SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
SULIS BERPAMITAN


__ADS_3

Hari Rabu


Rumah Bayu.


Bayu turun dari mobil setelah mengunjungi Cafe Mantan,lalu melihat sebuah mobil keluara terbaru yang tak ia kenal.Lalu Bayu berjalan ke penjaga yang berdiri di dekat pintu masuk.


"Pak...Itu mobil siapa?" ucap Bayu.


"Itu mobilnya Ahmad bos.." ucap penjaga.


"Apakah Ahmad kesini bersama Sulis?" ucap Bayu.


"Iya bos..." ucap penjaga.


Bayu masuk ke dalam rumah.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu saat melewati pintu.


"Wa'alaikum salam..."suara dari dalam rumah lebih satu orang yang menjawab.


Bayu berjalan menghampiri asal suara tersebut.


Nampak di ruang keluarga ada Ahmad, Sulis, Hinata , Melisa,dan Daniel.Sementara Paijo,Lukman dan Bimo berada di Cafe. Di dekat mereka ada 2 tas besar.


"Kapan datangnya?" ucap Bayu lalu bersalaman ke Ahmad.


"Baru aja Bay..." ucap Ahmad.


"Jam 2 mereka datangnya kak..." ucap Melisa.


Bayu menangkupkan tangan ke Sulis,lalu Hinata mencium tangan Bayu di ikuti Melisa.


Bayu duduk di kursi sofa. Sedangkan Khalisa dan Diana naik ke atas untuk mengganti pakaiannya.


"Mas " ucap Sulis.


"Ya Lis..." ucap Bayu.


"Di dapur ada mangga gak?" ucap Sulis.


"Hem....Ada Lis...Kalau mau ambil aja sendiri Lis.." ucap Bayu.


Sulis tak menjawab.Lalu Bayu berdiri untuk mengambil buah mangga.Lalu memberikan buah mangga beserta pisau dan piring ke Sulis.


Sulis menerimanya,lalu Ahmad mengupas Mangga tersebut.


"Mas...." ucap Sulis.


"Iya..." ucap Bayu.


"Aku kesini mau ambil barang - barangku,dan berpamitan mas...


"Terima kasih telah memperbolehkanku menginap di rumah mas,dan menjagaku selama ini.serta mengajarkanku ilmu agama ." ucap Sulis.


"Iya sama - sama...Kamu itu kan dah ku anggap keluarga Lis...


"Kenapa gak tinggal di sini aja.." ucap Bayu.


"Aku ingin mandiri mas..." ucap Sulis.


"Ya sudah...Aku gak maksa..Jika mau kesini..Ya datang aja..Pintu rumahku terbuka lebar untuk kalian..." ucap Bayu.


Sulis mencomot buah mangga yang sudah di potong oleh Ahmad.lalu memakannya.


Khalisa dan Diana muncul lalu duduk.


"Besok kamu masuk kuliah gak Lis?" ucap Khalisa.


"Aku pengennya seh kuliah lagi Put...


"Cuman gak di bolehin,soalnya bang Ahmad pengen adek bayi.." ucap Sulis.


"Ya gak usah hamil dulu Lis.." ucap Bayu.


"Aku pengen sekali punya anak,terus enyak juga pengen punya cucu Bay?" ucap Ahmad.


"Kambingku kan lagi hamil tuh kang...Nanti bayinya bisa kang Ahmad momong...." ucap Bayu.


"Jancook...Waassssuuuuu......


"Masa aku di suruh momong bayi kambing...." ucap Ahmad.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... suara tawa sebagian orang.


"Oh iya...Kalian mau bulan madu kemana?" ucap Bayu.


"Gak kemana - mana Bay...Kan Sulis mau berangkat haji..." ucap Ahmad.


Bayu melihat jam tangannya.


"Bentar lagi Ashar...Yook kita kita shalat dulu.." ucap Bayu.


Mereka kemudian naik ke lantai 2.


Tak lama kemudian mereka berkumpul di ruang shalat.


Bayu memgumandangkan adzan.


Selesai adzan,Bayu shalat sunnah,kemudian..


"Kang...Jadi imam ya..." ucap Bayu lalu berdiri kemudian iqamat.


Ahmad maju sebagai imam.


30 menit kemudian.


Mereka berada di Gazebo. Sulis menunggu ibunya Bayu untuk berpamitan.Sementara Bayu berdiri 5 meter dari Gazebo.


Bayu mengambil batu kerikil untuk latihan melemparnya, di depan Bayu ada pensil yang berdiri di atas meja,jarak antara Bayu dan Meja itu 20 meter. Lantas Bayu mulai melempar.


Wuuuut... lemparan Bayu meleset.lalu mencoba lagi.


Lemparan ke empat baru mengenai pensil tersebut.


Lalu Bayu melempar pensil yang ada di meja sebelahnya. 2 kali lemparan,Bayu berhasil mengenai pensil tersebut.


"Mayan...." ucap Bayu.


Bayu menoleh ke arah Gazebo.

__ADS_1


Nampak Sulis di pijat oleh Ahmad di bagian pundak. Bayu berjalan mendekati Sulis.


"Kamu kenapa Lis?" ucap Bayu.


"Masuk angin mas..." ucap Sulis.


"Makanya...Kalau habis begituan pakai selimut,jangan telnjaang..." ucap Bayu.


"Wasssuuu..." ucap Ahmad.


"Sudah makan apa belum Lis?" ucap Bayu.


"Sudah mas...Tadi sebelum kesini..." ucap Sulis.


"Kang...Ajakin istrimu makan...


"Dek...Temanin mereka.." ucap Bayu.


"Yuk Lis...Kang..." Khalisa.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah,Diana mengikuti mereka. Kini hanya tertinggal Hinata dan Bayu saja di Gazebo.


"Shujin mau latihan pedang..?" ucap Hinata.


"Hem...Boleh...


"Tapi jangan latih tanding ya yomesan.." ucap Bayu.


Bayu takut jika latih tanding,maka Hinata bisa terluka karena tak memakai kalung bermahkotakan batu Merah Delima.


"Hai..." ucap Hinata.


Hinata mengambil pedang Katana di lemari yang ada di dekatnya,lalu memberikan kepada Bayu.


"Perhatikan gerakanku ya shujin.." ucap Hinata.


"Hai..." ucap Bayu.


Hinata lantas memperakan jurus pedangnya secara perlahan tanpa kekuatannya.


Bayu memperhatikan secara seksama.


Kemudian Hinata memgulangi gerakannya,ia bergerak agak cepat dalam memgayunkan pedang tersebut,lalu memgembalikan pedang Katana kesarung pedang dengan cepat.


Bayu teringat akan film kartun yang pernah ia lihat,yaitu Film Samurai X.


"Buset...Gerakannya sangat cepat seperti Batosai..." ucap Bayu dalam hati.


Lalu Bayu mencoba mempraktekkan gerakan Hinata tadi.


Bayu bersikap seperti di dalam tokoh Samurai X,lalu memperagakan gerakan yang di lakukan Hinata tadi.


Saat ia hendak menyarungkan kembali pedangnya,bagian tajam mengenai tangannya.


"Hem...Aku harus belajar neh." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengulangi gerakan saat menyarungkan kembali pedang Katana dengan cepat.


Tak lama kemudian,akhirnya Bayu bisa melakukan gerakan menarik dan memgembalikan pedang Katana dalam sarung pedang.


"Oh iya yomesan..


"Dapat melihat jarak hingga 2 KM shujin..." ucap Hinata.


"Wow....


"Jadi sayang gak perlu teropong lagi dong .." ucap Bayu.


"Iya..." ucap Hinata.


"Kalau gelap bisa lihat gak?" ucap Bayu.


"Bisa..." ucap Hinata.


"Wuiiih....Mata kucing donk..." ucap Bayu.


"Wuiih... Keren juga itu kekuatan istrimu Bay..


"Seandainya saja aku punya kekuatan mata itu pasti seru..." suara Jalu.


"Paling pakde mau ngintip cewek mandi...Ya kan..." ucap Bayu dalam hati.


"Ya iyalah...." suara Jalu.


Muncul Ahmad berjalan mendekati Bayu.


"Bay..." ucap Ahmad.


Bayu menoleh ke arah Ahmad.


"Opo kang?" ucap Bayu.


"Aku pamit dulu..."ucap Ahmad.


Bayu dan Hinata mengantar Ahmad .


Di ruang Tamu.


Nampak Sulis bersama keluarga Bayu dan sahabatnya berada di ruang tamu.


"Mas...Aku pamit dulu...Aku minta maaf jika aku punya salah mas" ucap Sulis.


Sulis menyodorkan tangannya ke Bayu.


Bayu menyambut tangan Sulis.


"Iya...Aku juga minta maaf jika aku ada salah terhadapmu,baik lisan mauoun perbuatanku padamu Lis.." ucap Bayu.


Kemudian Sulis menempelkan tangan Bayu di keningnya.


Kemudian Ahmad bersalaman ke Bayu.lalu Ahmad memeluk Bayu.


"Thanks ya Bay...Sudah menjaga dan mengajari Sulis..." ucap Ahmad.


"Sama - sama kang..." ucap Bayu.


"Maafkan aku kang...Istrimu ku coblos lagi waktu itu...Jika kamu tahu mungkin kamu gak akan mau menemuiku" ucap Bayu dalam hati.


Ahmad melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Lalu mereka berjalan keluar mengantar Ahmad dan Sulis.


Ahmad berjalan ke mobilnya sambil membawa 2 tas besar,lalu memasukkan ke dalam mobil,Kemudian menjalankan mobil itu ke teras rumah.


"Semuanya...Terima kasih ...Assalam mua'alaikum..." ucap Sulis.


"Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan semua orang.


Sulis masuk ke dalam mobil. Lalu melambaikan tangannya,mobil itu perlahan berjalan meninggalkan rumah Bayu.


Sempat Bayu melihat Sulis meneteskan air matanya saat melambaikan tangan.


"Selamat tinggal Lis...Semoga kamu bahagia..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu merasan kehilangan akan sosok Sulis.


Kini hanyalah tinggal kenangan. Ia teringat lagi saat masih bersama dengan Sulis.


Tak terasa air matanya keluar.


Para sahabat Bayu masuk kedalam beserta keluarganya,kecuali istri Bayu.


Khalisa yang berada di samping Bayu menoleh ke arah wajah Bayu.Ia melihat Bayu sedih karena Sulis telah pergi,dan tak akan kembali.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu tanpa menoleh ke Khalisa,karena melihat mobil Ahmad yang masih kelihatan,belum keluar dari pagar.


"Mas sedih ya...?" ucap Khalisa.


"Enggak...Mas tertawa dek..." ucap Bayu.


Khalisa menggelitiki Bayu.


"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Geli dek...." ucap Bayu merasakan geli.


Khalisa memghentikan aksinya.


"Adek pikir,Sulis masih kuliah...Jadi kita bisa bertemu...


"Ternyata salah...." ucap Khalisa.


Bayu menoleh ke Khalisa karena mobil Ahmad sudah tidak kelihatan lagi.


"Dek....


Khalisa melihat wajah Bayu.


"Itu yang namanya takdir...


"Kita hanya bisa berharap,tapi Allah yang menentukannya.." ucap Bayu.


Khalisa memeluk Bayu.


"Adek pengen seperti Sulis mas...Kita bertiga gak usah menuntut ilmu...


Khalisa melepas pelukannya lalu memandang wajah Bayu.


"Gimana mas?" ucap Khalisa.


"Eeee....Ituuuuu....


Bayu kesulitan menjawab ucapan istrinya,lalu tiba - tiba Bayu memiliki ide agar istrinya tak sedih.


"Mas gak bisa sayang....Kan sayang tahu sendiri...Mas ini calon pemimpin keluarga Han...


"Masa iya pemimpin keluarga Han hanya tamatan SMA...


Khalisa menekuk wajahnya.


Bayu memeluk Khalisa.


"Sabar ya sayang....Sebenarnya mas juga pengen punya anak,tapi keadaanlah yang memaksa mas untuk menundanya. Jika saja mas bukan calon penerus keluarga Han.


"Maka tanpa adek mintapun,Adek akan hamil..." ucap Bayu .


"Iya mas...Adek ngerti kok..." ucap Khalisa.


"Syukurlah...Jika saja hamil lalu punya anak,masa iya ku tinggal pergi ke kampus...Jika kerja aja gak masalah...Belum lagi Ayu...


"Masa iya dia hanya tamat SMP saja lalu berhenti gara - gara Hamil..." ucap Bayu dalam hati.


----***----


4 minggu sejak Cafe Mantan di buka.


Di salah satu kawasan rumah penduduk yang padat.


Ada sebuah rumah yang di huni oleh 1 kepala keluarga. Rumah itu adalah pemilik warung yang ada di seberang jalan Cafe Mantan


Nampak seorang bapak - bapak yang bernama Jumadi sedang menghitung pemasukan hasil jualannya. Setelah selesai menghitung hasil jualannya ia mengambil rokok yang masih menyala di asbak,lalu menghishap rokok tersebut.


Huuuuft....Asap rokok keluar dari mulut dan hidung.


"Sial.... Pendapatanku makin berkurang .....


Jumadi merasakan pendapatannya berkurang semenjak Cafe di depan sudah beroperasi.Biasanya dagangan yang ia jual selalu habis,bahkan bisa menghabiskan 3 dandang kuah bakso,tapi sekarang jualannya hanya habis 1 dandang,itupun masih ada sisa. Jumadi merasa heran,padahal ia sudah memakai jasa dukun untuk pengelaris.Serta ia rela memggali kuburan orang untuk mengambil tali pocong kemudian di masukkan dalam dandang.


"Apakah mereka pakai dukun juga ya...


Jumadi mengira Cafe di seberang jalan memakai dukun,sehingga setiap hari selalu ramai,padahal Cafe tersebut baru saja buka.


Nampak Jumadi berpikir. Bila terus - terusan begini maka usahanya akan gulung tikar.


Sempat ia melihat Cafe itu ramai di kunjungi orang - orang,Baik tua maupun yang muda.Serta Cafe itu selalu di jaga siang dan malam


Huuuuufftt... Asap keluar dari hidung dan mulut.


Seorang wanita datang menghampiri Jumadi, wanita itu adalah istri Jumadi.


"Piye pak....Apakah hari ini dagangan kita lancar...?" ucap wanita itu.


"Berkurang buk...


"Sejak adanya Cafe di seberang jalan itu buka,pemasukan kita makin lama makin berkurang. " ucap Jumadi lalu menyerahkan hasil uang jualan itu ke istrinya.


Wanita itu menerima uang pemberian suaminya,lalu duduk kemudian menghitung uang tersebut.


"Lah terus piye pak...Suwi - suwi usaha kita bangkrut nak ngene carane.." ucap wanita itu.( lama - lama usaha kita bangkrut kalau begini caranya).

__ADS_1


"Besok aku mau pergi ke tempatnya Ki Winarko bu...Untuk minta pengelaris lagi..." ucap Jumadi.


__ADS_2