
Masih di rumah pak Arif.
Waktu bu Intan mengabarkan ke bu Fitri bahwa pak Hendra meninggal karena kecelakaan,pak Arif beserta keluarganya segera meluncur ke rumah pak Hendra.
Mereka sangat sedih sekali,sebab pak Hendra orang yang berjasa pada keluarganya. Mereka membelikan rumah untuk tempat tinggal bu Intan. Karena bu Intan tinggal di rumah sewaan. Bu Intan menolak,tapi pak Arif memaksanya,agar Khalisa dan adiknya bisa fokus sekolah.Bu Intan akhirnya mau menerima.
Kembali ke cerita.
"Pantesan saja,waktu itu Bayu mabuk menyebut nama Khalisa maa..." ucap Rahman.
"Apaaa...!!!?? Bayu Mabuk?" ucap Hana terkejut.
"Sial....Keceplosan aku...Wasssuu..." ucap Rahman dalam hati.
Mau gak mau Rahman menceritakannya.
"Iya bu...Bayu tak sengaja minum,soalnya Bayu bilang,tumben bulekku ngasih minuman sirup Niel..
"Daniel menjawab itu minuman penghangat badan,agar capeknya hilang...
"Bayu mengambil botol Wine itu lalu meminumnya hingga habis..
"Daniel sudah melarang...
"Tapi telat...
"Tak lama kemudian Bayu mabuk,dalam mabuknya... Bayu memanggil Mei Lien dengan sebutan Putri dan memeluk Mei Lien bu.."ucap Rahman.
"Oooo... Begitu ceritanya" ucap Hana.
"Putri...?" ucap bu Fitri.
"Putri itu ya Khalisa Putri pertiwi ma.." ucap Rahman.
"Kenapa Bayu menyebut nama Lisa mas..?" ucap bu Fitri heran dan penasaran.
"Karena Lisa cinta pertama Bayu ma...." ucap Rahman.
"Sial... Ternyata Lisa cinta pertama Bayu... Apakah aku bisa memiliki Bayu jika Bayu bertemu dengan Lisa.." ucap Cintya dalam hati.
Cintya kemudian memikirkan caranya agar bisa memiliki Bayu.
"Ooo...Begitu...Ya..Ya...Mama paham..." ucap bu Fitri.
"Kok bisa kebetulan ya ma... " ucap pak Arif.
"Iya pa....Kita kenal dengan pak Hendra, dan mbak Han juga kenal dengan pak Hendra" ucap bu Fitri.
Cintya mendapatkan ide,lalu ia berdiri lalu mendekatkan wajahnya ke telinga ibunya.
"Ma... Tolong beritahu pada ibunya Bayu jika aku menyukai Bayu ma.." ucap Cintya lirih.
"Iya dek..." ucap bu Fitri.
Cintya kembali ke tempat duduknya.
"Kang Arif .... Mbak Fitri... Saya pamit undur diri dulu.. " ucap Hana.
"Kenapa cepat - cepat pulangnya mbak..." ucap bu Fitri.
"Soalnya saya ada urusan mbak.." ucap Hana alasan.
Hana berdiri di ikuti pak Arif dan bu Fitri.
Bu Fitri kembali cipika cipiki ke Hana.
"Oh iya...mbak tinggal di mana?" ucap bu Fitri.
"Di perumahan Golden Hills mbak nomor 6.." ucap Hana.
"Oooo...Di situ..." ucap bu Fitri.
Mereka berjalan ke depan rumah.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Hana.
"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.
Hana berjalan menuju mobilnya.Setelah sampai,Hana masuk dalam mobil. Pintu mobil di tutup oleh pengawal.
Lalu semua pengawal yang berada di luar mobil masuk kedalam mobil. Kemudian mereka meninggalkan rumah pak Arif.
----***---
Rumah Bayu.
Di dalam kamar Hana.
Hana memegang telponnya menghubungi bu Intan.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuut... Tuuuut....
__ADS_1
Panggilan itu tak di jawab.
Hana mencoba lagi.
Tuuut....Tuuuut.....Tuuuut...Tuuut...
"Haloo...."suara wanita
"Assalam mu'alaikum..." ucap Hana.
"Wa'alaikum salam...Maaf ini anda siapa?" suara wanita.
"Saya Hana...Apakah benar ini nomornya bu Intan Rahayu Pertiwi?" ucap Hana.
"Benar...Maaf ..Hana siapa ya...?"suara bu Intan.
"Saya Hana di Jogja desa sidodadi..." ucap Hana.
"Hana...Hana...Hana....
"Aaaaaaaa.....Piye kabare mbak....Suwe ora ketemu" suara bu Intan.
"Alhamdulilah baik mbak..Mbak sendiri gimana kabarnya..." ucap Hana.
"Alhamdulillah baik... Oleh nomorku songko endi mbak?" suara Intan.
"Dari bu Fitri mbak..." ucap Hana.
"Sek..Sek..Sek....(Tunggu..Tunggu....Tunggu...)
"Fitrine sopo...?" suara bu Intan.
"Bojone pak Arif mbak..." ucap Hana.
"Aaaaa....Yo...Yo...Yo...Kok sampeyan kenal kaleh bu Fitri piye ceritane..." suara bu Intan.
"Aku maeng balekno Tupper ware,soalle Bayu bar tekan kono,terus bu Fitri wenehi sayuran mbak.." ucap Hana (aku tadi mengembalikan Tupper Ware,soalnya Bayu habis dari sana,terus bu Fitri memberikan sayuran mbak).
"Owalah.....Ngono to ceritane...Lah sak iki mbak nang jakarta kah?" suara bu Intan.(Begitu Loh...Sekarang mbak di jakarta kah).
"Iyo mbak.. Aku ngancani anakku kuliah nang Jakarta...Oh iyo... Kabare Putri pripun mbak..?" ucap Hana.(Aku menemani anakku kuliah di jakarta...Oh iya...Kabarnya Putri gimana mbak)
"Alhamdulilah sehat,sak iki kuliah..Dolan - dolan rene mbak...." suara bu Intan.(Jalan - jalan ke sini mbak).
"Insya Allah mbak...Aku tak dolan rono...Putri kuliah di mana mbak" ucap Hana.
"Di universitas Islam negeri Raden Intan Lampung mbak.." suara bu Intan.
"Ngekos mbak...Soalnya kalau pulang pergi kejauhan..." suara bu Intan.
"Ngekos di mana mbak?" ucap Hana.
Bu Intan memberi tahu tempat kossannya Khalisa.
"Itu kossannya campur atau enggak mbak?" ucap Hana.
"Kossannya khusus putri mbak,kalau campur aku gak mau,Putri juga gak mau.." suara bu Fitri.
"Turut bela sungkawa ya mbak...Aku baru tahu bila bapaknya Putri meninggal 3 bulan yang lalu.." ucap Hana.
"Iya mbak...Namanya juga musibah...Kita juga gak tahu..." suara bu Intan.
"Ada nomor hapenya Putri kah mbak?" ucap Hana.
"Ada...Nanti ku kirim mbak..." suara bu Intan.
"Ya sudah kalau gitu mbak...Kapan - kapan kita lanjut lagi ngobrolnya" ucap Hana.
"Iya mbak...Aku gak nyangka mbak..Tak pikir orang nyasar... Eeeeeh... Gak tahunya beneran orang nyasar dari Jogja.."suara bu Intan.
"Ha...Ha...Ha...Ha...Mbak bisa saja... Kirimkan ya mbak nomornya Putri...Assalam mu'alaikum.."ucap Hana.
"Iya mbak...Wa'alaikum salam..." suara bu Intan.
Panggilan terputus.
Selang berapa lama ada sms masuk,Hana mengeceknya,nampak sms dari bu Intan memberikan nomor hape Putri.
Hana kemudian menelpon Bayu.
Tuuuut.....Tuuuut...Tuuut...
Tuuuut....Tuuuut....
"Assalam mu'alaikum bu..." suara Bayu seperti orang bangun tidur.
"Wa'alaikum salam... Sayang sudah tidur?" ucap Hana.
"Iya bu...Soalnya Baru sampe...Ini Bayu menginap di mesjid bu.."suara Bayu.
"Ooo... Begitu...
__ADS_1
"Sayang... Ibu punya permintaan padamu..." ucap Hana.
"Permintaan apa bu...?" ucap Bayu.
"Nikahin bibimu,nanti ibu akan kasih kabar baik untukmu.." ucap Hana.
"Maaf bu..Bayu gak bisa... Lebih baik Bayu tidak kembali kerumah selamanya." suara Bayu lesu.
"Sudah kuduga..." ucap Hana dalam hati.
"Ya sudah...Lupakan permintaan ibu itu..
"Ibu punya kabar bagus untukmu sayang..." ucap Hana.
"Kabar apa bu...? Mei Lien hamil kah bu?" suara Bayu.
"Bukan sayang...Bukan kabar itu.." ucap Hana.
"Terus kabar apa?" suara Bayu.
"Putri..." ucap Hana.
"Haaah....!!!?? Serius bu...?" suara Bayu tak percaya. Sebab selama ini dirinya selalu merindukan Putri.
"Iya..Ibu serius... Berkat Tupper ware,ibu mendapatkan nomor bu Intan,mereka ada di Lampung sayang.."ucap Hana.
"Lampung mana bu.. Ini Bayu juga lagi di lampung...Apakah mereka baik - baik saja bu.." suara Bayu.
"Mereka baik - baik saja nak...Hanya saja..."ucap Hana.
"Hanya saja apa bu...Cepat katakan...." suara Bayu.
"Putri sudah menikah..." ucap Hana mengerjai Bayu.
"Sudah nikah ya bu si Putrinya." suara Bayu tak bersemangat lagi.
"Iya sudah menikah,jika kamu datang kerumahnya,terus melamarnya....
"Jika tidak...Maka Putri akan menikah dengan orang lain...Ha....Ha....Ha.....Ha...Ha.... Ha....Ha.." ucap Hana lalu tertawa.
"Ibu ini....Sudah tahu tadi Bayu serius dan Bayu patah hati..Gak tahunya becanda..." suara Bayu.
"Cieee...Sayang juga bisa patah hati ta...
"Kan masih ada Ayu....Eh Tapi Ayu gimana sayang...Jika Putri tak mau di poligami.."ucap Hana.
"Bayu gak tahu bu... Itu kan ibu sendiri yang maksa Bayu..."suara Bayu.
"Hem...Gini saja...Jika ketemu Putri...Jangan beritahu dulu tentang Ayu ya sayang...Biar ibu nanti yang bicara.." ucap Hana.
"Iya bu...Alamat rumah putri ada di mana bu..?"
Hana kemudian memberi tahu alamatnya beserta kossan Putri.
" Nomor hapenya ada gak bu?" suara Bayu.
"Ada...Nanti ibu kirim ya sayang..." ucap Hana.
" Iya bu..." suara Bayu.
"Sayang gak mau kasih hadiah pada ibu karena mendapatkan alamat rumah putri.." ucap Hana.
"Ibu mau minta hadiah apa?" suara Bayu.
"Hadiah cucu...." ucap Hana.
"Bayu kan belum nikah bu...Gimana mau memberi cucu.." suara Bayu.
"Cium saja sayang...." ucap Hana.
"Emmuaaaachhh..." suara Bayu.
"Lagi..." ucap Hana manja.
"Emmuaaachh...Emmmuaaachh..." suara Bayu.
"Terima kasih sayang...Assalam mu'alaikum.." ucap Hana.
"Wa'alaikum salam ibuku sayang...Emmuaachh... Bayu sayang ibu.. Love you mom.." suara Bayu.
"Love you to sayang..." ucap Hana.
Hana mematikan panggilan tersebut,lalu mengirim alamat rumah Putri dan kossanya serta nomor hape bu Intan dan Khalisa.
Kemudian Hana tidur.
"Jadi ingin pacaran lagi,tapi dengan siapa..." ucap Hana bingung.
.
Spoiler.
__ADS_1
Bayu berhasil menemukan Putri. Akan tetapi Putri berjalan bersama seorang pria bergandengan tangan.