SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KE PASAR


__ADS_3

Setelah Bayu buang air besar,ia memutuskan mandi,lalu wudhu. Kemudian menemui Fang Long.


Setiba di lantai bawah,Bayu tak melihat keberadaan Fang Long dan Ling Ling.


" Di mana mereka..."


" Sudahlah...Aku bereskan meja makan aja..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu merapikan meja makan. Saat hendak membawa piring kotor,ia melihat 2 gepok uang di lantai.


" Perasaan tadi aku bersihkan gak ada uang ini deh..."


" Hem..."


"Biarin sajalah...." ucap Bayu lalu pergi ke dapur.


Di dapur,ia mencuci gelas dan piring,setelah itu kembali ke meja untuk mengelap mejanya.


Setelah meja bersih,Bayu memungut uang itu lalu di letakkan di atas meja,Bayu duduk di kursi menunggu Fang Long atau Ling Ling muncul.


20 menit kemudian.


Fang Long dan Ling Ling muncul.


"* Paman...Ini uang paman?" ucap Bayu.


" Bukan..." ucap Fang Long berbohong.


" *Uang bibi?" ucap Bayu.


" Bukan..." ucap Ling Ling.


" Ooo...Jadi ini gak ada yang punya..." ucap Bayu lalu mengambil uang itu,lalu membuang di tempat sampah.


Fang Long dan Ling Ling terperangah melihat aksi yang di lakukan Bayu.


" Mengapa kamu buang uang itu Jiang?" ucap Ling Ling heran.


"* Tidak ada yang punya ya di buang saja..." ucap Bayu dengan entengnya.


" Kenapa tidak kamu ambil lalu kamu belanjakan?" ucap Fang Long.


" * Uang itu bukan milikku paman..." ucap Bayu.


Ling - ling memgambil uang yang di buang oleh Bayu.


" Dia jujur..." ucap Fang Long dalam hati.


" * Kenapa bibi ambil...Kan itu bukan milik bibi Ling.." ucap Bayu.


" Aku hanya mengujimu...Apakah kamu jujur atau tidak.." ucap Ling Ling.


"* Mengujimu itu apa?" ucap Bayu.


" Apakah sebelumnya kamu pernah sekolah..?"


Bayu menggelengkan kepala.


" Serius?" ucap Fang Long tidak percaya.


" *Kalau tidak percaya tidak apa - apa"


"* Paman masih curiga sama aku?" ucap Bayu.


" Ti...Tidak...Aku tidak curiga padamu hanya heran saja..." ucap Fang Ling.


" Seper empat dari nilai 1 juta berapa nilanya?" ucap Ling Ling.


" Hemmm...."


" *Banyak bii...Lebih dari satu." ucap Bayu.


" Iya...Berapa?" ucap Ling - Ling.


"* Berapa ya..."


Bayu menghitung dengan jarinya.


"* Aku tidak tahu bi..." ucap Bayu.


" Jika bisa menjawabnya..Uangku ini memjadi milikmu.." ucap Ling Ling.


" *Ambil saja bi...Aku tidak tahu..."


" * Kapan di mulai buka kedai ini paman?" ucap Bayu.


" Besok...Kita belanja dulu.." ucap Fang Long.


" * Kita jualan apa paman?" ucap Bayu.


" Yang terakhir kita makan...Bagaimana?" ucap Fang Long.


"* Itu...."


" Terserah apa bahasa chinanya ya...aiihh..Zhouzu tidak ada lagi.." ucap Bayu dalam hati.


"* Itu aku ikut paman.." ucap Bayu.


" Bisa berhitung?" ucap Ling Ling.


" Angka kecil saja yang aku bisa bi..." ucap Bayu.


" Apakah kakek dan nenekmu tidak memasukkanmu ke sekolah?" ucap Fang Long.


" Tidak paman..." ucap Bayu.


" Ya sudah...Kamu sebutin saja bahan - bahan yang perlu di beli..Nanti aku akan pergi membelinya..." ucap Fang Long.


Bayu menyebutkan nama bahan - bahan tersebut.


Ling Ling menatap wajah Bayu saat menyebut nama bahan masakan.


" Dia tampan,tapi mengapa wajahnya terlihat berbeda..."


" Kalau boleh aku tahu,berapa uang yang kamu miliki Jiang..." ucap Ling Ling.


"* Hemm...Terakhir itu 3.420 bi...Itu saja di bantu hitung oleh temanku..Lalu dapat tambahan lagi hasil penjualan,terus aku belikan air minum sama roti..."


"* Jadi jumlahnya saat ini aku tidak tahu..." ucap Bayu.


" Apakah kamu bawa uangmu?" ucap Ling Ling.


" Bawa bi..." ucap Bayu.


" Coba keluarin..."


Bayu memgeluarkan uang di dalam kantong celana.


" Nah...Sekarang kamu hitung uangmu.." ucap Ling Ling.


"* Tidak bisa hitung kalau banyak bi..." ucap Bayu.


" Pemuda aneh dan penuh misteri..." ucap Fang Long dalam hati.


" Kita tunda dulu buka kedainya..." ucap Ling Ling.


" Kenapa di tunda..?" ucap Fang Long.


" Kamu tidak lihat Jiang tidak bisa berhitung?"


" Bagaimana jika kita tinggal dia kalau kita ada mi.." ucap Ling Ling hampir keceplosan.


" Hemmm...Benar juga..."


" Baiklah.."


" Jiang..." ucap Fang Long.


" Iya paman..." ucap Bayu.


" Kita berjualannya di tunda dulu.."


" Aku akan mengajarimu.." ucap Fang Long.


" Baiklah..." ucap Bayu.


Akhirnya Fang Long dan Ling Ling mengajari Bayu berhitung. Mereka membeli buku tulis dan alat tulis.. Untuk papan tulis,mereka sudah punya.


Bayu diam menyimak ketika di ajarkan oleh mereka dasar ilmu berhitung.


" Jancook...Ternyata mudah berhitung kalau tahu caranya..." ucap Bayu saat mengetahui cara menghitung.


Tak terasa masuk waktu shalat dzuhur.


" Bi...Aku ke kamar dulu ya..." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Ling Ling.


Bayu pergi meninggalkan Ling Ling dan Fang Long.


" Dia cepat paham..." ucap Fang Long.


" Iya... "


" Apakah kamu memperhatikan jam tangan dia?" ucap Ling Ling.


" Tidak...Kenapa jam tangannya?" ucap Fang long.


" Sepertinya dia memakai jam tangan mewah.." ucap Ling Ling.


" Mungkin itu jam imitasi...Kalau asli,tak mungkin dia bisa membelinya..." ucap Fang Long.


" Bagaimana kita taruhan...?" ucap Ling Ling.


" Oke...Siapa takut..." ucap Fang Long.


" Yang kalah berlari sejauh 30KM..." ucap Ling Ling.


" Setuju...." ucap Fang Long.


Tak lama kemudian Bayu muncul kembali.

__ADS_1


" Kamu habis mandi?" ucap Ling Ling melihat rambut dan muka Bayu masih terdapat air.


"* Membasuh saja bi..." ucap Bayu.


" Boleh lihat jam tanganmu?" ucap Ling Ling.


" Boleh...." ucap Bayu lalu melepas jam tangannya kemudian memberikan ke Ling Ling.


Ling Ling menerima dan memeriksa jam tangan Bayu. Ia membuka peuntup bagian belakang.


" Asli...." ucap Ling Ling.


" Serius?" ucap Fang Long.


" Itu asli bi...Aku di beri tahu oleh toko jam saat memperbaiki jam tanganku bi..." ucap Bayu.


" Kenapa jam tanganmu?" ucap Ling Ling.


" Pecah....Lalu di ganti kacanya.." ucap Bayu.


" Seharusnya kaca ini tahan terhadap benturan,kecuali benturan itu sunguh sangat keras sekali.." ucap Ling Ling dalam hati. Ia tahu kwalitas jam tangan mahal.


" Rusak kenapa Jiang?" ucap Fang Long.


" Lumpur...Jadi tidak bisa bergerak.." ucap Bayu.


Ling Ling memberikan kembali jam tangan Bayu.


Ling Ling kembali mengajari Bayu berhitung.


Setelah selesai,Ling Ling memberi pertanyaan ke Bayu. Bayu memjawab dengan benar semua.


" Kamu cepat menangkap pelajaran berhitung.." ucap Ling Ling.


" * Terima kasih..." Bayu.


" Oh iya...Apakah kamu mau jalan - jalan malam ini?" ucap Ling Ling.


"* Tidak mau.." ucap Bayu.


" Kenapa tidak mau?"


" Siapa tahu kamu bertemu dengan keluargamu.." ucap Ling Ling.


" Iya juga seh...Siapa tahu aku bertemu dengan keluargaku.." ucap Bayu dalam hati.


" * Baiklah...Aku jalan - jalan malam ini.." ucap Bayu.


***


Malam hari.


Bayu memakai pakaian yang belum pernah ia pakai untuk jalan - jalan.


Nampak Bayu berjalan kaki melihat suasana kota.


Banyak orang berlalu lalang berjalan di trotoar. Ada yang membuka usaha.


Bayu melihat pakaian yang di pakai wanita rata - rata berpakaian mini,sehingga jelas sekali terlihat tubuhnya. Bayu hanya melihat sekilas saja,lalu melihat ke arah lain.


Fang Long memakai jaket bertudung dan masker berjalan mengikuti Bayu dari belakang. Ia sengaja membututi Bayu. Sebab ia penasaran dengan Bayu. Pemuda yang tidak bisa berhitung,tidak tahu keluarganya,tapi pintar memasak dan melempar pisau. Ia akui Bayu pemuda jujur. Jika tidak.Uang yang ia letakkan pasti akan di ambil olehnya.


Bayu melihat orang - orang sesang berkerumun,lalu Bayu memghampirinya.


Ia melihat beberapa orang mencoba memasukkan gelang ke dalam hadiah berupa minuman,rokok,sabun mandi.


" Menarik...Coba ah.." ucap Bayu dalam hati.


" * apakah aku boleh ikut?" ucap Bayu kepada seorang pria yang mengambil gelang tercecer di lantai.


" Harus beli dulu,baru boleh ikut" ucap pria itu.


Lantas Bayu membeli gelang tersebut.


Lalu mencoba melempar ke botol minuman keras yang letakknya di barisan belakang.


Wuuuut...


Gelang itu masuk sempurna di botol tersebut.


" Kamu pandai bermain gelang?" ucap pria di sebelah Bayu yang ikut mencoba permainan itu.


"* Tidak...Aku tidak pandai.." ucap Bayu.


Seorang pria memberikan botol yang di dapat oleh Bayu ke Bayu.


Bayu kembali melempar ke botol yang sama,namun jaraknya agak jauh.


Wuuut...


Bayu berhasil lagi memasukkan gelang itu.


Proook....Prook...Prook....Prook... Orang - orang yang melihat aksi Bayu bertepuk tangan.


Wuuut...


Wuuut....


Wuuut...


Lalu Bayu melempar ke arah sabun mandi.


Wuuut..


Wuuut...


Wuuut...


3 gelang masuk sempurna.


" Gilaa...Bisa bangkrut gue kalau dia ahli melempar.." ucap pria yang mempunyai permainan tersebut.


Fang Long memperhatikan Bayu bermain di samping Bayu.


Bayu kembali melempar gelang ke minuman paling ujung.


Wuuuut....


Gelang itu masuk sempurna.


" Rupanya dia ahli melempar..."


" Pantas saja cicak di plafon dengan mudahnya ia bunuh.." ucap Fang Long dalam hati.


Bayu melihat ada 1 hadiah berupa handphone. Di atas kotak handphone ada sebuah tiang kecil terbuat dari besi. Sebagai tempat untuk memasukkan gelang. Sebab ukurang gelang lebih kecil dari pada kotak handphone tersebut.


Wuuuut...


Bayu melempar gelang terakhirnya.


Gelang itu berhasil masuk sempurna.


" Benar - benar apes aku malam ini..." ucap pria mengambil handphone itu lalu menyerahkan ke Bayu.


Bayu membagikan botol minuman itu,ia hanya tertarik sabun mandi,dan handphone saja.


Fang Long menerima 1 botol minuman dari Bayu.


Kemudian Bayu meninggalkan tempat itu.


Bayu berhenti lalu duduk di kursi yang kosong.


" Heeem...."


" Ramai juga ya..."


" Aku pikir sepi.."ucap Bayu dalam hati.


Bayu membuka tutup botol yang ia bawa dari rumah,lalu meminumnya.


" Bismillah..." ucap Bayu.


Glek....Glekk...Glek...


"Aaaahhh..."


Bayu melihat sebuah toko buku. Laku melihat sekitarnya.


" Semoga ada buku yang aku cari di sana.."


" Eh tunggu..."


Bayu melihat seseorang memakai jaket warna hitam,celana biru berada 50 meter darinya.


" Apakah dia mengikutiku?"


Bayu sebelumnya menoleh kebelakang dan melihat orang berjaket hitam itu berjalan di belakangnya,namun menjaga jarak.Dan juga melihatnya saat memberikan botol minuman.


" Heeem....Semoga saja dia bukan tentara.." ucap Bayu dalam hati lalu berdiri,kemudian berjalan ke toko buku.


Di dalam toko buku,Bayu mencari buku kamus bahasa China di rak buku yang berjejer rapi.


Ia melihat buku kamus tersebut lalu mengambilnya,kemudian membukanya karena tak di bungkus plastik.


" Naah..Ketemu..."


Bayu hendak menuju kasir,namun matanya melihat buku kamus bahasa china - Indonesia.


Bayu mengambil buku tersebut dan membukanya.


" Eh...!!!?? Bayu terkejut saat melihat isi buku tersebut.


" Kok sama ya dengan bahasaku...Apa aku dari Indonesia..."


Bayu melihat lagi ada buku kamus bahasa Malaysia. Bayu mengambil buku kamus tersebut.


Fang Long memperhatikan Bayu sambil menjaga jarak.


" Ini juga sama..Tapi lebih mirip Indonesia.."


" Apa aku berasal dari indonesia..?"

__ADS_1


" Hemmm...Aku beli sajalah...Siapa tahu aku bisa mengetahui identitasku.. Dan mengingat semuanya.." ucap Bayu dalam hati


Bayu mengambil 2 buku,lalu membayar buku tersebut.


Selesai membayar,Bayu memutuskan untuk pulang.


Fang Long mengikuti Bayu dari belakang.


Bayu menoleh ke belakang kemudian ia berbelok di pertigaan jalan.


Fang Long juga berbelok ke pertigaan jalan,namun ia tak melihat Bayu.


Tiba - tiba tangannya ada yang memegang lalu di lipat ke belakang. Ia tak sempat menghindar.


"* Kenapa kamu ikut aku..?" ucap Bayu yang ternyata memeteng kedua tangan Fang Long.


" Ini aku Fang Long..." ucap Fang Long menahan rasa sakit akibat di peteng oleh Bayu.


"Sial...Rupanya dia tahu kalau aku ikuti" ucap Fang Long dalam hati.


Bayu melepaskan kedua tangan Fang Long.


" * Kenapa paman ikut aku dari belakang?" ucap Bayu.


" Agar kamu tidak tersesat.." ucap Fang Long.


"* Diūshī de ( tersesat) itu apa?" ucap Bayu.


" Kamu tidak tahu tersesat..?"


Bayu menggelengkan kepala.


Fang Long menepuk keningnya.


" Tersesat itu kamu lupa jalan pulang,lalu ketika pulang,kamu di tempat lain yang bukan kamu tuju.." ucap Fang Long.


" Ooo...Begitu..."


" Aku tidak akan tersesat paman.." ucap Bayu.


" Lalu kenapa kamu berbelok jalannya...Jalan pulang arahnya ke sana " ucap Fang Long .


"* Sengaja untuk menangkap orang yang ikut aku dari belakang tanpa aku tahu.."


"* Maaf paman, apa tangan paman sakit?"ucap Bayu karena ia menekan paksa kedua tangan Fang Long.


" Lumayan sakit.."


" Kamu mau kemana lagi Jiang?" ucap Fang Long.


" * Pulang..." ucap Bayu lalu berjalan meninggalkan Fang Long.


" Kupikir dia tentara,gak tahunya Fang Long...Aseem..." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan menuju rumah Fang Long.


Fang Long menyusul Bayu,lalu mengimbangi langkah Bayu.


" Apa yang kamu beli itu Jiang?" ucap Fang Long.


" * Kue ulang tahun paman..." ucap Bayu.


" Jancook..."


" Itu buku...Bukan kue ulang tahun..." ucap Fang Long.


" * Paman sudah tahu tanya aku..." ucap Bayu.


" Jancoooook..." ucap Fang Long kesal.


Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha.... Bayu tertawa melihat Fang Long mengucapkan kata Jancook.


" *Paman kesal..?"


Fang Long diam tak menjawab.


" *Maraah...."


" *Seperti temanku saja paman ini.."


"* Jika dia sedang apa itu namanya"


"* Jika wanita mengeluarkan darah di lubangnya apa namanya paman?" ucap Bayu.


" Menstruasi..." ucap Fang Long.


" * Iya itu menstruasi..Paman sedang menstruasi...?" ucap Bayu.


" Aku itu pria...Bukan wanita.." ucap Fang Long.


" *Iyakah...?" ucap Bayu.


" Kamu mau aku hajar..?" ucap Fang Long.


" *Coba aja kalau paman bisa..." ucap Bayu lalu berlari.


" Kurang ajar...Awas kamu Jiang...." ucap Fang Long lalu berlari mengejar Bayu.


Fang Long berlari mengejar Bayu.


" Sial...Larinya cepat sekali.." ucap Fang Long dalam hati melihat kecepatan Bayu berlari.


Di saat persimpangan jalan,Fang Long tak melihat Bayu.


Lalu ia berjalan kaki saja,karena merasa lelah. Dan juga rumahnya sudah dekat. Hanya berjarak 50 meter.


Fang Long berjalan kaki menuju rumah.


Tiba - tiba Bayu muncul dari arah belakang lalu berjalan di samping Fang Long.


"* Paman..."


Fang Long menoleh ke samping,ia tak menyangka orangbyang di sampingnya adalah Bayu. Ia mengira Bayu sudah masuk rumah.


"* Ini buat paman.." ucap Bayu sambil menyodorkan bungkusan plastik berisi pembalut.Laku berlari meningggalkan Fang Long sebelum Fang Long menyadari isi dalam kantong plastik tersebut.


Ketika Fang Long melihat isi di dalam kantong plastik itu,seketika ia sangat marah dan jengkel,lalu mengejar Bayu.


" Awas ya kamu Jiang..." ucap Fang Long berlari sambil memegang bungkus plastik berisi pembalut.


Ketika sampai di rumah.


" JIAAAAANG...." teriak Fang Long.


Bayu muncul bersama Ling Ling.


" Apa yang kamu bawa itu suamiku?" ucap Ling Ling.


" Pembalut wanita dan minuman alkohol.." ucap Fang Long.


" Kebetulan sekali.. Pembalutku habis,aku baru saja mau beli.." ucap Ling Ling.


Fang Long yang awalnya marah kepada Bayu,tak jadi marah. Ia memberikan kantong plastik itu pada istrinya.


"* Paman jarang berlari ya?" ucap Bayu.


" Jarang...Larimu sungguh cepat sekali..." ucap Fang Long.


Bayu meninggalkan Fang Long dan Ling Ling. Ia hendak mempelajari buku yang baru ia beli.


Setelah sampai di dalam kamar,Bayu membuka buku kamus bahasa China ke Indonesia.


" Naaah....Ini baru aku paham..".


" Tapi... Apakah aku benar - benar orang indonesia...?" ucap Bayu dalam hati. Lantas ia keluar kamar lagi menemui Fang Long.


Nampak Fang Long duduk di kursi,di dekatnya ada sebotol minuman pemberian Bayu..


"* Paman..."


" * Paman lihat aku mirip orang malaysia apa tidak?" ucap Bayu.


" Kamu ini kenapa tiba - tiba tanya begitu..?" ucap Fang Long.


" * Tidak apa - apa...Tanya saja.."ucap Bayu.


" Kamu itu mirip orang asing... Dan sangat aneh serta menjengkelkan.." ucap Fang Long.


" Jancook..." ucap Bayu lalu berjalan ke kamarnya.


Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...Ha..


" Tentu saja kamu itu orang China..." ucap Fang Long.


Bayu menutup pintu kamarnya.


" Jika aku orang cina..Kenapa orang - orang tidak paham ucapanku..?" ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil buku kamus bahasa indonesia. Lalu membacanya. Ia mengingat - ingat setiap kata dalam kamus tersebut.


Sementara Ling Ling mengawasi Bayu dari layar CCTV. Ia memasang kamera CCTV di saat Bayu keluar jalan - jalan,karena penasaran dengan Bayu dan juga memeriksa barang bawaan Bayu. Ia tak menemukan hal - hal yang mencurigakan.


***


Pagi hari.


Nampak Bayu membersihkan lantai bawah setelah merapikan tempat tidur setelah shalat subuh.


Bayu mengelap meja,meskipun meja itu belum seberapa kotor.


Fang Long menghampiri Bayu.


" Ayo ikut aku " ucap Fang Long


" *Kemana paman?" ucap Bayu.


" Ke pasar.." ucap Fang Long.


" * Siap paman..." ucap Bayu lalu membawa peralatannya.


" Biarkan saja di situ...Ayo kita berangkat.." ucap Fang Long.


Bayu meletakkan peralatannya. Lalu menghampiri Fang Long.

__ADS_1


" Ke pasar..." ucap Fang Long


__ADS_2