
Setelah selesai shalat subuh.
Nampak Bayu menyiram lantai menggunakan sikat.Khalisa datang memakai baju lengan panjang,dan celana panjang yang terbuat dari kain katun dan tak lupa memakai jilbab membawa sabun rinso dan sikat lantai yang ada tangkainya.
Sedangkan Bayu memakai celana pendek,kaos oblong dan sandal jepitnya.Di mulutnya terselip Choki - choki.
Khalisa menaburkan sabun Rinso ke lantai. Bayu mengambil sikat lantai tersebut,kemudian menggosok lantai yang ada darahnya.
Bayu melepas choki - chokinya yang berada di mulutnya.
"Yank...Keluarin dong mobilnya..." ucap Bayu sambil menyikat,karena terhalang mobil toyota Yaris warna merah.
"Kan di sini saja yang kotor yank" ucap Khalisa.
"Nanti kecipratan yank,darah orang loh ini,bukan darah binatang..." ucap Bayu.
"Bentar sayang...aku ambil kunci dulu.." ucap Khalisa.
Khalisa masuk ke dalam untuk mengambil kunci mobil.
Tak lama kemudian Khalisa muncul lalu berjalan ke mobil.
Tit...Tiiiit...Suara mobil.
Halaman rumah Khalisa muat 2 mobil,
Khalisa mengeluarkan mobil ibunya.Setelah itu mengambil selang,lalu menyiram lantai yang sudah di sikat oleh Bayu.
"Mas..." ucap ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu mengimbangi panggilan Khalisa.
"Kita menikah di hari minggu gimana mas..?" ucap Khalisa.
"Adek gak sabaran ya..?" ucap Bayu.
"Iya..Kalau mas gak mau ya sudah..Nanti Adek pergi lagi.." ucap Khalisa.
"Eh...Jangaaaan...Iya iya...Hari minggu kita nikah.." ucap Bayu.
"Asem...Mau pergi lagi...Yang ada aku bisa gila...Juancookk.." ucap Bayu dalam hati.
"Mas kuliah di sini aja ya..." ucap Khalisa.
"Ngulang lagi donk mas dek..." ucap Bayu sambil membersikan lantai.
"Iya..Tapi kalau gak mau ya kita tinggal di Jogja,Adek ada tabungan 110 juta...Buat modal usaha mas.." ucap Khalisa.
"Kita aja lihat nanti dek...Mas bingung.." ucap Bayu.
Bayu memasukkan motornya ke dalam teras rumah untuk di cuci,karena terasnya sudah bersih dari darah.
Khalisa melihat plat kendaraan Bayu.
"Ini motornya siapa mas?" ucap Khalisa,karena plat motor Bayu bukan plat Jogja.
"Motor orang mas beli dek..." ucap Bayu sambil menyirami motornya yang kotor.
"Habis dong tabungannya mas" ucap Khalisa.
"Habis nyari lagi sayang....
"Di desa mas kerja jadi supir plus kuli angkut beras dek...
"Dari SMP hingga lulus SMA..Hasilnya mas tabung...
Bayu mematikan keran lalu menggulung selang, kemudian menaruhnya di dekat keran.
"Adek kuliah di jakarta ya..Soalnya mas di sana lagi buka usaha kecil - kecilan bareng teman - teman.." ucap Bayu mencoba merayu Khalisa agar mau kuliah di jakarta.
"Usaha apa mas?" ucap Khalisa.
"Hemm...Semacam Cafe...Tapi habis lebaran seh bukanya...
Nampak Khalisa berpikir.
"Tempatnya strategis,Bimo,Lukman dan Daniel ikut dalam usaha Cafe itu sayang..." ucap Bayu.
"Iya mas...Adek mau..." ucap Khalisa.
"Terima kasih sayang..." ucap Bayu merasa senang akhirnya Khalisa mau tinggal di jakarta.
Kemudian mereka masuk kedalam rumah. Khalisa tidak lagi memegang lengan Bayu seperti kemarin. Kini bersikap normal kembali seperti saat pacaran dulu.
Bayu mengambil tas lalu mengeluarkan kaos MU lengan panjang.
"Itu kaos MU kah mas?" ucap Khalisa melihat warna corak kaos tersebut tak asing baginya serta logonya.
"Iya dek..." ucap Bayu.
Khalisa mengambil kaos MU di tangan Bayu.
"Buat adek ya mas..." ucap Khalisa.
Lalu Khalisa memeriksa kain kaos tersebut.
"Iya...Tapi itu sudah mas pakai loh.." ucap Bayu.
"Gakpapa mas...Eh ini mas beli kaos MU di mana?" ucap Khalisa penasaran,sebab kainnya sangat bagus daripada yang di jual di pasar.
"Di kasih dek...Pas acara ganti nama mas..Kenapa emangnya dek" ucap Bayu.
"Kainnya bagus...Sepertinya ini kaos asli mas..." ucap Khalisa ,ia tahu mengenai jenis kain.Mana kain yang murahan,mana kain yang mahal.
"Ya gak tahu dek..." Bayu mengambil kaos satunya lagi,lalu celana panjang dan segitiganya.
Bayu berjalan ke arah kamar mandi.
"Mas mau mandi..?" ucap Khalisa.
"Iya dek...Biar seger..." ucap Bayu.
"Bentar mas...Adek ambil handuk dulu" ucap Khalisa lalu pergi untuk mengambil handuk.
Bayu melihat anak kecil memakai seragam sekolah bersama bu Intan.
"Ini adiknya Putri kah bu?" ucap Bayu penasaran.
"Iya sayang,namanya Wahid.." ucap bu Intan.
Bayu menghampiri Wahid lalu duduk jongkok.
"Gantengnya....Kelas berapa?." ucap Bayu.
"Kelas satu om..." ucap Wahid.
"Ini mas Bayu sayang,bukan om..." ucap bu Intan.
Khalisa datang membawa handuk lalu menaruh di pundak Bayu.
Bayu berdiri.
"Bayu mandi dulu ya bu..." ucap Bayu,lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Selesai mandi,Bayu melihat ibunya menaruh makanan di meja makan.Ia menghampiri ibunya.
"Ibu ke sini,mbah buyut tahu gak?" ucap Bayu lirih.
"Iya tahu sayang...." ucap Hana.
"Mamanya Putri mana bu..?" ucap Bayu.
"Mengantar Wahid sekolah sayang..." ucap Hana.
Tak lama kemudian Khalisa datang,ia memakai kaos MU milik Bayu,di padukan celana training. Tak memakai jilbab.
Mereka kemudian duduk untuk sarapan bersama.
"Adek masih nonton bola?" ucap Bayu.
"Masih mas....Kalau ketinggalan nonton Live,sakit tahu mas..." ucap Khalisa.
"Kirain sudah gak nonton lagi.." ucap Bayu.
Mereka kemudian sarapan.Selesai sarapan,Bayu memgangkutin peralatan makan kedapur,Khalisa yang mencuci.
Selesai mencuci piring bersama.Mereka duduk di ruang keluarga.
Khalisa duduk menyender tembok menempel dengan Bayu.
"Sayang gak kuliah?" ucap Bayu.
__ADS_1
"Gak mas...Pengen berduan sama mas." ucap Khalisa.
Hana menghampiri mereka lalu duduk di depan mereka.
"Ibu mau nanya ke kalian..
"Kalian mau nikahnya bulan apa?" ucap Hana.
"Minggu besok bu..." ucap Khalisa.
"Serius mau minggu besok?" ucap Hana.
"Iya bu...Dari pada Putri minggat lagi kalau gak di turuti." ucap Bayu.
"Di ramaikan atau enggak?" ucap Hana.
"Sederhana saja bu...Yang penting sah..Ya kan mas..?" ucap Khalisa.
"Iya dek...Rame - rame juga gakpapa kok" ucap Bayu.
"Kalau ramai - ramai gak cukup 100 juta mas...
"Yang sederhana saja bu.." ucap Khalisa.
"Ibu punya tabungan,nanti ibu akan bantu.." ucap Hana.
Hape Bayu berdering.
Bayu melihat ke hapenya yang diletakkan tak jauh dari.Kemudian mengambilnya.
Nampak panggilan dari Alvin.
"Halo kang..." ucap Bayu.
"Halo juga mas Bayu..." suara Alvin kini memanggil Bayu dengan sebutan mas,karena silsilah keluarga.
"Ono opo kang?" ucap Bayu.
"Mas masih di lampung?" suara Alvin.
"Iya...Siapa yang ngasih tahu kang?" ucap Bayu.
"Sandi...Semalam cerita ke aku...Oh iya...Sulis gimana mas?" suara Alvin.
"Hem...Aku gak bisa kang...Soalnya Sulis sudah ada yang punya..." ucap Bayu.
"Serius mas...?" suara Alvin.
"Gak ada gunanya aku bohong ke sampeyan..Kalau bisa sampeyan cari yang lain saja kang...Masih banyak kok wanita yang lebih baik dari Sulis..." ucap Bayu.
"Oh iya...Apakah kekasihmu tahu kalau kamu pacaran dengan keluarga Han..." suara Alvin.
"Aku gak ada bilang begitu loh kang,yang bilang dia sendiri...Jadi tanyakan dia saja kang..Jangan ke aku..." ucap Bayu.
"Iya juga seh..." suara Alvin.
"Lah iya...Yang ngaku - ngaku itu siapa? Bukan aku toh.."ucap Bayu.
"Ya sudah kalau gitu mas...Aku lanjut kerja lagi..Salam untuk Lisa..." suara Alvin.
"Iya kang..." ucap Bayu.
"Dia kenal Lisa rupanya..." ucap Bayu.
Panggilan berakhir.Bayu meletakkan hapenya.
"Sulis itu siapa mas?" ucap Khalisa.
"Temanku dek..." ucap Bayu.
"Ooo...Teman...Apakah dia naksir mas?" ucap Khalisa.
"Iya...Tapi itu dulu,sekarang dah enggak,karena mas cuekin saja..." ucap Bayu.
"Nak Putri kumpulkan Ktp,KK sama Ktp punya ibu,foto setengah badan ya ukuran 2 X 3." ucap Hana.
"Buat apa bu...?" ucap Khalisa.
"Katanya mau nikah dengan Awan...Gak jadi ya nak" ucap Hana.
"Ja...Jadi bu..." ucap Khalisa lalu berdiri dan berjalan untuk mengambil berkas.
"Nanti siang Malik dan teman - teman kesini,jadi sayang tidur saja...Jangan bergadang lagi.." ucap Hana.
"Iya bu.." ucap Bayu.
Hana sengaja memanggil pengawal keluarga Han untuk datang kesini,karena Bayu takut pada ancaman istri Agus,dan tak ingin Bayu bergadang setiap malam.
"Kalau bisa di tunda dulu punya anaknya sayang...Fokus dulu kuliah hingga selesai,Jangan lupa silaturahmi ke keluarga besar lainnya..." ucap Hana.
"Iya bu...Oh iya bu...Ayu gimana?" ucap Bayu.
"Nanti ibu akan bilang padanya secara langsung. setelah pak Adi kesini,ibu akan ke jakarta.." ucap Hana.
"Kalau Putri nanya soal pengawal gimana bu..?" ucap Bayu.
"Bilang saja itu Polisi yang menyamar sayang,agar pembunuh misterius itu gak muncul.." ucap Hana.
Tak lama kemudian Khalisa datang lalu duduk.
Khalisa menyerahkan apa yang di minta oleh Hana.
Hana memeriksanya.
"Oke cukup,sekarang sayang punya foto yang memakai setengah badan,kalau bisa pakai baju putih.." ucap Hana.
"Ada di kamar Bayu bu,di laci meja belajar.,foto kopi KTP juga ada...Kamar Bayu gak Bayu kunci bu.." ucap Bayu.
"Ya sudah...Nanti akan ada polisi yang menyamar datang kesini nak...Mereka akan berjaga,jika penyerang misterius itu datang lagi.." ucap Hana.
"Iya bu..." ucap Khalisa.
***
Pukul 14.30.
Khalisa sedang menoton tivi sambil berebah bersama Bayu,akan tetapi Bayu tertidur.
Khalisa melihat Bayu tidur kemudian memeluk Bayu dan memejamkan matanya.
Suara sirine mobil polisi terdengar,makin lama suara sirine itu terdengar nyaring hingga di depan rumah Khalisa.
Khalisa dan Bayu membuka mata karena memdengar suara sirine mobil Polisi.
Mereka kemudian Bangun,Hana berjalan ke depan rumah.
Khalisa memakai jilbab yang ia lepas tadi yang di letakkan di sampingnya.
"Kok ada polisi yank?" ucap Khalisa.
Di depan teras ada mobil Polisi dan 5 mobil Alparhd hitam.3 mobil Pajero Sport dan 2 moge polisi
"Gak tahu aku yank...Yuk kita lihat" ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan ke depan rumah.
"Mbah buyut...!!!???.." ucap Bayu kaget melihat Zhang Yong Han datang,ia pikir hanya pengawalnya saja.
Bayu mencium tangan Zhang,sedangkan Khalisa menangkupkan tangan.
"Pantesan saja kakek buyut cari tidak ketemu,rupanya di sini ta kamu Bay..." ucap kakek Zhang.
"Iya mbah buyut...Mari masuk mbah buyut..." ucap Bayu.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.
Khalisa nampak bingung apa yang terjadi.
"Apakah dia calonmu Bay?" ucap kakek Zhang.
"Iya mbah buyut,dia bernama Khalisa Putri Pertiwi.Cinta pertama Bayu yang telah lama hilang.." ucap Bayu.
"Cantik....
"Namaku Zhang Yong Han...Aku adalah kakek buyut calon suamimu..." ucap kakek Zhang.
"Apaaa...!!!??? Khalisa terkejut.Lalu menoleh ke Bayu.
"Iya nak...Pak Zhang Yong Han adalah Kakek kandung ibu,jadi...Dia adalah kakek buyut Bayu.." ucap Hana.
Khalisa kemudian berdiri kemudian sungkem pada Zhang.Ia pikir orang tua yang datang itu orang asing.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali,pantesan saja Bayu selalu merindukanmu..." ucap kakek Zhang.
"Kakek buyut bisa saja..." ucap Khalisa lalu kembali ke tempat duduk semula.
Hana berdiri lalu ke dalam untuk membuat minuman.
"Kakek buyut pikir,kamu gak akan kembali Bay...Kakek pusing bila kamu pergi..." ucap Kakek Zhang.
"Ya maaf mbah...Bayu pergi mencari kekekasih Bayu...
"Tuhan mengabulkan do'a Bayu..." ucap Bayu.
"Jodoh emang gak kemana...Oh iya..Khalisa kuliah atau kerja?" ucap Zhang.
"Kuliah kek..." ucap Khalisa.
"Kakek buyut dengar,kalian mau menikah,apa itu benar?" ucap Zhang.
"Benar mbah buyut.." ucap Bayu.
"Benar kek..." ucap Khalisa.
Muncul Hinata dan Melisa di pintu. Mereka memakai seragam sekolah. kemudian berjalan ke arah Bayu.
Bayu berdiri,lalu Melisa dan Hinata memeluk Bayu.
"Eh....!!!??? Khalisa terkejut melihat 2 cewek datang dan memeluk Bayu.Salah satunya memakai jilbab
"Kak Bayu kemana saja...Mel kangen tahu.." ucap Melisa sambil menangis.
"Maaf ya mel...Kakak pergi gak bilang - bilang.." ucap Bayu.
"Bayu san...Jangan pergi lagi..." ucap Hinata juga menangis.
"Iya iya...Maaf ya Ayu san..Aku gak akan pergi lagi kok...
"Jangan nangis donk..." ucap Bayu.
Nampak Khalisa bingung,apa yang sebenarnya terjadi.
Hana muncul membawa segelas teh,lalu ia kaget melihat ada Melisa dan Hinata sedang memeluk Bayu.
"Assalam mua'laikum..."Suara Lukman
"Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan Hana.
Muncul Lukman,Daniel,Bimo dan Paijo.
"Jiangkreek...." ucap Bayu.
"Layakno di golek'i mubeng - mubemg nang jakarta ora ono,jebule nang Lampung.. wedhuuss....Juancook.." ucap Daniel.(Pantesan di cari mutar - mutar di jakarta tidak ada.Ternyata di Lampung)
"Cempe......Kudaniel...Kebo..!!!!." ucap Khalisa tak percaya melihat mereka lagi,sebab muka mereka hampir mirip saat terakhir berpisah.
"Kowe sopo?" ucap Bimo tak mengenali wajah Khalisa memakai jilbab.
Khalisa berdiri.
"Aku Putri.." ucap Khalisa.
"Juancoook....." ucap mereka bertiga kaget.Sebab Putri yang ia kenal tak memakai jilbab.
Mereka kemudian bersalaman.
"Kakek sama siapa saja kesini?" ucap Hana penasaran.Sebab yang ia lihat hanya Zhang saja tadi yang keluar mobil,ia pikir selebihnya adalah pengawal.
"Sekampung Hana.." ucap Zhang.
"APAAA....!!!?? Hana terkejut.Ia pikir seluruh keluarga besar Han datang.
"Mereka juga ingin lihat Bayu,soalnya mereka juga ikut mencari Bayu.." ucap Zhang.
"Kek...Ini rumahnya kecil,mana muat jika mereka masuk dalam rumah ini." ucap Hana.
"Gampang...Kita sewa gedung saja..." ucap Zhang dengan entengnya.
Lalu Jien Li,Mei Lien masuk kedalam rumah.
Hana menghampiri Zhang lalu menarik kupingnya.
"Sakit Na......" ucap Zhang.
"Biarin...Sudah tahu rumah ini kecil...Malah di bawa semua kesini..." ucap Hana.
"Maaf...Maaf..Bercanda...Hanya mereka saja yang kakek bawa." ucap Zhang.
Hana melepas jewerannya.
Mei Lien menghampiri Bayu lalu memeluknya.
"Maafkan aku Bay...Aku janji gak akan mengulangi lagi..." ucap Mei Lien. Air mata Mei Lien keluar.
Bayu membalas pelukannya Mei Lien..
"Iya aku maafin bulek..." ucap Bayu.
"Terima kasih..." ucap Mei Lien.Lalu mencium pipi kanan dan kiri Bayu.
Bayu mencium tangan kekek Jien Li
"Mas....Sumpah...Adek bingung ...Mereka semua ini siapa? yang adek kenal hanya Lukman,Daniel dan Bimo saja mas..." ucap Khalisa.
Bayu menghampiri Khalisa.
"Ini Kakek Jien Li Han,adiknya kakek kandungku yank,lalu yang barusan memelukku namanya bibi Mei Lien Han putri dari kakek Jien Li
"Terus yang pakai seragam sekolah itu..Melisa Fei Han...Adik sepupu,terus yang berjilbab itu Ayu,yang tadi malam ibu ceritakan.
Khalisa memandang Ayu dari atas kebawah.
"Dan ini kang Paijo..temanku tapi beda angkatan.." ucap Bayu.
"Mereka semua keluarga Han mas?" ucap Khalisa memastikan,sebab akhirannya memakai kata Han.
"Iya... Nama asli mas Muhammad Bayu Samudera Han..Mas juga keluarga Han..." ucap Bayu.
"Bayu...Kakek buyut mau nanya... Kamu nikahnya bersama Hinata sekalian atau Putri duluan?
"Jika barengan maka Kakek buyut akan mengundang ayah Hinata kemari..." ucap Zhang.
Bayu mendatangi Hinata.
Hinata menundukkan kepalanya saat Bayu mendekat.
"Jika Bayu san menikah duluan dengan Putri...Tak apa - apa.." ucap Hinata.
Khalisa mendekati Hinata,lalu memeluknya.
Bu Intan muncul di pintu bersama Wahid.
"Assalam mu'alaikum..." ucap bu Intan.
"Wa'alailum salam..." ucap mereka yang ada di dalam ruang tamu.
"Ada tamu sekalinya..." ucap bu Intan.
"Maaf ya bu....Saya membuat rumah ibu jadi ramai.." ucap Zhang.
"Ya gakpapa pak...Tapi maaf sebelumnya...Bapak ini siapa dan ada perlu apa? mengapa ada polisi di depan rumah saya.?" ucap bu Intan heran dan oenasaran,sebab baru pertama bertemu.
"Nama saya Zhang Yong Han..
"Saya adalah kakek kandung Hana..." ucap Zhang.
"Owalah ..Kakeknya mbak Hana..Saya Intan,ibunya Putri." ucap bu Intan lalu mendekati Zhang untuk bersalaman,lalu bersalaman ke yang lain sambil berkenalan. Ketika bersalaman dengan Ayu,ia memeluknya.
Paijo dan yang lain pindah ke ruang keluarga.Di ruang tamu hanya Hana,Intan,Wahid,,Zhang,Bayu, Khalisa dan Hinata.
"Bayu...Apakah kamu sudah memutuskannya?"
Bayu terdiam sambil berpikir. Karena setahun lagi Hinata lulus sekolah.
" Jika Ayu menikah,dia masih bisa bersekolah,asal jangan hamil duluan sebelum lulus..." ucap Zhang.
"Mas... Adek mau menikah bareng sama Ayu.." ucap Khalisa.
"Saya ingin menikah bersama mbah buyut.." ucap Bayu.
"Baiklah...Saya Zhang Yong Han mewakili cicit saya yang bernama Muhammad Bayu Samudra Han melamar anak ibu yang bernama Khalisa Putri Pertiwi.." ucap Zhang.
"Saya Intan Rahayu Pertiwi ibu dari Khalisa Putri Pertiwi....
__ADS_1