
Pagi hari yang cerah di ibu kita Jakarta,suasana jalan raya nampak lengang,karena hari libur. Berbeda bila hari kerja.
Di salah satu ruas jalan,nampak mobil mewah bewarna Silver berlogo banteng membelah jalan di ibu kota Jakarta.
Seorang pemuda memakai kaos kuning bargambar calon anggota dewan,celana panjang berkolor, dan memakai kaca mata anti UV mengemudikan mobil mewah tersebut.
Pemuda itu adalah Muhammad Bayu Samudra Han.
Bayu pergi sendirian untuk datang menemui pengacaranya memgambil paspor miliknya serta milik keluarga dan teman - temannya.
Bayu berencana akan pergi ke Jepang setelah ujian nanti. Pemgacaranya tak bisa datang karena lagi tak enak badan,lalu Bayu memutuskan pergi kerumahnya. Awalnya pemgacaranya itu ingin memberikan paspor itu pada pengawal keluarga Han,akan tetapi Bayu menyuruh tidak perlu memberikan pada orang lain.
Sementara Sulis dan Ahmad tinggal di daerah Jogjakarta membuka usaha. Mereka ingin belajar mandiri. Awalnya keluarga Ahmad menginginkan agar Ahmad tinggal di jakarta,lalu orang tua Sulis menginginkan Sulis tinggal di rumahnya,lalu mereka memutuskan untuk tinggal di antara keluarga mereka agar adil.Mereka tinggal di rumah ayah Sulis yang kosong,karena rumah itu di kontrakkan,lalu ayahnya Sulis menyarankan untuk tinggal di sana. Mereka pun memyetujuinya. Rumah itu tak terlalu kecil dan tak terlalu besar.
Sulis tak memberi tahu soal kehamilannya pada Bayu,bahwa anak yang di kandungnya adalah benih dari Bayu.
Ahmad membuka usaha kecil - kecilan hasil uang tabungan serta hadiah lomba memancing waktu ikut bersama rombongan keluarga besar Bayu. Ia membuka usaha toko dan bengkel motor,karena Ahmad mempunyai skill dalam memperbaiki kendaraan bermotor. Bengkel itu bersebelahan dengan toko yang ia buka,yang di jaga oleh Sulis di bantu karyawan. Bayu tak mengetahui tempat tinggal Sulis yang baru. Hanya di beri kabar bahwa mereka pindah rumah di Jogja.
Sebelum Hana pergi ke desa Kamayan,Zhang Yong Han sudah tahu lebih dulu alamat tinggal keluarga Susanto,karena setelah peristiwa itu Zhang Yong Han menyelidikinya siapa saja keluarga Susanto,setelah tahu ia menempatkan beberapa orang untuk mengawasi,jika ada orang yang hendak ke Jakarta terutama keluarga Susanto, maka Zhang Yong Han. memerintahkan anak buahnya menghabisi orang tersebut di luar desa Kamayan kalau mereka hendak menyerang Bayu. Jika menghabisi di desa Kamayan maka akan berefek Domino.Zhang Yong Han tak mau itu terjadi. Saat Hana masuk ke desa Kamayan,maka Zhang Yong Han memiliki bukti kuat jika harus menghabisi semua warga desa Kamayan jika Hana terjadi apa - apa. Karena Zhang Yong Han memiliki surat perjanjian dengan pemerintah.
Kembali ke Bayu.
Bayu sedang menyetir mobil Lamborghininya kemudian bernyanyi.
"Aku anak sehat tubuhku kuat...🎶
"Karena para istriku rajin dan cermat.. 🎶
"Setiap malam ku di beri Asi 🎶
"Dan goa bergizi...Yiiiiii.....Haaaaaaaa🎶
"Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... " suara Sekar tertawa.
"Lapo guyu mbak...?" ucap Bayu sambil memyetir.(Kenapa tertawa mbak)
"Siapa yang menciptakan lagu itu Bay...?" suara Sekar.
"Pendekar mesum mbak.." ucap Bayu.
"Diampuuut...Aku gak ada menciptakan lagu itu yoo.." suara Jalu tak terima.
"Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...." suara Sekar tertawa.
"Waaasssuuu...." suara Jalu.
"Bagus loh lagunya pakde...Ya kan mbak.." ucap Bayu.
"Iya...Apik tenan Bay....Ha...Ha...Ha...Ha....Ha..." suara Sekar.
"Wess embooh....Sak karepmu Bay. ." suara Jalu.
"Gitu aja ngambek...Lagi halangan kah pakde..?" ucap Bayu.
"Iya...Dia lagi halangan Bay..." suara Sekar.
"Jiangkreeeek...." suara Jalu.
"Ha...Ha....Ha....Ha....Ha...Ha..." Bayu dan Sekar tertawa.
Bruntungnya Bayu berada di dalam mobil,jika di luar dekat dengan orang lain,di sangkanya Bayu orang gila karrna berbicara sendiri dan tertawa.
Bayu membelokkan mobilnya ke arah pemukiman warga menuju rumah pengacaranya.
"Oh iya mbak...Mengapa alam gaib di tempat mbak berbeda dengan alam gaibnya Kumala Sari" ucap Bayu penasaran.
"Hem....Kasih tahu gak ya....
"Kamu penasaran ya Bay?" suara Sekar.
"Iya...Bayu penasaran banget.. " ucap Bayu.
"Jawabannya....
Bayu mendengar suara Sekar,ia berharap di beri tahu,karena dirinya sangat penasaran. Alam di tempat Sekar hampir sama dengan dunia nyata,akan tetapi alam gaib di kerajaan Kumala Sari sangat jauh berbeda.
"Rahasia....." suara Sekar.
Ingin sekali Bayu mengeluarkan kata - kata suci kepada Sekar,entah Jancook,Bajingan,Keparat. Tapi ia tak jadi mengatakannya,Bayu tahu bahwa 2 sosok yang bersemayam dalam dirinya itu usianya lebih tua dari dirinya,Bayu mengira sebelum Bandung Bondowoso membuat Candi Paramban dalam satu malam,Sekar sudah ada.
"Aseem..." ucap Bayu.
Bayu melihat nomor rumah yang tertera di pagar salah satu rumah warga. Lalu Bayu menghentikan mobilnya.Lalu turun dari mobil.
"Hem....Besar juga ya rumahnya...
Bayu melihat rumah pengacaranya tersebut.
Kemudian ia berjalan ke ointu pagar.
Ada sebuah tulisan yang bertulis BEL,Bayu menekan bel tersebut.
"Bay..." suara Sekar.
"Iya mbak..." ucap Bayu dalam hati.
"Kenapa kamu gak datangin keluarga manusia Harimau itu,nanti mereka akan memghampirimu.." suara Sekar.
Nampak seorang wanita paruh baya berjalan menghampiri Bayu yang berdiri di depan pagar.
"Ooo.. Itu...
"Sudah di selesaikan oleh ibuku mbak..."ucap Bayu dalam hati.
"Cari siapa?" ucap ibu itu.
"Saya Bayu bu...Ingin mengambil paspor.." ucap Bayu.
"Bayu keluarga Han?" ucap ibu itu memastikan agar tak salah orang.
"Betul sekali bu..." ucap Bayu.
wanita paruh baya itu membuka pintu pagar rumah.
"Mari masuk den..." ucap ibu itu.
"Terima kasih bu..." ucap Bayu.
Bayu berjalan dengan ibu itu ke dalam rumah.
"Bapak mana bu...?" ucap Bayu.
"Di ruang keluarga den..." ucap ibu itu.
Sesampainya di ruang tamu,nampak pengacaranya Bayu memakai sweter,menonton tivi bersama seorang gadis cantik.
Wanita paruh baya mendekati pria tersebut memberitahukan bahwa Bayu telah datang.
Pengacara Bayu menoleh ke arah Bayu.
Bayu datang menghampiri. Lalu bersalaman.
Gadis cantik melihat ke arah Bayu dan mengamati wajah Bayu yang sedang mengobrol dengan ayahnya.
"Tampan banget... Siapa dia ya...
"Tapi kenapa pakaiannya seperti orang kampungan begitu.. Lalu akrab banget sama papaku?
Gadis itu penasaran dengan Bayu,yang baru pertama kali melihat sosok Bayu.
Ayah dari gadis itu menyerahkan paspor yang ada di meja,lalu menyerahkan ke Bayu.
"Oh iya...Kenalin..
"Ini putriku,namanya Adellia Bay..." ucap Pengacara.
"Oooo...Adellia...Saya Bayu...Salam kenal mbak.." ucap Bayu.
Gadis itu menyodorkan tanganya ke Bayu.
Akan tetapi pria tampan itu menangkupkan tangan.
"Siall...Kenapa dia gak mau menjabat tanganku.." ucap gadia itu dalam hati.
"Saya pamit undur diri pak,semoga lekas sembuh..." ucap Bayu
"Iya...Terima kasih sudah mau mampir di gubukku Bay...." ucap pengacara.
Lalu Bayu berjalan keluar.
"Dia siapa seh paa?" ucap Adellia penasaran.
"Cucunya pak Zhang Del..." ucap ayahnya Adellia.
"Serius paa...!!! " ucap Adellia tak percaya karena penampilan Bayu tak seperti orang kaya.
"Jangan tertipu dengan penampilannya Del..." ucap ayahnya Adellia.
"Tampan banget pa orangnya..." ucap Adellia.
"Dia sudah beristri... Ada 3 istrinya..." ucap ayahnya Adellia.
"APAAAA.....!!!!!??? " ucap Adellia terkejut.
---***---
__ADS_1
Di dalam mobil Bayu.
"Hemm....Enaknya kemana ya....
"Cari cewek cantik lalu ngentu Bay..." suara Jalu.
"Diampuuutt....
"Ngenta - ngentu teruuss...
"Lah piyeee... Ngentu kuwi weeenak kok," suara Jalu
Bayu menyentil dedeknya.
"Jancooook.... Loro Bay. " suara Jalu.
"Rasakno...." ucap Bayu.(Rasain)
Bayu memutuskan untuk melihat secara langsung anak buahnya yang berada di pasar serta di pinggir jalan untuk menjaga parkir.
"Untung aja ini hari libur,jika hari kerja mungkin macet daerah sini...
Setelah menempuh perjalanan,akhir ia tiba di kawasan tempat parkir kendaraan.
Nampak seorang pemuda menerima uang dari orang yang memarkirkan kendaraan,lalu orang tersebut duduk bersama temannya yang satu profesi. Salah satunya ia kenal,sedang seorang lagi tidak kenal.Yang Bayu kenal bernama Tito.
Bayu menepikan mobilnya.
"Lihat itu...Ada mobil...Bagus banget..." ucap preman sambil menunjuk.
Tito melihat arah yang di tunjuk oleh temannya.
"Iya...Bagus banget...Pasti yang punya orang kaya..." ucap Tito tak mengenali mobil Bayu.
Begitu Bayu turun dari mobil. Tito melihat siapa pemilik mobil tersebut.
"Eh....!!!!??? Tito terkejut saat melihat orang yang mengendarai mobil mewah itu ia kenal.
Bayu berjalan ke arah Tito.
"Itu bos besar kita..." ucap Tito.
"Serius lu...?" ucap teman Tito.
Tito kemudian berdiri untuk menyambut Bayu.
" Cepat Berdiri...." ucap Tito.
Teman Tito kemudian berdiri.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam bos..." ucap Tito dan temannya.
Bayu menyodorkan tangan ke Tito. Tito menyambutnya.
"Aman kang?" ucap Bayu saat menjabat tangan Tito.
"Aman bos..." ucap Tito.
Bayu menyodorkan tangan ke teman Tito.
"Saya Bayu... " ucap Bayu.
"Saya Kemet bos..." ucap teman Tito.
"Sudah makan?" ucap Bayu.
"Sudah bos..." ucap Tito dan Kemet bersamaan.
"Tumben bos kesini...?" ucap Tito
"Iseng aja kang.... " ucap Bayu.
Bayu melihat sekitar parkir lalu berjalan mengecek lapangan parkir.
Nampak motor tersusun rapi.dan juga mobil.
"Rapi juga pekerjaannya..." ucap Bayu dalam hati.
Lalu Bayu berbalik ketempat semula.
"Jika hujan,apakah helm yang parkir di sini kehujanan?" ucap Bayu.
"Kehujanan bos..." ucap Kemet.Sedangkan Tito memberi aba - aba pada sebuah mobil yang ingin keluar.
"Nanti...Belikan plastik besar untuk menutupi helm ketika mau hujan,agar yang punya helm merasa senang karena kalian melindungi helm dan menjaga kendaraannya" ucap Bayu.
"Siap bos.." ucap Kemet.
Bayu mengeluarkan uang 200 ribu.
"Gak usah bos...." ucap Kemet sungkan.
"Gakpapa...Ambil aja kang...
Kemet menerima uang dari Bayu.
Tito datang memghampiri.
"Kalian jangan tinggalkan shalat,..." ucap Bayu.
"Iya bos..." ucap mereka serempak.
"Ya sudah..Aku tinggal dulu.... Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap Tito dan Kemet berbarengan.
Bayu masuk ke dalam mobil,lalu Tito memberi aba - aba serta menahan kendaraan yang akan melintas.
Bayu menurunkan kaca mobil melihat anak buahnya,lalu menekan klason.
TIIIN......
Bayu menekan gas ,mobil Bayu perlahan meninggalkan tempat parkir tersebut.
Tito menghampiri Kemet.
"Bos kita orang kaya ya..." ucap Kemet.
"Yo'i....Meskipun kaya,orangnya gak sombong..."
Kemet menyerahkan 200 ribu pada Tito.
"Uang apa ini?" ucap Tito.
"Itu tadi dari bos,katanya suruh belikan plastik merah yang besar buat nutupin helm jika akan hujan,lalu sisanya kita bagi dua.." ucap Kemet.
"Ooo...Begitu..." ucap Tito.
****
Di pasar.
Bayu menepikan kendaraannya.Lalu keluar dari mobil,kemudian berjalan.Ia melihat anak buahnya yang libur bekerja yang bekerja di Cafe nongkrong di pos.
Salah satu anak buah Bayu bernama Roni melihat Bayu berjalan mengarah pos.
"Ada bos datang..." ucap Roni.
"Mana...?" ucap yang lain sambil celingukan.
"Itu di sana " ucap Roni memberi kode dengan wajahnya.
Mereka melihat arah yang di tunjukkan oleh Roni.
"Eh iya...Itu bos..." ucap mereka semua lalu mereka turun dari pos lalu berdiri berbaris dengan rapi.
"Assalam mu'alaikum..." ucao Bayu ketika sampai di pos.
"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.
Bayu bersalaman dengan anak buahnya.
Lalu Bayu melihat ke arah pos temoat duduk anak buahnya.
Nampak gelas kopi,Rokok dan korek.
"Hem.... Kirain dia minum alkohol.." ucap Bayu dalam hati.
"Aman kang..." ucap Bayu.
"Aman bos..." ucap para preman serempak.
Kemudian Bayu duduk di pos yang lantainya dari semen.Atapnya dari seng,berukuran 3 X 3 meter. Anak buah Bayu tak berani duduk,mereka tetap berdiri.
Salah satu anak buahnya yang biasa mengantar minuman untuk Bayu saat datang ke Cafe lantas pergi ke toko untuk membeli teh Kotak dan juga Choki - choki.
"Kalian tadi kesini naik apa?" ucap Bayu.
"Naik mobil Pick Up bos..." ucap Yono.
"Ooo..." ucap Bayu.
Bayu menoleh ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
"Bos mau belanja?" ucap Yono.
"Enggak kang...Aku pengen jalan - jalan aja...." ucap Bayu.
Salah satu anak buah Bayu yang bernama Khoiril yangvbiasa mengumoulkan uang hasil dari uang keamanan,dan parkir lantas mengeluarkan amplopnya,ia berencana memberikannya besok saat Bayu datang ke Cafe.
"Ini bos uang setorannya..." ucap Khoiril sambil memberikan amplop berisi uang.
Anak buah Bayu yang membeli teh Kotak muncul,kemudian meletakkan 2 teh Kotak dan 1 kotak Choki - choki.
Bayu menerima amplop tersebut,kemudian membukanya.Ia memgambil 10 dari uang tersebut,lalu menyerahkannya kembali ke Khoiril.
"Aku sudah mengambil jatahku,sisanya kalian bagikan secara adil.." ucap Bayu.
"Siap bos.." ucap Khoiril.
Bayu mengambil teh Kotak,kemudian memeriksanya. Setelah di rasa aman,ia meminum teh Kotak tersebut.
"Bismillah..." ucap Bayu ketika akan minum.
Anak buah Bayu yang bekerja di Cafe merasa sangat senang sekali,sebab mereka daoat makan gratis,tempat tinggal gratis dan juga mereka bisa menabung,gaji mereka juga lumayan banyak dari pada karyawan biasa,mereka di beri upah UMK plus bonus ketika Cafe Mantan mendapatkan Laba bersih yang nilainya ratusan juta rupiah.Tubuh mereka yang awalnya kurus kini padat terisi.
"Oh iya... Aku cuman meminta kalian yang menjaga parkiran motor...
"Kalian beli kantong plastik warna merah yang besar untuk menutupi helm yang parkir,agar tak basah..Tadi sebelumnya aku mengunjungi kang Tito..
"Ku suruh mereka menutupi helm jika akan mau hujan..." ucap Bayu.
"Siap bos..." ucap Khoiril selaku penanggung jawab.
Bayu mengambil Choki - choki lalu memakannya.
"Apakah di sini ada copet?" ucap Bayu.
"Ada bos,." ucap Khoiril.
"Lalu ?" ucap Bayu.
"Kami meringkusnya,karena setiap pintu keluar kami jaga begitu ada pengunjung yang teriak kecopetan.." ucap Khoiril.
"Hemm...Apakah ada yang lolos?" ucap Bayu.
"Jika pengunjungnya sadar kalau kecopetan di luar pasar ya lolos bos.." ucap Khoiril.
"Bagus...
"Apakah kalian menggunakan HT?" ucap Bayu.
"Tidak bos..." ucap Khoiril.
"Insya Allah besok ku belikan HT,agar bisa langsung meringkus copet,dan juga bila ada teman - teman yang di serang langsung bisa bergerak menolong." ucap Bayu.
"Siap bos.." ucap Khoiril.
Bayu melihat ada penjual Bakso mendorong rombongnya. Bayu berdiri.
Proook....Prokkk....
Suuuuiiittt....Suuuiiiitttt....
"Paaak...Baksooooo..." ucap Bayu nyaring
Penjual Bakso yang mendengar suara Bayu lantas datang memghampiri Bayu.
Setelah penjual Bakso dekat,Bayu mendekati penjual Bakso.
"Pak 1 mangkok,banyakin baksonya...
Bayu menoleh ke arah anak buahnya.
"Ayo...Kalian juga pesan..
"Tenang....Aku yang bayarin.." ucap Bayu.
Mereka kemudian memesan Bakso tersebut.
Bayu menunggu baksonya di buat sambil bernyanyi.
"Abang Tukang Bakso, mari, mari sini..🎶
"Aku mau beli..🎶
Salah satu anak buah Bayu ikut bernyanyi.
"Abang Tukang Bakso, cepat dong, kemari...🎶
Satu persatu ikut bernyanyi.
"Sudah tak tahan lagi..🎶
Orang - orang yang berlalu lalang melihat mereka bernyanyi.Bahkan anak buah Bayu yang sedang berjaga geleng - geleng kepala saat melihat teman - temannya bernyanyi lagu anak kecil.
"Satu mangkok saja, 200 perak..🎶
"Buseet...." ucap Bayu dalam hati saat melihat orang - orang melihat ke arahnya,namun Bayu cuek aja,ia terus bernyanyi bersama teman - temannya.
"Yang banyak baksonya..🎶
"Tidak pakai saus,..🎶
" tidak pakai sambal...🎶
"Tapi minta pakai kol...🎶
"Bakso bulat seperti bola pingpong...🎶
"Kalau lewat, membikin perut kosong..🎶
"Jadi anak janganlah suka bohong..🎶
"Kalau bohong, digigit kambing ompong..🎶
Mereka berhenti bernyanyi.Kemudian.
"Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. Mereka tertawa.
"Jancook...Jadi anak kecil kita...
"Iya....
"Seru juga nanyi di depan penjual baksonya langsung...
Pesanan Bayu sudah jadi duluan, Bayu naik ke pos,lalu duduk menyender di dinding.
Bayu mengucapkan do'a sebelum makan,lalu memakan Bakso tersebut.
Bayu melihat anak buahnya tak ada yang berani naik ke pos saat memakan Bakso.
"Kalian naiklah di pos...Temanin aku makan..." ucap Bayu.
Mereka kemudian naik ke pos.
Setelah Bayu selesai makan Bakso.
"Heeeek...... (Bayu bersendawa).
"Alhamdulilah.... Nikmat mana lagi yang kau dustakan..." ucap Bayu.
Bayu meminum teh Kotak,sambil menunggu teman - temannya seleaai makan. Ia melihat jam tangannya.
"Sebentar lagi dzuhur...Cepat banget perasaaan masih jam 11.." ucap Bayu dalam hati.
"Oh iya...Di sini ada Mushallanya apa enggak Kang?" ucap Bayu.
"Ada bos...Sebelah sana.." ucap Yono sambil menunjuk.
Bayu mengirim pesan ke istri - istrinya bahwa dirinya berada di pasar,setelah shalat Dzuhur ia akan pulang.
Setelah mereka selesai makan,Bayu membayar Bakso tersebut,lalu
"Ayoo kita ke Mushalla.." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan ke Mushalla.
***
Setelah selesai Bayu berwudhu. Bayu berdiri sambil memegang mic untuk mengumandangkan adzan .
Muncul seorang bapak - bapak memakai sorban warna merah bergaris putih,pakaian muslim warna putih,sarung bewarna biru,serta songkok warna putih.
Bapak itu memperhatikan Bayu yang sedang mengumandangkan adzan.
"Merdu sekali suara adzannya,pasti dia seorang muadzin di Mesjid.." ucap bapak itu dalam hati.
Selesai shalat Dzuhur.
Bayu meninggalkan Mushalla bersama anak buahnya.
"Yang lain mana?" ucap Bayu yang melihat hanya mereka saja yang shalat.
"Kita bergantian bos..." ucap Khoiril.
"Bagus...
Setelah sampai di pos.
__ADS_1
"Aku pamit pulang dulu ya kang....Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap para anak buah Bayu.