
Rumah sakit.
Bayu baru saja menyelesaikan biaya Administrasi Bimo,lalu ia berjalan menuju ke dua temannya.
Setelah sampai,Bayu duduk di kursi yang berada di lorong.
" Siapa yang nabrak ya..." ucap Lukman.
" Gak tahu Man..."
" Kalau aku tahu,ku buat babak belur dan patah tulang tuh orang yang nabrak.."
Bayu teringat Clara,lalu ia mengambil hapenya.
" Sudah malam..."
" Telpon gak ya..?"ucap Bayu.
" Mau nelpon siapa Bay?" ucap Daniel.
" Clara Niel? Tapi ini sudah tengah malam..." ucap Bayu.
" Jangan Bay...Besok aja di telpon... Terus orang tuanya juga jangan di hubungin..Nanti mereka panik..." ucap Daniel.
" Iyoo aku tahu Niel..." ucap Bayu.
Mereka terdiam sambil melihat arah plafon memikirkan Bimo.
" Aku curiga si Kebo di tabrak sama pacarnya Clara Bay atau gak orang yang menyukai Clara..." ucap Lukman masih menatap plafon.
" Bisa jadi,tapi itu jalanan Man..."
" Siapa tahu orang yang nabrak maen hape terus gak sengaja nabrak..Dia ketakutan lalu kabur..." ucap Bayu.
" Tapi kan seenggaknya turun untuk nolongin... Ini enggak.. Maen kabur aja.." ucap Daniel.
" Kenapa tadi kebo gak pake mobilmu Bay?" ucap Lukman.
" Males katanya,gak bisa nyalip - nyalip..."
Bayu melihat ke arah pengawalnya.
" Aku minta tolong ke kalian... Jaga temanku selagi Bimo sendiri. Kemungkinan besok orang tuanya datang...Jika sudah datang,tetaplah di jaga,aku takut ada orang akan mencelakai temanku" ucap Bayu.
" Siap boss..." ucap para pengawal.
" Kita balik dulu yuk...Besok kita ke sini lagi.." ucap Bayu.
" Ayoo..." ucap Daniel dan Lukman.
Ke esokan harinya.
Setelah jam kuliah selesai,Bayu kembali lagi ke rumah sakit bersama keluarga,teman - teman dan para pengawal.
Mereka masuk ke dalam ruang inap VIP tempat di mana Bimo di rawat.
Di saat pintu terbuka,Bayu melihat ke dua orang tua Bimo berada di dalam ruangan,dan juga terdapat Clara.
" Assalam mu'alaikum. " ucap Bayu.
" Wa'laikum salam..." ucap ayahnya Bimo.
Bayu berjalan ke orang tua Bimo,kemudian bersalaman dan mencium tangan.
Bayu melihat ke arah Bimo yang masih terbaring di ranjang belum sadar.
" Yu....Sopo seng nabrak Bimo Yuu...?" ucap ibunya Bimo.
" Kulo mboten ngertos bulek..." ( Saya tidak tahu tante)
" Tasek di selidiki kaleh Polisi" ucap Bayu kemudian melihat ke arah Clara. ( Masih di selidiki oleh polisi).
" Bimo belum sadar ya mas...?" ucap Putri.
" Iya dek...Kata dokter pas di angkut ke ambulan,Bimo gak sadarkan diri..Montornya hancur."
Bayu berjalan ke arah Clara.
" Maaf..Bisa kita bicara bu..." ucap Bayu.
Clara menoleh ke Bayu.
" Bisa..." ucap Clara.
" Mari kita bicara di luar saja.." ucap Bayu.
Mereka berjalan keluar.
" Maaf ya bu sebelumnya... Apakah ibu punya pacar selain Bimo..?" ucap Bayu sambil menatap wajah Clara.
" Pacar saya hanya Bimo seorang...Tidak ada pria selain dia..." ucap Clara.
" Siaal...." ucap Bayu dalam hati.
" Sebelum Bimo bu....Mungkin si Toni,kucluk,Kenthir katrok gitu..." ucap Bayu.
" Tidak ada...."
" Apakah ada hal lain lagi pak yang mau di tanyakan?"ucap Clara
" Tidak ada bu...Hanya itu saja..." ucap Bayu.
" Baiklah...Saya permisi dulu.." ucap Clara lalu meninggalkan Bayu.
" Bajingan...."
" Aaaarrrrrrrrgghhh....."
__ADS_1
" Kebo....Kebo...."
" Siapa seh yang mencelakaimu....."
" Kalau saja pacarmu menjawab,pasti aku akan mencari pacar atau mantan pacarnya..." ucap Bayu dalam hati merasa kesal.
Lalu Bayu memiliki sebuah ide.
" Ahaaa... Aku akan memakai jasa anak buahku saja untuk menyelidikinya..."
Bayu mengambil hapenya lalu mencari kontak Malik. Setelah ketemu Bayu menekan tombol panggil.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuut....
Tuuuut.....Tuuuut. . Tuuutt....
" Sial.... Gak di angkat lagi..."
" Ya sudah lah..." ucap Bayu lalu berjalan menuju kamar rawat Bimo.
" Nanti..Kalian naik mobil aja jika ke Cafe maupun ke kampus,aku gak mau kejadian ini terulang kembali." ucap Bayu kepada Lukman dan Daniel.
" Iya Bay..." ucap Lukman dan Daniel.
****
Rumah Bayu.
Bayu baru sampai di rumah bersama keluarganya.
Tiba - tiba hapenya berdering nada panggil. Bayu mengambil hapenya untuk mengecek.
Nampak nama Malik muncul di layar hape Nokianya.
" Assalam mu'alaikum kang..." ucap Bayu sambil berjalan kemudian duduk di sofa ruang tamu.
" Wa'alaikum salam Bayu...Maaf tadi aku sibuk di sawah...Ada apa Bay?" suara Malik.
" Bimo tadi malam habis kecelakaan kang..." ucap Bayu.
" Nabrak atau di tabrak Bay?" suara Malik.
" Tabrak lari... Lukman menduga itu ulah pacarnya Clara..." ucap Bayu.
" Clara itu siapa Bay?" suara Malik.
" Clara itu pacarnya Bimo kang... Teruus..."
" Aku sempat nanya ke Clara,apakah punya pacar "
" Dia gak ada jawab,malah dia bilang hanya ada Bimo seorang...Begitu..." ucap Bayu.
" Clara.....Dia tinggal di mana Bay?" suara Malik.
" Apartemen...Dia kerja di perusahaan Multi Jaya.Dan aku sedang membuat kerja sama dengan perusahaan itu kang. " ucap Bayu.
" Cantik banget kang..." ucap Bayu.
" Adduuh... Dek...Kang mas cuman nanya aja...Gak ada maksud lain..." suara Malik.
" Ada mbak Widya kah di situ kang..?" ucap Bayu.
" Iya Bayu.." suara Malik.
" Dik Bayu...Kalau kang Malik pecicilan sama cewek lain di Jakarta atau di mana saja,kasih tahu mbak ya..." suara Widya.
" Siap... laksanakan mbak..." ucap Bayu.
" Waktu pergi ke Jepang,kang Malik ada maen sama cewek gak dik?" suara Widya.
" Enggak mbak..." ucap Bayu.
" Ooo...Baguslah..." suara Widya.
" Emang aku gak tahu dan gak mau tahu apa kang Malik ngentuin cewek Jepang apa enggak" ucap Bayu dalam hati.
" Ya sudah kalau gitu mbak... Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'laikum salam...Salam buat ibumu Bay..." suara Widya.
" Iya mbak..." ucap Bayu lalu mematikan panggilannya.
" Huuuuffft........"
" Sampe sekarang belum ada kabar dari pak polisi...
Bayu melihat jam tangannya.
" Tidur dulu ah....Ngantuk..." ucap Bayu dalam hati lalu berebah di sofa. Bayu hanya tidur 1 jam saja setelah pulang dari rumah sakit.
Baru 20 menit terpejam.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Ayu sambil berjalan,ia baru pulang dari sekolah.
" Wa'alaikum salam...." ucap penghuni rumah.
Ayu berjalan ke arah Bayu yang sedang tidur di sofa.
" Shujin...."
Bayu diam tak menjawab. Lalu Ayu menyentuh pipi Bayu.
" Kalau tidur di kamar saja..." ucap Ayu.
Bayu tetap diam. Kemudian Ayu meninggalkan Bayu yang masih tidur di sofa.
Sejam kemudian.
__ADS_1
Melisa datang bersama ibu dan adiknya.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Melisa.
" Wa'alaikum salam...." ucap penghuni rumah.
Melisa melihat Bayu tidur di sofa kemudian datang menghampiri.
" Kak...." ucap Melisa.
Bayu diam tak menjawab.
Adiknya Melisa yang masih berumur 4 tahun berjalan mendatangi Bayu. Setelah sampai,adiknya Melisa memperhatikan Bayu,kemudian tangannya memukul pipi Bayu.
Plaaak.....
Seketika Bayu terbangun.
" Jancooook...."
Bayu melihat di sebelahnya.
" Mel.....!!
Lalu melihat ke arah ibunya Melisa yang bernama Xiang Wei.
" Adik Xiang...Maaf Bayu ketiduran di sini" ucap Bayu. Aslinya Bayu memanggil ibunya Melisa dengan sebutan bibi. Karena Bayu menikahi Mei Lien. Maka Bayu menyamaratakan saja.
" Iya gak apa - apa kak... " ucap Xiang Wei.
" Kapan sampainya?" ucap Bayu.
" Baru saja..." ucap Xiang.
" Mbak Dewiiiii..." ucap Bayu agak nyaring.
" Iya mas...." suara Dewi dari dalam.
Tak lama kemudian Dewi muncul.
" Ada apa mas...?" ucap Dewi.
" Ini ada tamu... Tolong suguhi makanan dan minuman ya..." ucap Bayu.
" Baik mas...." ucap Dewi.
" Ada perlu apa dik...?" ucap Bayu.
" Ini loh si Willy minta maen ke sini.." ucap Xiang Wei.
Bayu melihat ke arah Willy. Nampak Willy sedang mengganggu Melisa.
" Gak boleh nakal...Kalau nakal nanti di gigit sama cicak..." ucap Melisa.
Tak lama kemudian muncul Ayu dan Putri. Di susul Dewi yang mendorong kereta berisi makanan dan minuman.
Ke dua istri Bayu cipika cipiki ke Xiang Wei. Setelah itu duduk.
" Oh iya...Dik Xiang puasa apa enggak?" ucap Bayu.
" Tidak kak,aku lagi hamil..." ucap Xiang Wei.
" Widiih....Mel..."
" Kamu bakal punya adik lagi neh..." ucap Bayu.
" Kapan kak Ayu dan kak Putri hamilnya kak?" ucap Xiang.
Ke dua istri Bayu melihat ke arah Bayu.
" Asem....Tatapan itu loh..." ucap Bayu dalam hati melihat ke arah Ayu dan Putri. Seolah - olah ingin menyalahkan dirinya karena menunda punya anak.
" Insya Allah tahun depan lah... Kan Ayu masih sekolah.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu.."
" Melisa kalau tinggal di sini tidak mengganggu kan kak?" ucap Xiang Wei.
" Enggak... Malah aku senang... Rumah ini jadi ramai..." ucap Bayu.
" Kalau nakal kasih tahu aku ya kak..." ucap Xiang Wei.
" Siaap.."
" Silahkan di minum dik..." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Xiang Wei.
" Sayang....."
" Kamu lagi ada di mana?" suara Diana.
" Aku di depan sayang..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian muncul Diana.
" Loh...Kapan datangnya..." ucap Diana melihat Xiang Wei duduk.
" Baru saja kak..." ucap Xiang Wei.
Diana dan Xiang Wei cipika cipiki lalu duduk.
" Aku dengar ada yang kecelakaan ya...?" ucap Xiang Wei.
" Iya... Bimo kecelakaan tadi malam..." ucap Bayu.
" Coba suaminya di ajak,kan aku bisa ngobrol leluasa antara sesama pria..Lah ini cuman aku aja yang pria..." ucap Bayu dalam hati sambil mendengar obrolan Xiang Wei dengan ke tiga istrinya.
__ADS_1