
Nampak keluarga pak Arif datang,Cintya tak ikut.
"Selamat ya nak Bayu..." ucap pak Arif sambil bersalaman.
"Sama - sama pak...." ucap Bayu.
"Bay...Besok mancing yuk..." ucap Rahman sambil bersalaman.
"Ayoo...mancing di akuarium sampeyan ya..." ucap Bayu.
"Asem....Itu jangan...." ucap Rahman.
Sebelum mereka pergi,mereka foto bersama.
Saat suara Adzan . Bayu bersama istrinya masuk ke dalam rumah untuk shalat berjamaah.
Selesai Shalat Bayu kembali mengganti pakaian nya memakai pakaian adat Lampung. Setelah itu Bayu keluar rumah.
"Asem...Luwe wetengku...Makaan ah...
Bayu berjalan ke arah Stand makanan. Ia mengenal salah satu orang yang mengambil piring kotor di atas meja.Orang itu anak buahnya Bayu.
"Kang Edi dah makan....?" ucap Bayu.
"Sudah bos..." ucap Edi.
Bayu berjalan lagi menuju meja stand makanan.
Bayu mengambil piring,Nasi,lauk,sayur dan minuman lalu duduk di kursi tamu undangan yang kosong.
Tak lama kemudian datang 2 wanita berjilbab lalu duduk di meja Bayu.
"Kamu Bayu...?" ucap wanita 1.
Bayu melihat sebentar ke arah wanita yang memanggil dirinya lalu melihat ke makanan
"Iya mbak.." ucap Bayu
"Tampannya... Pantesan Lisa mutusin tunangannya..." ucap wanita 1.
"Iya...Sudah tampan,kaya lagi...Aku mau kamu jadikan aku istri ke tigamu.." ucap wanita 2.
"Jangkreek..." ucap Bayu dalam hati.
"Kamu asli mana?" ucap wanita 1.
"Maaf...Saya lagi makan..." ucap Bayu.
Selesai makan,Bayu berdiri hendak kembali duduk di kursi pelaminan.
"Temanin kita donk..." ucap wanita 2.
"Maaf mbak...Saya gak bisa.." ucap Bayu tanpa melihat wanita 2 tersebut,
Bayu berjalan ke arah kursi pelaminan.
Bayu hanya melihat ibunya saja di panggung pelaminan.
"Ibu sudah makan?" ucap Bayu.
"Sudah sayang..." ucap Hana.
Bayu duduk di kursi yang di duduki oleh Zhang.
"Apakah mbah buyut sudah menemukan pelakunya bu..?" ucap Bayu.
"Belum sayang.. " ucap Hana.
"Apakah ada tanda khusus di tubuh tersangka bu..?" ucap Bayu.
3 orang tamu undangan datang memghampiri.
Hana dan dan Bayu berdiri menyambut.
Setelah 3 orang itu pergi,mereka duduk.
"Hanya tato biasa saja sayang. " ucap Hana.
"Tatonya gambar apa bu?" ucap Bayu.
"Hem.... Harimau..." ucap Hana.
"Menurut ibu,siapa yang ibu curigai" ucap Bayu.
"Hem....Ibu seh curiga sama Desi,tapi selama penyelidikan tak ada mengarah kesana sayang,karena tersangkanya itu ternyata orang Bengkulu.." ucap Hana
"Bengkulu ya...." ucap Bayu.
Tak lama kemudian,Khalisa dan Hinata muncul mamakai pakaian adat khas Lampung.
"Cantiknyaa..." ucap Bayu melihat wajah istrinya.
Kumudian mereka berfoto.
Acara pernikahan Bayu hanya sampai 6 sore saja.
Pukul 19.05.
Bayu berada di meja makan tamu undangan bersama 2 istrinya makan malam.
Bayu memakai kaos celana pendek sandal jepit,sedangkan Hinata dan Khalisa memakai kaos lengan pendek dan rok panjang,serta memakai jilbab.
"Mas..." ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu.
"Gak jadi...." ucap Khalisa.
"Asemm..." ucap Bayu.
Kakashi dan Hiroshi datang menghampiri mereka.Lalu duduk di kursi.
"Kon'ya Nihon ni kaerimasu. Hijō ni jūyōna nīzu ga aru tame " ucap Kakashi.
"Heee.... !!
"Asunoasa ni ie ni kaeranai no wa nazedesu ka? " ucap Hinata.
"Sore ga chichi no nozomidesu. Shikashi, sore wa hijō ni kinkyūdesu" ucap Kakashi.
"Kenapa sayang?" ucap Bayu ingin tahu apa yang mereka ucapkan.
"Ano... Ayah mau pulang malam ini,karena ada perlu yang sangat penting.." ucap Hinata.
"Ooo..Begitu..."ucap Bayu.
Kakashi dan Hiroshi berdiri,Hinata dan Bayu ikut berdiri.
Kakashi memeluk Hinata,nampak air matanya mengalir,ia seperti tak ingin berpisah dari ayahnya. Kemudian mereka melepaskan pelukannya.
Kakashi memeluk Bayu.
Hiroshi memeluk Hinata.
"Watashi no musume no mendō o mite kudasai. " ucap Kakashi. lalu melepaskan pelukannya.
"Injih ayah.." ucap Bayu.
Hirosi memeluk Bayu.
"Papa wa itsu mata koko ni kuru no " ucap Kakashi.
"Kapan - kapan ayah akan kesini lagi" ucap Hinata.
"Hai..." ucap Bayu.
Kakashi dan Hiroshi berjalan meninggalkan mereka.
Hinata nampak menangis di tinggal pergi oleh ayahnya.
Hinata berlari mengejar ayahnya sebelum naik mobil.
"Mas susul Ayu dulu dek.." ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Khalisa.
Bayu berjalan menyusul Hinata.
Nampak Hianata memeluk ayahnya lagi,lalu melepaskan pelukannya.Kemudian Kakashi naik mobil pengawal.
Bayu memeluk Hinata dari belakang.
"Habis lebaran kita kesana bagaimana yank?" ucap Bayu.
Hinata memganggukkan kepala.
Bayu memabalikkan badan Hinata,lalu mengusap air matanya.
"Do'akan saja,semoga ayah tidak kenapa - kenapa ya sayang..
Adzan Isya berkumandang.
"Yuk kita makan lagi,habis itu kita shalat..." ucap Bayu.
Mereka berjalan ke meja makan.
Selesai Makan,lalu mereka shalat isya' berjamaah di dalam kamar.
__ADS_1
Setelah selesai shalat.
Khalisa melepas jilbabnya,begitu pula dengan Hinata.
"Mas..." ucap Khalisa.
"Iya sayang..." ucap Bayu.
"Kita maen berdua atau bertiga?" ucap Khalisa.
Bayu tersenyum.
"Berdua boleh,bertiga monggo.." ucap Bayu.
"Emangnya mas kuat meladeni kita berdua?" ucap Khalisa.
"Insya Allah kuat... Asal jangan sekampung.." ucap Bayu.
Khalisa menoleh ke arah Hinata,lalu mereka berdua menyerang Bayu.
30 menit kemudian setelah pemanasan.
Khalisa lebih duluan di coblos oleh Bayu.
"Ambillah sayang... Ini adalah milikmu.." ucap Khalisa.
Bayu kemudian melakukannya secara perlahan,
Sejam kemudian,
Giliran Hinata yang di coblos.
Setelah mereka selesai bercinta,Bayu berebah,khalisa sebelah kanan,Hinata sebelah kiri tanpa memakai pakaian.
Hanya kain selimut yang menutupi tubuh mereka.
"Ternyata enak ya mas..."ucap Khalisa sambil memegang burung Bayu.
"Ya enak lah dek,kalau gak enak mana ada orang ngentu..." ucap Bayu.
"Mas kapan nikahi Diana?" ucap Khalisa.
"Hem...Insya Allah hari Sabtu di rumahku dek..
Perlahan otong Bayu bangun lagi.
"Ade mau maen lagi?" ucap Bayu.
Khalisa menganggukkan kepala.
Mereka kembali bercinta lagi. Hingga tengah malam,lalu mereka tidur.
Pukul 3.10
Bayu terbangun.
"Eh....!!!??Bayu kaget karena dirinya tak makai pakaian,lalu di sebelahnya ada 2 wanita cantik.
"Asem....Aku lupa kalau dah nikah.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berpikir kalau dirinya di perkossa lagi.
Bayu menyingkirkan tangan Khalisa dan Hinata yang memeluk dirinya.
Khalisa terbangun karena tangannya di sentuh oleh Bayu.
"Mas mau kemana?" ucap Khalisa.
"Mau shalat sunnah dek..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu bangun lalu mengambil air minum di botol. Setelah membuka tutup botol,Bayu duduk di lantai untuk minum.
"Bismillah...
Glek...Glek.....Gleek...
"Alhamdulillah " ucap Bayu
Bayu mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan wudhu,Bayu melakukan shalat sunnah yang menjadi rutinitasnya.
Selesai shalat,Bayu berzikir, setelah itu Bayu memohon di dalam do'anya agar di beri petunjuk orang yang mencelekai dirinya dan juga keluarganya,agar masalah ini cepat selesai.Lalu Bayu sujud.
Saat Bayu sujud,Bayu seperti mimpi berjalan di suatu tempat.
Lalu melihat pagar rumah yang setinggi 2 ,Bayu melompati pagar rumah itu.
Nampak rumah berlantai 2. Di dinding terdapat tulisan 12A .
Lalu Bayu berjalan ke samping rumah.
"Mas...Mas...." ucap Khalisa.
"Iya..." ucap Bayu lalu bangun dari sujudnya.Bayu melihat Khalisa dan Hinata sudah memakai mukena.
"Sudah subuh..." ucap Khalisa.
Bayu bangun lalu berjalan untuk wudhu.
Selesai wudhu,Bayu kembali lalu shalat subuh bersama 2 istrinya.
Selesai shalat,Khalisa bersalaman pada Bayu tak lupa cium tangan,Hinata mengikuti Khalisa.
"Mas mau makan apa?" ucap Khalisa.
"Apapun yang sayang masak,pasti ku makan,asal itu makanan manusia..." ucap Bayu.
Khalisa dan Hinata kemudian keluar kamar.
Bayu melepas sarung dan baju kokonya. Ia hanya memakai celana pendek,kaos lengan pendek.
Lalu berjalan keluar kamar ke hendak lari pagi.
Khalisa yang sedang membersihkan kulit bawang bersama Hinata melihat Bayu.
"Mas lari pagi dulu..." ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Khalisa.
"Rupanya Awan masih suka lari pagi..." ucap Khalisa dalam hati.Ia masih ingat saat dulu masih bersama saat dirinya menginap di rumah Hana. Tiap pagi Bayu selalu lari sebelum shalat subuh.
***
Di teras rumah.
Meja dan kursi sudah di rapikan oleh anak buah Bayu. Panggung yang semula menutup jalan kini sudah tak ada lagi.Sehingga mobil bisa melewati jalan tersebut.
Warga yang ikut terlibat dalam pesta pernikahan Bayu di beri uang oleh panitia acara.
Bayu melakukan pemanasan.saat hendak lari
"Mau kemana bos...?" ucap salah pengawal.
"Mau lari pagi,kalian jaga saja..." ucap Bayu lalu berlari.
"Tadi itu siapa ya...
Bayu berlari sambil memikirkan mimpi saat ia sujud.
"Apakah dia pelakunya....
"Nanti sajalah.....Aku akan menggambar bentuk rumahnya,dan juga wajahnya.." ucap Bayu dalam hati sambil berlari
40 menit kemudian Bayu kembali ke rumah Khalisa.
Nampak Hinata melakukan pekerjaan rumah,Khalisa mencuci pakaian.
"Kalau tinggal di rumah sendiri seperti seru,tapi masa iya teman - temanku tak tinggal..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke dapur untuk mengambil minuman.
"Shujin..." ucap Hinata memanggil Bayu.
Bayu menoleh ke Hinata.
"Shujin itu apa yank?" ucap Bayu belum paham.
"Ano...Shujin itu panggilan sayang untuk istri ke suami..Lalu Bayu san memanggil saya Yomesan..." ucap Hinata.
"Ooo..Begitu...Baiklah..Ada apa Yomesan?" ucap Bayu.
"Shujin mau apa?" ucap Hinata.
"Mau minum..Haus Yomesan.." ucap Bayu.
"Biar saya saja yang mengambilnya...Shujin duduk saja di kursi.." ucap Hinata.
"Hai...." ucap Bayu.
Bayu kemudian duduk di kursi meja makan. Sementara Hinata mengambil air minum untuk Bayu.
Setelah itu Hinata berjalan ke arah Bayu sambil membawa gelas berisi air putih,kemudian di letakkan di meja.
"Matur suwun Yomesan.." ucap Bayu
"Dōitashimashite.... Sama - sama " ucap Hinata.
__ADS_1
Bahu meminum air putih tersebut.
"Oh iya...Putri kemana Yomesan?" ucap Bayu.
"Sedang mencuci pakaian di belakang.." ucap Hinata.
Bayu berdiri lalu berjalan ke arah tempat Khalisa berada.
Setelah sampai,nampak Khalisa sedang membilas pakaian memakai celana panjang,kaos lengan pendek tak memakai jilbab,rambutnya di ikat.
Bayu memghampiri Khalisa,lalu membantu mencuci pakaian.
"Mas sudah selesai lari paginya..?" ucap Khalisa.
"Sudah dek..." ucap Bayu sambil meletakkan pakaian yang sudah di bilas ke dalam mesin pengering.
Selesai membilas, Bayu membawa pakaian itu untuk di jemur,Hinata datang membantu. Tak sampai 10 menit sudah selesai.
"Sarapan dulu dek...Yumesan.." ucap Bayu.
"Injih mas..." ucap Khalisa.
Mereka pun sarapan bersama.
"Oh iya...Punya buku gambar gak dek?" ucap Bayu.
"Di kamar kos mas...Belum adek ambil...Motor juga belum di ambil....Buat apa buku gambar mas?" ucap Khalisa.
"Mau gambar...Soalnya tadi malam mas mimpi pergi ke suatu,lalu melihat seorang pria di kerubungi 5 wanita seksi,hanya memakai dalaman saja di tepi kolam renang.
"Oh iya...Di sini ada toko buku gak dek " ucap Bayu.
"Di toko Yahya ada jual itu mas...5 menit dah sampai jalan kaki" ucap Khalisa.
"Ooo...Toko Yahya..Nanti aku kesana.." ucap Bayu.
"Oh iya mas...Itu emas batangannya kok besar sekali mas? " ucap Khalisa.
"Iya mang segitu yang ada,di rumah masih ada lagi kalau adek mau..." ucap Bayu.
"Banyak banget mas...Itu punyanya mas?" ucap Khalisa.
"Mas di kasih sama mbah buyut,uang,emas batangan,rumah lengkap dengan isinya,ada pembantunya dan penjaganya. Mobil juga ada yank..." ucap Bayu.
"Mbah buyut mas emangnya punya usaha apa seh mas?
"Kok banyak sekali punya pengawalnya,bawa senjata api lagi seperti polisi.." ucap Khalisa.
"Banyak dek usahanya...
Wahid menghampiri Khalisa,lalu duduk di pangkuan Khalisa.
"Oh iya...Ibu tinggal bersama kita gimana dek? Biar rame gitu.." ucap Bayu..
Bu Intan muncul di dari dalam kamarnya.Lalu berjalan ke meja makan.
"Adek gak tahu mas,apakah ibu mau tinggal bersama kita.." ucap Khalisa.
"Ibu tinggal di sini saja nak...Supaya tidak jauh dari makam ayahmu.." ucap bu Intan.
Setelah selesai sarapan,Bayu keluar rumah untuk pergi ke toko Yahya membeli buku gambar dan alat tulis. Setelah selesai membeli,Bayu kembali lagi kerumah jalan kaki tanpa pengawalan.
Bayu meningkatkan kewaspadaannya saat berjalan tanpa pengawal.
"Kalau belum tertangkap itu orang,hidupku gak bakalan tenang..." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.
Setelah sampai rumah,Bayu segera menggambar bentuk wajah orang yang ia lihat dalam mimpinya di dampingi oleh Hinata dan Khalisa.
"Shujin menggambar siapa?" ucap Hinata penasaran.
"Bidadari berkumis Yomesan.." ucap Bayu sambil menggambar.
Tiba - tiba Khalisa teringat saat pertama kali kerumah Bayu,saat mengerjakan tugas sekolah.
"Mas masih ingat gak saat mas buat tugas sekolah" ucap Khalisa.
"Masih dek,kita buat tas dari jerigen lalu di bolongin.... Betul gak?" ucap Bayu.
"Iya...Sebenarnya tadi malam itu adek mau nonton bola mas...Tapi berhubung kita begituan ya gak jadi deh nonton bolanya..." ucap Khalisa.
"Kenapa gak bilang dek...Kan bisa di tunda..." ucap Bayu.
"Maunya seh gitu mas,tapi menurut kalender hari ini adek halangan..Jadi adek takut gak jadi jika mas menginginkan tubuhku.." ucap Khalisa.
"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
30 menit kemudian,Bayu sudah selesai memggambar wajah serta rumah yang ada dalam mimpinya.
"Dia siapa mas?" ucap Khalisa melihat wajah bapak - bapak dalam lukisan Bayu.
"Gak tahu...Bentar mas foto dulu...Mau tak kirim ke mbah buyut." ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu berjalan ke kamar untuk mengambil hapenya.
Setelah mengambil hape,Bayu duduk kembali di ruang tamu,duduk lesehan.
Lalu Bayu memfoto lukisannya,kemudian menyalakan hape Nokia yang ia matikan saat acara kemarin,pagi ini baru di nyalakan.
Muncul banyak pesan di hapenya.Bayu mencuekinya.
Bayu menekan kontak di hapenya,lalu mencari kontak Zhang.
Tuuut.....Tuuuut....Tuuuut...
"Haloo...Selamat pagi pengantin baru..." suara Zhang.
"Selamat pagi juga mbah buyut..
"Mbah buyut...Bayu mau kirim sesuatu di email mbah,tapi Bayu gak tahu emailnya mbah buyut.." ucap Bayu.
"Mau kirim apa Bay?" suara Zhang.
"Lukisan wajah orang mbah buyut.." ucap Bayu.
Zhang lantas memberi tahu email pribadinya.
"Oke...Ada lagi.." suara Zhang.
"Oh iya...Insya Allah hari sabtu acara Bayu dengan Diana mbah buyut.." ucap Bayu.
"Siaap..." suara Zhang.
"Dah itu saja mbah buyut...Matur suwun.." ucap Bayu.
Panggilan terputus.
Bayu mengirim foto lukisan itu ke email kakek buyutnya.
"Hari sabtu acara apa nak?" ucap bu Intan belum tahu jika Bayu akan menikahi Diana.
"Acara nikahnya Bayu dengan Diana bu.." ucap Khalisa.
"APAAAA.....!!!?? Serius?" ucap bu Intan terkejut dan tak percaya.
"Iya bu...Bayu serius...Karena terjadi sesuatu,makanya Bayu menikahi Diana.." ucap Bayu.
Bu Intan geleng - geleng kepala.
"Oh iya...Ada kunci kamar kossanmu kah dek?" ucap Bayu.
"Ada mas...Mas mau kesana?" ucap Khalisa.
"Enggak,biar teman - teman yang ambil barang - barangmu dek.." ucap Bayu.
"Bentar mas,adek ambil dulu..." ucap Khalisa lalu berdiri kemudian berjalan ke kamar.
Tak lama kemudian hape nokia Bayu berdering.
Bayu melihat kakek buyutnya menelepon.
"Halo mbah..." ucap Bayu.
"Dia bernama Susanto Prayuga Wijaya...
"Apakah kamu pernah bertemu dengan dia atau dia ada masalah denganmu Bay?" suara Zhang.
"Semalam Bayu mimpi dia mbah buyut,setelah shalat minta petunjuk mengenai pelaku penyerangan itu.Oh iya alamatnya dia ada di mana mbah buyut." ucap Bayu.
"Kalau gak salah dia pengusaha asal Sumatra...Bentar kakek buyut cek alamatnya.." suara Zhang.
"Iya mbah..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian
"Bayu...Gambar yang kamu kirim sesuai dengan nomor rumahnya..Jangan - jangan dia pelakunya.." suara Zhang.
"Bayu tak bisa bisa bilang iya atau enggak mbak buyut,kan belum ada buktinya...Di mana alamatnya dia di mana mbah?" ucap Bayu.
Zhang lantas memberi tahu alamatnya
"Bengkulu ya....Oke mbah...Suwun yo.. Bayu mau lanjut lagi.." ucap Bayu.
"Iya...Jangan kesana sendirian Bay...Bahaya" suara Zhang.
"Siap mbah buyut...." ucap Bayu.
Panggilan terputus.
__ADS_1
"Gimana mas? Apakah pria yang di gambar ini pelakunya?" ucap Khalisa.
"Belum tahu pasti dek... Bentar mas ke depan dulu " ucap Bayu lalu berdiri ke depan rumah untuk minta tolong ambilkan barang - barang milik Khalisa di kamar kossan.