SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMENUHI PERMINTAAN LAURA


__ADS_3

Rumah Bayu.


Pukul 14.30.


Bayu bersama Diana duduk berdua di dalam kamar.


Diana menunjukkan gambar mesjid yang akan di bangun nanti.


" Ini yank gambarnya..." ucap Diana.


Bayu menerima lalu membukanya.


" Ini 3 lantai ya bangunannya yank?" ucap Bayu.


" Iya...Biar muat banyak yank.."


" Terus ini rumah untuk apa itu namanya yang tukang bersihin mesjid itu yank?"ucap Diana.


" Marbot.." ucap Bayu.


" Iya marbot... Aku desain seperti kos - kosan."


" Ada 4 kamar tidur,1 dapur dan 2 kamar mandi tanpa ruang tamu..."


Diana mengambil kertas yang lain.


" Lalu yang ini...Lahan kosong.."


" Mesjidnya sayang namakan apa?"ucap Diana.


" Al Hijrah sayang..." ucap Bayu.


" Oke..."


" Besok aku serahkan gambar ini ke vendor untuk di bangun.."ucap Diana.


" Cukup gak yank dananya? "


" Kalau gak cukup...Bilang ke aku..." ucap Bayu.


" Cukup sayang..."


" 3 Milyar dari kakek, 1 Milyar uang dari kita, 2 Milyar dari ayahnya Ayu,teruus.." ucap Diana.


" Ayahnya Ayu...? Kapan ayahnya Ayu ngasih ?"


" Aku gak ada bilang ke ayahnya Ayu loh yank" ucap Bayu.


" 6 hari yang lalu Ayu nelpon,dia cerita kalau sayang bangun mesjid terus dananya kurang.." ucap Diana.


" Asemmm...Isin aku yank..." ucap Bayu.


" Sama ayahnya sayang 800 juta.." ucap Diana.


" Ayahku??"


" Siapa yank..?" ucap Bayu.


" Pak Agus..." ucap Diana.


" Heeeeee....!!!"


" Kok dia bisa tahu...?"


" Padahal aku gak ada bilang loh...Apa lagi ke Sandi..." ucap Bayu.


" Masa seh yank? Ku pikir sayang ada nelpon.." ucap Diana.


" Enggak... Kapan pak Agus datang kerumah yank?" ucap Bayu.


" Pak Agus mengirim orang untuk memberikan ke sayang,terus aku yang terima.." ucap Diana.


" Tapi kok dia bisa tahu ya sayang? " ucap Bayu penasaran.


" Aku juga gak tahu sayang..." ucap Diana.


" Yo wes lah..." ucap Bayu.


" Lahan yang sisa buat apa yank?" ucap Diana.


" Itu yang kosong,biarkan saja dulu..."


" Sementara jadikan lahan parkir.."


" Jangan ada PKL di situ...Nanti jadi kumuh.." ucap Bayu.


" Siap sayang.." ucap Diana.


" Ya sudah...Aku mau kebawah dulu yank.." ucap Bayu lalu berdiri dan keluar dari kamar Diana.


Bayu menuruni tangga menuju dapur.


" Jika mesjidnya sudah jadi.."


" Siapa yang jadi imam tetap..?"


" Jika pak H. Ridwan gak mungkin..."


" Hemm..."


Bayu menghentikan langkahnya.


" Minta tolong sama pak Kyai sajalah...Daripada aku pusing mikir..." ucap Bayu dalam hati.


***


Pukul 21.10.


Balkon lantai 2.


Bayu berjalan sambil membawa teh Kotak dan sekotak choki - choki menghampiri teman - temannya.


Nampak hanya ada Lukman dan Daniel saja mengobrol sambil membuat ketupat. Besoknya,ketupat itu di kirim ke cafe.


" Mana kang Paijo?" ucap Bayu lalu duduk.Kudian mengambil janur untuk membuat ketupat.


" Katanya seh ke tempatnya pak Arif Bay..." ucap Lukman.


" Ngapel?" ucap Bayu.


" Mungkin..." ucap Lukman.


" Oh iya...Besok kalian mau ikut ke lapas gak?" ucap Bayu.


" Ngapain ke Lapas Bay?" ucap Daniel.


Laura muncul di depan Bayu.


" Bang....." ucap Laura.


" Allah huakbar...." ucap Bayu terkejut sambil mengusap dadanya.


" Usil banget seh kamu Ra..?" ucap Bayu.


" He...He...He..."


" Sengaja..." ucap Laura.


" Besok kita beri hajar si Nando...Tapi jangan sampai mati..." ucap Bayu.


" Waaah...Ikut aku Bay..."


" Dah lama aku gak menghajar orang.." ucap Daniel.


" Aku juga ikut..." ucap Lukman.


" Oh iya Bay...Aku usul boleh gak?" ucap Daniel.


" Usul opo?" ucap Bayu.


" Yang buat ketupat ini.. Kan hanya 5 orang saja,kita sisanya anak buahmu.."


" Bukannya aku gak mau bantu,.. "


" Aku usul bila ada tetangga kita di pekerjakan di cafe kita.."


" Gimana Bay?" ucap Daniel.


" Heemm...Bisa..."


" Kamu cari orang itu ya Niel... 5 orang buat ketupat.."


" Setelah bangunan Cafe yang baru jadi,kita rekrut lagi orang dari desa kita tapi jangan banyak - banyak..."


" Soalnya mess karyawan nanti gak muat... Koordinasikan ke kang Paijo.."


" Sisanya kita buka lowongan kerja buat orang - orang di sekitar sini.." ucap Bayu.


" Siap Bay..." ucap Daniel.


" Kata Ana..Mesjidnya jadi di bangun kah Bay?" ucap Lukman.


" Insya Allah jadi..."


" Entar sampeyan jadi imam mesjidnya ya Man" ucap Bayu.


" Emmmoooh...."


" Aku jadi makmum aja Bay..." ucap Lukman.


" Kalau lihat ketupat ini,jadi ingat waktu lebaran bang..." ucap Laura.


" Assalam mu'alaikum.." suara Melisa.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu,Lukman dan Daniel.


" Kak Bayuu..." suara Melisa.


" Aku di Balkon Mel..." ucap Bayu nyaring.


" Kamu bisa buat ketupat gak Ra?" ucap Bayu.


" Gak bisa bang..." ucap Laura.


Tak lama kemudian.


Melisa berjalan menghampiri Bayu sambil membawa buku.


" Kak Bayu..." ucap Melisa.


Bayu menoleh ke Melisa.


" Iya cantik...Ada apa?" ucap Bayu.


" Ini Mel bingung..."


Melisa membuka buku pelajarannya.


" Yang nomor 6 kak..." ucap Melisa.


" Bentar Mel..Aku selesaikan dulu ketupat ini." ucap Bayu.


Setelah Bayu menyelesaikan ketupatnya,Bayu membantu Melisa.


" Sudah paham sekarang Mel?" ucap Bayu aetelah memberi tahu cara memgerjakannya.


" Paham kak..."


" Laura ada di sini gak kak?" ucap Melisa.


" Neh di depanku dia Mel.." ucap Bayu. Lalu mengambil daun janur untuk membuat ketupat.


" Bang...." ucap Laura.


" Iya Ra ." ucap Bayu.


" Gue pengen ngobrol dengan enyak gue..." ucap Laura.


Melisa menyender ke Bayu.


" Ngobrol sudah.." ucap Bayu.


" Gimana caranya bang...Enyak gue aja gak bisa dengar ucapan gue.." ucap Laura.


" Iya juga seh.." ucap Bayu.


" Kalau gue pinjam tubuh adik abang gimana? Boleh kagak?" ucap Laura.


" Bentar..."


" Mel..." ucap Bayu.


" Iya kak.." ucap Melisa


" Laura ingin mengobrol dengan ibunya..Tapi dia pinjam tubuhmu..Boleh gak?" ucap Bayu.


" Gak ah...Nanti dia macam - macam lagi.." ucap Melisa.


" Gue janji gak macam - macam..."


" Cuman sebentar aja.." ucap Laura.


" Laura bilang...Dia gak macam - macam.."


" Hanya sebentar saja..." ucap Bayu.


" Ya udah deh..."


" Kalau macam - macam,gue akan menyuruh kak Bayu untuk bakar lu.." ucap Melisa.


Laura masuk ke dalam tubuh Melisa.


Melisa yang menyeder kemudian duduk tegap.

__ADS_1


" Bang...Antar gue kerumah enyak gue dong?" ucap Laura.


Bayu mengeluarkan hapenya.


" Gak usah Ra..Pakai hape aja.."


Bayu mencari kontak Ariyanto,lalu menelpon.


Tuuut.....Tuuuut...Tuuutt...


Tuuut...


" Assalam mu'alaikum bang.." suara Ari.


" Wa'alaikum salam warah matullah...Kang Ari.." ucap Bayu.


" Iya bang..." suara Ari.


" Bisa kerumah ibu kang Ari gak?"


" Ada yang mau di omongin" ucap Bayu.


" Bisa....Bentar bang...Aku ke sana.." suara Ari.


Tak lama kemudian.


" Ya nak Bayu..." suara bu Zaenab.


" Assalam mu'laikum bu.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." suara bu Zaenab.


" Ini Laura merasuki tubuh adik saya,dia ingin bicara ke ibu.." ucap Bayu.


" Mana nak mana Lauranya.. " suara bu Zaenab.


" Ini Ra..." ucap Bayu sambil menyerahkan hapenya ke Melisa.


" Halloo nyaaak....Laura kangen nyaak.." ucap Laura.


Bayu membiarkan saja Laura mengobrol dengan ibunya.


Nampak Laura menangis sambil menelpon ibunya.


" Aye minta maaf nyak jika aye salah ke nyak ..."


" Aye belum bisa bahagiakan enyak..."


" Sering nyusahin enyak dan bapak huuu....Hiks....Hiks..."


" Iya...."


" Maafin aye nyak...Aye pernah ambil duit enyak buat beli boneka..Hiks...Hikss.."


" Tadi enyak jualan kagak?"


" Oh iya nyak...Duit yang di kasih sama bang Bayu itu duit dari aye..,Maaf ya nyak..Hanya segitu saja yang aye kasih...Padahal aye berharap enyak bisa beli rumah,gak ngontrak lagi...Tiap bulan gak selalu nunggak dan di tagih."


"Iya nyak..."


" Bapak mana nyak?"


" Nyak...Haloo...Enyaak..."


" Kok diam aje nyak...?" ucap Laura.


" Habis batre hape yang di sana Ra.." ucap Bayu.


" Masa seh bang...?" ucap Laura.


" Sini hapenya.."


Laura menyerahkan hape Bayu.


" Tuh...Ini aja masih nyala.."ucap Bayu.


" Pulsa abang yang habis.." ucap Laura.


" Pulsaku masih banyak Ra...Kamu ngobrol sampe subuh masih bisa.."


" Man...Tolong ambilkan minyak kayu putih.." ucap Bayu.


" Iya Bay.." ucap Lukman lalu berdiri dan berjalan menuju kotak P3K.


" Nah Laura...Sekarang tolong keluar ya.." ucap Bayu.


Cuup... Laura mencium pipi Bayu.


" Aye punya satu permintaan bang...Ini permintaan terakhir aye..." ucap Laura.


" Minta apa Ra? Insya Allah aku bisa mengabulkan.." ucap Bayu.


" Tolong enyak gue di kasih rumah..."


" Gakpapa kecil...Asal rumah sendiri.."


" Aye kasian lihat enyak banting tulang jualan di pasar tiap hari.."


" Sering gak habis,kadang gak ada yang beli sama sekali jika turun hujan seharian.."


" Begitu juga dengan bapak...Kadang ada penumpang...Kadang kagak ada sama sekali.."


" Bila enyak atau bapak aye sakit..."


" Kite bingung...Mau beli obat gak punya duit bang.."


" Kalau bang Bayu gak mau juga gakpapa..."ucap Laura.


" Hemmm...Insya Allah aku akan memberikan rumah..." ucap Bayu.


" Terima kasih ya bang..." ucap Laura memeluk Bayu,setelah itu melepaskannya lalu tersenyum.


Laura keluar dari tubuh Melisa.


Bayu menahan tubuh Melisa.Lalu kepalanya di taruh di pangkuannya.


" Jika tidak ada abang...Aye gak akan bisa mengobrol dengan enyak...Titip salamku ya bang buat enyak..."


" Tolong katakan bila aye minta maaf,jika selama hidup aye nyusahin mereka..Dan membuat mereka sedih,terutama ke bapak aye bang...Tolong bilangin bahwa aye minta maaf" ucap Laura.


" Iya Laura...Insya Allah akan aku sampaikan." ucap Bayu.


" Terima kasih bang Bayu...Lu pria yang baek sekali..." ucap Laura lalu tersenyum. Kemudian menghilang.


" Ini Bay..." ucap Lukman sambil memberikan minyak kayu putih.


Bayu membuka tutup botol minyak kayu putih lalu di taruh di hidung Melisa.


Tak lama kemudian,Melisa membuka matanya.


" Kak....Badan Mel kok sakit semua ya..?" ucap Melisa.


" Tadi kan Laura masuk dalam tubuhmu Mel.." ucap Bayu.


" Hilang dia Mel..." ucap Bayu.


Bayu lanjut lagi membuat ketupat.


" Ya emang sakit Mel...Aku aja sudah 2 x di masukin sama Laura...Lemes langsung badanku,seperti habis lari di kejar Anjing.." ucap Daniel.


---***---


Lapas.


Bayu bersama Lukman,dan Daniel serta para pengawal baru saja tiba di lapas. Kemudian mereka masuk.


Pengawal Bayu kepada petugas jaga jika Bayu ingin menemui Nando di dalam ruangan khusus.


Penjaga lapas segera memindahkan Nando le ruangan khusus. Setelah Nando berada di ruangan khusus.


Bayu,Lukman dan Daniel masuk.


Nampak Nando duduk di kursi di depannya ada sebuah meja.


" Lu lagi...Mau ngapain lu di sini?"


" Apa lu belum puas masukin gue di penjara?" ucap Nando.


" Iya...Aku belum puas..."


" Oh iya.."


" Sebelumnya aku cuman ngasih tahu..."


" Namaku Bayu..."


" Jika kamu atau keluargamu macam - macam dengan keluargaku.."


" Aku tidak tinggal diam..."


" Aku akan membunuhnya tanpa harus di masukkan dalam penjara..." ucap Bayu.


Cuuuiihh...


" Emangnya lu ini siapa?" ucap Nando.


" Kamu lihat saat Clara berada di Cafe bersama 2 orang pria kemudian saat kembali ke kantor ada seorang pria memegang senjata api laras panjang mengawal Clara ?"


" Mereka adalah pengawalku yang sengaja aku kirim menjaga Clara.." ucap Bayu.


" Siaaal...."


" Berarti dia bukan orang biasa...Pantesan waktu aku di hajar,polisinya diam aja.."ucap Nando dalam hati.


Lukman dan Daniel menghampiri Nando.


Lukman sebelah kiri,dan Daniel sebelah kanan. Mereka melayangkan pukulan ke perut Nando.


BUUUGGGHHH......


BUUUUGGHHH.....


Bayu mengambil kursi laku duduk,kemudian mengambil choki - choki lalu memakannya sambil melihat Lukman dan Daniel memghajar Nando.


" TOLOOOOOONG...." teriak Nando.


Nando menjadi samsak hidup Lukman dan Daniel.


" Jangan gunakan ajian kalian.." ucap Bayu.


Nando meringkuk di lantai sambil melindungi kepalanya.


Daniel mencoba mendirikan Nando,setelah berhasil,Lukman meninju muka dan perut Nando.


Nampak muka Nando lebam,bibir berdarah.


Setelah Lukman memukul,giliran Daniel memukul Nando.


" Bay...Mau pukul si Anjeeng ini gak?" ucap Lukman.


" Ya mau lah..." ucap Bayu.


Bayu mengantongi bekas choki - choki,lalu berdiri dan berjalan.


Nando di pegang oleh Lukman dan Daniel.


BUUUUGGGHHHH.....


Bayu memukul perut Nando kuat - kuat.


Hoooeeek.....Nando memuntahkan seteguk darah.


BUUUUGGGHHHH....


BUUUUUGGGGHHHH...


BUUUGGGHHHH....


BUUUUGGGHHHH....


" Lepaskan dia.." ucap Bayu.


Lukman dan Daniel melepaskan Nando.


Nando terduduk lalu meringkuk kesakitan.


" Ini baru permulaan...."


" Aku akan sering kesini untuk menghajarmu..."


" Ayo kita pulang..." ucap Bayu.


Bayu bersama Lukman dan Daniel keluar dari ruangan.


Tak lama kemudian penjaga lapas masuk dan menggotong Nando ke dalam selnya.


" Lu salah cari lawan..."


" Yang lu hadapi bukan orang biasa..."


" Jika gue jadi lu...Gue segera minta maaf...


" Mungkin mereka akan kembali ke sini dan menghajar lu lagi.." ucap penjaga lapas sambil membawa Nando yang babak belur.


---***---


Sabtu


Pukul 16.20.


Pondok Pesantren.


Bayu duduk bersama dengan pak KH. Syukron di rumah KH. Syukron.

__ADS_1


" Ada apa pak Kyai?" ucap KH. Syukron.


" Nganu pak kyai..."


" Maksud saya datang ke sini itu bingung pak Kyai.." ucap Bayu.


" Bingung kenapa? Bingung mau nambah istri terus istri yang ada gak setuju?" ucap KH. Syukron.


" Bukan begitu pak Kyai..."


" Begini pak Kyai... Saya sedang membangun sebuah mesjid agar teman - teman dan orang - orang di sekitar tempat cafeku itu gak kejauhan pas shalat Jum'at..." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu...Terus " ucap KH. Syukron.


" Saya bingung... Nanti yang jadi imam tetapnya siapa,terus yang jadi Bilal dan Khatib siapa.." ucap Bayu.


" Apakah sudah mendaftarkan ke DEPAG ?" ucap KH. Syukron.


" Belum pak Kyai.." ucap Bayu.


Pak KH. Syukron memberi tahu Bayu awal mula pembangunan mesjid,kemudian sistem dalam pengurusan dan lain - lain. Bayu diam menyimak.


" Apa sudah paham pak Kyai ?" ucap KH. Syukron.


" Paham pak Kyai..."ucap Bayu.


" Kalau boleh bapak tahu..."


" Kenapa pak kyai tiba - tiba bangun mesjid?" ucap KH. Syukron.


" Niat saya itu untuk memperluas Cafe saya pak kyai.."


" Terus istri ke tiga saya yang mengurusnya.."


" Beberapa hari kemudian istri ke tiga saya minta uang untuk membeli tanah..."


" Setelah aku di kasih lihat luasnya...Saya kaget pak kyai.."


" Saya pikir luasnya gak seberapa luas.."


" Gak tahunya luas banget..."


" Terus saya kepikiran dengan mesjid yang ada di sana itu lumayan jauh.."


" Jadi lahan yang sisa saya bangun mesjid aja.."


" Agar teman - teman dan orang - orang yang mau shalat Jum'at gak kejauhan...Begitu pak kyai..." ucap Bayu.


" Subhanallah....."


" Bapak baru kali ini menemui pemuda seperti pak kyai.."


" Jika pak kyai belum menikah...Mungkin bapak akan menjodohkan keponakan bapak ke pak Kyai.." ucap KH. Syukron.


" Matur suwun pak Kyai..." ucap Bayu.


Malam harinya.


Bayu baru selesai mengerjakan shalat Isya' bersama keluarga dan teman - temannya. Kemudian Bu Intan,Hana,Lukman dan Paijo berdiri lalu berjalan.


" Jangan pergi ya sayang...Ada yang mau aku omongin setelah aku shalat sunnah.." ucap Bayu kepada ke tiga istrinya.


" Iya mas..." ucap Putri.


" Iya sayang.." ucap Diana.


" Iya shujin.." ucap Ayu.


Bayu berdiri lalu shalat sunnah. Setelah shalat sunnah Bayu duduk memghadap ke tiga istrinya.


" Begini..."


" Ini tentang permintaan terakhir Laura kepadaku.."


" Laura minta padaku untuk membelikan rumah untuk orang tuanya..."


" Itu kan ada sisa lahan..."


" Gimana pendapat kalian..?" ucap Bayu.


" Di bangun aja di sisa lahan itu mas.." ucap Putri.


" Jangan..." ucap Diana.


" Kenapa jangan dik Ana?" ucap Putri.


" Kalau ada rumah di situ jelek...Apa lagi kalau kecil..." ucap Diana.


" Lahan yang sisa kita buat ruko saja..."


" Untuk rumah kita cari di tempat lain..."


" Itu sudah aku desain lahan yang ada.."ucap Diana.


" Jadi gimana neh?" ucap Bayu.


" Ya sudah...Belikan aja rumah mas..." ucap Putri.


" Saat ini orang tuanya tinggal dimana sayang?" ucap Diana.


" Di Kramat Jati...Mereka nyewa rumah..."


" Ku lihat seh rumahnya itu gak layak..."


" Kasian aku lihatnya yank..." ucap Bayu.


" Orang tuanya kerja apa yank?" ucap Diana.


" Ibunya penjual gorengan keliling,ayahnya tukang becak yank.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu ya..."


" Ya sudah...Besok kan aku libur yank.."


" Aku ijin keluar ya sayang..." ucap Diana.


" Sayang mau kemana?" ucap Bayu.


" Mau cari rumah buat orang tua Laura.." ucap Diana.


" Iya aku izinin..." ucap Bayu.


---***---


Hari berikutnya.


Bayu mengurus mesjidnya bersama pengacaranya.


Bayu lalui hari demi - hari seperti biasa.


Diana membeli sepetak rumah sederhana untuk orang tua Laura,di terasnya di beri temoat untuk berjualan dan peralatan untuk jualan,sehingga tidak perlu lagi ke pasar.


Bayu bersama ketiga istrinya dan para pengawal mendatangi rumah sewaan Laura.Sebelumnya,Bayu menelpon Ariyanto agar ibunya jangan berjualan,sebab ia akan berkunjung.


" Assalam mu'alaikum" ucap Bayu berdiri di depan pintu yang terbuka.


Kedua orang tua Laura berdiri menyambut Bayu.


" Wa'laikum salam...." ucap kedua orang tua Laura.


Mereka hendak mencium tangan Bayu,namun Bayu menariknya.


" Mari silahkan masuk..." ucap ayahnya Laura.


Bayu dan ketiga istri Bayu duduk.


Ada sedikit berbeda dengan ruangan tamu itu,sebelumnya tak ada tivi,kini ada tivi.


Bu Zaenab berdiri hendak ke dapur.


" Bu...Gak usah ke dapur.."


Bu Zaenab kembali duduk.


" Begini bu...Pak..."


" Maksud kedatangan kami...Ingin mengajak bapak dan ibu pergi..."


" Apakah bapak dan ibu mau ikut bersama kami?" ucap Bayu.


" Mau kemana pak?" ucap ayahnya Laura.


" Jalan - jalan sebentar... " ucap Bayu.


" Jalan - jalan kemana pak...?" ucap ayahnya Laura.


" Ada...Kalau bapak dan ibu tidak ikut,maka jangan menyesal loh..." ucap Bayu.


" Baiklah...Kami ikut.." ucap ayahnya Laura.


" Bentar pak...Saya ke dalam kamar dulu.." ucap bu Zaenab.


" Begitu saja bu...Soalnya saya banyak keperluan.." ucap Bayu.


Akhirnya mereka ikut bersama Bayu.


Bayu satu mobil dengan orang tua Laura. Karena Bayu ingin mengobrol.


" Maaf pak...Apakah uang yang kami berikan itu bapak habiskan?" ucap Bayu.


" Tidak pak..."


" Uang dari pak Bayu,aye gunakan untuk membayar hutang,lalu sebagian aye berikan ke Ari anak aye.."


" Lalu buat baikin becak aye yang rusak..Beli sembako,beli tivi,beli kasur..Sisanya aye tabung pak.." ucap ayahnya Laura.


" Begini pak...Saya dapat amanah dari almarhum putri bapak..."


" Dia bilang minta maaf jika ada salah ke bapak..." ucap Bayu.


" Iya pak...Sudah aye maafin Laura..."


" Meskipun kadang membuat aye kesal..Tapi aye sangat sayang ke dia pak..." ucap ayahnya Laura.


" Apakah Laura masih bersama pak Bayu.?" ucap bu Zaenab.


" Setelah menyampaikan itu,Laura belum ada muncul bu.." ucap Bayu.


Tak lama kemudian,mereka sampai lalu keluar dari mobil.


" Ini kite di tempatnya siape pak?" ucap ayahnya Laura.


" Ini adalah permintaan terakhir dari Laura.."


" Dia bilang ingin sekali memberikan rumah untuk bapak dan ibu.."


" Maka dari itu...Saya kabulkan keinginan Laura..."


" Ini adalah rumah untuk bapak dan ibu dari Laura..." ucap Bayu.


Kedua orang tua Laura kaget lalu bersujud sambil menangis. Lalu mereka berdiri,kemudian mereka memeluk Bayu.


" Terima kasih pak...Terima kasih..." ucap ayahnya Laura berlinang air mata.


" Sama - sama...Mari masuk..." ucap Bayu.


Mereka pun masuk,sementara ketiga istri Bayu menunggu di luar.


Nampak ada kursi tamu tivi,dan perabotan lain. Kedua orang tua Laura mengecek semua ruangan.


" Mari pak kita duduk dulu.."


Mereka kemudian duduk di kursi tamu.


" Baiklah....Saya minta KTP bapak untuk menerbitkan surat sertifikat.." ucap Bayu.


Ayahnya laura mengeluarkan dompet lalu memberikan KTPnya ke Bayu.


" Ini pak.." ucap ayahnya Laura.


" Baik pak...."


" Nanti akan ada orang datang ke sini untuk pengurusan sertifikat...Dan itu gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun..."


" Ibu bisa jualan di depan rumah tanpa harus keliling di pasar..."


" Ini rumah sudah reami milik bapak dan ibu.."


" Kalau bisa langsung di tinggali...Agar tidak kotor dan jadi sarang binatang.." ucap Bayu.


" Iya pak...Nanti kita akan pindah secepatnya.." ucap ayahnya Laura.


" Baiklah,mari saya antar pulang.." ucap Bayu.


Mereka kemudian keluar dan masuk mobil menuju rumah sewaan.


Setelah sampai di gang menuju rumah sewaan. Mereka turun dari mobil.


" Maaf pak...Saya langsung pergi tidak bisa mampir lagi.." ucap Bayu.


" Iya pak Bayu...Sekali lagi aye ucapin banyak - banyak terima kasih...Semoga Allah membalas kebaikan pak Bayu dan keluarga.." ucap ayahnya Laura.


" Amiin..."


Bayu masuk ke dalam mobil satunya yang terdapat ketiga istrinya,kemudian membuka kaca.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa' alaikum salam..." ucap kedua orang tua Laura.


Mobil Bayu perlahan meninggalkan ke dua orang tua Laura.


¤¤¤¤¤¤

__ADS_1


SELAMAT TAHUN BARU 2023.🎉🎉🎇


__ADS_2