
Kampus.
Pagi hari pukul 7.10.
Bayu dan Putri berjalan di lorong,Bayu menarik sebuah koper berisi pakaian.
Setelah sampai di dalam kelas,Bayu melihat beberapa temannya sudah datang.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...." ucap teman - teman Bayu.
" Lu kok bawa koper Bay...Mau pindah atau lu di usir sama istri ke dua lu...?" ucap Rendi teman sekelas Bayu.
" Oraa... Aku mau jualan...
Bayu menaruh tas koper di meja temannya,lalu membuka tas koper.
" Ini baju asli dari jepang... Harganya murah aja..." ucap Bayu.
Teman - teman Bayu mendekat.
" Berapa lu jual baju itu.." ucap Rendi.
" 2 juta...." ucap Bayu.
" Anjeeeeng....Itu bukan murah dodol...." ucap Rendi.
" Loh...Murah ini..."
" Dari pada kamu ke Jepang.."
" Belum tiketnya,ngurus paspornya,belum lagi ongkos naik taksi,belum hotelnya.." ucap Bayu.
" Ogaaah....Gue gak punya duit..." ucap Rendi.
" Gak kok..."
" Aku bercanda..."
Bayu mencari baju yang sudah di tulis nama temannya. Begitu dapat nama Rendi.
" Ini buatmu...Gratis..." ucap Bayu.
" Serius....?" ucap Rendi tak percaya.
" Dua rius..." ucap Bayu.
" Aku mau dong Bay..."
" Gue juga mauu...."
Bayu mengangkat kedua tangannya.
" Sabar.... Semua yang ada di kelas ini pasti dapat... Sabar ya .." ucap Bayu.
Bayu mengambil baju sesuai nama temannya.
" Thanks ya Bay..."
" Makasih Bay..."
" Lu teman yang baek deh..."
Tiba - tiba Alex muncul dari pintu.
"Wuuiih.... Rame banget...Ada apa neh?" ucap Alex.
" Aku jualan baju Lex...Kamu mau beli gak?" ucap Bayu.
Alex berjalan menghampiri Bayu.
" Baju apa yang lu jual?" ucap Alex.
" Baju Jepang musim panas... Pakaian ini sangat adem bila cuaca panas sekalipun.." ucap Bayu.
" Asli kah itu...?" ucap Alex.
" Asli dong... 100% Made in Japan..."
Alex mengambil baju yang terbungkus plastik.
" Murah aja...Khusus dirimu aku jual 5 juta..Cash..." ucap Bayu.
" Jancoook.... Mahal banget..."
Alex menaruh kembali baju yang ia pegang.
" Gak jadi deh gue beli..." ucap Alex.
Bayu melepas stiker yang tercantum nama Alex,lalu menyodorkan baju ke Alex.
" Nah...Ambillah... Tapi syaratnya gendong aku nanti pas pulangan sampai ke parkiran..." ucap Bayu.
" Serius Bay?" ucap Alex.
" Iya...Aku serius...Mau gak...Kalau gak mau ya udah..."
" Ini teman - teman beli dengan harga 6 juta loh...Mereka aja casbon dulu,Bayarnya nyicil,kalau cash 5 juta.." ucap Bayu.
" Okee....Deaal...." ucap Alex tanpa pikir panjang.
" Kalian menjadi saksi ya..." ucap Bayu kepada teman - temanya.
" Iyaaaaaa....." ucap semua teman - teman Bayu sambil menahan tawa.
Alex menerima baju dari bayu,lalu berjalan ke kursinya.
" Mayan dapat tumpangan gratis lagi..." ucap Bayu dalam hati.
Satu persatu teman Bayu berdatangan,Bayu memberikan baju itu. Alex memperhatikan Bayu.Lalu menghampiri Bayu.
" Itu Vivi lu kasih begitu aja,gak ada dia bilang casbon.." ucap Alex.
" Dia dah sms aku tadi...Bayarnya nyicil.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Alex lalu kembali ke kursinya.
Teman - teman Bayu menahan tawanya melihat Alex di kerjai oleh Bayu.
Tak lama kemudian,bu Eva datang.
Bayu segera mengambil tas kopernya lalu berjalan ke kursinya.
" Assalam mu'alaikum anak - anak...." ucap bu Eva mengenakan jilbab.
" Wa'alaikum salam bu...." ucap semua orang.
" Selamat pagi dan salam sejahtera.." ucap bu Eva.
Bu Eva mulai mengabsen kehadiran mahasiswa dan mahasiswi.
" Muhammad Bayu Samudra..." ucap bu Eva.
" Hadir bu...." ucap Bayu.
Bu Eva melihat ke arah Bayu,lalu kembali mengabsen.
Selesai mengabsen,pelajaran mata kuliah pun di mulai.
Setelah bu Eva selesai mengajar,Bayu maju ke depan sambil membawa plastik berisi baju.
Bayu berjalan ke arah meja bu Eva.
" Maaf bu... Ini saya ada rejeki buat ibu..." ucap Bayu sambil memberikan baju.
" Terima kasih ya Bayu..." ucap bu Eva menerima lalu tersenyum.
" Sama - sama bu...." ucap Bayu lalu kembali ke kursi.
" Mas..." ucap Putri.
" Iya dek..." ucap Bayu.
" Ke kantin yuk..." ucap Putri.
" Ayook...
" Vi... Ikut apa enggak" ucap Bayu.
" Ayook..." ucap Vivi
Bayu berjalan berjalan bersama Putri dan Vivi ke kantin.
Sesampai di kantin,mereka memesan makanan.
Tak lama kemudian Diana datang bersama ketiga sahabat Bayu. Mereka memesan makanan lalu duduk.
" Kalian sampai rumah jam berapa?" ucap Bayu.Karena tadi malam,Bayu menunggu ketiga sahabatnya belum pulang.
__ADS_1
" Jam 12 Bay..." ucap Lukman.
" Tumben lama...." ucap Bayu.
" Maceeet...." ucap Bimo.
" Yank..." ucap Diana.
" Iya sayang...Ada apa?" ucap Bayu.
" Hari minggu sayang mau mancing?" ucap Diana.
" Rencananya seh... Dah 1 bulan lebih gak mancing yank..."
" Gatel tanganku..."
" Tapi ngomong - ngomong pancinganku di mana ya.." ucap Bayu.
" Ada di gudang mas... Di simpan sama mbak Dewi..." ucap Putri.
" Ooo...Di gudang to,pantes ku cariin gak ada di kamar.." ucap Bayu.
" Mas gak nanyak seh..." ucap Putri.
Pesananan Bayu datang,lalu mereka pun makan.
" Kalian habis liburan ke Jepang kah ?" ucap Vivi.
" Iya...." ucap Putri,Diana,Lukman,Bimo dan Daniel serempak.
" Pantesan tadi lu ngasih gue baju khas Jepang..."
" Terus gue hubungi gak bisa" ucap Vivi pada Bayu.
" Kenapa gak pakai telepati aja Vi... " ucap Bayu lalu menyendok makanannya tanpa melihat ke arah Vivi.
" Telepati....? Hellloooo...."
" Ini zaman moderen Bayu,bukan zaman Majapahit... Masa pakai telepati..." ucap Vivi.
" Justru yang moderen itu yang kuno..."
" Coba aja hapemu gak ada pulsanya.. Bisa nelpon gak?" ucap Bayu.
" Tahu ah...Gelap..." ucap Vivi.
" Gitu aja ngambek.... Nanti hantunya datang lagi loh..." ucap Bayu.
" Put.... Suami lu resek banget..."
" Masa do'ain hantunya balik lagi...Gue takut Put..." ucap Vivi pada Putri.
"Ha...Ha....Ha....Ha....Ha...." Putri,ketiga sahabat Bayu tertawa.
" Kok lu malah tertawa seh..." ucap Vivi.
" Terus gue harus apa Vi...Masa iya nangis..."
" Mas....Jangan kerjain Vivi...Kasihan..." ucap Putri.
" Iya dek...." ucap Bayu.
Diana memberikan jam tangan ke Vivi. Jam tangan itu hadiah dari permainan saat di Jepang.
" Neh buat lu...." ucap Diana.
Vivi menerima jam tangan tersebut.
" Terima kasih kak..."
" Jam tangannya bagus...." ucap Vivi ketika melihat jam tangan pemberian Diana.
" Itu hadiah gue dapat saat bermain di wahana bermain di Jepang...Semua jam tangan gue ambil semua..." ucap Diana.
" Serius kak...?" ucap Vivi tak percaya.
" Ngapain gue bohongin lu..."
" Gak ada untungnya..." ucap Diana.
Vivi langsung memakai jam tangan tersebut,karena ia tak memakai jam tangan.
Bayu melihat Vivi memakai jam tangan.
" Dengan jam tangan itu,kamu bisa mengetahui waktu...Kapan hantunya datang dan pergi Vi..." ucap Bayu.
" Put...Suamimu gak di kasih jatah kah tadi malam?" ucap Vivi.
" Pantesan dari tadi gangguin gue terus..." ucap Vivi.
Setelah itu mereka diam sambil menghabisi makanan dan minuman yang mereka pesan.
" Bay... Intuk salam sangking mbok lan bapakku..." ucap Bimo.
" Wa'alaikum salam warah matullah..."
" Sehat aja kan mereka Bim...?" ucap Bayu.
" Alhamdulillah sehat Bay..." ucap Bimo.
" Orang tuaku juga titip salam Bay....Terus mereka juga ingin ke Jepang.." ucap Daniel.
" Wa'alaikum salam warah matullah..."
" Hem....Kalau mau ikut,musim semi aku mau ke sana lagi Niel..." ucap Bayu.
" Serius Bay....?" ucap Daniel.
"Iya...Aku serius... Tapi..."
" Orang tuamu yang urus paspor sendiri,untuk tiket biar aku yang beli..." ucap Bayu.
" Puji tuhan Yesus..... Terima kasih ya Bay....Kowe koncoku seng paling apik lan Jancok i..." ucap Daniel merasa senang.
" Jancook...."
Bayu berdiri lalu berjalan untuk membayar,selesai membayar Bayu kembali.
" Yok balik ke kelas..." ucap Bayu.
" Yank...." ucap Diana.
" Iya sayang.." ucap Bayu.
" Nanti malam ke bioskop yuuk..."
" Ada film baru...Aku pengen lihat..." ucap Diana.
" Iyaaaa......" ucap Bayu.
Cuuup..... Diana mencium pipi Bayu.
" Aku balik dulu ya sayang..." ucap Diana.
" Iya sayangku..." ucap Bayu.
Mereka pun berpisah.
Setelah Bayu sampai di kelas.
Alex menghampiri Bayu lalu memeteng leher Bayu,akan tetapi tidak kuat.
" Kata Rendi itu baju di kasih percuma... "
" Kenapa lu jual ke gue...?" ucap Alex.
" Aiiissshh.... Kamu lupa apa amnesia seh Lex?"
" Kan aku bilang ku kasih itu bajunya..." ucap Bayu.
Alex melepas petengannya.
" Iya juga seh...." ucap Alex.
" Tapi dengan syarat kamu gendong aku sampai ke parkiran..." ucap Bayu.
" Jancoook.... "
" Bajingaan....."
" Jadi lu ngerjain gue...?" ucap Alex.
" Janji adalah utang... Utang harus di bayar..."
" Betul gak teman - teman..." ucap Bayu.
" BETUUUUUULL...." ucap teman - teman Bayu.
" Waaasssssuuuuu...."
__ADS_1
" Mimpi apa gue semalam..."ucap Alex.
" Mimpi di cium sama mbak Kunti Lex..." ucap Bayu.
" Ha.....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...." tawa semua teman - teman Bayu.
" Anjeeeeng...."
" Untung lu teman gue..."
" Kalau bukan dah gue tonjok lu..." ucap Alex kesal di kerjai oleh Bayu.
" Gitu aja marah... Lagi halangan kah Lex? " ucap Bayu.
" Tahu ah..Gelap .." ucap Alex lalu berjalan ke kursinya.
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Nampak dosen berjalan keluar kelas.
" Leeex...." ucap Bayu.
" Apee..." ucap Alex.
" Gendong...." ucap Bayu.
" Anjeeeng..." ucap Alex lalu berjalan ke Bayu.
" Aseek... Dapat tumpangan gratis..." ucap Bayu lalu naik ke punggung Alex.
Tas koper yang di bawa Bayu saat datang,kini di bawa oleh Putri dengan cara di tarik. Karena tas koper itu mempunyai roda.
" Kenapa lu gak tinggal di Jepang aja Bay?" ucap Alex sambil berjalan menggendong Bayu.
" Ogaah.... Dingin di sana Lex..." ucap Bayu.
" Cewek di sana cantik - cantik loh..."
" Siapa tahu lu nambah istri lagi..." ucap Alex.
" Jancook...."
" Tiga aja pusing,apa lagi banyak..." ucap Bayu.
"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha..." Alex tertawa bersama teman - teman.
" Malam tahun baru,lu kemana Bay?" ucap Alex.
" Di rumah mbahku aja Lex...." ucap Bayu.
" Gue pikir lu ke Ancol..." ucap Alex.
" Emang ada apa di Ancol Lex?" ucap Bayu.
" Acara konser musik lah..."
" Ada Slank,Jamrud,Padi..." ucap Alex.
" Macet ya pulangannya Lex.." ucap Bayu.
" Yo'i" ucap Alex.
" Nanti kamu kerumah Sambo apa enggak Lex?" ucap Bayu.
" Kagak... Kenapa Bay?" ucap Alex.
" Aku mau nitip baju buat Sambo..." ucap Bayu.
" Ooo... Sini biar gue yang antar.." ucap Alex.
" Katanya gak kesana..." ucap Bayu.
" Gakpapa... Sekalian maen kerumahnya..." ucap Alex.
Setelah sampai di parkiran,Bayu turun dari punggung Alex,lalu membuka koper yang di bawa Putri.
" Ini Lex...."
Bayu menyerahkan tumpukan Baju ke Alex.
" Di situ ada tulisannya...." ucap Bayu.
" Oke...." ucap Alex.
" Suwun yoo..." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Alex sambil membuka tas lalu memasukkan baju ke dalam tas.
Bayu masuk ke dalam mobil,pengawal masukkan tas koper ke dalam mobil.
Tak lama kemudian Diana datang lalu masuk ke dalam mobil.
Mobil yang di tumpangi Bayu bergerak menjauhi kampus.
" Mas gak ke Cafe?" ucap Putri.
" Enggak dek..."
" Biar Paijo aja yang urus..." ucap Bayu.
Bayu sengaja begitu karena untuk menghindari bertemu Clara.
Setelah sampai rumah,Bayu berjalan bersama ke dua istrinya. Tiba - tiba hapenya berbunyi nada panggil.
Bayu mengecek siapa yang menelpon.
" Paijo..."
Bayu menerima panggilan tersebut.
" Assalam mua'alaikum kang..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam Bay..."
" Sampeyan ke Cafe apa enggak? Ini bu Clara ada di Cafe." suara Paijo.
" Enggak kang,sampeyan aja yang urus..." ucap Bayu.
" Mumet aku Bay... Gak bisa buat surat kerja sama..." suara Paijo.
" Kan ada Fitri kang..." ucap Bayu.
" Fitri takut salah buat... Soalnya bu Clara pesan 550 porsi dalam sehari,selama senin sampai Sabtu...Terus menunya tiap hari beda - beda." suara Paijo.
" Banyak juga ya..." ucap Bayu.
" Ya banyak Bay... Ndang rene to...Mumet sirahku..." suara Paijo.
" Yo wes....Aku ke sana..."
Bayu mematikan panggilan telpon.
"Dek...Sayang.... Aku tinggal dulu ya ke Cafe ya.." ucap Bayu.
" Iya mas..." ucap Putri.
" Iya sayang..." ucap Diana.
Bayu berlari ke teras rumah.
" Pak...Tolong antar saya ke Cafe..Sekarang" ucap Bayu pada pengawal.
" Siap bos..." ucap pengawal.
Bayu masuk ke dalam mobil,lalu mobil itu berjalan.
Di dalam perjalanan,tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil.
Bayu mengambil hapenya lalu mengecek.
Nampak di layar nama Sambo muncul.
" Ya Hallo kang..." ucap Bayu.
" Halo juga Bayu..."
" Thanks ya bajunya... Gue suka...." suara Sambo.
" Iya kang sama - sama..." ucap Bayu.
" Ini adik gue langsung pakai bajunya.. Pas lagi ukurannya..." suara Sambo.
" Syukurlah... Padahal aku cuman mengira - ngira aja kang..." ucap Bayu.
" Kapan lu maen kesini....Nyokap gue mau bertemu dengan lu..." suara Sambo.
" Kalau ada waktu aku maen ke sana kang" ucap Bayu.
" Oke deh kalau gitu... Sekali lagi terima kasih ya Bayu ... Semoga tuhan membalas kebaikanmu.." suara Sambo.
" Amiin..." ucap Bay.
__ADS_1
Panggilan terputus.
Bayu mengantongi hapenya,karena tak mendengar suara sambo lagi.