
Zhang Yong Han memperhatikan gambaran Bayu.
" Iniiii....." ucap kakek Zhang.
" Mbah kenal?" ucap Bayu.
" Enggak Bay..." ucap kakek Zhang.
" Diampuut...Kirain kenal.." ucap Bayu.
" Coba lihat kek..." ucap bu Hana.
Kakek Zhang memberikan kertas kepada bu Hana.
Bu Hana memperhatikan gambar wajah yang di buat oleh Bayu.
Kakek Zhang memgambil hapenya lalu mencari gambar kyai atau ustadz,apakah ada yang mirip.
Muncul ratusan gambar di hapenya.
" Hemm...."
Kakek Zhang menekan nekan hapenya hingga gambar terakhir.
" Gak ada...Aneh.." gumam kakek Zhang.
" Bayu sudah mencari di internet mbah...Tapi gak ketemu...Pusing tahu mbah.." ucap Bayu.
Kakek Zhang mengantongi hapenya lagi.
" Jika di pikir - pikir..."
" Mungkin ada keluarga kakek yang selamat Bayu...Tapi itu bukan di saat kakek di lahirkan,saat kakek belum di lahirkan,mereka di serang lalu ada yang kabur atau memang lagi mencari lauk untuk di makan..." ucap kakek Zhang.
" Iya seh..."
" Coba aja keluarga kita menguasai Cina selamanya..Pasti akan berjaya dan gak akan pisah mbah"ucap Bayu.
" Namanya juga kehidupan Bayu.."
"Kadang di bawah terus naik ke atas secara perlahan.."
" Kadang dari atas langsung turun bebas ke bawah...Mulai dari awal lagi.."
" Gak ada itu yang namanya kekuasaan abadi" ucap kakek Zhang..
" Mbak Sekar..." ucap Bayu dalam hati.
" Iya Bayu...Ada apa memanggilku" suara Sekar.
" Apakah keluarga Jati ada yang terpisah?" ucap Bayu dalam hati.
" Aku gak tahu Bayu.."
" Emangnya ada apa?" suara Sekar.
" Bayu bertemu seorang kakek - kakek,dia memberi tahuku jika aku akan mempertemukan keluargaku yang telah lama gak pernah bertemu.."ucap Bayu dalam hati.
" Itu antara dua keluarga Bayu...Antara Jati dengan Han... Untuk memastikannya datang saja ke rumah ayahmu" suara Sekar.
" Enggak ah mbak...Malas Bayu ke sana.." ucap Bayu dalam hati.
" Jika tak kesana maka kamu akan pusing sendiri..." suara Sekar.
" Iya seh...Tapi males mbak..."
" Mereka tak ada yang peduli kepada ibu di saat ibuku kesusahan..." ucap Bayu dalam hati.
" Coba surih hantumu Bay untuk mencarinya.." ucap kakek Zhang.
" Laura....Laura.....Di mana kamu...." ucap Bayu.
" Apa kita sebar lagi sayang ke teman - teman,kayak waktu itu..?" ucap Diana.
" Gak ada muncul mbah...."
" Jangan....Nanti dikiranya DPO lagi...Kasian yank... Jika ketemu terus di pukulin.." ucap Bayu.
" Iya juga seh..." ucap Diana.
" Bilang aja keluarga hilang..." ucap Putri.
" Ya jelek nama keluarga besar Han..."
" Masa orang tua di biarkan keluyuran tanpa di kawal.." ucap Diana.
Nampak semuanya berpikir.
" Aku yang hapal hadits dan Al Qur'an aja gak bisa menebak kehidupanku selanjutnya...Ini kok pak tua itu bisa..."
" Apa dia seorang Wali?" ucap Bayu dalam hati.
" Hemm....Nanti kakek akan menyuruh pengawal untuk mencari orang ini..."
" Kakek mau istirahat dulu.."
kakek Zhang berdiri.
" Assalam mua'laikum..." ucap kakek Zhang lalu berjalan ke pintu.
" Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan yang lainnya.
" Sayang gak usah pikirin lagi kakek ini ya.." ucap bu Hana.
" Iya bu..." ucap Bayu.
***
Pondok pesantren.
Sore hari setelah selesai shalat Ashar.
Bayu menghampiri pak Kyai Syukron yang sedang berjalan kaki.
" Assaalam mu'alaikum pak kyai..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap pak KH.Syukron.
Bayu mencium tangan pak KH. Syukron.
" Maaf pak kyai..Saya ada perlu.." ucap Bayu.
" Mari ke rumah dulu pak kyai.." ucap pak KH. Syukron.
Setelah sampai di rumah pak KH.Syukron. Mereka duduk di kursi.
" Maaf pak kyai...Maksud kedatangan saya itu
" Adalah untuk menanyakan seseorang yang kemarin saya temui di lokasi proyek mesjid.."
Bayu menceritakan apa yang terjadi waktu kemarin siang.
Lalu menyodorkan kertas HVS bergambar pak Asnawi.
" Ini adalah orangnya pak kyai..." ucap Bayu.
Pak KH. Syukron memperhatikan gambar tersebut.
" Hemmm..."
Nampak pak KH. Syukron mengingat - ingat,apakah pernah bertemu atau tidak orang yang di ceritakan oleh Bayu.
" Bapak pernah bertemu..." ucap pak KH. Syukron.
" Serius pak kyai...!!" ucap Bayu.
" Iya..."
" Tapi sudah lama..."
" Beliau ini ahli Al Qur'an,Hadits dan kitab - kitab lainnya...Tapi..." ucap pak KH. Syukron.
" Tapi kenapa pak kyai...?" ucap Bayu.
" Beliau ini di nyatakan gila..."
" Bapak pernah bertemu dengannya..Dan sempat mengobrol..."
" Kadang ucapannya itu ngelantur,kadang tidak.."
" Bagi orang - orang yang paham dan mengerti..."
" Beliau ini adalah seorang wali Allah.."
" Dia mengenal bapak,padahal bapak belum mengenalkan diri,sebab beliau yang menghampiri bapak..."
" Beliau kadang bertingkah menjadi orang gila,kadang suka menasehati orang.."
" Namun...Kadang ucapannya itu tidaklah sesuai dengan kenyataan..."
" Beliau pernah bilang...Aku ini Panglima tertinggi di indonesia...Siapapun orang yang menjajah indonesia pasti aku tumpas dengan caraku sendiri.." ucap pak KH.Syukron.
" Hemm....Begitu ya pak kyai.." ucap Bayu menjadi lega.Sebab ucapan pak Asnawi membuat dirinya menjadi pusing.
" Terus beliau ada berkata...Nanti dirimu akan bertemu seorang pemuda kaya raya.."
" Dia tidak sombong...Dia sangat sayang kepada keluarga dan teman - temannya.."
" Bahkan pemuda itu dengan suka rela menyerahkan hartanya di jalan Allah.."
" Bapak anggap ucapan beliau ini hanya bualan saja...Tapi.."
" Ketika pak kyai membangun mesjid,bapak jadi kepikiran tentang ucapan beliau..Apakah yang di maksud itu pak Kyai.."
" Bapak punya banyak kenalan...Terutama pemuda..Di antara mereka juga kaya raya,menyumbangkan hartanya di jalan Allah.."
" Lalu beliau pergi..."
" Bapak kejar beliau karena ingin memberikan uang padanya..Namun tidak ketemu.." ucap pak KH. Syukron.
" Kok sama ya.." ucap Bayu.
" Lalu bapak membalikkan badan,baru 3 langkah..Bapak dengar suara tertawa..."
"Karena penasaran, Bapak hampiri suara tertawa itu..."
" Rupanya itu suara tawa beliau yang masuk selokan..."
" Bapak bantu berdiri...Lalu bapak bersihkan beliau mengguanakan air mineral dan bapak bawa ke pondok pesantren.." ucap pak KH. Syukron.
" Apakah beliau ada di sini pak Kyai?" ucap Bayu.
" Hemm..."
" Hanya 4 hari saja beliau di sini setelah bapak bawa..Setelah itu pergi tanpa pesan..."
" Para santri memanggilnya pak Kyai,tapi beliau tidak mau di panggil Kyai..." ucap pak KH. Syukron.
" Jadi ucapan beliau itu ada benarnya dan juga ada salahnya pak kyai..?" ucap Bayu.
" Betul sekali..."
" Jika bicara masalah agama...Beliau selalu mengoceh terus tanpa henti,sambil memberikan hadits dan ayat Al Qur'an...Dan juga pengetahuannya akan kitab kuning.."
" Bapak aja geleng - geleng kepala melihat dan mendengarkannya.."
" Namun ketika di tanya di mana rumahnya,beliau menjawab..Aku gak punya rumah...Yang punya rumah itu gusti Allah.."
" Di mana aku berada,di situlah aku tinggal.."
" Kenapa pak kyai tidak tinggal menetap saja?"
" Beliau tertawa....Lalu berbicara... Jika aku menetap,orang - orang yang jauh yang hidupnya tersesat,tidak bisa aku hampiri..."
" Kadang bertingkah aneh seperti orang gila,namun tidak mengganggu santri yang ada,Waktunya shalat ya veliau juga shalat,tengah malamnya,beliau itu menangis sambil duduk"
" Bapak samperin beliau,lalu bapak bertanya,kenapa menangis?"
" Beliau menjawab...Beliau melihat banyak orang - orang berdosa dan masuk neraka,beliau merasa tak mampu menyelamatkan mereka dari dosa yang mereka perbuat" ucap pak KH. Syukron.
" Jadi pak Asnawi itu selalu berpindah - pindah tempat ya pak Kyai..?" ucap Bayu.
__ADS_1
" Betul sekali pak kyai..."
" Beliau itu suka berpindah - pindah tempat.."
" Tentang ucapan beliau kepada pak kyai,janganlah menjadi beban pikiran pak kyai..."
" Anggap saja itu motivasi pak kyai..."
" Siapa tahu saudara pak kyai ada yang lama berpisah akan bertemu...dan yang di ucapkan bahwa pak kyai terluka,mungkin pak kyai jika sudah bertemu dengan saudara pak kyai itu sudah lama meninggal..Yang tertinggal hanyalah penerusnya saja...Jadi pak kyai akan terluka batinnya." ucap pak KH. Syukron.
" Hemm....Bisa jadi pak kyai..."
" Tapi yang membuat saya heran,mengapa beliau cepat menghilangnya..?" ucap Bayu.
" Itu namanya ilmu selisih.." ucap pak KH. Syukron.
" Ilmu selisih???" ucap Bayu.
" Selisih...Baru aja kita datang,orang yang kita cari sudah 1 menit yang lalu pergi.. "
" Sampai kapanpun jika selisih,gak akan ketemu..." ucap KH. Syukron.
" Aseem..."
" Saya pamit undur diri dulu pak kyai.."ucap Bayu.
" Makan dulu...Bapak sudah siapkan makanan untuk pak kyai.." ucap pak KH. Syukron.
Bayu tak bisa menolak,lalu Bayu dan pak KH. Syukron makan bersama.
****
Rumah Bayu.
Setelah selesai shalat magrib berjamaah.
Bayu memberitahu ke ibunya jangan pergi dulu. Lalu Bayu berdiri kemudian shalat sunnah.
Setelah selesai shalat sunnah.
" Tadi Bayu berkunjung kerumah pak Kyai..."
" Beliau pernah bertemu dengan pak Asnawi.." ucap Bayu.
" Terus.." ucap Diana.
Bayu menceritakan apa yang di ucapkan pak KH. Syukron.
" Begitulah kata beliau..." ucap Bayu.
" Sayang audah beritahu ke kakek?" ucap bu Hana.
" Sudah bu...."
" Sekarang Bayu tidak kepikiran masalah ucapan pak Asnawi lagi."ucap Bayu.
" Baguslah...Jika sayang kepikiran ucapannya dia...Lama - lama sayang bisa strees.." ucap Diana.
" Ibu mau ke kamar dulu.." ucap bu Hana lalu berdiri dan berjalan ke kamarnya.
Bayu memulai mengajarkan membaca Al Qur'an kepada ke tiga istrinya.
Pukul 20.05.
Bayu berjalan ke arah balkon lantai 2 sambil membawa teh Kotak.
Sesampai di sana,Bayu hanya melihat Paijo sedang memegang buku. Sementara ketiga sahabatnya belum pulang dari Jogja.
" Cafe gimana kang?" ucap Bayu.
" Aman Bay..." ucap Paijo.
" Hem....Aku dengar - dengar ada cewek yang dari Kediri,apa itu tetanggamu kang?" ucap Bayu.
" Itu keluarga temanku Bay...Beda desa aja..." ucap Paijo.
" Ooo...Begitu..."
" Oh iya... Sampeyan ini berapa saudara kang?" ucap Bayu.
" Empat....Aku sendiri yang cowok Bay.." ucap Paijo.
" Ooo...Jadi semua cewek sisanya,terus sampeyan yang ke berapa?" ucap Bayu.
" Aku ke dua..." ucap Paijo.
" Apakah adik sampeyan masih sekolah?" ucap Bayu.
" Masih..."
" Oh iya...Aku boleh gak ikut ke Jepang Bay?"ucap Paijo.
" Boleh...Asal sampeyan tunjuk satu orang untuk menghandel kerjaan sampeyan..." ucap Bayu.
" Aku nunjuk anak buahmu yang kerja di pasar Bay" ucap Paijo.
" Kok anak buahku yang ada di pasar?"
" Kenapa gak yang ada di Cafe aja.." ucap Bayu.
" Kalau di Cafe.. Mereka gak bisa nyuruh orang - orang yang ada di pasar.."
" Jika orang pasar pegang di Cafe bisa nyuruh..."
" Contoh nyuruh si didin ngecek bahan masakan,bumbu dapur stok di gudang..Terus dia bisa menyuruh anak buahnya mencari yang di butuhkan...." ucap Paijo
" Yang bayar siapa?" ucap Bayu.
" Fitri...Aku akan menitipkan sejumlah uang padanya..."
" Aku bilang padanya,jika korupsi 100 rupiah saja...Pasukan Bayu akan menyiksamu..Begitu...Bereskan.." ucap Paijo.
" Jiangkreeek....Bawa - bawa namaku lagi..".
" Ngomong - ngomong....Orang tua Cintya tahu gak kang jika kalian pacaran?" ucap Bayu.
" Enggak Bay...."
" Maen kerumahnya,terus kang Rahman juga ikut ngumpul..." ucap Paijo.
" Ooo...Begitu..."
" Kenapa gak terang - terangan aja.." ucap Bayu.
" Belum siap Bay...Aku masih belajar dan belum menjadi orang yang sukses." ucap Paijo.
" Assalam mua'alaikum..." suara Melisa.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan Paijo.
" Sudah sukses gitu loh kang..Sampeyan sudah jadi Manajer Cafe....Lamar sudah" ucap Bayu.
" Asemmm...Aku masih belajar ini Bay.." ucap Paijo.
Bayu menatap ke arah langit.
Nampak bulan bersinar menyinari ibu kota Jakarta.
Melisa datang menghampiri Bayu,ia memakai rok selutut,dan baju kaos.Rambutnya tidak di ikat.lalu duduk di pangkuan Bayu.
Bayu mencium aroma parfum yang di pakai Melisa.
" Lebarnya tempat duduk Mel....." ucap Bayu.
" Lagi kesal kak.." ucap Melisa.
Bayu menyentuh pundak Melisa,lalu memijat pelan.
" Ada apa seh Mel?" ucap Bayu yang melihat Melisa tak seperti biasanya.
" Kesal tahu kak..." ucap Melisa.
" Kesal kenapa?" ucap Bayu.
Melisa membalikkan badannya,kini Melisa duduk berhadapan dengan Bayu.
" Buku Mel di coret - coretin..." ucap Melisa.
" Oalah...."
" Ya wajar saja...Kan punya adik kecil Mel.."
" Tapi kok bisa di coret - coret bukumu Mel?" ucap Bayu.
" Mel lagi ngerjain tugas di ruang keluarga ,terus ke dapur sebentar ambil minum,begitu balik malah di coret - coret buku Mel kak..."
" Terus Mel jewer tuh adik Mel.."
" Dianya nangis...Ibu marahi Mel..."
" Mel langsung kabur kesini.."ucap Melisa lalu memeluk Bayu.
" Yang sabar Mel...Punya adik kecil emang begitu...Gak boleh di marahin dan maen fisik.."
Bayu mengusap punggung Melisa. Ia merasakan bahwa Melisa tak memakai penutup gunung kembarnya.
" Nasehatin dia lemah lembut.." ucap Bayu.
" Iya kak..." ucap Melisa.
" Pinter..." ucap Bayu.
" Asemm....Lama - lama burungku bisa berdiri neh.." ucap Bayu dalam hati.
" Mana kak Lukman dan yang lainnya kak?" ucap Melisa.
" Mereka ke Jogja Mel..Besok baru kembali"
" Tolong turun dong Mel..ucap Bayu.
" Gak mau...Mel masih kesal kak sama ibu.." ucap Melisa.
" Kesal seh kesal...Tapi jangan duduk begini dong...Kan si Jalu jadi bangun.." ucap Bayu dalam hati.
" Tumben kowe nyebut namaku Bay.." suara Jalu tiba - tiba muncul.
" Jangkreek..." ucap Bayu dalam hati.
" Weduuuuus....."
" Eh....Aku kok merasakan ada aura gadis di sekitarmu Bay.."suara Jalu.
" Itu adikku..." ucap Bayu dalam hati.
" Asem...Kirain orang lain..." suara Jalu.
Melisa melihat wajah Bayu.jaraknya hanya 1 cm saja.
" Kak..." ucap Melisa.
" Iya.." ucap Bayu.
" Gakpapa...." ucap Mel lalu memeluk Bayu lagi.
" Mel dengar...Kak Bayu mau ke Jepang lagi ya?" ucap Melisa.
" Iya...Karena kak Bayu ada janji mau ke sana lagi.." ucap Bayu.
Melisa melihat wajah Bayu lagi.
" Mel ikut ya kak..?" ucap Melisa.
" Iya..." ucap Bayu.
Melisa memeluk Bayu lagi.
" Sudah hilang belum rasa kesalnya Mel?" ucap Bayu.
" Belum kak..." ucap Melisa masih memeluk Bayu.
Muncul Putri dan Ayu,mereka melihat Melisa memeluk Bayu.
__ADS_1
" Ngapain kamu Mel?" ucap Putri.
" Mel lagi kesal kak..." ucap Melisa tak melihat ke arah Putri.
" Kesal kenapa?" ucap Putri.
" Mel habis kena omelan sama ibu Mel.." ucap Melisa.
" Ooo... Begitu..." ucap Putri.
" Asem....Kenapa gak di suruh turun seh Put..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu sekuat tenaga untuk menahan rudalnya tidak aktif dari godaan Melisa.
Namun perlahan pompa hidrolik rudal Bayu perlahan menarik rudalnya.
Putri dan Ayu kembali lagi masuk ke dalam.
Melisa merasakan sesuatu yang berbeda yang ia duduki.
" Kak..." ucap Melisa.
" Iya..." ucap Bayu.
" Kalau kak Bayu mau...Mel mau kok memberikan untuk kakak.." ucap Melisa lirih.
" Ngomong apa seh kamu Mel..." ucap Bayu.
" Ngomong soal kesucian Mel...Kak Bayu mau?" ucap Melisa lirih.
" Enggak...."
"Turun donk Mel.." ucap Bayu dalam hati.
" Kata orang saat pertama kali gituan sakit ya kak?" ucap Melisa lirih.
" Iya..." ucap Bayu.
" Habis itu gak sakit,malah enak..Terus mau lagi...Dan lagi..."
Bayu diam tak menanggapi.
" Kok diam kak.." ucap Mel lirih.
" Turun dong Mel..Kalau gak turun gak akan ku ajak ke Jepang.." ucap Bayu.
Mau gak mau Melisa turun dari pangkuan Bayu.
" Kan Mel masih pengen di pangku kak.." ucap Melisa.
" Minta pangku sama kang Paijo aja.." ucap Bayu.
" Mel gak mau..." ucap Melisa.
Bayu teringat dengan keluarga Nabila,lalu menghubungi Nabila.
Tuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Assalam mua'laikum mas...Tumben nelpon.." suara Nabila.
" Wa'alaikum salam warah matullah..."
" Gakpapa,pengen nelpon aja...."ucap Bayu.
" Kirain mas Bayu kangen.." suara Nabila.
" Iya aku kangen sama kamu Nabila..." ucap Bayu.
" Nabila itu siapa kak?" ucap Melisa.
" Keluarga..."
" Oh iya Bil.... 2 minggu ke depan kamu ada acara apa enggak?" ucap Bayu.
" Ada...." suara Nabila.
" Kirain gak ada.." ucap Bayu.
" Kenapa memangnya mas?" suara Nabila.
" Aku mau ngajakin kamu ke Jepang.." ucap Bayu.
" APAAAA....!!!??" teriak Nabila.
" Kencang banget suaramu.." ucap Bayu.
" Se...Serius mas...Maa ngajakin aku ke Jepang?" suara Nabila.
" Iya...Aku serius...Mau gak?" ucap Bayu.
" Mau...Mau...Mau mas..." suara Nabila kesenangan.
"Hanya kamu saja..Ortumu biar di rumah.." ucap Bayu.
Bayu sengaja tidak memgajak orang tua Nabila. Sebab bila di ajak,pasti ayahnya Nabila tidak ikut,dan akan selingkuh lagi.
" Tapi aku masih sekolah mas..." suara Nabila.
" Izin aja ke gurumu...Nanti temanku akan menemuimu untuk meminta identitas dan foto buat paspor.." ucap Bayu.
" Berapa hari ke Jepang mas?" suara Nabila.
" Seminggu aja..."
" Nanti aku telpon ibumu" ucap Bayu.
" Iya mas..." suara Nabila.
" Punya nomor hape ibumu gak Bil?" ucap Bayu.
" Ada mas..." suara Nabila.
" Kirimin ya..." ucap Bayu.
" Iya mas..." suara Nabila.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Nabila.
Bayu mematikan panggilannya.
" Nabila yang mana mas?" ucap Putri tiba - tiba di samping Bayu.
" Putrinya pak Warso dek..Masih ada hubungan keluarga dengan pakde Kartolo.. Yang waktu itu kita kesan itu loh.." ucap Bayu.
" Hemm....Yang juragan beras itu kah mas?" ucap Putri.
" Iya sayang....Ayahnya Nabila yang mengajarkan mas nyetir mobil dan memberi pekerjaan ke mas jika pulang sekolah atau libur.." ucap Bayu.
Terdengar suara nada pesan,Bayu mengecek hapenya. Nampak pesan dari Nabila. Bayu membuka pesan tersebut.
Rupanya Nabila memberi nomor kontak ibunya. Lalu Bayu menelpon ibunya Nabila.
Setelah selesai menelpon ibunya Nabila,Bayu menelpon Daniel untuk pergi ke rumah pak Warso menemui Nabila.
***
1 hari sebelum pergi ke Jepang.
Nampak mobil dari keluarga Daniel memasuki halaman rumah Bayu.Lalu berhenti dan keluar.
Nampak kedua orang tua Daniel keluar,di susul keluarga Lukman dan Bimo.
" Iya....Besar sekali rumahnya bu Hana ini..."ucap ibunya Lukman melihat bangunan rumah Bayu bagaikan istana.
Muncul mobil Pajero warna hitam,lalu berhenti.Lalu keluar satu persatu saudara ketiga teman Bayu.
Muncul mobil Kijang lalu berhenti. Lalu keluar dari mobil. Nampak pak Warso bersama keluarganya.
Mereka sangat takjub dengan rumah Bayu.
Bayu bersama ke tiga temannya datang menghampiri.
" Assalam mu'alaikum..."
" Selamat datang di gubuk reyotku ini.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap keluarga ketiga teman Bayu dan keluarga pak Warso.
" Iya... Sangking reyotnya bisa segede ini Bay...Aku aja gak sanggup membuat yang sama seperti gubukmu ini ." ucap pak Joseph ayahnya Daniel.
" Bapak bisa aja..." ucap Bayu.
Bayu bersalaman tak lupa cium tangan. Lalu bersalaman ke saudara ketiga temannya.
" Mari masuk..." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan ke arah rumah Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." ucap ibunya Bimo saat melewati pintu rumah.
" Wa'alaikum salam..." ucap bu Hana dan yang lainnya menyambut kedatangan keluarga ketiga teman Bayu.
" Kalau satu kampung datang ke sini masih muat ini gubukmu Bay.." ucap pak Joseph.
" Nanggung pak...Sekalian 1 kecamatan yang datang.." ucap Bayu.
Mereka di bawa ke ruang keluarga,karena kursinya tidak muat.
Lalu mereka duduk di karpet kain,di depannya sudah tersedia minuman dan makanan ringan.
" Silahkan di minum..." ucap bu Hana.
" Assalam mu'alaikum..." suara Ki Kartolo.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu dan yang lainnya.
" Langsung ke sini aja pak tua..." ucap Hana.
Ki Kartolo dan keluarganya muncul,lalu bersalaman.
" Loh....Kowe kok nang kene So...?" ucap ki Kartolo melihat adik iparnya.
" Aku di undang rene kok kang..." ucap pak Warso.
" Oalah...Ngono to.." ucap Ki Kartolo.
" Ayo di goncang arisannya..." ucap Bayu.
" Diampuut... Iki arisan to..." ucap pak Warso.
" Enggak paklek..." ucap Bayu.
Pak Warso mengeluarkan rokok dan koreknya.
" Kalau mau merokok di luar,jangan di dalam rumah.." ucap bu Hana.
" Ayo paklek...Ikut Bayu kalau mau merokok.." ucap Bayu.
Pak Warso berdiri sambil mengambil rokok dan koreknya,di ikuti oleh Ki Kartolo,lalu Bejo dan yang lainnya.
Bayu berjalan ke arah gazebo.
" Apik tenan omahmu Bay..." ucap pak Warso.
" Elek paklek....Masih bagus rumah paklek.." ucap Bayu.
Pembantu Bayu datang membawa minuman dingin dan kopi,lalu di taruh di meja.
"Matursuwun bu..." ucap Bayu.
" Iya nak..." ucap bu Yuli lalu masuk kembali.
" Kowe jek sering latihan kah Bay?" ucap Bejo.
" Masih kang..." ucap Bayu.
Pak Warso dan Ki Kartolo membakar rokoknya.
" Jam berapa kita berangkat Bay?" ucap Bejo.
__ADS_1
" Jam setengah tujuh dari rumah...Makanya aku minta hari ini sampeyan datangnya,biar gak telat.." ucap Bayu.