SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SEBUAH PENGAKUAN


__ADS_3

Rumah bu Intan.


Nampak Bayu belum memejamkan matanya,ia terduduk memikirkan serangan balasan. Takut terjadi hal - hal tak di inginkan.


"Jika dia nekat ngirim,aku dan ibuku akan menghabisi semua keluarga Mahendra...


Kemudian Bayu berdiri masuk ke dalam ruang keluarga untuk mengambil hapenya yang di cas di samping tivi.


Setelah sampai,ia menyalakan hape Nokianya.


"Dah full....


Bayu mencabut hape Nokia dan samsungnya.Lalu mengantonginya.Kemudian Bayu berjalan ke belakang untuk wudhu.


Selesai Wudhu Bayu kembali ke ruang tamu.


Setelah sampai,ia membuka tas pancing yang berisi makanan dan minuman ringan,Bayu mengambil teh kotak dan choki - chokinya.


Lalu Bayu mengecek hape Nokia sambil meminum teh kotak.


Ada pesan masuk,diantaranya ada nomor Alvin.


"Tumben dia sms..


Bayu membuka pesan Alvin.


From Alvin.


Bay....Sandi nelpon aku,katanya pakdeku itu ayahmu ya?


Bayu membalas pesan Alvin.


To Alvin.


Bukan ayahku kang. Sampai kiamat aku gak akan mengakuinya.


Kemudian Bayu membalas pesan - pesan yang lainnya.


Setelah selsai membalas pesan,Bayu membuka aplikasi kompas di hape samsungnya untuk mengetahui arah kiblat.


Setelah tahu,Bayu melakukan shalat sunnah.Ia mengambil sarung dan 10 Shurikennya yang berada di dalam tas untuk berjaga - jaga.


---***---


Di rumah Agus Irawan.


Nampak di ruang tamu istri Agus nampak kesal sekali atas kejadian itu, sudah pengawalnya terbunuh semua dan ban mobil kempes.


"Paa...


"Papa jangan menemui dia lagi..." ucap istri Agus.


"Tidak....Aku akan tetap menemuinya...Cukup sudah kamu atur - atur aku" ucap Agus tak lagi menurut ucapan istrinya. Sebab istrinya mengadu kepada orang tuanya,kini orang tua Agus telah tiada semua.6 bulan yang lalu,ibu Agus meninggal.


Sandi meninggalkan kedua orang tuanya ,ia tak ingin mendengar orang tuanya bertengkar,ia berjalan masuk ke dalam.


"Oke...Papa ingin mereka mati ya..?" ucap istri Agus mengancam akan membunuh Bayu dan juga Hana.


"Kamu lupa yang barusan terjadi di rumah Lisa?


"Semua anak buah kita mati semua...Tanpa ada suara keributan...?".


"Sial.... Seandainya orang tuanya masih ada,aku pasti akan bisa mengendalikan Agus Irawan." ucap istri agus dalam hati.


"Aku kepala keluarga di sini...Dan kamu tidak berhak mengaturku lagi...Aku sudah muak kamu atur - atur..Jika gak terima...Silahkan jika kamu mau mengadu pada orang tuaku.." ucap Agus yang sudah muak dengan perilaku istrinya.


Bening muncul,karena mendengar suara keributan. Ia melihat mama dan papanya bertengkar,lalu Sandi memghampiri Bening.


"Aku gak mau papa menikah lagi dengan wanita miskin itu..." ucap istri Agus.


"Terserah aku,mau balikan lagi atau tidak,jika kamu berbuat hal yang tidak - tidak pada Hana dan Bayu.. Aku akan menceraikanmu..." ucap Agus Irawan.


Istri Agus menunjuk muka Agus.Ia ingin berkata..


"Aku tetap akan membunuh mereka meskipun kamu mengancamku...Aku gak rela kamu kembali sama wanita murahan itu...


Tapi istri Agus tak mampu mengatakannya. Ia pergi meninggalkan Agus Irawan sendirian dan melewati kedua anaknya yang melihat dirinya bertengkar.


Tak lama kemudian Agus Irawan keluar rumah.


"Mas apa yang sebenaranya terjadi.?" ucap Bening.


"Bayu dek..." ucap Sandi.


"Bayu mana kak?


"Bayu gang Arjuna atau Bayu anaknya pak RT?" ucap Bening.


Sandi menarik tangan adiknya,untuk di bawa ke ruang dapur.


"Kemana mas..?" ucap Bening.


"Dapur...Tadi mas mau kedapur,tapi kulihat adek turun ya ku hampiri saja..." ucap Sandi sambil berjalan.


Sesampai di dapur,Sandi membuka kulkas lalu mengambil Teh kotak dan meminumnya.


"Tadi Pagi jam 10 kan mas ke kossan Lisa dek..." ucap Sandi.


"Iya...Tapi apa hubungannya dengan papa dan mama mas?" ucap Bening.


"Dengerin mas dulu dek....


"Nah...mas dan Lisa jalan - jalan ,siangnya Lisa mendapat telpon,dia bilang dapat kiriman barang,dan harus Lisa sendiri yang menerima,tidak boleh di wakilkan..


"Padahal mas tuh pengen sampai malam jalan - jalannya... .


"Lisa bilang jam 4 ke kurir itu datang..


"Jam setengah 3 Lisanya terus mendesak agar cepat - cepat minta di antarin pulang...Ia tak ingin kurir itu menunggu dirinya..


"Setelah sampai di kossan itu..


"Aku melihat seorang pria memakai masker,kaca mata dan memakai tudung jaket.


"Si Lisa bertanya pada pria itu.


" si pria menjawab.Iya Put... Aku yang nelpon...


"Lama kita gak bertemu..


"Lisa bertanya..Bapak kenal saya...


"Pria itu menjawab Lebih dari kenal Put...


"Pria itu menyodorkan gelang jam dan kalungnya ke Lisa lalu berkata.


"Ini kenang - kenangan waktu kita bersama dulu,sampai sekarang aku jaga..


"Putri terkejut melihat benda yang di sodorkan oleh pria yang tak di kenalnya.


"Pria itu berkata Dan sekarang aku akan mengembalikannya..Karena kamu sudah punya penggantiku..Selamat ya Put..


"Lisa memanggil pria itu Awan...Lalu memeluk pria itu...


"Setelah itu Lisa melemparkan cincin tunangannya ke aku dek..." ucap Sandi.


"Haaah...!!!?? Serius mas mbak Lisa mutusin mas?" ucap Bening terkejut dan tak percaya.


"Iya mas serius... Mas gak terima sama pria yang bernama Awan..." ucap Sandi.


"Bentar dulu mas..Apa hubungannya Awan dan Bayu mas?" ucap Bening bingung.


"Ya dengarin dulu hingga mas selesai cerita..


"Iya mas..." ucap Bening lalu membuka kulkas untuk mengambil teh kotak.Lalu meminumnya.

__ADS_1


"Awan itu ternyata kekasihnya yang dek..


"Mas gak tahu jika Lisa masih mencintai pria lain..


"Mas gak terima,lalu menghajarnya,tapi sayang..Dia memghindar ,lalu dia bilang gak mau berkelahi di depan kekasihnya..


"Mas kembali menyerang,tapi dia berhasil menangkap tanganku dan mencengkram leherku..


"Mas berusaha melepaskan cengkramannya,karena mas gak bisa bernafas,tapi tak bisa terlepas..


"Lisa memohon pada pria itu untuk tidak melukaiku..Pria itu mengancam jika menghajar lagi,dia akan membunuhku..


"Lalu Lisa dan Awan pergi naik motor..


"mas kejar mereka,Mas ingin membunuh Awan,tapi dia tahu kalau aku mengikutinya,mereka masuk ke gang. Jadi mas kehilangan jejak.,


"Mas putuskan menelpon mama untuk memberitahukan bahwa Lisa memutuskan pertunangannya..


"Lalu mama menyuruhku ke rumah Lisa,nanti mama dan papa akan kesana..


"mas pergi kesana ,tapi gak langsung masuk kerumah.Mas menunggu papa dana mama di luar...


"Kesitu yuk mas...Capek adek berdiri terus.." ucap Bening.


Mereka berjalan ke arah kursi.Sandi bercerita sambil berjalan.


"Setalah mama dan papa datang,Mas bercerita kejadian di depan kosaan itu..


"Kita masuk ke dalam rumah Lisa...


"Kita menunggu kedatangan Lisa..


"Setelah mereka datang....


"Awan tahu nama papa..


"Awan bilang bahwa dia mencintai Lisa sejak lama.


"Kemudian Mama menyuruh pengawal menangkap Awan untuk di bawa kekantor polisi..


"2 pengawal mengerang kesakitan saat mau menangkap Awan.


"Mas ngajak duel hidup dan mati dan berkata tak ada kamus di dalam keluarga Mahendra menyerah....


"Papa teriak memanggil pengawal..


"Awan nampak terkejut dek...


"Lalu Awan menunjuk papa sambil berkata


"Kamu tega meninggalkan keluarga kecilmu demi harta..."ucap Sandi.


'Eh...!!?? Bening terkejut.


"Kok dia bisa tahu masa lalu papa mas?" ucap Bening heran dan penasaran.


"Mas juga awalnya terkejut dan penasaran dek..


"Awan bilang Aku pikir...Kamu bekerja di luar negeri,hingga tak ada muncul dalam keluarga kecil yang kamu tinggalkan itu...


"Terus papa menyebut nama Awan itu bernama Bayu Saktiawan Mahendra.


"Awan bilang...Aku bukan Bayu Saktiawan Mahendra,namaku Muhammad Bayu Samudra,dan kamu bukan ayahku..." ucap Sandi.


"Ja..Ja..Jadi...Awan itu anak papa mas?" ucap Bening tak percaya.


"Iya...Tapi Awan tak mengakuinya..Lalu dia melepas masker..


"Mas terkejut melihat wajah dia..


"Wajah Awan itu adalah orang yang telah melukai bibi Liliana dek.." ucap Sandi.


"APAAAA....!!!!??? Jadi Bayu yang mas maksud itu dia..." ucap Bening terkejut.


"Iya...Bayu adalah saudara tiri kita dek...Awalnya mas ngajak duel hidup dan mati,tak jadi mas melakukanya. Setelah tahu bahwa Bayu adalah saudara mas.


"Papa memeluk Bayu,tapi Bayu tak mau di peluk..Sepertinya dia sangat membenci papa dek...


"Mas minta maaf sama dia,untungnya dia memafkanku dek..


"Polisi datang,dan mama menuduh Bayu membunuh pengawal..Mas dan Papa tak setuju,karena emang benar Bayu tidak melakukannya.


"Mama jengkel..dan dia juga menghina Bayu di depan orang banyak dek...Soalnya tetangga Lisa berdatangan..


"Bayu tak takut ancaman mama,malah menyuruh keluarga besar kita datang,lalu dia akan membunuhnya..


"Papa mengajak mama pulang..Papa takut mama ikut terbunuh oleh pembunuh misterius..


"Soalnya mas tak lihat siapa yang membunuh pengawal keluarga kita dek..


"Begitu mau pulang,ban mobil kempes semua...


"Mau tak mau kita menunggu jemputan..." ucap Sandi.


"Ooo...Jadi karena itu papa dana mama bertengkar...Terus...


"Apakah mas menerima Bayu sebagai saudara tiri mas?" ucap Bening.


"Iya dek...ketika melihat dan mendengar apa yang di ucapkan mama dan papa..Dan juga cerita dari keluarga kita.


"Mas tetap menganggap Bayu itu sebagai saudara tiri...Kamu sendiri gimana dek?" ucap Sandi.


"Mbak Lisanya gimana mas?" ucap Bening.


"Mas iklas melepaskannya,percuma saja bila mas memiliki raganya tapi hatinya milik orang lain. " ucap Sandi.


"Oh iya...Coba hubungi Alvin mas..Dia kan orang pertama yang kenal Bayu.." ucap Bening.


"Bentar...


Sandi mengambil hapenya di kantong celana,lalu menghubungi Alvin.


Tuuuut....Tuuuut....Tuuut...


Tuuut...Tuuut...


"Halo..." suara Alvin.


"Malam Vin...Sory ganggu.." ucap Sandi.


"Ya gakpapa...Ada apa mas?" suara Alvin.


"Tadi aku ketemu Bayu di kossan tunanganku Vin.." ucap Sandi.


"Seriusss...." suara Alvin.


"Iya aku serius..." ucap Sandi.


Sandi bercerita saat pertama bertemu dengan Bayu hingga ia pulang kerumah.


Akhirnya Alvin tahu,bahwa Bayu adalah saudara tirinya.


"Apakah Bayu masih di lampung mas?" suara Alvin.


"Masih... Sepertinya dia menginap di rumah Lisa..Oha iya...Sampeyan punya nomor hapenya Bayu apa enggak.." ucap Sandi.


"Punya mas..." suara Alvin.


"Kirimkan ya Vin..." ucap Sandi.


"Iya...Thanks infonya mas.." suara Alvin.


"Sama - sama..." ucap Sandi lalu mematikan hapenya.


Tak lama kemudian muncul pesan,Sandi membukanya, lalu menekan nomor hape yang di kirim oleh Alvin.

__ADS_1


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan." suara operator.


Sandi mematikan hapenya.


----***-----


Sebuah mobil berhenti 20 meter dari rumah bu Intan.


Seorang pria turun dari mobil. Pria itu adalah Agus Irawan Mahendra.Ia ingin sekali menceritakan masa lalunya pada Bayu.


Nampak Agus Irawan bimbang,antara menemui apa tidak.


Mobil yang bannya bocor telah di bawa oleh pengawalnya dengan cara di derek.


"Datang sajalah....


Agus memantapkan hatinya,lalu berjalan ke rumah bu Intan menemui Bayu tengah malam.


Ia berjalan pelan.


Nampak garis polisi di depan rumah bu Intan,Agus Irawan melewati garis polisi tersebut.


Agus Irawan gugup lalu tangannya menyentuh daun pintu.


Tok..Tok..Tok...


"Siapa..." suara Bayu.


"Dia belum tidur...Syukurlah.."ucap Agus dalam hati kesenangan.


"Ini ayah nak...Ayah ingin bicara...Penting.." ucap Agus Irawan.


"Pergilah...Aku tak ingin bertemu dengamu,dan kamu bukan ayahku.." suara Bayu di balik pintu.


"Ayah mohon...Berikan ayah waktu,setelah itu..Ayah janji tidak akan mengganggumu lagi.." ucap Agus Irawan.


"Pergilah...Sebelum kamu terbunuh oleh pasukan bayanganku.." suara Bayu.


"Ternyata dia membawa pasukan bayangan,dan yang membunuh pengawalku adalah pasukannya...Sial..." ucap Agus Irawan dalam hati.


"Bila Ibumu melarangmu untuk menjauhi seorang wanita yang kamu cintai apakah kamu akan melakukannya...


Bayu diam tak menjawab. Agus Irawan yakin Bayu masih berdiri di balik pintu.


"Ayah tak ingin di bilang anak durhaka,ayah menuruti perkataan Ibu ayah...Makanya ayah meninggalkan ibumu nak...Maafkan ayah nak..


"Ibunya Sandi menghasut ibunya ayah untuk menjauhimu...Ibunya ayah terkena hasutannya,lalu Ayah terpisah dengan ibumu..


"Ibunya Sandi menyodorkan kertas perjanjian untuk tidak menuntut harta Mahendra,dan tidak menemui ayah lagi,jika menemuinya,maka orang tua ibumu akan di bunuh nak..." ucap Agus Irawan.


"Pergilah....Aku tak mau mendengarkan kisah dustamu..." suara Bayu.


"Selama kalian ada di desa Sidodadi,ayah selalu mengawasimu,dari kamu masih kecil hingga SMP berkat bantuan sahabat ayah. Tapi sahabat Ayah meninggal dunia karena kecelakaan saat mengikutimu naik mobil bersama ibumu dan teman - temanmu sepulangnya dari desa Jati Waringin..


"Setelah itu ayah tak bisa lagi mengawasimu...Ayah takut ibunya Sandi mengirim orang jika ayah menemuimu..lalu membunuhmu dan juga ibumu..


"6 bulan yang lalu Ibunya ayah meninggal..Sekarang ayah tak lagi bisa di kekang oleh ibunya Sandi...


"Semua kendali keluarga Mahendra ada di tangan ayah,jadi mereka yang ada di bawah pengawasan ibunya sandi,ayah siksa mereka dan ayah bunuh karena mereka,ayah tak bisa bertemu denganmu...


"Itu saja yang mau ayah ceritakan,Ayah tak berdusta.. Semua itu adalah fakta,jika tak percaya,tanyakan pada ibumu nak..Ayah minta maaf padamu....Terima kasih,kamu telah mendengarkannya...Assalam mu'alaikum..." ucap Agus Irawan lalu pergi dari depan pintu.


"Wa'alaikum salam" suara Bayu di balik pintu.


***


Bayu berdiri di depan pintu.


Apa yang di ucapkan oleh Agus Irawan adalah hal yang baru ia ketahui,sebab selama ini ibunya tak pernah bercerita.


Lalu Bayu juga teringat saat ia bersama ibunya dan ke tiga temannya menghadiri pesta pernikahan,lalu pas pulang mendengar suara tabrakan.


"Jadi...Selama ini dia mengawasiku,dan dia takut sama ibunya...


"Siaall....


"Mengapa ibu tak pernah cerita kepadaku....


"Aaaaarrrggghhhh.....


Bayu mengepalkan tangannya lalu memukul ke tembok.


Duuuuk.....Dinding bergetar.


Kemudian Bayu berjalan untuk mengambil teh kotak dan rokoknya,tak lupa korek ia ambil,lalu berjalan kepintu dan membuka pintu,


Bayu duduk di teras,di dekatnya masih ada darah yang sudah mengering,aroma darah tercium masuk ke hidung Bayu.


Bayu menyalakan rokok,lalu menghisapnya ..


Huuufffttt.....Asap keluar dari mulut dan hidung.


"Juancok...Kenapa baru bilang sekarang,kenapa gak dari dulu..


Bayu bingung setelah mendengar ucapan Agus Irawan. Di mulut,ia sangat membenci,tapi di hati mulai tidak membenci ayah kandungnya.


Di belakang Bayu muncul Hana yang sudah memakai Jilbabnya,sebab ia kaget mendengar suara akibat Bayu memukul tembok.


"Sayang belum tidur...?" ucap Hana.


"Apa benar,ibu mendatatangani surat perjanjian untuk tak menuntut harta dan mereka mengancam kakek dan nenek Bayu?" ucap Bayu tanpa melihat Hana.


"EH.....!!!?? Hana terkejut,sebab selama ini ia merahasiakannya ke Bayu.


"Siapa yang mengatakan itu kepadamu sayang..?" ucap Hana.


"Tolong jawab pertanyaan Bayu bu..Nanti Bayu akan menjawab pertanyaan ibu.." ucap Bayu.


Hana mengambil rokok yang di pegang oleh Bayu lalu melempar jauh - jauh,kemudian memeluk Bayu dari belakang.


"Iya benar...Maafkan ibu merahasiakan ini padamu nak... Ibu melakukan itu karena terpaksa,karena Ibu lagi mengandungmu sayang...Jika saja sayang sudah lahir,maka mereka akan ibu bunuh saat menyuruh tanda tangan...Padahal ibu tak mengharap harta dia sayang.." ucap Hana.


"Tadi orang yang aku benci datang kemari,tapi Bayu tak membukakan pintu,dia bercerita masa lalunya,Bayu pikir dia berbohong bu..


"Tapi pas dia bilang kalau dia mengawasi kita dari Bayu kecil hingga smp,melalui sahabatnya.


"Setelah kita pulang menghadiri acara pesta pernikahan di desa Jati waringin,sahabatnya itu meninggal dalam kecelakaan saat mengikuti kita bu... Dan dia melakukan itu karena ibunya bu,


"Ibunya di hasut oleh istrinya,6 bulan yang lalu ibunya dia meninggal,sekarang dia bebas tak lagi terkekang,sehingga berani mendatangiku lagi bu.." ucap Bayu.


Deg..... Hana terkejut mendengar ucapan Bayu.


Sebab ia tak tahu mengenai hal itu.


"Apakah setiap orang kaya itu selalu menghina orang miskin bu..?" ucap Bayu.


"Tidak sayang...Buktinya..keluarga pak Arief tak menghina sayang kan.." ucap Hana masih memeluk Bayu dari belakang.


"Bayu akan membunuh ibunya Sandi...Karena dia...Ibu menderita..." ucap Bayu.


"Jangan sayang...Lebih baik kita buktikan saja kepada mereka.Siapa kita ini..." ucap Hana.


Bayu melepaskan tangan ibunya lalu membalikan badan.


"Ibu mau mengundang mereka?"


Hana menganggukkan kepala.


"Yakin bu...Nanti ibu bunuh mereka.." ucap Bayu.


Hana memegang wajah Bayu.


"Yakin sayang..Jika mereka berani menghina kita di depan umum,langsung kita jebloskan saja dalam penjara...."ucap Hana.


Terdengar suara lantunan ayat -ayat suci Al Quran.

__ADS_1


"Ide yang bagus bu..." ucap Bayu.


Mereka kemudian bersiap - siap untuk melaksanakan shalat subuh,tak lupa membangunkan Khalisa.


__ADS_2