
"Ini berapa pak ?" ucap Ayu.
" Murah saja bu...itu 360 ribu.." ucap Bayu asal memberi harga,sebab yang membelikan adalah Bejo.
"Boleh kurang?" ucap Ayu.
" Boleh...asal jangan banyak - banyak ya bu..."
" Soalnya saya datang dari jauh...Belum ongkos dan keuntungan yang saya dapat untuk beli beras di rumah.." ucap Bayu.
" 300 ribu bagaimana pak..?" ucap Ayu.
" Ya sudah..."
" Sebagai pengelaris saya.." ucap Bayu.
" Yang ini berapa pak?" ucap ibu 1.
" Hemm...Itu murah saja bu.."
" 280 ribu saja..."ucap Bayu.
" Apakah boleh kredit pak..?" ucap ibu 1.
" Wadduuuuh...Kalau kredit saya bingung bu.."
" Saya baru pertama kali masuk desa ini...Rumah saya jauh bu.." ucap Bayu.
" Mereka tak memgenaliku.." ucap Bayu dalam hati memperhatikan ke dua istrinya sedang memilih pakaian yang ia bawa.
" Jika bu Susi berminat baju ini,saya bisa meminjamkan uang pada ibu,asal ibu membayarnya.." ucap Hana.
" Benerankah bu Viana?" ucap bu Susi.
" Tentu...Asal ibu membayar,tak perlu pakai bunga..." ucap Hana.
" Ayoo di pilih - pilih..."
" Ada baju bagus bu ibu...Bahannya adem,kainnya lembut,tak mudah luntur. Di jamin suaminya sangat suka melihat ibu memakai baju ini.." ucap Bayu.
" Ini seperti pakaian di Mall.." ucap Diana dalam hati setelah memperhatikan pakaian yang di jual oleh pria yang memakai masker,baju khas jawa lengan panjang dan topo bulat,serta ada tahi lalat di kening.
" Yang ini berapa?" ucap ibu 2
" Murah itu ibu...Hanya 260 ribu saja.." ucap Bayu.
" Boleh 200 ribu kah mas.." ucap ibu 2.
" 240 ribu bu...Saya ambil untungnya sedikit saja.." ucap Bayu.
" 220 mas.." ucap ibu 2.
" Ya sudah...Ambil bu.." ucap Bayu.
" Bentar ya...Tak ambil duit dulu..Tolong simpankan baju mas.." ucap ibu 2 sambil memyerahkan baju yang di pilih ibu tersebut
" Siap bu..." ucap Bayu sambil menerima.
Ibu 2 itu pun pergi untuk mengambil uang.
" Yang ini berapa pak?" ucap Diana menunjukkan pakaian yang sama seperti ia beli di Mall.
" Hemmm...260 ribu bu..Itu kainnya halus dan adem.Nyaman di pakai."
" Ibu tambah cantik bila pakai pakaian itu dan pastinya suami ibu menjadi sayang.." ucap Bayu.
" Murah sekali...Aku beli 560 ribu.." ucap Diana dalam hati heran dan penasaran. Mengapa pakaiannya sama,jenis kainnya juga sama,serta mereknya sama. Tapi harganya murah.
" Kalau jilbab ini berapan pak?" ucap Hana.
" Murah saja itu bu...Hanya 80 ribu saja.." ucap Bayu.
Ayu berjalan masuk ke dalam.
" Mari di pilih pilih...Murah meriah bu..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian datang ibu 2,dia tangbtak sendiri,namun membawa 4 ibu - ibu dan 5 gadis.
" Jiangkreek...Malah tambah banyak yang datang.." ucap Bayu dalam hati. Niatnya mau memberi pakaian itu ke istrinya malah para tetangga ibunya berdatangan.
Mereka pun segera mengambil pakaian yang di jual oleh Bayu.
" Ini berapa pak?" ucap gadis 1.
" Murah aja itu mbak..Hanya 320 ribu.."ucap Bayu.
" Kok mahal pak..?" ucap gadis 1.
" Kalau di toko baju atau mall harganya lebih dari itu. Bisa mencapai 700 ribu lebih..Kalau tidak percaya silahkan datang ke Mall,." ucap Bayu.
" Yang di katakannya memang benar... Pakaian ini yang aku pegang harganya 500 ribu lebih,tapi dia jual 300ribu. Bahkan bisa di tawar. Aku pakaian seperti ini. Aku beli di Mall Jakarta.." ucap Diana.
" Yang benar mbak?" ucap gadis 2.
" Kalau gak percaya silahkan datang ke Mall..Apa yang aku katakan ini memang kenyataannya.." ucap Diana.
" Boleh 150 ribu kah pak?" ucap gadis 1.
" Jangan dong cantik...Saya rugi..Gak dapat untung.." ucap Bayu.
" 180 ribu.."ucap gadis 1.
" 200 ribu ambillah.." ucap Bayu.
Gadis itu mengeluarkan uang dalam dompetnya,lalu memberikan ke Bayu.
" Ini pak.." ucap gadis 1.
" Terima kasih....Pelaris...pelaris.."
" Yang beli cewek cantik semoga daganganku habis.." ucap Bayu.
Ayu muncul lalu membayar baju yang ia pilih.
" Ini pak..." ucap Ayu sambil memberikan uang ke Bayu.
" Terima kasih bu.." ucap Bayu.
" Sepertinya aku harus membuka maskerku" ucap Bayu dalam hati. Lalu melepas masker yang ia pakai.
Diana dan Ayu terkejut melihat wajah penjual pakaian . Wajahnya mirip seperti Bayu.
" Ternyata sampeyan ganteng ya.." ucap ibu 1.
" Saya jelek bu.."
" Mari di pilih - pilih" ucap Bayu masih memakai menyamarkan suara aslinya.
" Mereka belum sadar,jika ini aku...Asem" ucap Bayu dalam hati meperhatikan Ayu memilih pakaian sambil menggendong Imam,begitu juga Diana.
" Aku haus...Tolong ambilkan air minum dong yomesan.." ucapa Bayu memakai suara asli.
" Iya shujin..." ucap Ayu lalu berdiri tanpa sadar,kemudian berjalan masuk ke dalam,bari 3 langkah dirinya tersadar. Lalu menoleh ke pria penjuala pakaian.
" Itu murah bu...230 ribu saja..." ucap Bayu memakai suara lain.
Ayu melangkahkan kaki mendekati penjual pakaian.
" Apakah tadi anda bicara padaku?" ucap Ayu memastikan bahwa pendengarannya tidak salah,bahwa penjual pakaian tadi memanggil dirinya yomesan.
Bayu melihat ke arah Ayu.
" Tidak.." ucap Bayu.
Ayu tak memilih pakaian lagi,karena curiga dan penasaran dengan pria penjual pakaian.
Karena tak kuat menahan rasa rindunya kepada keluarga yang ia cintai. Bayu menyudahi aksi menyamarnya.
Bayu melepas kumisnya,lalu tahi lalat palsu.
" Shujin..!!." ucap Ayu.
Diana mendengar Ayu memanggil shujin lalu melihat ke pria penjual pakaian.
" Sayang..!!!." ucap Diana.
Bayu menoleh ke arah kedua istrinya yang terkejut.
" Iya...Aku pulang..." ucap Bayu memakai suara aslinya.
Seketika Ayu dan Diana mengeluarkan airmatanya. Ia hendak memeluk namun tak bisa.
Ibu - ibu dan para gadis melihat wajah Bayu nampak melongo,ia tak percaya pemuda penjual pakaian sangat tampan. Muka putih bersih,tak ada jerawatnya.
Ayu dan Diana mendekati Bayu sambil menangis. Mereka tak menduga pria penjual pakaian adalah Bayu suaminya yang telah lama berpisah.
Bayu juga mengeluarkan air matanya.
" Dia siapa?"
" Kok Ayu dan Diana memeluk pria yang bukan suaminya?" ucap Ibu 1.
" Dia adalah Bayu,putraku sekaligus suami dari Ayu dan Diana.." ucap Hana.
"APAAAAA.....!!!! " ucap ibu - ibu dan para gadis terkejut dan tak percaya.
" Shujin...Jangan tinggalin aku...Hiks...Hiks...Hiks.."ucap Ayu.
" Aku gak akan ninggalin kamu lagi yomesan..Maaf ya." ucap Bayu.
"Ganteng tenan bojone Ayu.." ucap gadis 2.
"He eh..Aku gelem dadi bojo seng ke telu.." ucap gadis 1.
Bayu menoleh ke semua orang - orang yang ada.
Lalu memberikan 1 pakaian ke 1 orang agar tidak berebutan.
" Itu aku beri gratis,gak usah bayar...Karena aku kesini hanya untuk menyamar sebagai penjual baju untuk bertemu keluargaku.." ucap Bayu.
" Terima kasih mas ganteng.." ucap gadis 1.
" Kowe gelem gak rabi karo anakku..." ucap ibu 1.
" Sepurane bu... Aku gak bisa.."
Bayu memasukkan sisa pakaian ke dalam tas,dan juga jilbab.
" Saya tinggal dulu ya bu ibu..." ucap Bayu.
Bayu bersama ke dua istrinya masuk ke dalam. Hana menghubungi Bejo.
Tak lama kemudian Bejo datang mengendarai mobil Honda CRV.
Di dalam rumah,Bayu duduk bersama kedua istrinya.
" Kapan sayang datang? Kenapa gak ada nelpon kita?" ucap Diana.
" 3 hari yang lalu.."
" Kalau bilang,bukan kejutan dong.." ucap Bayu.
__ADS_1
"Apakah shujin akan kembali ke China lagi?" ucap Ayu.
" Tidak...Aku akan di sini yomesan..Aku kangen kepada kalian..." ucap Bayu.
" Jika sayang di sini,bagaimana pihak militer China sayang? "
" Pasti mereka akan mencari sayang.." ucap Diana.
" Mereka tidak akan mencariku sayang.Karena mereka tahunya aku tewas saat menjalankan misi." ucap Bayu.
Bejo muncul dari luar sambil membawa tas berisi pakaian Bayu. Pakaian itu baru di beli saat belanja di Mall.
" Jancook...Suwi tenan tak enteni(Lama sekali akutungguin)...Sampe tenggoroanku kering.." ucap Bejo.
" He...He...He...He..."
" Maunya seh sampe magrib kang,baru aku buka maskerku." ucap Bayu.
" Diampuuut..." ucap Bejo.
Hana masuk ke dalam rumah.
" Tadi sayang sama mas Bejo datang kesininya?" ucap Diana.
" Iya sayang..Terus mampir ke Mall beli Baju untuk sayang sebagai penyamaran.." ucap Bayu.
" Pantesan...." ucap Diana.
" Pantesan kenapa sayang?" ucap Bayu.
" Pakaian yang sayang jual murah sekali..Aku sempat curiga...Tapi gak jadi,karena aku berpikir penjual pakaian itu mendapatkan barang dari agennya langsung..." ucap Diana.
" Kang...Kalau mau ngerokok di luar ya..." ucap Bayu.
" Iyo...santai wae..." ucap Bejo.
Hana datang sambil membawa minuman,lalu meletakkan di meja.
" Shujin...Aku masih penasaran...Shujin di sangka tewas itu saat melaksanakan misi apa?" ucap Ayu.
" Menyelamatkan para pekerja proyek di timur tengah,jumlahnya tidak tahu pasti."
" Pas berangkat itu malam - malam,agar tidak di ketahui pasukan pemberontak yomesan..
" Naaah..."
" Pas melewati pegunungan,rupanya ada pasukan pemberontak,kita di serang.."
" Aku balas serang...Aku tembakin mereka.."
" Pesawat yang aku tumpangi di serang roket...."
" Lalu meledak.."
" Pesawatku jatuh ke bawah.terus gelundung."
" Bolak balik kepalaku terbentur badan pesawat yang terbakar..."
Bayu menceritakan kisah yang di alaminya hingga ke istana Kumala Sarikemudian berangkat menuju ke sini.
" Begitu sayang" ucap Bayu.
" Kenapa tidak langsung ke sini sayang.." ucap Diana.
Tiba - tiba terdengar adzan.
" Aku sudah janji sayang...Jika dia tak membantuku..Aku pasti tewas sayang.."
" Aku tinggal dulu...Mau shalat.." ucap Bayu.
" Aku mau ngudud dulu di luar.." ucap Bejo lalu mengambil gelas kopinya kemudian keluar untuk merokok.
Hana memberi tahu letak kamar mandi,lalu memberikan pakaian Bayu yang dulu sering di pakai Bayu untuk shalat.
Setelah Bayu selesai Shalat,
Bayu menghampiri Diana yang berebah di tempat tidur bersama Bintang dan Imam. Sementara Ayu dan Hana shalat duluan.
Bayu mencium Imam,lalu Bintang.
" Aku dengar dari ibu,sayang di sana menikah lagi?" ucap Diana.
" Iya sayang...Maaf ya sayang.." ucap Bayu.
" Iya..Tidak apa - apa"
" Apakah sayang mau menemui istri ke empat sayang?" ucap Diana.
" Enggak sayang....Jika aku kembali ke sana"
" Otomatis mereka akan terkejut dan heran mengapa aku bisa selamat,dan pastinya aku tidak bisa berkumpul dengan kalian.." ucap Bayu.
" Aisyah " ucap Diana.
" Nah itu dia sayang...Aku baru ingat.."
" Jika aku datangin dia,takutnya ada mata - mata " ucap Bayu.
" Apakah sayang mau menikahi Aisyah.?" ucap Diana..
" Jika kalian setuju,maka..."
" Aku akan menikahi Aisyah..Jika tidak,aku tidak tahu lagi..." ucap Bayu.
" Aku setuju saja sayang,cuman...Jika kalian menikah,di adakan di sini saja sayang..." ucap Diana.
" Soal itu,nanti aja di bahas sayang..Aku keluar dulu..Nemenin kang Bejo" ucap Bayu.
Bayu keluar kamar menuju terasa,namun sebelum keluar rumah,ia mengambil tehnya di meja,lalu menemui Bejo yang duduk bersama 2 pengawal
Bayu bersalaman ke 2 pengawal lalu duduk.
" Aku gak nyangka jika itu bos yang sedang menyamar.." ucap pengawal 1.
" Kalau aku gak nyamar,bukan kejutan kang..."
" Oh iya...Apakah kalian ada mendapat kabar terbaru mengenai pelakunya itu?" ucap Bayu.
" Belum bos...Masih buntu.." ucap pengawal 2.
" Apakah sudah di periksa setiap mobil truk.." ucap Bayu.
" Sudah bos...Cuman untuk memastikannya juga susah..Bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.." ucap pengawal 2.
" Oh iya...Jangan beri tahu keluargaku yang lainnya loh...Aku mau kasih mereka kejutan." ucap Bayu.
" Siap bos..." ucap 2 pengawal..
" Tadi ibumu sudah memberi tahu Bay..." ucap Bejo.
" Oh iyo...Sampeyan ngerti pesugihan sate gagak gak kang?" ucap Bayu.
" Sate gagak? Maksudnya pesugihan sate gagak itu gimana Bay?" ucap Bejo
" Ngene loh kang.."
" Aku kan melaku - mlaku nang pasar " ucap Bayu.
" Pasar nangdi Bay? Pasar tanah abang kah?" ucap Bejo.
" Pasar alam ghaib kang,uduk pasar tanah abang.." ucap Bayu.
" Terus.." ucap Bejo.
" Ada orang jualan sate gagak...Orang itu dari bangsa manusia. Jika mau beli,dia nunjukin uang 50 ribu,terus di suruh masukin uang itu ke dalam karung hingga karung itu oenuh uang 50 rb,barulah bisa mendapatkan sate itu.." ucap Bayu.
" Oh iyoo..Aku ngerti.."
" Kuwi kudu jalani ritual. Terus pantangannya cuman 1. Gak boleh nyebut nama Allah.."
" Dan itu bukan pesugihan.."
" Harus kuat mentalnya.." ucap Bejo.
" Ooo begitu..."
" Sate gagaknya di habisin sama... " ucap Bayu.
" Kenjeng Ratu?" ucap Bejo.
" He eh..."
" Terus tak kasih 1 bungkus rokok,soalnya aku gak bawa uang. " ucap Bayu.
Ha....Ha..Ha...Ha...Ha.. Bejo tertawa.
" Susah - susah menjalini ritual,belum lagi beli burung gagaknya..Cuman dapat 1 bungkus rokok" ucap Bejo.
" Lah piye..Aku loh gak bawa uang,terus rasanya gak enak lagi ." ucap Bayu.
" Yo wes Bay..Aku mau balik dulu..." ucap Bejo.
" Katanya mau nginap di sini kang.." ucap Bayu.
" Kapan - kapan aja..."
"Assalam mu'alaikum.." ucap Bejo.
" Wa'alaikum salam warah matullah...Hati - hati kang" ucap Bayu.
" Iyoo" ucap Bejo lalu berjalan ke arah mobilnya.
" Suwun kang" ucap Bayu.
" He eh..." ucap Bejo.
Bejo masuk ke dalam mobil,lalu pergi meninggalkan rumah Hana.
"Tak tinggal dulu ya kang..." ucap Bayu lalu berdiri.
" Iya bos..." ucap 2 pengawal.
Bayu mengambil gelas tehnya,dan juga gelas bekas Bejo.Kemudian masuk ke dalam.
Sesampai di dapur.Bayu melihat Diana sedang memasak.
" Masak apa sayang?" ucap Bayu.
" Sayur ke sukaan sayang.." ucap Diana.
Cuup... Bayu mencium pipi Diana.
" Sayang semakin cantik..." ucap Bayu.
" Sayang juga semakin tampan dan...Wangii.." ucap Diana.
" Ini ulah Kumala Sari sayang..."
" Dia memberiku ilmu agar badanku tetap wangi,meskipun gak mandi selama 1 bulan.." ucap Bayu.
" Pantesan..."ucap Diana.
__ADS_1
Muncul Ayu lalu memeluk Bayu dari belakang.
" Lah...Bintang sama Imam siapa yang jaga?" ucap Bayu.
" Ibu...." ucap Diana dan Ayu serempak.
" Ooo...Ibu..."
" Oh iya...Aku baru ingat.."
" Mama mana? "
"Kok gak ada kelihatan.." ucap Bayu,sebab tak melihat keberadaan bu Intan.
" Mama di Sulawesi sayang..."
" Semenjak kak Putri gak ada,mama memutuskan pulang kekampung halaman..." ucap Diana.
" Ooo...Sulawesi..." ucap Bayu.
Tak terasa waktu sudah malam hari,Selesai shalat magrib secara berjamah Bayu mengajari ngaji kedua istrinya.
" Kedua istriku sudah pandai mengaji..." ucap Bayu dalam hati mendengar Diana sedang membaca Al Qur'an di dalam kamar.
Diana selesai membaca Al Qur'annya.
" Sayang mau makan sekarang apa setelah isya'?" ucap Diana.
" Setelah isya' aja..." ucap Bayu.
Bayu menghampiri kedua anaknya yang sedang terlelap .
Setelah selesai shalat isya.
Bayu bersama kedua istrinya makan bersama di dalam kamar. Sambil menjaga kedua buah hatinya jika terbangun mereka segera menghampiri.
" Sayang pangkat apa di sana?" ucap Diana.
" Kolonel sayang...Padahal oengen langsung Jendral gitu,biar aku bisa pulang ke Indonesia." ucap Bayu.
" Kolonel? Cepat betul sayang sampai Kolonel.."ucap Diana.
" Aku latihan terus sayang, Setiap ujian aku jawab semuanya,terus setiap praktek di lapangan,aku berhasil menyelesai misi,bahkan tercepat " ucap Bayu.
" Misinya apa saja shujin..?" ucap Ayu.
" Menembak,bernang di air kolam es,merayap,terus menyelam sambil membuka gembok,merakit senjata terus menembak sama terakhir.Jalan kaki sejauh 200 kilometer saat salju" ucap Bayu.
" Sayang gak kedinginan?" ucap Diana.
" Enggak sayang...Bahkan aku bisa bernafas di dalam air tanpa alat bantu.." ucap Bayu.
" Serius sayang...? Sayang bisa bernafas di dalam air..?" ucap Diana.
" Aku serius sayang...Bahkan racun aja aku minum ,aku gak mati.." ucap Bayu.
" APAAAA....!!!! RACUUNNN...!" ucap Ayu dan Diana serempak kaget dan tak percaya.
Bintang terbangun,namun tidak menangis.
" Iya sayang...Makan dulu..Nanti aku ceritain" ucap Bayu.
Setelah selesai makan. Bayu menghampiri anaknya,sementara ke dua istrinya membereskan peralatan makan.
" Halloo..Bintang..."
" Bulannya di mana sayang.." ucap Bayu mencoba mengobrol dengan Bintang.
" Jika Putri ada,.."
" Terus cewek..Kasih nama Bulan.."
" Biar lengkap.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mencoba menggendong Bintang. Ia perlahan mengangkat tubuh Bintang. Setelah berhasil,Bayu mendekap Bintang.
" Cantiknya putri abi..."
" Nanti kalau dah besar Bintang harus jadi orang yang yang menyinari semua,dengan cahaya islami ya sayang..."
" Jangan seperti abi..."ucap Bayu.
" Abimu suka ngentu..." suara Jalu.
" Jancoook....Wasssuuu..."
" Nyaut wae pakde ini.."
" Oh iya...Kenapa pakde gak ngasih tau Bayu pas hilang ingatan..?" ucap Bayu dalam hati.
" Aku sudah ngasih tahu...Kowe wae seng cuekin aku...Yo wes.." suara Jalu.
" He...He...He...He..."
" Bayu kira itu suara demit pakde.."
" Soalnya aku cari - cari gak ketemu...Ya udah aku biarin aja..." ucap Bayu dalam hati.
Hana berdiri di depan pintu kamar.
"Sayang.." ucap Hana.
Bayu menoleh ke ibunya.
" Iya bu.." ucap Bayu.
" Ibu boleh masuk ?" ucap Hana.
" Masuk saja bu..." ucap Bayu.
Hana berjalan memghampiri Bayu.
" Ibu mau nanya.."
" Siapa nama pacar sayang yang sayang nikahi itu?" ucap Hana.
" Namanya Xiang...Hemm...Xiang.."
" Bayu lupa bu...Nanti kalau ingat,Bayu kasih tahu ibu..." ucap Bayu.
" Apakah dia masuk islam nak?" ucap Hana.
" Tidak bu..." ucap Bayu.
" Siapa nama ayahnya?" ucap Hana.
" Katanya dia seh...Ayah dan Ibunya tidak ada bu.."
" Waktu kita nikah saja yang hadir anak buah Bayu sama atasan Bayu bu.." ucap Bayu.
" Apakah dia orang kaya?" ucap Hana.
" Kaya bu...Sampai punya Helikopter pribadi. Mau sekolah aja berangkat naik Helikopter.."
" Pas Bayu mau ke Magelang lihat candi Borobudur,pak Mayor nelpon memberi tahu kalau Xiang sedang sakit..Kalau bisa aku pulang"
" Ya Bayu pilih pulang,toh Bayu sudah ketemu keluarga Bayu.."ucap Bayu.
Kedua istri Bayu masuk.
" Terus Aisyah yang merawat Xiang?" ucap Hana.
" Iya bu...Dia memgoleskan tubuh Xiang pakai minyak kayu putih dan bawang merah yang sudah di hancurin.."
" Bayu lihat aroma bawang bercampur minyak kayu outih,dan juga cara Aisyah mengobati Xiang seperti Bayu pernah melihat."
" Tiba - tiba muncul ingatan,saat ibu mengoleskan minyak bawang ke Bayu,lalu Bayu minta mobil - mobilan."
" Mobil Bayu mana bu..." ucap Bayu.
" Mobil sayang di Jakarta...Tidak ibu bawa,jika di bawa nanti mereka curiga.."
" Sesangkan ibu bawa motor sayang yang Legenda sama beli mobil pick up bekas aja di omongin tetangga.." ucap Hana.
" Terus ibu bilang apa ke mereka soal suami Ayu dan Diana?" ucap Bayu.
" Ibu bilang bahwa suaminya Ayu dan Diana sedang kerja di luar negeri. Begitu sayang.." ucap Hana.
" Bayu jadi TKW bu..?" ucap Bayu.
" TKi sayang bukan TKW.." ucap Diana.
" Nah itu..TKI" ucap Bayu.
' Iya..Supaya mereka tak curiga.." ucap Hana
" Terus keluarga kita di Jakarta apakah ada kemari?" ucap Bayu.
" Untuk menghindari kelompok yang mencelakai keluarga kita dan juga menghindari ucapan tetangga,mereka tidak ke sini sayang" ucap Hana.
" Kenapa tidak pindah ke Jogja aja seh bu.."
" Kalau di sana kan enak..Mereka sudah tahu kita.." ucap Bayu.
" Jika musuh keluarga kita yang di china datang bagaimana sayang?"
" Soalnya sebelum Sulis meninggalkan rumah,dia memberi tahu.."
" Bahwa Ahmad ada menyebut nama sayang.."
" Jadi.."
" Buat jaga - jaga,kita oindah dari sana sayang.." ucap Hana.
" Iya juga seh...Jika kang Ahmad gak menyebut namaku,pasti aman..."
" Oh iya...Sulis tinggal di mana bu?" ucap Bayu.
" Mereka tinggal di Pacitan sayang.." ucap Hana.
" Apakah ibu tahu alamat rumahnya?" ucap Bayu.
" Tahu...Tapi ibu belum pernah ke sana"
" Sayang mau ke sana?" ucap Hana.
" Iya bu...Bayu mau minta maaf,tidak bisa menemukan Ayub..Soalnya Bayu sudah janji untul menemukan Ayub bu..."
" Di mana alamatnya?" ucap Bayu.
" Hem...Tunggu sebentar sayang..Ibu cari dulu..." ucap Hana lalu keluar menuju kamar tidurnya.
" Shujin.."
" Kita mau dengar cerita shujin.." ucap Ayu.
" Baiklah...Aku akan cerita..." ucap Bayu.
Bayu menceritakan saat dirinya hanyut di sungai,lalu di temukan pria tua bernama Anming.
"
__ADS_1