SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBURU DAN MEMBAKAR MARKAS LASKAR


__ADS_3

Bayu berdiri di depan pintu.


"Kenapa sampeyan mau menghancurkan pintu Cafe ini?" uca Bayu.


"Siapa lu.....?" ucap salah satu masa.


"Saya pemilik Cafe ini.." ucap Bayu.


"Ooo...Jadi lu bosnye..."ucap pria yang berkata akan mendobrak pintu. Lalu ia melayangkan pukulan ke arah Bayu.


Tap...... Bayu manangkap pria itu.


"Kalian datang baik - baik,saya sambut dengan baik - baik....


Pria itu mencoba melepaskan cengkraman dari tangan Bayu,akan tetapi cengkraman makin lama makin kuat.


Bayu mencium aroma Alkohol ke pria yang ada di dekatnya.


"Saya tanya... Mengapa kalian datang kemari?" ucap Bayu.


Mata Bayu berubah memerah semua,berhubung ia memakai kaca mata. Orang - orang yang ada di depan Bayu tak bisa melihatnya.


Seorang pria memakai topi,masker dan Kaca mata memgawasi dari kejauhan.


"Orangmu telah memukul teman gue.." ucap salah satu orang.


"Apakah anda tidak berbohong?" ucap Bayu.


Kretak... Suara jari tangan orang yang di pegang oleh Bayu.


"AAAAAKKKHHH....... Teriak orang yang di pegang oleh Bayu,kemudian Bayu melepaskannya.


Orang itu memegang tangannya yang terasa sakit akibat di remat oleh Bayu.


"Iya saya saksinya..." ucap orang itu lagi.


"Baik... Tunggu di sini...


Bayu membalikkan Badan ke arah pintu .


"JONIII...BUKA PINTUNYA..." ucap Bayu.


Pintu terbuka,Nampak Joni bersama 3 orang muncul.


"Ada apa bos..?" ucap Joni.


"Apa benar yang di katakan mereka bahwa merela mendapat pukulan dari teman - teman kita?" ucap Bayu.


"Maaf bos..Mereka lebih dulu memukul... Jadi kami balas pukul..." ucap Joni.


"Bohooong...


"Kalian yang memukul gue." ucap pria yang wajahnya membiru dan bengkak.


"Maaf... Saya berani bersumpah...Yang saya katakan ini adalah kebenaran.." ucap Joni.


"Bohong lu... Ayo kita serang mereka" ucap pria itu lagi memanas - manasi.


"Cukup... tutup pintunya...


Joni menutup pintunya kembali.



Penampakan pintu pagar.


Bayu membalikkan badan.


"Anak buahku tidak berbohong,sebab saya didik untuk jujur..." ucap Bayu.


Ada wartawan melintas di jalan itu lantas turun,kerena melihat massa dari salah satu Laskar yang ada di Jakarta berkumpul.


"Bohoong mereka ketua... Ayoo kita hajar" ucap pria yang bilang sebagai saksi.


"Hajar mereka...


"Ayoooo...


"Seraangg...


Situasi makin memanas,di tambah aroma dari mulut mereka Ada yang tercium bau alkohol.


Bayu menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskannya.


Bayu akan memghajar mereka bila mereka lebih dulu memukul.


Seorang pria di dekat Bayu mengarahkan pipa besi bulat 1/2 " tebal sepanjang 1 meter ke Bayu.


Tap....Bayu menangkap besi itu lalu menendang pria tersebut.


Buuughhhh...Pria itu terdorong kebelakang. Besi yang di pegang terlepas..


Kini Bayu memegang pipa Besi.


orang yang ada di dekat Bayu lantas menyerang Bayu dengan sebilah golok.


Bayu dengan gesit memukul leher pria itu.


Buuughh....Pria itu tersungkur,


4 orang maju 2 orang memegang golok dan 2 membawa balok kayu yang ada pakunya.


Bayu menunduk saat mereka menyerang lalu memukul kaki mereka kuat - kuat.


Buuughh....Kraaaacck.....


Buuughh....Kraaaacck.....


Bayu memukul pria yang memegang balom.Lalu Bayu mundur ke belakang.


2 orang memegang golok maju menyerang,


Bayu memgelak ke samping kiri sambil melayangkan pipa besi ke kepala.


Buugghh....


Lalu memukul pria satunya tepat di atas kepala.


Buuugghh...


Orang - orang di dekat Bayu menyerang Bayu.Ada yang tangan kosong ada pula yang bawa golok.,ada yang membawa besi.


Bayu menghindari 2 orang yang menyerang dirinya,lalu ia memukul.


Buuugghh... Pipa Besi mengenai punggung.


Sebuah golok mengarah punggung Bayu saat Bayu memukul.


duuk...


Kemudian Bayu menendang orang yang menyerang punggungnya.


Buughh...


"Ya Allah... Aku serahkan hidup dan matiku,aku berjuang untuk melindungi orang - orang yang kembali ke jalanmu ya Allah..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengerahkan semua kekuatannya.


Ia melihat golok yang tergeletak. Tangan kiri memegang pipa besi,tangan kanan memegang golok.


Kemudian Bayu menyerang semua orang yang ada di depannya.


Traaang....golok mengenai pipa Besi Bayu,Bayu menebas orang itu memakai golok.


Craassh...


Lalu Bayu jongkok kemudian melakukan gerakan memutar sambil mengarahkan goloknya. Sebab dirinya terkepung.


Craaassh....


Craasssh....


Craasssh...


Craaasssh...

__ADS_1


Craassshh...


Orang - orang yang mengelilingi Bayu terkena sabetan golok di kakinya.


Mereka mengerang kesakitan,ada yang menjatuhkan senjatanya.


Bayu melihat parang panjang tergeletak cepat - cepat ia ambil. Kemudian ia mengayunkan golok dan parangnya itu ke semua orang yang memakai baju laskar.


Craasssh...


Craassh....


Traaang....


Crasshh...


Craaasssh...


Trang...


Bayu juga tak luput dari sabetan golok dan pukulan dari pipa besi dan balok kayu.Bayu tak merasakan apa - apa.


Jleeb... Bayu menusukkan goloknya ke perut seorang pemuda. Lalu Bayu menarik goloknya kemudian menendangnya.


Kemudian menebas semua orang yang ada di sekitarnya.


Nampak orang - orang yang memakai baju Laskar yang terkena tebasan ada yang ususnya terkeluar,tangannya hampir putus,ada kena sayatan benda tajam di badannya.


Pintu perlahan terbuka.


Nampak Joni beserta yang lainnya menenteng parang dan golok.


Ketika Bayu mengayunkan parangnya ke arah orang yang hendak memukul memakai pipa besi,ia melihat pintu itu terbuka.


Craaassh... parang Bayu menebas perut pria yang memegang pipa.


"MASUK KE DALAM...KALIAN JANGAN IKUTAN...." teriak Bayu sambil menyerang.


Traang....


Craassh...


Bayu dengan beringas menyerang orang - orang yang memakai pakaian Laskar menggunakan parang dang golok.


Joni yang mendengar ucapan Bayu menjadi bimbang,antara ikut membantu atau mengikuti perintah.


Tiba - tiba ada suara sirine mobil polisi dari kejauhan meraung raung .


Pria yang babak belur di hajar anak buah Bayu,dan orang yang bilang menjadi saksi,kabur dari lokasi.Di ikuti beberapa pria lainnya.


Bayu terus menebas semua orang yang memakai baju Laskar yang ada di dekatnya.


"Bang.... Gimana ini Bang?" ucap pria di samping Joni.


"Anjeeeng... Gue Juga bingung..." ucap Joni bimbang.


Suara sirine itu makin terdengar jelas dan nyaring, 3 mobil truck polisi tiba di ikuti 2 mobil ambulans.


Joni menutup pintu,


Para polisi turun dari mobil.


Bayu membuang golok dan parangnya kemudian menghajar pria yang hendak kabur.


Dooorr...Dooorrr...Doooorrr....


Seorang polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara.


Bayu cuek saja tetap menghajar orang - orang yang memegang golok.


Bayu menangkap tangan orang itu yang memegang golok,kemudi Bayu menendangnya.


Buughhh...Orang jatuh tersungkur.


Kemudian Bayu menendang kuat - kuat ke dada orang itu.


Buuuug....Kraacckk...Tulang rusuk patah.


AAAAAAAA.......Teriak itu.


Buughh...Buugghh...Buugghh....


Para polisi segera menangkap semua orang.


Kedua tangan Bayu di cengkram oleh dua orang polisi.Lalu di borgol. Mata Bayu kembali normal.


"Kenapa bapak - bapak selal telat datangnya...?" ucap Bayu.


Pintu kembali terbuka.Nampak Joni dan yang lainnya tak memegang senjata tajam lagi,lalu menghampiri Bayu yang sedang di bawa oleh seorang polisi menuju mobil truk.


Nampak pemandangan di parkiran Cafe Mantan warna merah darah,akibat darah mengalir dari orang - orang yang terkena sabetan benda tajam.Ada yang tewas,ada yang kritis ada pula yang anggota tubuhnya terpotong.


Anak buah Bayu bergidik ngeri melihat pemandangan itu..


"Boss..." ucap Joni.


Bayu berhenti lalu menoleh.


"Opo kang...? Oh iya... Aku bangga pada kalian yang menuruti ucapanku" ucap Bayu.


Petugas kepolisian segera membawa orang - orang yang terluka ke dalam truk untuk segera di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.


"Maafkan kami bos...Kami hanya diam saja di dalam.." ucap Joni.


"Kalian gak salah,kalian sudah benar.... Karena mengikuti apa yang aku ucapkan....


"Oh iya pak polisi... Saya mau minum teh kotak dulu sebelum bapak membawa saya ke kantor polisi..." ucap Bayu.


" Ya sudah cepetan..." ucap polisi yang bersama Bayu.


"Kang Joni... Tolong ambilkan teh kotak sama rokok surya kesini..." ucap Bayu.


"Siap boss.." ucap Joni.


3 unit mobil Pajero tiba agak jauh dari Cafe,lalu mereka semua turun. Nampak Mei Lien,Malik,pak Adi,dan para pengawal yang membawa senjata laras panjang. Mereka segera berlari menuju Cafe Mantan.


Suasana di jalan itu menjadi macet karena para pengendara penasaran dengan kejadian yang terjadi di depan Cafe.


Joni datang membawa 3 teh kotak,sebungkus rokok surya dan korek gas,kemudian menyerahkan ke Bayu.


Bayu menerimanya,kemudian duduk di lantai,dalam keadaan tangan terborgol.Baju robek terkena sabetan benda tajam dan beberapa bercak darah.


"Bismillah..." ucap Bayu ketika akan meminum teh kotak,sebelumnya Bayu melepas maskernya.


Setelah itu Bayu membakar sebatang rokok.


Huuuufft.... Bayu menghembuskan asap rokoknya.


polisi memasang garis polisi agar warga tak mendekat di TKP.


Seorang polisi menghampiri Bayu.


"Permisi pak.. " ucap polisi itu.


Bayu melihat ke arah polisi yang barusan bicara padanya.


"Ada apa pak?" ucap Bayu masih memakai kaca mata hitam.


"Apakah hanya anda seorang diri yang melakukan ini semua?" ucap polisi itu.


Mei Lien tiba bersama yang lainnya ,lalu menghampiri Bayu tapi di tahan oleh polisi yang menjaga


"Saya keluarga dari orang duduk di sana.." suara Mei Lien.


Bayu menoleh ke arah Mei Lien.


" Iya saya sendirian..." ucap Bayu.


Pak Adi mengeluarkan kartu tanda pengenal.Kemudian Mei Lien dan yang lainnya di perbolehkan memasuki garis polisi.


"Bisa di jelaskan... Mengapa anda bisa di keroyok oleh mereka.?" ucap polisi itu.


Bayu menoleh ke polisi yang berbicara tadi.


"Saya dapat panggilan dari teman saya yang bernama Joni...

__ADS_1


"Katanya Cafe di datangi orang banyak...


"Begitu aku sampai di sini ternyata benar.. Mereka berdiri di depan pintu sambil membawa senjata.


" Kata mereka,mereka tak terima kalau temannya di pukul oleh teman saya,


"Saya tanya ke kang Joni,apakah ada mukul...


"Kang Joni bilang mereka duluan yang memukul,baru kang Joni membalas pukul...


"Mereka bilang kang Joni berbohong." ucap Bayu.


"Lepasin dia...Saya berani menjaminnya." ucap Mei Lien.


Polisi yang memasang borgol di tangan Bayu,melepaskannya.


"Kang Joni bilang,apa yang di katakan adalah kebenaran dan berani sumpah ,jika mereka yang lebih dulu memukul.. Saya pun percaya,karena saya bilang pada teman temanku,bila mereka jujur,aku akan bangga sekali,jika berbohong,maka aku akan menghajarnya..


"Kemudian Temanku aku suruh di dalam saja..mereka mulai menyerangku..Aku tak tinggal diam lah pak kalau di serang... " ucap Bayu.


Seorang polisi mendatangi polisi yang bertanya pada Bayu,dia memberi tahukan ada kamera CCTV.


"Kata anak buah saya,di pintu itu ada kamera CCTVnya,apakah masih berfungsi dengan baik?" ucap polisi yang berdiri di dekat Bayu.


"Bentar pak,Saya telpon temanku dulu...Soalnya dia yang pasang...Gak tahu sudah di aktifkan apa belum..."ucap Bayu.


"Kamu gakpapa Bay?" ucap Mei Lien.


"Aku gakpapa Mei..."ucap Bayu sambil merogoh kantong celananya untuk memgambil hape,setelah itu mencari kontak Daniel.


Tuuuut....Tuuuut...Tuuut...Tuutt....Tuuuut...


"Hallo Bay...." suara Daniel.


"Hallo juga Niel... Sory ganggu,kamera yang di depan pintu masuk itu sudah kamu aktifkan apa belum?" ucap Bayu.


"Sudah Bay... Kamera yang terpasang sudah aku aktifkan semua,emangnya kenapa Bay?" suara Daniel.


"Kamu kesini aj Niel... Ini penting.Soalnya aku dah bunuh orang di depan pintu..." ucap Bayu.


"APAAAA....!!!?? Serius Bay...?" suara Daniel.


Beberapa orang yang berprofesi sebagai wartawan meliput,ada yang live ada pula yang merekam dan memfoto.


"Iya aku serius...Cepatan kesini..Aku tunggu." ucap Bayu.


Joni di tanya oleh seorang polisi ,jawabanya pun sama dengan Bayu,begitu pula dengan anak buahnya di tanyain oleh polisi.


Bayu mematikan hapenya.


"Aku dapat laporan dari pengawalku,katanya di depan Cafemu ada sekelompok orang,dan kata pengawalmu bilang bahwa kamu berlari setelah menerima telpon. Jadi aku putuskan keluar kelas untuk datang ke sini.." ucap Mei Lien.


Para polisi memasukkan mayat orang - orang yang memakai pakaian laskar,Sedangkan yang kritis langsung di bawa ke rumah sakit memakai truck,sebab mobil ambulan tidak muat untuk menampungnya.


Suara sirine kembali terdengar jelas,saat mobil ambulan dan truk membawa para korban ke rumah sakit.


Bayu kembali memakai maskernya. Ia tak ingin wajahnya terekspos di media elektronik dan media cetak.


"Saya minta pada anda untuk merahasiakan nama Bayu..." ucap Mei Lien pada polisi yang pangkatnya AKBP.


Mei Lien mengeluarkan tissu basah dari dalam tas ,lalu duduk jongkok kemudian mengelap tangan Bayu yeng terkena darah.


Para wartawan hendak mendekati Bayu,tapi di halangi oleh para pengawalnya.


Mei Lien melihat baju yang di pakai Bayu nampak robek terkena benda tajam.


"Jika saja Bayu tak kebal senjata,mungkin dia bisa tewas..." ucap Mei Lien dalam hati.


"Bay... Kita tunggu Daniel di dalam saja" ucap Mei Lien.


"Baiklah..." ucap Bayu.


Bayu kemudian berdiri di ikuti Mei Lien lalu berjalan ke arah cafe.


Orang - orang yang berkerumun melihat kejadian itu nampak bergidik ngeri,ada pula yang muntah tak kuat melihat para korban yang tewas.


Sejam kemudian Daniel tiba di Cafe sambil berlari,sebab jalanan macet.


Daniel memghampiri Bayu yang duduk bersama Mei Lien di temani 2 orang polisi dan di jaga para pengawal Bayu.


Para pengawal membiarkan Daniel mendekati Bayu,karena mereka tahu Daniel adalah teman Bayu.


Nafas Daniel ngos - ngosan.


"Sory Bay aku telat... Jalanan macet" ucap Daniel.


"Ya gak papa... Ini minum dulu..." ucap Bayu sambil menyodorkan botol air mineral pada Daniel.


Daniel menerima,lalu meminumnya.


"Di mana ruangan CCTV itu Niel?" ucap Mei Lien.


"Ada di lantai 2.." ucap Daniel.


"Kang Joni...." ucap Bayu nyaring.


Joni yang berdiri agak jauh.


"Iya bos..." ucap Joni.


"Kesini sebentar.....


Jonin berjalan ke arah Bayu.


"Sampeyan ikut bersama Daniel untuk mengecek rekaman CCTV..." ucap Bayu.


"Siap bos..." ucap Joni.


Joni,Daniel,Mei Lien,Malik dan 2 orang polisi berjalan ke arah bangunan yang bertingkat untuk mengecek rekaman CCTV di ikuti 4 orang pengawal.


20 menit kemudian.


Zhang bersama Hana dan puluhan pengawal tiba di Cafe. Mereka menghampiri Bayu yang duduk di kursi.


Bayu berdiri saat melihat ibunya mendekatinya.


Hana memeluk Bayu lalu melepaskannya.


"Kamu gakpapa sayang.." ucap Hana khawatir.


"Alhamdulillah Bayu gakpapa bu..." ucap Bayu.


---***---


Di ruang control CCTV.


Nampak Daniel memeriksa rekamaan di saat anak buah Bayu di datangi 3 orang yang hendak meminta uang keamanan dan 1 orang anak buah Bayu yang berdiri di pintu menjaga.


Nampak di layar terlihat jelas,ada suara di rekaman tersebut.


"Bang...Uang keamanan.." ucap orang 1.


"Baaahh... Macam mana pula..Preman di palak uang keamanan..Gak ada uang keamanan" ucap anak buah Bayu.


"Jika tak ada uang keamanan,jangn buka usaha di sini..." ucap orang 2.


"Siape lu.. Sok - sok an mengatur gue..." ucap anak buah Bayu.


"Bayar enggak...Kalau enggak gue akan memukul lu.." ucap orang 1.


"Silahkan jika lu berani.." ucap anak buah bayu.


Anak buah Bayu kemudian di pukulin 2 orang lalu datang Joni bersama yang lainnya,kemudian mereka memukul 2 orang yang memukul anak buah Bayu. 1 orang kabur.


Kemudian melihat rekaman Bayu yang berdiri di depan pintu hingga Bayu membantai semua orang.


Polisi meminta salinan rekaman itu untuk di proses lebih lanjut.


Malik mengirim pesan ke anak buahnya untuk membakar markas Laskar tersebut.


****


Malam harinya.


Setelah mendapat pesan dari Malik,seluruh anak buah Malik bergerak . Mereka mencari markas laskar itu,begitu ketemu ,mereka membakarnya,dan melukai puluhan anggota laskar yang sedang berada di markas. Setelah itu pergi meninggalkan markas Laskar tersebut. Mereka mencari 3 orang yang ada di video untuk di tangkap. Karena di saat kejadian,polisi tak menemukan 3 orang itu.

__ADS_1


__ADS_2