SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PERKETAT PENJAGAAN DI PENJARA


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam mobil,lalu mobil itu pun berjalan.


" Siapa nama pacarmu?" ucap Johan.


" Daniel pah..Dia temannya Bayu,makanya foto yanv ada di rumah Selvie sembunyikan. Agar dia gak lihat foto kak Alvin..." ucap Selvie.


" Selvie rencana mau dekatin dia buat merayu tante Hana.." ucap Selvie.


" Oooo...Begitu...Lalu.."


" Kenapa kamu menjadikan dia pacarmu Vie?" ucap Johan.


" Orangnya asik juga pah...Terus dia juga punya usaha sendiri.."


" Oh iya pah...Jangan beri tahu ke kak Alvin ya pah..."


"Selvie takut Daniel menjauhi Selvie..."ucap Selvi.


"Iya....Tapi,lambat laun Alvin juga tahu dan Daniel juga akan tahu.." ucap Johan.


" Iya juga seh..." ucap Selvie.


" Dia kuliahnya masuk jam berapa?"ucap Johan.


" Jam 11 pah..." ucap Selvie.


" Coba hubungi Daniel.."


" Papah ingin bertemu..." ucap Johan.


Selvie mengambil ponselnya,lalu menghubungi Daniel.


Tuuuut....Tuuuut....Tuuut....Tuuuut....


" Haloo sayang...." suara Daniel.


" Halo juga yank...Hemmm..."


" Yank..." ucap Selvie.


" Iya...Ada apa? Apakah leptopmu bermasalah lagi yank?" suara Daniel.


" Enggak yank...Ini bukan masalah laptop.."ucap Selvie.


"Lah terus apa dong sayang..." suara Daniel.


".Anu.."


" Papahku ingin bertemu denganmu.." ucap Selvie.


" Papahmu..." suara Daniel.


" Papah mau bicara sama Daniel.." ucap Johan.


" Yank..Papah mau bicara sama kamu.." ucap Selvie lalu memberikan ponselnya ke ayahnya.


" Halo nak Daniel. Ne saya Johan ayahnya Selvie." ucap Johan.


" Hallo juga om.Saya Daniel om.." suara Daniel.


" Iya..."


"Begini...Apakah pagi ini kamu ada kesibukan?" ucap Johan.


" Gak sibuk seh om,ne saya lagi nyuci baju.." suara Daniel.


" Selesai mencuci baju apakah bisa kita bertemu?Ada hal yang penting yang saya bicarakan.." ucap Johan


" Bisa om..." suara Daniel.


" Ya sudah...Nanti saya sms tempatnya ya.." ucap Johan.


" Siap om..." suara Daniel.


Johan mematikan panggilan,lalu melihat kontak yang barusan di telpon. Setelah itu ia mengambil ponselnya untuk menyimpan nomor Daniel.


" Dia kuliah di mana Vie...?" ucap Johan.


" Kuliah di Universitas B******** pah.." ucap Selvie.


" Oooo...Di situ.." ucap Johan.


Johan lantas mengirim pesan ke Daniel untuk memberitahukan tempat untuk ketemuan.


Setelah beberapa jam kemudian.


Johan menunggu Daniel di sebuah Cafe tak jauh dari Universitas B******. Ia percaya akan keluarga angkatnya Bayu,sebab ia sendiri dapat melihat kesaktian Bayu yaitu dapat melukai wajah istrinya hanya dengan menyentuh saja. Pertanyaan yang waktu itu terjawablah hari ini,rupanya Bayu berguru dengan seorang paranormal. Ia sengaja menemui Daniel,karena paranormal yang di maksud Selvie perayaratannya cukup mudah,tak seperti Ki Bahar,di tambah lesaktiannya hak di ragukan lagi,yakni paranormal itu keluarga angkat Bayu.


Nampak Daniel turun dari sepeda motornya. Sengaja ia tak naik mobil untuk menghemat BBM,meskipun dirinya punya banyak uang. Ia tak mau boros.


Daniel mengeluarkan ponselnya,lalu menhubungi Johan.


Tuuuut...Tuuuut..Tuuuut...


" Halloo.." suara Johan.


" Halo om..Ini saya sudah di Cafe.." ucap Daniel.


" Masuk saja ke dalam,om sudah di dalam Cafe.." suara Johan.


" Iya om..Ne saya masuk.."


Daniel berjalan masuk ke dalam Cafe.


" Om yang mana?" ucap Daniel.


" Sebelah kananmu.." suara Johan.


Daniel melihat bapak - bapak memegang ponsel sambil melambaikan tangan.


Daniel mematikan panggilan lalu berjalan ke arah bapak yang melambaikan tangan.


" Om Johan..." ucap Daniel untuk menyakinkan agar tak salah orang.


Johan berdiri sambil berkata" Iya benar... Anda Daniel"


" Iya om..." ucap Daniel.


Daniel mengulurkan tangannya.


Johan menyambut,Daniel mencium punggung tangan Johan.


" Silahkan duduk.."


Mereka pun duduk di kursi sofa.


Johan melambaikan tangan ke pelayan Cafe,pelajan Cafe melihat pak Johan memberi kode memanggil lantas pelayan itu berjalan ke arah Johan.


" Silahkan mau pesan apa.." ucap Johan.


" Kopi hitam,jangan manis jangan pahit.." ucap Daniel.


" Ada lagi pak..?" ucap pelayan.


" Tidak,itu saja..." ucap Daniel.


" Baik pak...Silahkan di tunggu.." ucap pelayan Cafe lalu pergi meninggalkan meja tersebut.


Setelah pelayan Cafe pergi,barulah Johan membuka suara.


" Begini nak Daniel..."


" Kata Selvie putri om..Katanya nak Daniel punya kenalan seorang paranormal ya..?" ucap Johan.


" Iya omm.." ucap Daniel.


" Om ingin pergi kesana, kalau bisa hari ini kita berangkat.." ucap Johan.


" Maaf om...Saya kuliah.." ucap Daniel.


" Iya om tahu...Om mohon denganmu hari ini aja kamu gak masuk..."


Nampak Daniel berpikir.


" Jika berhasil,maka ku restui hubungan kalian.." ucap Johan.


" Diampuut...Ini namanya maksa secara halus..." ucap Daniel dalam hati.


" Iya deh om..."


Kopi pesanan Daniel datang.


" Om merokok atau tidak..?" ucap Daniel,sebab ia tak melihat ayahnya Selvie tidak mengeluarkan rokok.


"Tidak..Kalau kamu mau merokok ya silahkan..." ucap Johan.


Daniel mengeluarkan rokoknya,lalu meyalakan rokok tersebut.


" Sudah berapa lama kalian pacaran?" ucap Johan.


" Baru kemarin om..." ucap Daniel.


Daniel menyeruput kopi yang ia pesan.


" Ooo...Baru jadian..." ucap Johan.


" Iya om...." ucap Daniel.

__ADS_1


" Kalau pacaran,yang normal - normal aja. Jangan sampai ke bablasan ya.." ucap Johan.


" Iya om..." ucap Daniel.


" Lah...Wes tak kentu anaknya om...Piye om..." ucap Daniel dalam hati.


" Oh iya...Persyaratannya apa ?" ucap Johan.


" Hemm...Foto,nama lengkap ,terus nama ayah dari ibunya Selvie sama ayam Cemani om.."


" Om gak perlu pusing mencari ayam Cemani,di sana ada yang jual..." ucap Daniel.


" Ooo...Begitu...Baguslah.."


" Gimana kita berangkat sekarang,agar lebih cepat sampai ke sana..." ucap Johan.


" Saya balik dulu om untuk mengambil mobil dan pakaian saya." ucap Daniel.


" Tadi ke sini naik apa?" ucap Johan.


" Naik motor om..." ucap Daniel.


" Kalau aku ikutin dia,pasti penjaganya meminta KTPku,dan pasti mereka akan melarangkanku masuk.."


" Terus Daniel akan curiga kenapa aku gak boleh masuk.."


" Hemm..."


" Lebih baik aku tunggu di luar gerbang saja.." ucap Johan dalam hati.


" Apakah kamu tinggal di perumahan Golden Hills?" ucap Johan.


" Iya om...Saya tinggal di rumahnya Bayu sahabat saya. " ucap Daniel.


" Setahu om,perumahan itu gak sembarangan orang boleh masuk..Jadi.."


" Om tunggu di luar gerbang saja ya.." ucap Johan.


" Iya om..Perumahan itu memang gak sembarangan orang boleh mashk. Harus ada izin dulu...Jika tidak"


" Maka gak bisa masuk..." ucap Daniel.


" Ya sudah...Ayo kita pergi.." ucap Johan.


Mereka pun berdiri,Johan berjalan ke kasir untuk membayar.


1 jam kemudian.


Johan menunggu Daniel tak jauh dari pintu gerbang perumahan Golden Hills. Perumahan itu di kelilingi tembok setinggi 4 meter. Dia atasnya terdapat kawat berduri,agar tak ada maling yang masuk.


Perumahan Golden Hills banyak di lirik oleh para pengusaha,bahkan ada yang berani membayar mahal demi mendapatkan salah satu rumah tersebut. Namun,keluarga Han tidak menjualnya. Sebab perumahan itu khusus keluarga besarnya saja.


Tak lama kemudian sebuah mobil keluar dari perumahan,mobil itu lantas berhenti di depan mobil Johan yang berhenti di pinggir jalan.


Johan melihat Daniel keluar dari mobi,Daniel memberi kode untuk langsung jalan,lalu hendak masuk ke dalam mobil.


Johan keluar dari mobil sebelum masuk ke dalam mobil.


" Tunggu..."


Daniel menoleh ke Johan. Johan mendatangi Daniel.


" Kita satu mobil saja,jika kamu mengantuk,maka sangat berbahaya."


" Kalau satu mobil,kita bisa bergantian menyetir.." ucap Johan.


" Iya juga seh..Kalau aku ngantuk bisa celaka aku.." ucap Daniel dalam hati. Sebab saat pulang ke Jogja jika sendirian,dirinya selalu berhenti bila mengantuk dan tidur sebentar. Akan tetapi bila bersama Lukman cs,bisa bergantian menyetir.


" Iya deh om..."


" Saya akan meminta tolong ke penjaga untuk menaruh mobil saya.." ucap Daniel.


" Iya...Barang bawaanmu masukkan ke dalam mobilku saja.." ucap Johan.


" Cuman pakaian ganti saja om..." ucap Daniel lalu masuk ke dalam mobil,kemudian mengarahkan mobilnya ke pintu gerbang.


Tak lama kemudian,Daniel berjalan kaki setelah menitipkan mobilnya ke penjaga ke arah mobil Johan.


Setelah sampai,Daniel masuk ke dalam mobil Johan.


Sang supir pun menjalankan mobil tersebut.


" Bayu itu keluarga Han ya Niel..?" ucap Johan.


" Iya om..." ucap Daniel.


" Kamu berapa saudara..? " ucap Johan.


" tiga om..Saya anak bungsu.." ucap Daniel.


" Bapak ibu masih ada?" ucap Johan.


" Mereka tinggal di mana ?" ucap Johan.


" Di Jogja om..." ucap Daniel.


" Setiap natal mudik dong.." ucap Johan.


" Iya om..." ucap Daniel.


Mereka pun terdiam tak bicara.


" Sial...Kalau begini aku gak bisa merokok dalam mobil." ucap Daniel dalam hati. Sebab dirinya ingin merokok,sedangkan ayahnya Selvie tak merokok.


Johan melihat ke arah Daniel.


" Kalau mau merokok,buka saja kacanya.." ucap Johan.


" Iya om..." ucap Daniel. Alhirnya di beri lampu hijau untuk merokok.


Daniel mengeluarkan rokoknya lalu menyalakannya. Kemudian mengambil minuman teh Kotak yang ia ambil di dapur saat akan berangkat.


----0.0.0---


Di sisi Bayu.


Pagi hari.


Nampak Bayu tak memakai baju,hanya celana panjang saja. Ia sedang berlatih bela diri yang ia pernah pelajari.


Aisyah berjalan sambil membawa segelas air putih dan juga teh Kotak untuk Bayu.


Bayu melihat Aisyah datang lantas menghentikan latihannya. Lalu berjalan ke arah Aisyah.


Setelah sampai,Bayu memeluk Aisyah dari belakang.


" Saye dah mandi..."


" Badan habib albi keringat.." ucap Aisyah.


" Meskipun berkeringat tapi gak bau kan.." ucap Bayu.


" Iye...Tapi jorok..." ucap Aisyah.


Bayu mencium pipi Aisyah.


Emmmuaaachh....


Setelah itu Bayu mengambil gelas di tangan Aisyah,lalu duduk di rerumputan.


" Bismilah..." ucap Bayu.


Glek....Glek...Glek....


" Nanti habib albi nak kemana?" ucap Aisyah.


" Nanti mau pergi mengecek rumah yang akan di bangun..."


" Sayang mau ikut?" ucap Bayu.


" Iye...Saye nak ikut.." ucap Aisyah.


" Tehnya dong.." ucap Bayu.


Aisyah memberikan teh kotak ke Bayu.


Setelah meminum teh,Bayu berdiri lalu mengambil kaosnya,krmudian berjalan masuk ke dalam rumah.


Di saat di dalam rumah,Bayu melihat Daniel berjalan menggendong tas. Tasnya itu nampak besar tak seperti biasanya yang ia lihat saat Daniel pergi ke kampus.


" Mau kemana Niel?" ucap Bayu.


" Mau ke Jogja Bay..Aku ada perlu..." ucap Daniel.


" Ooo..Ke Jogja..."


" Hati - hati ya Niel.." ucap Bayu.


" Iya...Aku pergi dulu..Assalam mu'alaikum.." ucap Daniel.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


Baru saja Bayu hendak berjalan,tiba - tiba Kumala Sari muncul.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Kumala Sari.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Hari ini jangan lupa ya sayang.." ucap Kumala Sari.


" Oh iya...Aku lupa..."ucap Bayu. Ia lupa jikalau hari ini jadwalnya pergi ke istana Kumala Sari.


" Dasar manusia...Pasti banyak lupanya,kadang ingkar janji.." ucap Kumala Sari.


" Ya maaf...Aku banyak kesibukan sayang.."


Aisyah datang mengahmpiri Bayu setelah ia meletakkan gelas di dapur.


" Gimana jika ikut aku.." ucap Bayu.


" Kemana...?" ucap Kumala Sari.


" Habib albi bicara dengan ratu?" ucap Aisyah melihat Bayu bicara sendirian.


" Iya sayang..."


" Ke pantai,sekalian aku mau lihat rumahku yang sedang di bangun.."ucap Bayu.


" Heemmm...Ya sudah. "


" Besok sayang ke istana ya..." ucap Kumala Sari.


" Siap sayang..." ucap Bayu.


---0.0.0---


Jogja.


Rumah Ki Kartolo.


Nampak sebuah mobil berjalan memasuki perkarangan rumah Ki Kartolo lalu berhenti. Pintu mobil terbuka,nampak 2 orang pria keluar dari dalam mobil,mereka adalah Johan dan Daniel.


Mereka tiba setelah Adzan magrib.


Johan dan Daniel berjalan ke arah pintu.


Setelah sampai di pintu,Daniel mengetuk pintu.


Took...Tok....Tok....


" Kulon nuwun...." ucap Daniel.


Tok....Tok...Tok...


Pintu terbuka,nampak Bejo yang membukakan pintu.


" Monggo masuk..."


Mereka kemudian masuk ke dalam.


" Monggo pinarak.."


Mereka kemudian duduk di kursi.


" Tak pikir sama Bayu kamu ke sini Niel atau gak sama pacarmu.." ucap Bejo.


" Enggak kang..." ucap Daniel.


Ki Kartolo muncul sambil membawa gelas berisi kopi,ia hendak duduk di luar seperti biasa.


" Loh...Ono tamu to.."


Ki Kartolo melihat Daniel duduk dan juga melihat pria asing.


" Endi Bayu lee..?" ucap Ki Kartolo.


" Bayu ndek omah pakde.." ucap Daniel.


Ki Kartolo lantas duduk kemudian meletakkan gelasnya di meja.


" Kowe rene ono opo?" ucap Ki Kartolo.


" Ini pakde..."


" Om Johan wonten perlu kaleh pakde.." ucap Daniel.


Ki Kartolo melihat ke arah Johan.


" Saya Johan Ki.."


" Maksud dan tujuan saya kemari itu ingin menanyakan dan juga minta tolong.." ucap Johan.


" Jaluk tulung opo?"


Johan lantas menceritakan kejadian istrinya sebelum menghilang hingga menghilang.


Ki Kartolo memegang jenggotnya sambil menganggukkan kepala mendengar cerita Johan.


" Bawa foto bojomu?" ucap Ki Kartolo.


" Bawa ki..."


Johan memberikan foto istrinya ke Ki Kartolo.


" Ini ki fotonya.." ucap Johan.


Ki Kartolo memandang foto tersebut,meskipun usianya sudah tua,dirinya masih bisa melihat dengan jelas.


" Tunggu sebentar..." ucap Ki Kartolo.


Ki Kartolo lantas berdiri lalu berjalan ke arah ruang khususya.


Setelah sampai,ki Kartolo duduk bersila,lalu memgambil sedikit kemenyan kemudian meletakkan di tungku arang.


Nampak keluar asap putih setelah arang itu di beri kemenyan. Tercium aroma wangi menyan di ruangan tersebut.


Ki kartolo lantas mengucapkan mantranya,tak lupa menyebut nama lengkap istri Johan dan juga nama ayah istri Johan.


Beberapa menit kemudian. Ki Kartolo memuka matanya.


" Kenapa wanita itu di kurung dalam istana Kumala Sari..??" gumam ki Kartolo.


Ki Kartolo yang penasaran akhirnya memutuskan menemui Bayu.


Ki Kartolo menggunakan ajian Rogoh Sukmonya untuk menemui Bayu.


****


Rumah Bayu.


Nampak Bayu mengajari ngaji ke Melisa.


" Huruf ba itu pendek sayang...Jangan di baca panjang.." ucap Bayu.


Melisa mengulangi lagi bacaannya.


Ki Kartolo tiba - tiba muncul di dekat Bayu.


Bayu melihat pakde angkatnya muncul menjadi heran. Sebab gak biasanya ia datang habis magrib.


" Sebentar sayang..."


" Ada apa pakde..?Apakah ada hal yang penting" ucap Bayu.


" Ada lee...."


" Ikut pakde sebentar..."


Bayu berdiri lalu mengikuti ki Kartolo.


Setelah agak menjauh dari ruang shalat.


" Ada orang datang mencari istrinya.."


" Pakde lihat istrinya ada di kurung di dalam penjara istana Kumala Sari.." ucap Ki Kartolo.


Deeeg.....Bayu tersentak kaget. Ia tak menyangka ayahnya Alvin menemui pakdenya.


" Jangan di bantu pakde...Wanita itu sengaja Bayu kurung di sana.." ucap Bayu.


" Kalau boleh pakde tahu...Apa masalah wanita itu?" ucap ki Kartolo.


" Dia terlibat dalam pembunuhan Putri pakde.." ucap Bayu.


" Jadi...Yang bunuh Putri itu dia..?" ucap ki Kartolo.


" Iya..Dia bersekongkol dengan adiknya.."


" Adiknya bersama orang - orangnya mencelakai Putri.." ucap Bayu.


"Yo wes kalau gitu.."


" Pakde balek dulu..." ucap ki Kartolo lalu menghilang.


"Sayang...."


" Kumala Sari...Datanglah..." ucap Bayu.


Muncul Kumala Sari di depan Bayu.


" Ada apa sayang memanggilku" ucap Kumala Sari.


" Perketat penjagaan di penjara ya sayang...."


"Ada yang berusaha mengambil tahananku.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Baik sayang...." ucap Kumala Sari.


Kumala Sari lantas menghilang.


__ADS_2