan kresek hitam yangvisinya cairan, lalu mengambil rokok dan korek di kantong celananya.
Ia memgambil sebatang rokok lalu di selipkan di bibirnya.
Ces....(suara korek api)
Jumadi menempatkan api itu di ujung rokok,lalu memghisapnya.
Huuuuffft.... Asap keluar dari mulut dan hidung.
Di dekat Jumadi ada seekor kucing liar sedang berjalan lalu melompat di kursi.
Tiba - tiba Jumadi ingin kebelet ingin buang air kecil,lantas ia berjalan ke Toilet.
Kucing yang duduk di kursi lantas naik ke meja yang ada di plastik hitam.
Kucing itu mencium aroma amis seperti ikan,lalu mengendus plastik tersebut.Kemudian menggigit plastik itu.
Nampak plastik itu bocor sedikit.
Tak lama kemudian Jumadi datang,ia melihat seekor kucing ada di dekat bungkusan yang di letakkannya di meja.
"Husst....Hussst....
Jumadi mengusir kucing itu.Kucing itu segera pergi ketika di usir oleh Jumadi.
Lalu Jumadi mengambil kantong plastik hitam tersebut,kemudian berjalan ke motornya.
Tetesan air dari dalam plastik mengenai meja,lantai hingga sampai di tempat Jumadi memarkirkan sepeda motornya tanpa ia sadari.
"Hem....Nanti subuh sajalah...Aku akan kembali kesini...
Jumadi menjalankan motornya menuju tempat tinggalnya.ia berniat datang lagi ke Cafe itu lagi. Siapa tahu penjaga yang berjaga di Cafe itu pergi.
Sesampainya di rumah,Jumadi membiarkan saja bungkusan plastik hitam itu di motornya. ia masuk ke dalam rumah lalu bergadang hingga akan menjelang subuh.
Saat akan mejelang subuh,Jumadi keluar rumah,saat ia berada di motornya,ia melihat ada air tergenang.
"Air apa ini?..
Jumadi merasa heran,sebab tak ada hujan. Lalu mengecek platik hitam tersebut.
Nampak bekas robekkan kecil di plastik itu, Lalu Jumadi memeriksa bungkusan air di dalam plastik hitam
Nampak air di dalam tersisa sedikit saja di dalam plastik bening.
"Bajingaaaaaan..... Awas ya kamu kucing sialan...
Jumadi marah,karena air dari dukun yang bernama Ki Winarko tersisa sedikit tak sampai 50 ml. Jika ia kembali lagi ke sana maka akan memakan waktu lagi,sebab rumahnya itu berada di jawa timur.
__ADS_1
Gagal sudah rencana Jumadi untuk menyiram air itu di pintu masuk Cafe Mantan.
Jumadi lantas membuang plastik itu di selokan depan rumahnya.Lalu masuk ke dalam rumah denga perasaan dongkol dan marah.