SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
HARI BERDUKA


__ADS_3

Nampak rombongan mobil truk turun dari mobil,lalu mereka segera naik ke mobil bis agar tidak di curigai.


Supir bis itu segera menancap gasnya meninggalkan kawasan tersebut.


"Semoga saja Bayu selamat..." ucap Akiro dalam hati. Ia mencemaskan Bayu yang pergi seorang diri.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh,akhirnya mereka berhenti di lahan kosong yang sudah ada tim penjemput.


Nampak Hana memperhatikan orang - orang yang turun dari bis.


Setelah semuanya turun,ia tak melihat Bayu.


" Di mana Bayu...?" ucap Hana.


" Bayu..." ucap kakek Zhang lalu celingukan mencari Bayu.


" Di mana Bayuku..."


"Cepat katakan..." ucap Hana.


Akiro menghampiri Hana,lalu duduk di hadapan Hana. Posisi kedua kaki di tekuk lalu di duduki.kemudian bersujud.


" Maafkan saya Hana - san...."


" Sewaktu kita pergi dari rumah itu,tiba - tiba Bayu melompat..."


" Aku pun ikut melompat lalu mengejar Bayu.."


" Di bilang mau ambil kalungnya yang hilang...Dan aku di suruh kembali.."


" Bayu berlari sangat cepat,hingga aku tak bisa mengejarnya..."


" Akupun kembali ke mobil..."


" Tak lama kemudian muncul Helikopter lalu terdengar suara ledakan yang sangat keras..."


Deeg....Hana terkejut mendengar ucapan Akiro. Tak Hanya Hana,kakek Zhang dan yang lainnya terkejut.


Akiro menegapkan tubuhnya.


Han tahu,Bayu mengambil kalung pemberian Putri di saat masih pacaran.


" Kami tak berani kembali ke sana" ucap Akiro.


" Bayuku...." ucap Hana mengeluarkan air mata. Tak lama kemudian pandangannya gelap.


Hana pingsan tak kuat menahan perasaannya. Ia sangat terpukul mendengar kabar tersebut. Orang yang ia cintai dan sayangi telah pergi meninggalkan dirinya.


Tubuh Hana di tahan oleh kakek Zhang yang berdiri di samping Hana.


" Kenapa kamu tidak menemani Bayu Akiro..." ucap Kakashi marah.


" Maafkan saya kak...Bunuhlah saya..Karena tak mampu menjaga Bayu.." ucap Akiro yang masih duduk.


Penerjemah memberi tahu ke kakek Zhang.


" Ayo kita pergi dari sini...Sebelum mereka mencurigai kita.." ucap kakek Zhang.


Kakek Zhang menggendong Hana yang sedang pingsan menuju mobil.


Mereka kemudian naik mobil yang lainnya,untuk meninggalkan jejak. Mobil bis itu di terjunkan ke jurang.


Satu persatu mobil itu bergerak meninggalkan tempat itu menuju rumah keluarga kakek Zhang.


Mereka harus segera meninggalkan china. Karena kamera CCTV di markas Zue Lin belum di ambil alih. Jika militer china melihat rekaman tersebut,maka bisa gawat,terutama keluarga Hatake.


----***----


Jakarta.


Nampak Putri sedang membuat susu ibu hamil bersama Ayu dan Diana di dapur sebelum mereka tidur.


" Kapan ya suami kita pulang" ucap Ayu.


" Menurut informasi,mereka sedang bergerak ke markas musuh..."


" Dan malam ini mereka menyerang.."


" Jadi...Menurut perhitunganku,tak sampai seminggu mereka pulang.."ucap Diana.


" Assalam mua'alaikum...." suara Sulis.


" Wa'alaikum salam.." ucap ketiga istri Bayu.


" Seperti suara Sulis..." ucap Putri.


Mereka kemudian berjalan ke pintu depan.


Setelah sampai di pintu. Mereka melihat Sulis dengan wajah muram,seorang pengawal membawa tasnya Sulis.


" Lis....Kamu kenapa?" ucap Putri penasaran.


" Ayub Put..." ucap Sulis.


" Ayoo masuk dulu..."


" Pak...Tolong antar tas Sulis ke kamarnya yang dulu ya pak.." ucap Putri.


" Siap nyonya..." ucap pengawal.


Ketiga istri Bayu mengajak Sulis masuk lalu duduk di kursi sofa.


" Ceritakan padaku...Ada apa Lis.." ucap Putri.


" Ayub di ambil sama mereka Put... Mereka menukar Ayub dengan Bayi lain..." ucap Sulis mengeluarkan air matanya.


" Yang sabar ya Lis..." ucap Putri.


" Kenapa kamu gak cerita ke kita jika Ayub adalah anak Bayu" ucap Diana.


" Maafkan aku..."


" Aku sengaja menutupi ini dari semua orang.." ucap Sulis.


" Ya Lis...Kami memaafkanmu..."


" Kami di sini adalah keluargamu...Kalau ada apa - apa..Beri tahu kami..." ucap Putri.


" Maafkan aku... Tadinya aku ingin tinggal di rumah mertuaku,tapi pak Jien Li melarangku, karena musuh masih berkeliaran..."


" Katanya...Jika mereka melihatku..Maka bisa bahaya..."


" Kenapa mereka mengambil Ayub dariku...Apa yang sebenarnya mereka cari.."ucap Sulis.


" Mata Ayub... Mereka mengincar mata Ayub Lis.."


" Kenapa Ahmad suamimu gampang sekali mengiyakannya.. Padahal dia punya adik seorang calon doktor.." ucap Diana.


Ketiga istri Bayu tahu bahwa Ahmad telah tewas dari Bayu. Mereka menyimpan rahasia itu,dari Sulis dan keluarganya. Bayu akan bicara mengenai Ahmad jika sudah pulang nanti.


" Sudah Na...Sudah.."


" Jangan memperkeruh keadaan...Sulis sedang bersedih...Jangan menambah sedih lagi.." ucap Putri.


" Maaf.." ucap Diana.


" Kang Ahmad juga belum pulang,ku pikir dia sudah pulang ke Jakarta.." ucap Sulis.


" Jadi Ahmad gak pulang bersamamu Lis?"


Sulis menggelengkan kepala.


" Baiklah..Untuk sementara,kamu tinggal di sini...Karena di rumah pak haji dan rumah orang tuamu tidak aman...Tunggu Bayu pulang.." ucap Putri.


" Iya Put.." ucap Sulis.


" Dah makan apa belum Lis..?"


Sulis menggelengkan kepala.


" Ayo makan Lis..." ucap Putri.


" Aku gak lapar Put..."


" Aku masih kepikiran Ayub..." ucap Sulis


" Makanlah..."


" Nanti Bayu pulang membawa Ayub..."


" Jika Ayub melihatmu sakit gimana..Ya kan Na..?" ucap Putri.


" Betul itu kak..Kamu harus makan Lis...Demi anakmu...Dan kamu juga harus berdo'a...Agar Ayub sehat dan selamat.." ucap Diana.


" Terima kasih...Kalian sungguh perhatian padaku..." ucap Sulis.


" Tunggu di sini..." ucap Putri.


Putri berdiri,lalu berjalan ke dapur untuk mengambilkan makanan buat Sulis.


Tak lama kemudian,Putri datang membawa piring berisi makanan dan minuman.


" Ayo Lis...Makan dulu..."ucap Putri


Sulis diam tak mengambil piring di atas meja.


Ayu mengambil piring tersebut,lalu menyuapi Sulis.


" Ayo kak..Makan...Nanti Ayubnya nangis loh.." ucap Ayu.


Sulis membuka mulutnya,lalu Ayu memasukkan makanan ke dalam mulut Sulis.


" Kenapa dengan mata Ayub kak?" ucap Sulis pada Diana.


" Mata yang di miliki Ayub mengandung kekuatan yang tak di miliki orang. Aku bisa mengangkat beban 200Kg memakai kekuatan mata itu,jika tak memakai maka aku tak bisa mengangkatnya.." ucap Diana. Ia sengaja tak berbicara yang sebenarnya ke Sulis,karena itu adalah rahasia keluarga Han.


" Sudah...Nanti saja bicaranya...Ini di habiskan dulu nasinya Lis.." ucap Putri.


" Iya Put.." ucap Sulis.


" Sebenarnya,sebelum kak Sulis dilamar oleh kak Ahmad,kita berencana untuk menjadikan kakak istri ke empat..." ucap Ayu.


Uhuuuk...Uhuuuk...Uhuukk... Sulis kesedakan.

__ADS_1


" Ayuuu....." ucap Putri dan Diana Serempak.


Putri mengambil gelas,lalu memberikan ke Sulis. Aukis meminum air tersebut.


" Lah...Emang iya kan.." ucap Ayu.


" Itu kan dulu Ayu..." ucap Putri.


Ayu kembali menyuapi Sulis.


" Hemm...Jawab yang jujur Lis..."


" Apa kamu masih mencintai Bayu?" ucap Diana.


" Iya...Masih.." ucap Sulis.


" Kasihan sekali Sulis ini..."


" Anaknya tewas di bunuh..Ahmad juga tewas..."


" Jika aku jadi dia,mungkin aku bisa gila..." ucap Putri dalam hati.


" Aku ingin sekali bertemu dengan ibuku.." ucap Sulis.


" Tunggu Bayu pulang ya Lis..." ucap Putri.


Ayu menyuapi Sulis.


Tiba - tiba,foto Bayu yang terpajang di tembok Jatuh.


Brrukkk...


Pyar...


Kaca bingkai foto pecah.


" Suara apa itu..." ucap Putri.


Diana berdiri lalu berjakan ke sumber suara.


Ia melihat sebuah foto jatuh di lantai bergambar Bayu.


Dewi muncul karena mendengar suara terjatuh dan pecah.


" Kok bisa jatuh?" ucap Diana heran.


Diana memgambil foto Bayu.


" Biar saya aja yang bersihkan non.." ucap Dewi.


" Iyaa..."


Diana berjalan ke ruang tamu.


" Bingkai foto suami kita terjatuh..." Diana.


---***---


China.


Nampak para tentara mengangkat mayat rekannya yang tewas di penjagaan.


Mereka tak menyangka bahwa banyak rekannya yang tewas.


Satu persatu di masukkan dalam kantong plastik khusus mayat.


Nampak mobil berjejer bejalan beriringan,kemudian berhenti. Orang - orang di dalam mobil segera keluar untuk memgamankan area sekitar. Lalu 4 orang pria turun dari mobil.


2 orang memakai stelan jas,2 orang berpakaian militer.


Salah satu pria yang memakai jas adalah orang terpenting di negara itu. Dia adalah Presiden negara China.


Presiden China mendapat laporan dari Jendralnya,bahwa lebih dari 1.000 tentara tewas terbunuh dan banyak warga desa kuga terbunuh. Kejadian ini membuat angkatan bersenjata merasa tertampar.


" Apakah ada yang selamat?" ucap presiden.


" Ada pak..Mereka adalah para penduduk yang sudah tua renta.." ucap Jendral.


"Lalu...Bagaimana tuan Zue Lin dan keluarganya?" ucap presiden.


" Masih dalam tahap pencarian oak..Sebab bangunan rumah itu roboh.." ucap Jendral.


" Apakah kematian mereka sama seperti jendral Wang?" ucap presiden.


*Jendral Wang sempat berkunjung menemui Zue Lin,lalu Bayu mengambil rambutnya.


" Sama pak..." ucap jendral.


" Apakah kalian sudah mengetahui siapa yang membunuh pasukan kita?" ucap presiden.


" Kami sedang mencari ruang control CCTV pak... " ucap jendral.


Seorang prajurit tentara setengah berlari ke Jendral.


Setelah sampai,ia memberi hormat militer


" Lapor Jendral..."


" Ini adalah rekaman tentang kejadian semalam.." ucap prajut tentara lalu menyerahkan laptop berisi bukti rekaman.


Jendral itu menerima laptop tersebut.


Presiden dan Jendral mencari tempat untuk melihat isi rekaman,lalu memutar rekaman tersebut.


Nampak pemandangan sunyi sepi,hanya ada gambar tentara yang berjaga,tiba - tiba muncul serangan yang mengakibatkan tentara yang berjaga terkena serangan.


Tak lama kemudian,muncul truk menerobos pagar, orang - orang yang berada dalam truk keluar lalu menyerang.


" Stop..".


Jendral menekan papan tombol laptop.


Nampak puluhan orang memakai pakaian Ninja menenteng senjata keluar dari truk.


" Ninja...!!!??"


" Jadi..Mereka ini yang menyerang pasukan kita..." ucap presiden.


" Betul pak..." ucap jendral.


" Apakah anda tahu kelompok mana mereka?" ucap presiden.


" Maaf pak...Saya tidak tahu..."


" Sebab..Baru kali ini kelompok ninja menyerang pasukan kita.." ucap Jendral.


" Segera blokade bandara, penerbangan keluar negri di tutup sampai 7 hari..." ucap presiden.


" Siap pak.." ucap Jendral.


Presiden menekan tombol laptop untuk melihat lanjutan video penyerangan.


Sementara sang Jendral menghubungi anak buahnya untuk menutup semua bandara.


" Ini bisa menjadi ancaman negaraku..."


" Jika tak segera di tangkap..Mereka bisa menyerang kapan saja tanpa di ketahui" ucap presiden dalam hati.


***


Di sisi markas Zue Lin yang hancur.


Nampak seorang wanita cantik berdiri di depan reruntuhan. Ia tak menyangka keluarganya di serang. Ia merasa senang dan juga sedih. Senang karena selamat dalam penyerangan itu,sedih karena kehilangan banyak anggota keluarganya. Wanita itu di hubungi oleh pihak tentara. Karena pihak tentara mengetahui bila ada salah satu keluarga Zue Lin meninggalkan tempat berlindung.


Alat berat berjibaku menyingkirkan puing - puing reruntuhan mencari tempat persembunyian bawah tanah.


Tak lama kemudian,alat berat berhasil menemukannya. Para tentara segera mengangkat mayat yang tertimbun reruntuhan.Ada juga yang mengangkat batu untuk membuka jalan yang menutupi jalan.


Begitu jalan ruang bawah tanah terbuka. Para tentara masuk ke dalam.


Mereka melihat banyak mayat bergelimpangan. Dengan kondisi kepala terpenggal. Ada juga yang mendapat sayatan benda tajam saja.


Satu persatu mayat di keluarkan.


Wanita cantik itu bergegas menghampiri para tentara yang membawa kantong berisi mayat.


" Apakah keluarga saya ada yang selamat?" ucap wanita itu berharap ada keluarganya yang selamat.


" Maaf nona Xiang..."


" Semua yang di dalam ruang bawah tanah tewas semuanya..." ucap pria 1.


" APAAAAA......!!!! " ucap Xiang terkejut. Ia berharap keluarganya itu selamat. Taoi ternyata tidak.


" Maafkan kami..." ucap pria 1.


Salah satu tentara menemukan 1 orang ninja,tapi sayang,mukanya telah hancur. Lalu tentara itu memeriksa tubuh ninja tersebut.


Tentara itu menemukan senjata berupa Shuriken,Kunai dan pistol. Di dekat mayat ninja itu tergeletak sebuah pedang katana.


Lantas tentara itu melaporkan itu ke atasannya.


Para wartawan yang ingin meliput penyerangan itu di larang oleh pihak militer,sebab itu adalah rahasia,mereka tak ingin kejadian ini terekspos sampai ke luar negeri. Bila itu terjadi,maka angkatan bersenjata China akan malu,tak memounyai muka lagi di kancah dunia militer.


Tak lama kemudian,presiden datang bersama Jendralnya untuk melihat korban dan juga salah satu tersangka yang tewas terbunuh.


Nampak presiden melihat tubuh mayat Ninja yang tergeletak,lalu melihat senjata ninja tersebut.


" Inii...."


Presiden mengambil salah satu shuriken,lalu mengamatinya.


" Ini seperti senjata rahasia yang di miliki para ninja.."


" Apakah Jepang mengirim pasukannya kemari...?"


" Lalu ada hubungan apa Jepang dengan tuan Zue Lin.." ucap presiden dalam hati.


" Pak..Sepertinya mereka dari Jepang..Apakah kita perlu menyerang mereka?" ucao Jendral.


" Jangan dulu...."


" Kita belum tahu motif apa yang mereka lakukan.."

__ADS_1


" Jika mereka berniat menyerang kita.."


" Maka kita akan tewas.."


" Anda lihat sendiri bukan...Jendral Wang tewas di markas tanpa ada sebab.."


Sang Jendral terdiam tak berani membantah. Sebab ia juga meluhat sendiri Jendral Wang tiba - tiba merasakan sakit setelah berkunjung menemui Zue Lin.


" Jika kita menyerang Jepang.."


" Kita akan tewas lebih dulu sebelum menyerang.."ucap presiden.


" Lalu..Apa perintah anda pak?" ucap Jendral.


" Segera cari penumpang dengan tujuan ke Jepang,dan blokir penerbangan menuju Jepang..." ucap Presiden.


" Siap pak..." ucap Jendral.


Xiang menghampiri jasad ninja tersebut.


" Apakah dia yang telah membunuh keluarga saya pak.." ucap Xiang.


" Iya nona Xiang..." ucap Jendral.


" Kurang ajar...Aku akan membalas kematian keluargaku..." ucap Xiang.Ia sempat berpikir,bahwa pelakunya adalah keluarga 2 orang yang mereka culik. Tapi, setelah melihat salah satu tersangka,dirinya tak lagi curiga kepada 2 orang yang mereka culik.


" Maafkan kami nona Xiang..Kami datang terlambat untuk menyelamatkan keluarga anda.." ucap presiden.


Seorang pria menjadi mata - mata dari keluarga kakek Zhang,menyelinap masuk. Ia menyamar sebagai tentara untuk mencari keberadaan Bayu. Lalu pria itu mengetahui,bahwa ada korban tewas dari pihaknya. Kemudian pria itu melaporkan ke kakek Zhang melalui sms.


---***---


Jakarta.


Semua rombongan,baik itu kakek Zhang dan juga Hiroshi terbang menuju Indonesia.


Mereka telah tiba di Jakarta sore hari.


Di saat kakek Zhang menghidupkan hapenya setelah pesawat yang ia tumpangi mendarat.


Muncul sebuah pesan.Lalu kakek Zhang memeriksa pesan tersebut.


Nampak pesan itu bertuliskan huruf china,memberitahukan ada 1 korban tewas dari pihaknya. Ciri - cirinya memakai pakaian ninja warna hitam,wajah hancur.Serta memberi tahu ada keluarga Zue Lin yang selamat.


Deeg.... Kakek Zhang terkejut setelah membaca pesan itu,ia hendak menelpon,tapi di urungkan. Karena ia sendiri yang memerintahkan untuk menyelinap ke tempat itu.


Kakek Zhang berusaha tegar menghadapi kenyataan ini. Ia tak menyangka,Bayu akan tewas terbunuh.


Tian Fei menghampiri ayahnya yang masih duduk,sementara yangblain sudah keluar dari pesawat.


" Ada apa ayah..?" ucap Tian Fei.


Kakek Zhang memberikan hapenya ke Tian Fei.


" Bacalah.." ucap Kakek Zhang.


Tian Fei kemudian membaca pesan tersebut.


" APAAAA.....!!!!??? " ucap Tian Fei terkejut bukan main.


Kakek Zhang kemudian berdiri,air matanya mengalir karena kehilangan Bayu, cicit kesayangannya. Yang bakal menjadi penerus pimpinan keluarga Han.


" Ayoo kita pulang.." ucap kakek Zhang.


Mereka berdua lantas berjalan keluar dari pesawat.


****


Rumah Bayu.


Hana kembali kerumah dengan wajah murung. Sebab ia belum mendapat kabar mengenai Bayu.


Hana turun dari mobil di sambut ke tiga istri Bayu,bu Intan dan teman - teman Bayu.


Putri dan yang lainnya tak melihat Bayu di antara rombongan tersebut.


" Mana Awanku..?" ucap Putri pada pengawal yang ikut bersama Bayu.


Pengawal itu tak berani menjawab pertanyaan Putri.


" Kenapa kamu diam....Di mana Bayu.."


" Cepat katakan..." ucap Diana.


" Maaf non...Saya tidak tahu.." ucap pengawal.


Ketiga istri Bayu lantas mendatangi bu Hana,untuk menanyakan Bayu.


Namun bu Hana masuk ke dalam kamar,dan mengunci pintunya.


Took....Tokk...Tok....


" Bu..."


Took...Tok...Tok..


" Tolong buka pintunya bu.." ucap Putri.


Ayu melihat paman Hiroshi masuk rumah lantas mendatangi pamannya.


"# Paman... Di mana suamiku.." ucap Ayu.


" Maafin paman Hinata - chan..." ucap Hiroshi.


" # Apakah terjadi sesuatu pada Bayu?" ucap Ayu.


Hiroshi lantas menceritakan kejadian yang menimpa Bayu.


Ayu terkejut dan shock.Air mata Ayu keluar mengalir membasahi pipinya


Putri dan Diana menghampiri Ayu,karena bu Hana tidak mau membukakan pintu kamarnya.


" Apa yang terjadi dik?" ucap Putri.


Diana melihat pamannya datang bersama kakek Zhang lantas menghampirinya.


" Paman...Apa yang sebenarnya terjadi pada Bayu..?" ucap Diana.


" Di mana Hana?" ucap kakek Zhang tak melihat Hana.


" Di dalam kamar kakek.." ucap Diana.


Kakashi muncul bersama keluarganya yang ikut berperang.


Kakek Zhang lantas berjalan ke kamar Hana.


Tok...Tok...Took...


" Hana...Keluarlah..Kakek ingin memberi tahu soal Bayu.." ucap kakek Zhang.


Ceklek....Ceklek...Kriiieeeet...


Pintu terbuka,nampak Hana tak memakai Jilbabnya karena kepikiran Bayu.


" Bagaimana Bayuku..Apakah dia selamat..?" ucap Hana.


Kakashi melihat Hana,ia baru kali ini melihat wajah Hana tak memakai penutup wajah dan rambut.


" Dia sungguh cantik.." ucap Kakashi dalam hati.


" Menurut kabar mata - mata yang kakek kirim..."


" Di sana terdapat 1 mayat dengan wajah yang hancur.. Sehingga tidak bisa di kenali lagi.." ucap kakek Zhang.


" Ja...Ja..Jadi Bayuku.." ucap Hana.


" Bayu tewas terbunuh Hana...."


" Maafin kakek..." ucap kakek Zhang.


" TIIDDAAAAAAK...." teriak Putri. Ia merasa terpukul mendengar bahwa Bayu tewas dalam misi itu.


Hana yang lemah karena khawatir tentang Bayu anak semata wayangnya,begitu kakek Zhang memberi tahu bahwa Bayu tewas,Hana kembali pingsan.


Tak hanya Hana,Putri juga pingsan mendengar kabar Bayu tewas.


Kakek Zhang menahan tubuh Hana,lalu membawa masuk ke dalam kamar.


Sulis yang mendengar bahwa Bayu tewas merasa shock,lantas ia mendekati kakek Zhang.


" Maaf kakek.. Apakah kakek menemukan Ahmad suamiku..?" ucap Sulis.


Kakek Zhang menoleh ke Sulis.


" Maaf.. Kami belum memberitahumu.."


" Kami menemukan Ahmad dalam kondisi lemas dan terluka..."


" Belum sempat mendapat pertolongan,di jalan..."


" Suamimu tewas..." ucap kakek Zhang.


" Apaaaa....!!!!" ucap Sulis terkejut.


" Kami tak bisa membawa pulang jasad suamimu..Karena keadaan yang memaksa.."


" Jadi kami kuburkan suamimu..." ucap kakek Zhang.


" Lalu anak saya bagaimana kakek?" ucap Sulis.


" Anakmu tewas di bunuh oleh keluarga Zue Lin.." ucap kakek Zhang.


Sulis terduduk di lantai,ia merasa begitu shock mendengar kematian Ayub. Sudah Bayu tewas,ahmad juga tewas,di tambah Ahmad suaminya juga tewas.


Hari ini keluarga Han dan keluarga Hatake di rundung kesedihan. Sebab kehilangan Bayu untuk selama - lamanya.


.


.


.


** MASIH LANJUT GAEES. BELUM TAMAT.**

__ADS_1


__ADS_2