SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGUBURKAN JENAZAH ORANG TUA ANGKAT.


__ADS_3

"Barapa biayanya doker..." ucap Bayu.


" Tidak perlu...."


" Aku mengenal paman Anming..."


" Apakah kamu putranya...?" ucap dokter.


" Iya dokter...Aku putranya.." ucap Bayu.


" Siapa namamu?" ucap dokter.


" Jiang paman..." ucap Bayu.


" Makanan apa yang kalian makan?" ucap dokter.


" Ikan dan nasi..." ucap Bayu.


Dokter itu lantas memeriksa dapur. Ia mendapati ikan bakar yang masih utuh.


Lalu mengambil sebagian untuk sampel.


Ia juga mengambil minuman lalu di taruh ke dalam wadah kecil. Lalu pergi ke sumur. Ia tahu letak sumur itu karena sebelumnya pernah berkunjung ke rumah Anming. Setelah sampai,ia mengambil sampel air sumur. Dan mengambil sampel air di dalam gentong yang terbuat dari tanah liat.


" Zhouzu...." suara Shoutang dari luar.


Zhouzu lantas keluar rumah menemui Shoutang.


Dokter itu menemui Bayu setelah mengambil sampel.


" Aku akan memeriksa makanan dan minuman ini..."


" Aku akan kembali jika sudah memgetahui hasilnya..." ucap dokter.


" Iya paman..." ucap Bayu.


Dokter itu pergi meninggalkan rumah Anming.


Bayu menatap Anming dan Xoulang yang terbaring lemah tak berdaya. Makin hari kondisinya memprihatinkan.


" Mengapa mereka bisa keracunan?"


" Aku makan dan minum sama seperti mereka..?"


" Tapi...Kenapa aku tidak ikut keracunan?"


" Siapa yang melakukan ini pada keluargaku.."


" Hem....."


" Besok aku akan membawanya kerumah sakit setelah pulang dari pasar" ucap Bayu dalam hati.


2 jam kemudian.


Anming dan Xoulang menghembuskan nafas terakhirnya.


Bayu yang selesai shalat menghampiri orang tua angkatnya. Ia mengambil obat di samping Anming.


" Ayah...Minum obat dulu.."


Bayu memegang leher Anming,lalu mengangkatnya.


Tak ada reaksi dari Anming saat Bayu menyodorkan obat kemulut Anming.


" Ayah....Ini obatnya.."


" Ayah....." ucap Bayu.


Bayu menggerak - gerakan tangan Anming.


Agar ayah angkatnya bangun. Namun ayah angkatnya tak kunjung bangun. Mukanya membiru,karena racun di dalam tubuhnya menggerogoti organ tubuh Anming.


Bayu meletakkan kembali tuh Anming. Kemudian beralih ke Xoulang.


Xoulang sama seperti Anming. Bayu melihat tak ada respon saat Bayu memanggil dan menggoyangkan tubuhnya. Lalu Bayu meletakkan kembali tubuh Xoulang.


" Mengapa mereka tidak bangun..."


" Hemm...Tunggu besok sajalah.."


" Mungkin mereka akan bangun.." ucap Bayu dalam hati.


Kesokan harinya.


Setelah Bayu mencari ikan dan memasak.


Bayu menghampiri Anming.


" Ayah...Makan .."


" Ini Jiang buatkan ikan bakar..." ucap Bayu.


Bayu mengangkat tubuh Anming. Namun ia merasakan tak seperti tadi malam. Tubuh Anming mengeras.Wajahnya pucat.


" Kenapa tubuhnya mengeras begini..." ucap Bayu dalam hati heran,akan keadaan tubuh Anming.


Lalu Bayu beralih ke Xoulang. Kondisinya juga sama.


Bayu memutuskan untuk pergi kepasar dulu untuk menjual ikannya,jika terlalu lama,maka takut ikan itu akan busuk.


Bayu mengangkat bambu yang ada ikannya sudah ia ikan,lalu berjalan kaki menuju pasar.


Setiba di pasar,seperti biasa Bayu menjajakan ikannya. Ia menawarkan kepada orang - orang yang berlalu lalang.


Para pelanggan setia datang menghampiri Bayu untuk membeli ikan.


" Apakah ayahmu masih sakit?" ucap seorang ibu - ibu yang sudah terbiasa membeli ikan milik Bayu.


" Iya bibi...Tadi pagi aku coba beri makan,tubuhnya susah di gerakin..." ucap Bayu.


" Bawa saja ke rumah sakit...Tapi rumah sakit itu sangat jauh dari sini.." ucap ibu itu.


" Iya bi...Terima kasih atas sarannya..." ucap Bayu.


Bayu tak melihat Zhouzu.


" Tumben gak datang...Biasanya hari ini dia jualan..." ucap Bayu dalam hati.


Satu persatu datang memghampiri Bayu untuk membeli ikan.


Seorang pria menghampiri Bayu,pria itu adalah dokter yang datang kemarin sore.


" Jiang...." ucap dokter.


" Iya paman..." ucap Bayu.


" Bagaimana kondisi ayah dan ibumu?" ucap dokter.


" Tidak bisa di gerakkan dokter..." ucap Bayu.


" Tidak bisa di gerakkan?" ucap dokter.


" Iya...Semalam bisa di gerakin,Namun tadi pagi tidak bisa. Lalu tubuhnya dingin.." ucap Bayu.


" Apakah dia tidak tahu,jika kondisi seperti itu sudah mati.." ucap dokter dalam hati.


" Ayoo kita pergi kerumahmu.." ucap fokter untuk memastikan,apakah Anming dan istrinya telah tewas.


" Iya paman.." ucap Bayu.


Bayu melihat ikannya tersisa 4 ekor. Lalu merapikan dagangannya. Kemudian mereka pergi kerumah Anming.


Bayu naik sepeda motor milik dokter menuju rumah Anming.


Setelah sampai di depan jalan setapak,mereka turun.


Bayu dan dokter itu melanjutkan perjalanan berjalan kaki .


Bayu melihat seorang pria berada di dekat rumah Anming memegang sebuah jerigen. Wajahnya tidak kelihatan,hanya punggung saja. Kemudian Bayu meletakkan bambunya,dan berlari ke orang tersebut.Karena merasakan pria itu melakukan sesuatu pada rumah orang tua angkatnya.

__ADS_1


Di saat pria itu hendak menyalakan korek,Bayu memegang tangan pria itu.


" Kutang....Apa yang kamu lakukan?" ucap Bayu mengenali pria itu.


Ehhh.....!!!??? Shoutang terkejut,aksinya ketahuan oleh Bayu.


Shoutang hendak melepaskan cengkraman tangan Bayu,namun tak bisa.


Bayu mencium aroma bensin di dinding rumah Anming.


" Kamu mau bakar rumah ini?" ucap Bayu mencengkram kuat tangan Shoutang.


" Ti...Ti...Tidak...." ucap Shoutang berbohonng


"Aaaaakkhhhh.... Shoutang merintih kesakitan karena tangannya di cengkram kuat oleh Bayu.


" Bohoong...." ucap Bayu lalu melayangkan pukulan ke wajah Shoutang.


Buuugghhhh.....


Gigi Shoutang terlepas lalu keluar dari mulutnya,ia merasakan pukulan Jiang sangat keras dan kuat.


Buuuggghhh.....


Buuugghhh.....


Bayu menghentikan aksinya.


Nampak mulut Shoutang mengeluarkan darah.


Bayu mengambil tali lalu mengikat Shoutang agar tidak kabur.


Dokter menghampiri Bayu.


" Jiang....Kenapa dia ?" ucap dokter.


" Dia mau membakar rumah aku.." ucap Bayu sambil mengikat. Kemudian Bayu mengikat Shoutang di pohon.


Dokter masuk ke dalam rumah untuk memeriksa keadaan Anming dan istrinya.


" Jika kamu lari... Aku akan bunuh kamu.." ucap Bayu lalu masuk ke dalam rumah.


" Jiang.... Ayah dan ibumu telah tiada.." ucap dokter.


" Maksud paman apa? " ucap Bayu.


" Ayah dan ibumu mati..." ucap dokter.


Bayu menghampiri Anming.


" Ayah...Benarkah ayah mati...?" ucap Bayu sambil menggoyangkan tubuh Anming.


Dokter memghampiri Bayu.


" Letakkan jarimu di hidungnya.."


Bayu melakukan apa yang di suruh dokter itu.


" Apakah kamu merasakan nafasnya..?" ucap dokter.


" Tidak paman..." ucap Bayu.


" Pegang pergelangan tangannya seperti ini..." ucap Dokter lalu memegang pergelangan Bayu untuk memberikan contoh.


Bayu mempraktekkan ke Anming.


" Dingin..." ucap Bayu.


" Apakah kamu merasakan denyut nadinya?" ucap dokter.


" Tidak paman..." ucap Bayu.


" Jika tidak merasakan nafas dan denyut nadi,maka orang itu telah mati Jiang.." ucap dokter.


" Apakah paman sudah tahu kenapa ayah dan ibuku mati?" ucap Bayu.


" Iya... Di dalam gentong,air itu mengandung racun,juga air minum yang kamu minum itu ada racunnya.." ucap dokter.


" Aku tahu siapa yang meletakkan racun itu paman..." ucap Bayu.


" Siapa yang melakukannya..." ucap dokter.


" Kutang..." ucap Bayu.


" Kutang.. ???" ucap dokter.


" Dia berada di luar.. Sudah aku ikat..."


Bayu mengambil teko air minum,lalu membawa keluar. Dokter itu mengikuti Bayu.


Bayu menghampiri Shoutang yang terikat di pohon.


" Kamu minum air ini..." ucap Bayu.


" Tidak...Aku tidak mau..." ucap Shoutang.


Shoutang telah menaruh racun ke dalam teko air itu,namun ia kembali lagi,untuk membakar rumah Jiang.


" Minumlah...Kutang" ucap Bayu.


" Aku tidak mau..." ucap Shoutang.


" Jika kamu minum..Aku akan melepaskanmu.." ucap Bayu.


" Tidak....Aku tidak mau..." ucap Shoutang. Ia takut jika minum air itu,dirinya akan tewas karena dosis racun yang ia tabur sangat banyak.


Lalu Bayu membuka paksa mulut Shoutang,lalu menuangkan air ke mulut Shoutang.


Sebagian air terminum,sebagian keluar dari mulut Shoutang.


Dokter itu diam saja memperhatikan.


" Apa kamu takut air ini ada racunnya..?" ucap Bayu.


Bayu meminum air itu.


" Sial...Aku dan dia akan mati.." ucap Shoutang dalam hati.


Bayu membuka mulut Shoutang lagi,lalu menuangkan air itu ke mulut Shoutang.


Kemudian Bayu juga meminum air itu.


Hingga air itu habis tak tersisa.


" Tunggu di sini..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah gentong air.


Dokter itu diam memperhatikan Shoutang,lalu tak lama kemudian mulut Shoutang mengeluarkan busa.


" Eh....!!!??? Dokter itu terkejut melihat pemuda yang di ikat oleh Jiang mengeluarkan busa.


Kemudian Bayu muncul setelah mengisi teko itu dengan air di gentong.


" Kenapa dia paman..." ucap Bayu.


Shoutang kejang - kejang lalu tak lama tidak bergerak.


Dokter melihat ke Bayu lalu ke pemuda yang terikat.


" Ba...Ba...Bagaiamana ini bisa terjadi...?"


" Mengapa Jiang tidak kenapa - kenapa..?" ucap dokter itu dalam hati.


" Dia keracunan..." ucap dokter.


" Jangan bohong paman...?" ucap Bayu tidak percaya.


" Yang aku katakan adalah kejujuran..."

__ADS_1


" Tapi...Kenapa kamu tidak apa - apa Jiang?" ucap dokter itu heran.


" Paman mau minum air ini?" ucap Bayu menyodorkan tekonya.


" Tidak...Tidak...Aku tidak mau..." ucap dokter.


Lalu dokter itu menghubungi polisi memakai hapenya.


Bayu masuk ke dalam rumah untuk melihat kedua orang tua angkatnya.


10 menit kemudian.


Polisi datang kerumah itu. Lalu dokter menceritakan kejadian yang menimpa keluarga Jiang dan juga menceritakan pemuda yang bernama kutang.


Awalnya polisi tak percaya,karena itu di luar nalar. Lalu polisi itu mendatangi Bayu.


" Apakah kamu Jiang..?" ucap polisi.


" Iya paman...Ada apa?" ucap Bayu.


" Mengapa kamu tidak keracunan,sedangkan Kutang mati keracunan." ucap polisi.


" Aku tidak tahu paman...Paman mau mencobanya?" ucap Bayu.


" Tidak...Aku tidak mau mati keracunan..." ucap polisi.


" Yang benar saja,mana ada orang yang berani minum racun kecuali orang depresi.." ucap polisi dalam hati.


Akhirnya,jasad tubuh Anming dan Xoulang di bawa rumah duka oleh dokter untuk di kremasi. Sementara jasad Shoutang di bawa kerumah keluarganya bebekal informasi dari dompet Shoutang.


Keluarga Shoutang terkejut melihat Shoutang telah tewas,mereka menanyakan sebab kematian anaknya. Polisi itu memberi tahu dari keterangan dokter yang memeriksa Anming. Namun mereka tak percaya.


***


Di rumah duka.


Bayu duduk bersama dokter.


" Apakah kamu sebelumnya pernah sekolah?" ucap dokter. Sebab ia melihat Bayu seperti tidak pernah sekolah,Anming dan Xoulang telah mati saja tidak tahu.


" Heemm...Tidak pernah paman.."


" Aku hanya belajar bersama Zhouzu aja.." ucap Bayu.


" Pantas saja dia tidak tahu,rupanya dia tidak pernah sekolah.." ucap dokter salam hati.


" Apakah kamu mau sekolah?" ucap dokter.


" Mau...Tapi..."


" Apakah sekolah itu pakai uang paman?" ucap Bayu.


" Tentu saja pakai uang..." ucap dokter.


" Aku tidak mau paman....Uangku masih sedikit.." ucap Bayu.


" Berapa yang kamu miliki?" ucap dokter.


" Hanya 3.420 paman..." ucap Bayu.


" Itu cukup untuk kamu sekolah..."


" Oh iya... Apakah paman boleh ambil darahmu..?" ucap dokter.


" Untuk apa paman?" ucap Bayu.


" Paman penasaran,mengapa kamu tidak keracunan..." ucap dokter.


" Ambil aja paman.." ucap Bayu.


Dokter itu mengambil tasnya berisi peralatan prakteknya. Kemudian dokter itu menusukkan jarum ke tangan Bayu.


Jarum itu tak bisa menembus kulit Bayu.Malah jarum itu jadi bengkok.


" Aneh....Kenapa jarumku tidak menembus kulitnya,dan jarumku jadi bengkok.." ucap dokter dalam hati,lantas ia mengganti jarum lainnya. Ia mengira jarumnya telah tumpul.


Begitu dokter itu menusukkan jarum yang baru. Hasilnya tetap sama,tak bisa menembus kuli Bayu. Jarum suntik itu juga jadi bengkok.


" Apakah dia manusia super...?"


" Racun dan jarum tidak mempan padanya.." ucap dokter dalam hati,lalu menyimpan kembali peralatannya.


" Sudahkah paman?" ucap Bayu.


" Sudah...Kulitmu tidak bisa di tembus jarumku.." ucap dokter.


Tiba - tiba muncul seorang pria menghampiri mereka.


" Tubuh Anming dan Xoulang tetap utuh..." ucap pria itu.


Dokter itu berdiri dan terkejut.


" Apa kamu serius?" ucap dokter.


" Iya...Aku tidak main - main..." ucap pria itu.


Lantas dokter dan pria itu berjalan ke arah tempat di mana proses pembakaran mayat.


Bayu mengikuti mereka berdua.


Dokter itu melihat tubuh Anming dan Xoulang tetap utuh.


" Apa yang kalian lakukan pada ayah dan ibuku?" ucap Bayu.


" Kami sedang membakar tubuh orang tuamu...Tapi gagal..Karena masih utuh.." ucap pria itu.


" APAAAAA.....!!!!??" teriak Bayu terkejut.


" Aneh...Kejadian ini sungguh aneh.."


" Jiang tahan racun dan kulitnya tidak bisa ditembus oleh jarumku,lalu Anming dan Xoulang tidak bisa di bakar...Apakah mereka memiliki kekuatan di atas manusia normal." ucap dokter dalam hati.


" Jangan di bakar... Aku ingin ke dua orang tuaku di kubur saja..." ucap Bayu spontan terucap di mulutnya.


" Apakah kamu yakin?" ucap pria itu.


" Iya...Yakin..."ucap Bayu.


Akhirnya mereka menyerahkan kembali jasad Anming dan Xoulang ke Bayu.


Bayu bersama dokter dan pihak rumah duka mengantar jasah ke dua orang tua Bayu ke kuburan.


Setelah sampai di kuburan,mereka meletakkan 2 peti mati itu dalam satu lobang.


" Jiang...Benda apa yang hendak kamu kirimkan ke orang tuamu di surga..?" ucap dokter.


" Emang bisa ya paman?" ucap Bayu.


" Bisa...Apa yang mau kamu kirimkan?" ucap dokter.


" Paman saja gimana?"


" Agar ayah dan ibuku bisa sembuh di surga sana.." ucap Bayu.


" Kurang ajar ini orang...Bagaimana bisa aku yang masih hidup begini di kubur hidup - hidup.." ucap dokter dalam hati.


" Gak bisa Jiang...Harus benda...Bisa gelang,kalung,uang,sepeda..." ucap dokter.


Bayu melihat jam tangannya.


" Jika jam tangan,aku gak bisa lihat waktu.."


Kemudian Bayu melihat cincin yang bermahkotakan batu Merah Delimanya.


" Cincin..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melepas cincinnya.


Dan

__ADS_1


....BERSAMBUNG.....


__ADS_2