SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
CLARA JADI PACARKU


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Keluarga Han yang menjalankan puasa mutih bangun sebelum adzan Subuh. Mereka membaca lembaran kertas putih pemberian Bayu. Setelah itu mereka makan nasi putih tanpa campuran apapun,lalu meminum air putih. Mereka ingin mencobanya.


Sedangkan Bayu tidak berangkat ke kampus,sebab tak ada mata kuliahnya.


Nampak Bayu memberi makan burung Beo.


" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.


" Assalam mu'alaikum...." ucap Beo.


" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Beo.


" Pinteeeer...." ucap Bayu.


" Jancook...."


" Weduuuss...." ucap Beo.


" Kampreeet...."


" Gara - gara teman - temanku,kamu nirukan dia...." ucap Bayu.


Selesai memberi makan,Bayu mengambil sebilah pedang untuk berlatih. Kemudian Bayu memggerakkan pedang dan juga badannya.


Gerakan Bayu awalnya biasa saja,perlahan bertambah cepat.


Selesai berlatih pedang,Bayu menyimpan kembali pedang tersebut ke tempat semula. Kemudian berjalan ke rumah.


" Bay..." suara Jalu tiba - tiba terdengar di telinga Bayu.


" Iya pakde.." ucap Bayu dalm hati sambil berjalan.


" Kowe lagi opo?" suara Jalu.


" Lagi jalan masuk kerumah pakde.." ucap Bayu dalam hati.


" Gak dolan kah?" suara Jalu.


" Engko sore dolan nang pesantren..." ucap Bayu dalam hati berjalan ke arah dapur.


" Aiiisshh..."


" Dolan kok nang pesantren..."


" Coba dolan nang pasar utowo nang sawah.." suara Jalu.


" Mau ngapain ke sana pakde?" ucap Bayu dalam hati sambil membuka kulkas untuk mengambil teh Kotak.


" Sopo ngerti ono wedok ayu..." suara Jalu.


" Jiangkreeek...."


" Oh iyo...Pesenannya Rahman..."ucap Bayu dalam hati teringat akan pesenanan Rahman. Sebab Bayu hanya menitipkan baju saja ke Paijo ketika akan pergi ke rumah pak Arif.


Bayu memgambil hapenya lalu mencari kontak Rahman,setelah dapat,ia pun menelpon.


Tuuut....Tuuuut....Tuuut....


" Assalam mu'alaikum Bayu..." suara Rahman.


" Wa'alaikum salam kang.. Maaf ganggu.." ucap Bayu.


" Gak ganggu kok... Ada apa Bay?" suara Rahman.


" Sampeyan di rumah apa lagi keluar?" ucap Bayu.


" Lagi di tempat kerja.." suara Rahman.


" Ooo... Kerja to... Kirain mancing..." ucap Bayu.


" Weee...Mau ngajak mancing kah...?" suara Rahman.


" He eh... Jika sampeyan gak sibuk..." ucap Bayu.


" Kapan? " suara Rahman.


" Hemm... Kalau sekarang sampeyan sibuk.."


" Besok aku gak tahu,biasanya istriku ngajakin jalan.." ucap Bayu.


" Sekarang aja gimana?" suara Rahman.


" Lah...Sampeyan kerja gitu..Masa ya di tinggal..." ucap Bayu.


" Kan aku bos di sini Bay...Jadi ya suka - suka aku lah...Mau kerja atau enggak.."


" Gimana?" suara Rahman.


" Iya seh...Kalau bos itu suka - suka...Mau kerja apa enggak... "


" Ayoo lah...Aku siapin dulu alat pancingku.." ucap Bayu.


" Okee... Kita ketemuan di mana Bay..?" suara Rahman.


" Di rumah sampeyan aja.." ucap Bayu.


" Oke kalau gitu.." suara Rahman.


"Assalam mua'laikum..."ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam.."suara rahman.


Bayu mematikan panggilan.lalu berjalan mencari Putri.


1 jam kemudian.


Bayu bersama Rahman dan para pengawal berada di dalam mobil. Mereka pergi menuju dermaga.


" Sudah SNI kah Bay?" ucap Rahman yang duduk di samping Bayu.


" SNI itu apa kang?" ucap Bayu.


" Sudah Nanya Istri.." ucap Rahman.


" Sudah...Oh iya..."


Bayu membuka tas panggulnya,lalu mengeluarkan 3 kotak berisi reel . Kemudian di berikan ke Rahman.


" Ini reel yang sampeyan pesan..." ucap Bayu.


" Aku mung guyon wae loh Bay..." ucap Rahman.


" Gakpapa... Itu asli dari Jepang..."


Rahman menerima pemberian Bayu.


" Produk baru,belum ada beredar pasaran indonesia..." ucap Bayu.


" Wuuuiih.... "


" Harganya berapa ini Bay..?" ucap Rahman


" Gak di jual..." ucap Bayu.


" Jancook...."


" Maksudnya di sana itu harganya berapa?" ucap Rahman.


" Hemm...Berapa ya..."


" Yang itu kalau gak salah 170 ribu Yen..Sisanya di bawah 170 ribu Yen." ucap Bayu.


" 1 Yen berapa rupiah Bay...?" ucap Rahman.


" Emboh...Aku bukan pegawai bank " ucap Bayu.


Rahman membuka kotak tersebut,lalu mengeluarkan reel pancing.


" Ini Reel Troling Bay...." ucap Rahman.


" Iya...Sampeyan belum punya kan?" ucap Bayu.


" Punya...Cuman kecil...Ini gede banget..."


" Bisa narik kapal selam..." ucap Rahman.


" Bisa narik Annisa ke pelaminan apa enggak kang?" ucap Bayu.


" Nah itu...Aku gak tahu...Semoga aja jodoh..." ucap Rahman.


" Amiin..."


" Kita beli udang di mana? ucap Bayu.


" Tempat langgananku.."


" Tadi aku sudah telpon...Untung masih ada.."


" Biasanya kalau sabtu sama minggu selalu kosong" ucap Rahman.


" Berarti banyak yang mancing ya.." ucap Bayu.

__ADS_1


" Iya Bay.."


" Oh iya... Ahmad kamu kasih baju gak Bay?" ucap Rahman.


" Ku titipkan ke bapaknya aja kang...Biar mereka yang ngasih..." ucap Bayu


2 Jam kemudian.


Bayu dan Rahman bersama 2 orang pengawal sudah berada di laut. Mereka sudah di titik biasa Rahman memancing.


Kapal yang di tumpangi mereka memiliki panjang 14 meter,lebar 2 meter. Menggunakan mesin 50 PK 2 unit.


2 pengawal yang bersama Bayu ikut memancing.


" Ini kapal berapa harganya kang?" ucap Bayu sambil memasang umpan lalu melempar ke depan.


" Gak ku jual..." ucap Rahman.


" Jancok.....Bales iki ceritane..." ucap Bayu.


" Murah aja kok,heemm... 425 juta..." ucap Rahman.


" Jangkreeek...Mahal banget.." ucap Bayu.


" Murah ini... Dari pada kapalmu...Hayoo.." ucap Rahman.


" Iya seh...." ucap Bayu.


Bayu merasakan umpannya di makan ikan,Bayu menarik jorannya.


" Straaaaiik...." ucap Bayu sambil menggulung.


Hape Bayu tiba - tiba berdering nada panggil.


" Asem...Sopo iki seng nelpon..." ucap Bayu dalam hati sambil berusaha menaikkan ikan yang tenggelam.


Setelah ikannya berhasil nampak di permukaan,pengawal bayu mengambil ikan tersebut dengan jaring.


Bayu mengambil hapenya untuk mengecek siapa yang menelpon dirinya.


" Clara..."


Bayu menelpon Clara.


Tuuuut.. Tuuut...Tuuut..


" Hallo assalam mu'alaikum pak Bayu. Maaf saya mengganggu.." suara Clara.


" Wa'alaikum salam...Gak seberapa ganggu kok bu...Ada apa bu..."


Bayu melihat joran satunya berderit dan melengkung.


" Pak tolong tarik pancingku...Di makan ikan tuh..." ucap Bayu.


Pengawal yang mendengar ucapan Bayu langsung sigap mengambil joran Bayu.


" Mas Bayu sedang mancing?" suara Clara.


" Iya bu...Habisnya saya suntuk di rumah.." ucap Bayu.


" Mas gak kuliah...?" suara Clara.


" Enggak...Lagi gak ada jam kuliah..Ada apa bu?" ucap Bayu.


Joran Bayu satunya tiba - tiba melengkung dan berderit,karena Bayu mengendori knop reelnya. Pengawal yang berada di dekat Bayu,dengan sigap mengambil dan menggulung senar,karena melihat Bayu masih menelpon.


" Besok mas ada acara apa enggak?" suara Clara.


" Gak tahu ya mbak..."


" Mungkin ke Cafe atau gak di rumah aja." ucap Bayu.


" Kalau gak ada acara,saya mau minta di temanin mas.." suara Clara.


" Temanin kemana mbak ?" ucap Bayu.


" Ke rumah teman jam 10.." suara Clara.


" Kebetulan...."


",Bimo kan lagi kesemsem sama Clara.." ucap Bayu dalam hati.


" Alamat apartemen mbak Clara ada di mana ?" ucap Bayu.


Clara memberi tahu alamat apartemennya.


" Mas bisa temanin saya?" suara Clara.


" Insya Allah... Dah dulu ya mbak...Saya mancing dulu...Assalam mua'alaikum. " ucap Bayu.


Bayu meletakkan hapenya,lalu memegang pancingannya untuk di pasang umpan.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat.


Bayu melihat jam tangannya.


" Dah Dzuhur...Shalat dulu lah.." ucap Bayu dalam hati.


" Pak...Tolong jagain pancingku sebentar ya...Aku mau shalat dulu.." ucap Bayu pada pengawal.


" Siap bos..." ucap pengawal.


Setelah wudhu,Bayu duduk di lantai kapal. Karena kondisi kapalnya bergoyang,jika ia berdiri takutnya gak khusuk.


20 menit kemudian.


Bayu selesai shalat dan mulai mancing kembali,di mulutnya terdapat Choki - choki.


" Kang...Gak shalat ta...?" ucap Bayu.


" Shalat lah...Aku nungguin kamu selesai..." ucap Rahman. Lalu masuk ke dalam kapal.


Bayu membuka box tempat ikan. Nampak 6 ekor ikan GT dan 4 ekor Kerapu.


" Alhamdulillah sudah dapat ikan..." ucap Bayu dalam hati.


1 jam kemudian tak ada patukan ikan.


" Pindah yuk Bay..." ucap Rahman.


" Pindah kemana?" ucap Bayu.


" Ke spot satunya..." ucap Rahman.


" Ayooo..." ucap Bayu.


****


Rumah Bayu.


Pukul 17.20.


Bayu sampai di rumah sambil meneteng tas berisi peralatan pancing. 2 orang pengawal membawa peti ikan.


" Assalam mu'laikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam " suara penghuni rumah.


Dewi datang menghampiri Bayu.


" Kebetulan.. "


" Mbak...Tolong taruh gudang ya..." ucap Bayu sambil menyerahkan tas peralatan mancing.


" Iya mas..." ucap Dewi sambil menerima.


" Suwun..." ucap Bayu lalu berjalan ke lantai 2.


Pukul 20.10.


Bayu bersama teman - temannya berkumpul. Namun kali ini Paijo tak ikut kumpul.


" Kang Paijo mana?" ucap Bayu.


" Pergi dia Bay...Kan malam minggu.." ucap Lukman.


" Ooo... Pergi..."


" Oh iya Bim..."


" Kamu mau gak temenanin Clara..." ucap Bayu.


" Heeeh....!!! Serius Bay...??" ucap Bimo tak percaya.


" Iya aku serius..Masa aku bohong seh..." ucap Bayu.


" Temanin kemana Bay?" ucap Bimo.


" Ke pelaminan..." ucap Bayu.


" Jancook... ".


" Tak kiro tenanan...Sekaline mung guyon.." ucap Bimo.


" Ini beneran Bimo...."

__ADS_1


" Dia itu minta temanin aku ke rumah temannya.. Tapi ku bilang insya Allah..."


" Mau gak...? Kalau gak mau ku telpon neh orangnya.." ucap Bayu.


" Mau...Mau...Mau Bay..." ucap Bimo kesenangan.


" Nah gitu dong...Buatin aku kopi dulu..." ucap Bayu.


" Siap Bos...." ucap Bimo. Lalu berdiri kemudian berjalan.


" Nanti kalau Claranya gak mau gimana Bay? " ucap Lukman.


" Itu urusan belakangan....Kan yang penting usaha dulu.."


Tiba - tiba hape Bayu berdering nada panggil,Bayu mengecek hapenya.


" Mbah Zhang..."


" Assalam mua'laikum mbah..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam... "


" Bayu..." suara Zhang.


" Iya mbah...Ada apa?" ucap Bayu.


" Apakah bisa menguasai ilmu itu tanpa puasa Bay?" suara Zhang.


" Gak bisa mbah...Syaratnya ya puasa..Kenapa mbah?" ucap Bayu.


" Lemes kakek Bayu...."


" Siang sampe sore...Rasanya pengen minum.."


" Belum lagi perut kakek keroncongan.." suara Zhang.


" Masa kalah sama Melisa mbah..." ucap Bayu.


" Melisa kan masih muda,kakek sudah tua Bayu.." suara Zhang.


" Mbah menyerah?" ucap Bayu.


" Kakek belom menyerah.."


" Untung tadi tidak ada rapat,jika ada.."


" Kakek gak seberapa fokus..." suara Zhang.


" Semua itu tergantung niat mbah..."


" Jika mbah benar - benar niat untuk mempelajarinya,maka mbah akan mudah untuk menjalaninya..." ucap Bayu.


Bimo datang sambil membawa segelas kopi,lalu di letakkan di depan Bayu.


" Ya sudah kalau gitu,ini kakek akan coba lagi.Jika kakek gak kuat,maka kakel sudahi saja.." suara Zhang.


" Iya mbah...Bayu gak maksa kok..." ucap Bayu.


" Assalam mu'alaikum..." suara Zhang.


" Wa'alaikum salam warah matullah.."


Bayu mematikan hapenya lalu melihat ke arah Bimo.


" Kowe duwe kelambi apik gak Bim?" ucap Bayu. ( Kamu punya baju bagus gak Bim)


" Punya dong... " ucap Bimo.


" Yo wes... Kalau belum punya nanti aku pinjamin bajunya Melisa.." ucap Bayu.


" Jancoook....Waaasssuu..." ucap Bimo.


" Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha..." Bayu,Lukman dan Daniel tertawa.


" Oh iya...Kamu dah lancar nyetir mobil kah Bim?" ucap Bayu.


" Alhamdulillah lancar Bay..." ucap Bimo.


" Sudah punya SIM?" ucap Bayu.


" Sudah...."


Bimo mengeluarkan dompetnya,lalu mengeluarkan SIMnya.


" Neh lihat..." ucap Bimo sambil menyodorkan kartu SIM ke Bayu.


" Syukurlah..."


" Besok pakai aja mobilku...Tapi jangan yang Lamborghini..." ucap Bayu.


" Serius Bay...?" ucap Bimo.


" Iya aku serius... 1 jam 10 juta.." ucap Bayu.


" Jancook..." ucap Bimo.


" Gak kok...Pakai aja Bim....gitu aja ngambek..."


" Nanti Claranya gak mau loh sama kamu.." ucap Bayu.


" Iyoo..Aku ngerti yen kowe mung guyon.." ucap Bimo.


Ke esokan harinya.


Malam hari pukul 20.10.


Balkon lantai 2.


Bayu seperti biasa berkumpul dengan teman - temannya. Ada Paijo,Lukman dan Daniel. Sedangkan Bimo belum muncul. Karena setelah berangkat menuju apartemen Clara,Bimo belum kembali.


" Bay...Kebo kok belum muncul ya...Nanti dia kenapa - kenapa lagi.." ucap Lukman seperti khawatir.


" Sebentar..."


Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Bimo


Tuuut....Tuuuut....Tuuut...


" Aku di jalan Bay bentar lagi sampai rumah," suara Bimo.


" Iya...Hati - hati..."


Panggilan terputus


" Kebo lagi di jalan " ucap Bayu.


" Syukurlah... Aku pikir dia patah hati,terus masuk ke kandang macan..." ucap Lukman.


20 menit kemudian.


Bayu melihat kebawah,ada sebuah mobil BMW miliknya yang di pinjam oleh Bimo.


" Itu Bimo.." ucap Bayu.


Ke 3 teman Bayu melihat ke bawah.


Nampak Bimo keluar dari mobil,lalu berjalan sambil bersiul - siul.


" Kok ceria sekali dia...?" ucap Paijo.


" Habis menang Togel..." ucap Lukman.


" Berapa yang keluar Man..?" ucap Paijo.


" 6128 kang..." ucap Lukman.


" Pantesan aja dia senang banget.." ucap Paijo.


Setelah itu mereka duduk kembali. Menunggu Bimo datang.


Bayu melihat Bimo berjalan ke arahnya.


" Tuh Bimo..." ucap Bayu lalu memegang gelas berisi kopi.


Tak hanya Bayu saja,Lukman,Paijo dan Daniel juga memegang gelas hendak meminum kopi.


Bimo duduk menghadap ke teman - temannya.


" Clara jadi pacarku...." ucap Bimo merasa senang.


Peeeffftttt..... Air kopi muncrat ke Bimo.


" JUANCOOOOK...." ucap Bimo.


" Seriusssss.....???" ucap Bayu dan teman - temannya serempak. Mereka kaget dan tak percaya.


" Kalau gak percaya ya sudah..."


" Aku ganti baju dulu...Teles kabeh gara - gara kalian muncratin kopi.." ucap Bimo lalu berdiri kemudian berjalan ke kamarnya.


" Jancook... Kok iso yoo Clara nyantol ke Bimo?" ucap Paijo heran.


" Emboh...Aku yo heran kok..." ucap Lukman.


" Mungkin jodohnya..." ucap Bayu.

__ADS_1


__ADS_2