
Dalam sebuah ruangan.
Nampak keluarga Hatake, berkumpul di sebuah ruangan mereka semua yang sudah dewasa. Sedangkan yang masih anak - anak tidak di perkenankan masuk.
Mereka membahas tentang mata - mata musuh dan clan Uchiha.
Mereka mempersiapkan segala hal jika suatu serangan musuh dan juga persiapan jika Bayu benar - benar menyerang clan Uchiha.
Sementara Bayu berada di dalam kamar bersama ketiga istrinya. Diana sudah kembali fit setelah lewat jam 12 siang. Mereka baru selesai shalat Dzuhur .
"Mas...." ucap Khalisa.
Bayu menoleh ke arah Khalisa yang sedang melipat sajadah.
"Iya dek..." ucap Bayu.
"Hem... Apakah semua keluarga Han memiliki mata warna - warni?" ucap Khalisa sambil memegang sajadah yang telah di lipatnya dan melihat ke arah Bayu.
"Eh...!!!?? Bayu terkejut.
"Kok Putri tahu...Apa jangan - jangan dia lihat mata Diana..." ucap Bayu dalam hati.
Sebab Bayu pernah memperlihatkan mata pelanginya kepada ke tiga sahabatnya saja saat sedang mengobrol menunggu umpan di sambar ikan. Dan Bayu sudah memberitahukan kepada ke tiga sahabatnya agar jangan memberi tahu kepada orang lain.
"Iya dek.... Adek tahu dari mana?" ucap Bayu.
"Dari Diana dan ibu..." ucap Khalisa.
"Ooo... Begitu..." ucap Bayu.
"Pantas saja dia tahu...Rupanya dari Diana dan ibu to..." ucap Bayu dalam hati.
"Apakah mas bisa mengeluarkan mata warna - warni itu mas?" ucap Khalisa.
"Bisa....." ucap Bayu.
"Coba mas....Adek pengen lihat...,,"ucap Khalisa.
Bayu memejamkan mata,lalu mengeluarkan semua kekuatannya.Setelah itu Bayu membuka matanya.
Khalisa mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.
Nampak warna bola mata Bayu yang semula hitam kini nampak warna warni.
"Mas....
" Apakah ada keistimewaan tersendiri tentang mata mas?" ucap Khalisa.
"Waduh....Kasih tahu gak ya....
"Jika di kasih tahu nanti dia dan Hinata jadi iri sama Diana karena penampilanku dan Diana awet muda.."ucap Bayu dalam hati.
Bayu merasa bingung harus jawab apa.
Sementara Hinata diam menyimak saja.
"Hem... Apa ya...
"Hanya kelainan genetik saja dek...
Bayu melihat ke arah Diana.
"Ya kan sayang" ucap Bayu.
"Iya sayang... Itu hanya kelainan genetik saja..." ucap Diana.
"Ooo... Begitu...
Bayu lega,Khalisa percaya dengan ucapannya.
" Pantesan waktu itu Bimo memberi surat izin pada guru,katanya mas sakit.. Tapi begitu adek jenguk...
"Mas dah sehat..
"Lalu ketika hari sabtu kliwon mas sering izin gak masuk sekolah.."ucap Khalisa.
"Sabtu kliwon ?" ucap Diana.
"Kliwon itu hari jawa dik... Seperti Pon,wage,Legi,kliwon,pahing.." ucap Khalisa.
"Ooo...Begitu...
"Emang setiap sabtu kliwon sayang sakit kah?" ucap Diana.
"Hem... Gak sakit,cuman lemas aja yank.." ucap Bayu.
"Apakah seperti aku tadi..?" ucap Diana.
"Berbeda yank... Aku masih bisa menggerakkan badanku,hanya saja gerakinnya secara perlahan.." ucap Bayu.
Tok....Tok....Tok...
"Bayu san...." suara Kakashi.
Bayu yang mendengar namanya di panggil,lantas berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek...Krieeeet.....Pintu terbuka. Nampak ayah mertua Bayu berdiri.
"Apakah ayah mertuaku menguping aku mengobrol ya,tapi percuma aja seh dia menguping,toh dia gak paham bahasa indonesia.?" ucap Bayu dalam hati.
"#Ada apa ayah?" ucap Bayu.
"# Segera berkemas... Kalian akan menginap sementara di rumah Sora Ayumi." ucap Kakashi.
"# Istriku saja yang menginap di sana ayah...Aku tetap di sini...
" #Jika mereka datang...
"#Aku akan menghabisinya..." ucap Bayu.
"# Sudah kita duga....
Di saat rapat,mereka juga sempat membahas tentang Bayu. Bila Bayu ingin membunuh pasukan yang di kirim oleh clan Uchiha,maka mereka bisa melihat apakah Bayu mampu melakukannya atau tidak.Jika mampu,mereka akan pergi menyerang clan Uciha.
"# Baiklah... Bayu san tetap di sini...
Ketiga istri Bayu datang menghampiri Bayu.
"# Hinata chan...
"# Pergilah ke rumah bibi Sora,nanti Kamu jaga mereka.." ucap Kakashi.
"# Apakah shujin tetap di sini?" ucap Hinata.
" Iya... Aku tetap di sini yomesan..." ucap Bayu.
"# Aku gak mau..
"Aku mau bersama shujin..." ucap Hinata.
Bayu memegang pundak Hinata.
" Tolong ya istriku yang cantik..
"Aku gak mau kamu kenapa - kenapa,ku mohon turuti ucapanku ini.." ucap Bayu lembut.
"Tapi...." ucap Hinata.
" Tolong ya sayang... " ucap Bayu sambil menatap Hinata.
"# Baiklah....
"Shujin harus berhati- hati..." ucap Hinata.
"Siaaap boss..." ucap Bayu memberi hormat layaknya prajurit memberi hormat pada sang jendral.
Kemudian Bayu mencium pipi Hinata.
Emmmuaachhh......
"# Segeralah bersiap - siap, Ayah tinggal dulu..." ucap Kakashi lalu pergi.
" Adek...Sayang...
"Segeralah kalian bersiap - siap..." ucap Bayu.
"Kita mau kemana mas?" ucap Khalisa.
__ADS_1
"Mengungsi sementara..." ucap Bayu.
"Mengungsi kemana?" ucap Khalisa.
"Kerumah bibi Sora..." ucap Bayu.
" Kenapa kita gak balik ke rumah Ayu aja mas?" ucap Khalisa.
" Kita gak tahu...Apakah musuh sudah standby di stasiun atau belum...
"Jika sudah...Maka mereka bisa menyerang kita dek...
"Aku mengkhawatirkan kalian,Melisa dan ketiga sahabatku...
"Mereka sudah menunggu kita,ayo berkemas" ucap Bayu.
Akhirnya mereka berkemas meninggalkan kediaman Kiyoshi menuju rumah Sora Ayumi.
"Apakah sayang ikut juga?" ucap Diana sambil memasukkan pakaiannya melihat Bayu duduk tak memasukkan pakaiannya ke dalam tas.
"Aku di sini sayang... Aku akan membunuh mereka jika mereka datang ke sini" ucap Bayu.
" Kenapa mas gak ikut...Nanti mas kenapa - kenapa... Kalau mas gak ikut,adek juga gak ikut.." ucap Khalisa tak melanjutkan memasukkan pakainya ke dalam tas.
"Dek...
"Aku gak akan kenapa - kenapa..
"Tahu gak siapa yang membebaskan mama dari penculik?" ucap Bayu.
"Ya tahulah... Itu pasukan khusus keluarga Han kan mas..." ucap Khalisa.
" Itu aku dek..." ucap Bayu.
"Heh.....!!!?? Serius mas?" ucap Khalisa tak percaya. Sebab ia pikir ibunya di selamatkan oleh pasukan khusus keluarga Han.
"Iya aku serius.... Aku membunuh orang - orang yang terlibat dalam penculikan mama" ucap Bayu.
"Jadi...
"Mas seorang pembunuh?" ucap Khalisa.
"Iya... Jika ada yang mengganggu keluargaku,aku gak segan - segan membunuh...
"Di tambah lagi mereka telah membunuh adikku..." ucap Bayu.
Setelah mereka sudah siap,mereka pun keluar kamar menuju teras rumah.
Teras rumah.
Nampak mobil berbaris rapi. Ketiga sahabat Bayu sudah berada di mobil bersama ketiga cewek jepang. Begitu pula dengan keluarga Hatake yang perempuan dan masih anak - anak.
Bagi pria dewasa,sebagian ikut dan sebagian lagi tinggal di rumah Kiyoshi untuk berjaga - jaga.
Kiyoshi dan Naruto ikut dalam mobil,sebab tubuhnya tak bisa lagi bergerak bebas seperti waktu masih muda. Jika masih muda,mereka juga tetap bertahan di dalam rumah.
Istri Bayu masuk dalam mobil.
"Nanti aku akan menyusul kalian.." ucap Bayu.
Setelah semuanya masuk dalam mobil,satu persatu mobil berjalan meninggalkan rumah Kiyoshi.
"#Ayah gak ikut?" ucap Bayu.
"# Tidak...
"# Ayah akan berjaga di sini..." ucap Kakashi.
Mereka kemudian masuk dalam rumah.
Kakashi memutuskan untuk tidur duluan,agar malamnya bisa bergadang.
Begitu juga dengan Bayu. Bayu tidur siang agar malamnya bisa bergadang.
Sementara anak buah Kakashi yang lainnya nampak membalas pesan dari hape milik mata - mata musuh. Agar mereka mengira mata - mata yang di kirim masih aman,tak ketahuan dari keluarga Hatake.
*Sebelum Kakashi mengetuk pintu kamar Bayu.
*Flash back on.*
Sambil berjalan ke arah kamar Bayu,tiba - tiba hapenya berdering nada panggilan,ia mengambil hapenya lalu melihat siapa yang menelpon. Nampak nama di kontak yang ia simpan muncul memanggil. Kakashi menerima panggilan tersebut.
"# Hallo...
"# Iya...
"#Dari mana anda tahu...?
"# Baik... Saya akan mengirim anak buah saya ke sana...
Panggilan telpon pun berakhir. Lalu Kakashi menelpon anak buahnya.
tuuut.... Tuuuut....
"# Kamu stanby saja di sana,jangan kemana - mana.. Nanti aku akan menghubungimu kembali..
Kakashi menutup panggilannya ,lalu berjalan lagi ke arah kamar Bayu berada.
*Flash back off*
---***----
Jogjakarta.
Sawah.
Nampak seorang pria menjalankan mesin traktor tangan di pematang sawah.
Pria itu memakai pakai kaos lengan panjang,celana panjang dan topi. Badannya sangat atletis karena tiap hari rajin berolah raga.
Traktor tangan berjalan di pinggir pematang sawah setelah selesai membajak sawah.
Kemudian pria itu mematikan mesinnya ketika sudah selesai membajak sawah,sawah itu rencananya akan di tanami padi.
Pria itu bernama Maulana Malik Ibrahim, di sapa Malik.
Malik tak sendirian menggarap sawahnya,ia mengajak anak buahnya yang notabene preman yang biasa menarik uang keamanan di ibu kota Jakarta.
Malik mencuci tangan di parit yang mengalir,air di parit itu sangat jernih airnya,bahkan Malik menaruh ikan duduk di gubuk.Setelah selesai mencuci tangan,ia berjalan ke gubuk.
Di gubuk sudah ada seorang pria bernama Didit.
Didit salah satu preman yang menjadi anak buahnya, Malik mengajak Didit untuk menjadi petani. Tak hanya Didit,Malik juga mengajak yang lainnya. 3 orang ikut bersama Malik.
"Dit...." ucap Malik setelah sampai di gubuk.
"Apa bos..." ucap Didit.
" Kamu betah gak jadi petani?" ucap Malik.
"Ya betah lah bos... " ucap Didit.
" Jujur aja...." ucap Malik.
"Ya gimana ya bos...
"Biasanya aku tuh malakin pedagang,Mukulin orang..
"sekarang...
" Jadi petani...
"Gak nyangka aja...
"Preman jadi petani..." ucap Didit.
"Ha....Ha...Ha...Ha....Ha... ( Malik tertawa)
"Aku juga gak menyangka...
" Bos preman jadi petani....
"Biasanya..
"Yang namanya preman itu selalu berurusan dengan polisi...
"Sekarang..." ucap Malik.
__ADS_1
"Berurusan sama sawah..." ucap Didit.
Didit lebih dulu ikut bersama Malik,ketika Malik dapat tugas,Diditlah yang mengambil alih sawah milik Malik. Malik sangat percaya dengan Didit karena Didit sudah lama berteman, dan Didit dianggap sodara oleh Malik.
Didit pernah di keroyok sekelompok pemuda,kebetulan Malik lewat,ia menghajar pemuda yang mengeroyok Didit,lalu Malik membawa Didit berobat. Setelah sembuh,Malik menawarkan pekerjaan sebagai anak buahnya. Didit pun menerima. Karena kebetulan ia menganggur dan juga ia telah di selamatkan oleh Malik.
Nampak 2 orang pria berjalan ke arah gubuk.
"Woy... Cepatan jalannya..."ucap Malik agak nyaring ke arah anak buahnya yang sedang berjalan menuju gubuk.
Setelah 2 orang sampai di gubuk,mereka makan siang bersama.
"Bos....." ucap Beni( anak buah Malik) sambil makan.
Beni baru seminggu ikut kerja bersama Malik.
"Opo Ben?" ucap Malik.
"Kenapa ya setiap makan di sawah itu rasa makanan ini lebih enak dari pada di restoran..
"Padahal hanya tempe goreng,sayur bening,sambal bawang dan ikan asin.." ucap Beni.
" Itu karena kalian habis bekerja keras mengeluarkan keringat..
"Jadi...
"Makanan ini rasanya lebih nikmat..
"Coba kamu habis keliling menarik uang keamanan terus makan di warteg...
"Sama gak rasanya?" ucap Malik.
"Enggak...Enakkan makan di sini bos..." ucap Beni.
Tiba - tiba hape Malik berdering.
Malik memgambil hapenya lalu melihat siapa yang menelpon. Malik menerima panggilan tersebut.
"Halloo..."
" Siap... Saya lagi di sawah pak..."
"Siap... Bisa pak..."
"Siap... Laksanakan...
Panggilan telpon terputus.
" Tolong lanjutkan lagi...Aku ada urusan..." ucap Malik.
Malik mencuci tangannya.
" Mau kemana Bos?" ucap Beni
"Aku ke jakarta dulu....Besok kalian pantau warga yang ikut menanam...
"Dit... Tolong ya..." ucap Malik.
"Siap boskuu..." ucap Didit.
"Aku pergi dulu assalam mu'alaikum..." ucap Malik lalu pergi meninggalkan anak buahnya.
"Wa'alaikum salam..." ucap para anak buah Malik.
"Ben... Lu di cariin tuh sama Tukiyem..." ucap Didit.
"Anjiing... Gue gak mau ketemu sama dia bang.." ucap Beni.
"Kenapa gak mau ..?" ucap Seno.
"Ya gue gak mau aja..." ucap Beni.
"Kalau Nengsih..." ucap Didit.
" Nengsih..?
"Nengsih yang mana bang...?
"Nengsih anak pak Kuro atau mbah Nengsih" ucap Beni.
"Itu loh yang rumahnya di samping pak Darsono.." ucap Seno.
" Itu mah mbah Nengsih...?" ucap Beni.
"He eh..." ucap Didit dan Seno.
"Jancooook....Waassssuuuuu" ucap Beni.
"Ha...Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha... (Seno dan Didit tertawa)
***
Di rumah Malik.
Nampak Malik turun dari motornya,lalu berjalan menuju belakang rumah.Ia menaruh capingnya di tembok.
Istri Malik membuka pintu belakang,karena mendengar suara motor suaminya.
"Tumben jam segini pulang kang...?" ucap istri Malik.
"Aku dapat panggilan tugas dek..." ucap Malik.
"Tugas kemana kang..?" ucap istri Malik.
"Gak tahu dek.. Aku di suruh ke Jakarta sekarang...Nanti aku kabari jika sudah sampai di sana." ucap Malik.
----****----
Jepang.
Kota Fukushima.
Kediaman Kiyoshi.
Pukul 22.00
Bayu duduk di ruang tamu,di depan ada meja. Di bawah meja terdapat pedang Katana dan pistol. Sedangkan di atas meja terdapat al Qur'an dan gelas stenlis berisi teh.
Bayu membaca dalam hati sambil menghapal kembali hapalan Al Qur'annya. Ia sengaja duduk di situ sambil menunggu,apakah clan Uchiha mengirim pasukannya atau tidak.
Tak hanya Bayu saja yang sedang terjaga,Kakashi dan yang lainnya ikut berjaga,sebagian tidur karena bergantian berjaga. Ada yang sembunyi di balik ruangan,plafon,ada juga yag di mobil .
Bayu memejamkan matanya,lalu membaca mantra Rogoh Sukmonya. Ia akan mengecek sebentar keadaan rumah Kiyoshi.
Nampak sukma Bayu keluar dari raganya,lalu melesat keluar.
Sesampainya di luar,Bayu melihat keadaan sepi. Tak ada orang yang lewat.
"Hem....Sepertinya mereka tidak mengirim pasukannya ke sini..
Bayu keliling sekitaran rumah Kiyoshi
Karena tak melihat sesuatu yang ganjil,akhirnya Bayu memutuskan kembali ke raganya.
Pukul 1.25
Nampak 2 buah mobil berjalan, lalu berhenti 700 meter dari kediaman Kiyoshi.
Pintu mobil terbuka lalu orang - orang yang berada dalam mobil keluar. Mereka memakai pakaian putih seperti ninja.
Lalu muncul lagi 3 mobil, Mobil itu berjalan melewati rumah Kiyoshi lalu berhenti. Kemudian orang - orang yang berada dalam mobil juga keluar. Mereka juga memakai pakaian serba putih. Mereka berjalan menuju rumah Kiyoshi.
Nampak sukma Bayu muncul di jalan,ia melihat beberapa orang awalnya berjalan berkelompok lalu berpencar,ada yang menaiki pagar rumah. Ada pula yang tetap berjalan di jalanan.
"Mereka sudah datang rupanya...
Bayu kembali ke raganya.
Setelah sukma Bayu menyatu dengan raganya,ia membuka mata.
"# Mereka datang....
"# Bersiap - siap lah..." ucap Bayu agak nyaring.
Setelah Bayu selesai bicara,terdengar suara siulan tapi tidak seberapa nyaring. Suara itu berasal dari pasukan bayangan milik Kiyoshi yang berjaga di dekat Bayu,untuk memberi tahu pada yang lainnya. Pasukan yang mendengar suara siulan itu lantas bersiul juga memberi tahu bahwa ada musuh mendekat.
Sebelumnya,Bayu memberi tahu pada Kakashi,jika dirinya melihat sesuatu yang mencurigakan,akan memberi tahu.
__ADS_1