SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
CINTYA MENGETAHUI IDENTITAS BAYU


__ADS_3

Pukul 21.20


Di sebuah kamar hotel.


Bayu perlahan membuka matanya,lalu terbangun. Ia melihat jam tangannya,


"Jancook.....Dah malam sekalinya...


Bayu turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi.


Selesai Mandi,Bayu mengecas hape Nokia dan samsungnya,lalu shalat jamak.


Selesai shalat,bayu berdo'a agar di ampuni dosa - dosanya apa yang ia lakukan.Selesai berdoa,Bayu membuka tasnya untuk mengisi perutnya yang lapar.


Bayu memgambil hapenya lalu menyalakan.


Nampak puluhan pesan masuk ke hape Nokianya.


Sedangkan di hape samsung tak ada pesan,karena Bayu belum ada memberi tahukan kepada orang lain termasuk ibunya.


Bayu menelpon ibunya.


Tuuut....Tuuuut....Tuuut...


"Sayang...Kamu di mana? kenapa gak ada memberi kabar ke ibu?" suara Hana khawatir.


"Bayu baik - baik saja bu... Maaf bu... Bayu tak memberi kabar. Bayu mendadak ada keperluan bu.." ucap Bayu.


"Katakan pada ibu...Apa yang sebenarnya terjadi..Dan sayang ada di mana?." suara Hana. Hana berkata seperti itu karena melihat Bayu berubah sikap,tak biasanya Bayu pergi tanpa kabar. Baiasanya Bayu selalu memberi tahu pada Hana kemanapun Bayu pergi.


"Sepertinya Mei Lien belum ada cerita ke ibu" ucap Bayu dalam hati.


"Bayu lagi ada urusan bu... Nanti kalau urusannya dah selesai,baru Bayu pulang bu.." ucap Bayu.


"Urusan apa sayang...Apakah Mei Lien berbuat yang tidak - tidak padamu? Karena Ibu mendapat laporan dari pengawal.. Sayang pergi malam - malam dan tak mau di kawal.Lalu pengawal yang mengikuti sayang kehilangan jejak.." suara Hana.


"Sial...Apa yang harus aku katakan,jika jujur..Mei Lien akan di usir dari keluarga Han." ucap Bayu dalam hati. Lalu Bayu memiliki sebuah ide.


"Bayu tak ingin di kawal bu.....


"Bu..Hape Bayu lobet bu...Nanti Bayu kabarin lagi..Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu


"Tunggu dulu sayang.Sayang ada di mana...Biar ibu kesana..." suara Hana.


Bayu tak menjawab,ia membuka penutup batrei melepaskan batreinya.


Hapenya mati.


Kemudian Bayu memasang kembali batreinya.


"Selamet....


"Untung aku bisa ngeles...


"Jika tadi gak kepikiran batre lobet.. Bisa gawat..


"Masa iya aku bilang bahwa aku habis gituan sama Mei Lien. Habislah Mei Lien di omelin sama ibu. Lalu mbah buyut akan mengusir dari keluarga Han..." ucap Bayu.


Bayu tak ingin Mei Lien di usir dari keluarganya karena melakukan hal tak terpuji terhadap dirinya.


Bayu mengecas kembali hapenya biar terisi penuh batreinya,lalu mengambil Teh kotak,rokok dan korek. Bayu berjalan ke arah jendela,kemudian membukanya.


Nampak pemandangan bangunan dan jalan raya. Kendaraan berseliweran melewati jalan tersebut.


Bayu menyalakan rokok tersebut sambil memikirkan akan pergi kemana,karena Bayu baru kali ini pergi dari rumah tanpa tujuan yang pasti. Ia hanya menghindari masalah agar Mei Lien tak lagi melakukan itu padanya.


Huuufftt....Asap rokok keluar dari mulut dan hidung Bayu.


"Kemana ya......Hem..


"Pulang kampung.


"Nanti pengawal Han kesana jika aku ke Jogja...


Bayu berpikir keras mau pergi kemana.


"Jancoook...Malah mumet aku...


Bayu sebenarnya lebih suka tinggal di desa dari pada tinggal di kota. Bebas pergi kemana saja tanpa di kawal.


Huuuuffttt.... Asap keluar dari mulut dan hidung Bayu.


"Apa aku ke kediri saja ya...


"Tapi...


"Aku gak punya saudara di sana...


Bayu berjalan ke arah hape yang di casnya,lalu mencabut charger di hape samsung. Bayu kembali jalan ke arah jendela.


Nampak Bayu membuka aplikasi Maps.


"Hem.... Di sini ada pasar rupanya...


"Besok ke pasar ah... Beli baju sama celana..


Sebab Bayu hanya membawa 1 kaos saja di dalam tas.


Bayu membuka FBnya.


Ada pemberitahuan masuk,lalu Bayu mengeceknya.


Nampak sahabat Bayu pada ngetik di kolom Statusnya yang dulu ia pasang. Sebab Bayu jarang tulis status.


FB bayu bernama Awan Mencari Cinta,fotonya memakai kalung tempurung kelapa yang berbentuk hati.


Bayu tak membalas komenan teman - temannya,akan tetapi menulis status


'AKU LAGI BERKELANA MENCARI KITAB SUCI.


JANGAN MENCARIKU,AKU PASTI AKAN KEMBALI.


Bayu menutup aplikasi tersebut.


Lalu memutuskan untuk keluar mencari makan,karena cemilannya tak sanggup membuat perutnya kenyang.


Bayu menutup jendela tak lupa menguncinya. Lalu mengambil hape yang di cas,kemudian di masukkan dalam tas.


Bayu keluar dari kamar hotel menuju parkiran,setelah sampai ia membuka gembok rantai tersebut,lalu memasukkan dalam bagasi motornya. Ia menyalakan mesin montornya lalu menjalankan motor tersebut.


"Masih rame juga di sini ya....


Bayu melihat ada warung pecel ayam,lalu Bayu menepikan motornya di dekat warung tersebut.


"Pak... Pesan pesan pecel ayam yang paha ya pak" ucap Bayu.


"Minumnya apa mas.." ucap penjual.


"Teh hangat saja pak.." ucap Bayu.


Bayu memgambil hape samsungnya,lalu membuka permainan sembari menunggu pesanannya jadi.


Pesenan Bayu lalu di letakkan didepannya. Bayu membiarkan saja,agar ayam gorengnya dingin.


Sambil menunggu dingin,Bayu lanjut memainkan gamenya yaitu Angry Birds.


10 menit kemudian.


Bayu menyudahi maen gamenya.ia mengantongi hapenya.


Muncul cewek dan cowok,mereka bergandengan tangan.


Si cewek duduk di dekat Bayu.


"Allahumma bariklana fima razak tana wakina adza bannar.." ucap Bayu pelan,lalu makan.

__ADS_1


Cewek di sebelah Bayu mendengar ucapan do'a sebelum makan lalu menoleh ke Bayu.


"Gantengnya....." ucap cewek itu dalam hati melihat wajah Bayu.


Cewek itu terpesona akan ketampanan Bayu.


"Sial...Mending aku bungkus aja makanan ini.." ucap Bayu dalam hati.Karena Bayu merasa cewek yang di sebelahnya menatap dirinya.


"Yank...Minummu apa? " ucap si cowok.


"Es jeruk..." ucap si cewek tanpa memalingkan wajahnya. Ia masih menatap Bayu.


Si cowok melihat pacarnya melihat seorang pemuda yang sedang makan sedikit cemburu.


"neo ileum-i mwoni (Siapa namamu) " ucap cewek tersebut.


"Emboh.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu diam saja karena tidak tahu bahasa asing tersebut. Bayu hanya bisa bahasa arab dan inggris saja.


Si cewek menoleh ke pacarnya,dia artis yank..." ucap cewek.


"Masa seh...?" ucap cowok tak percaya.


"Iyaaa...Tuh..Lihat saja mukanya..." ucap cewek.


"Tau ah...Gelap..." ucap cowok itu malas melihat wajah Bayu.


"Idih di kasih tahu gak percaya..." ucap cewek.


Bayu selesai makan,lalu meminum teh hangatnya.


Glek...Glek...Glek...


"Alhamdulilah..." gumam Bayu.


"Berapa pak?" ucap Bayu.


"15 ribu mas.." ucap penjual.


Bayu mengeluarkan 100ribu.


"Sama mas dan mbaknya ini ya pak " ucap Bayu.


"Eh....!!!?? sepasang kekasih itu terkejut.


"48 ribu mas..." ucap penjual.


Bayu memberikan uangnya.


"Terima kasih..." ucap sepasang kekasih tersebut.


"Sama - sama..." ucap Bayu.


Bayu menerima kembaliannya,lalu pergi dari warung tersebut.


***


Pagi harinya.


Bayu pergi kepasar untuk membeli pakaian.


Saat ini Bayu berjalan di dalam pasar memakai masker dan kaca mata anti silau(Bila gelap kacanya akan berubah bening,jika terlalu terang akan berubah menjadi gelap),lalu berhenti di depan stand penjual pakaian.


Bayu membeli 2 kaos,2 celana pendek,1 baju muslim,1 sarung,2 celana panjang ,1 jaket yang ada tudungnya,dan 1 kotak berisi 3 segitiga. Setelah itu membayarnya pakaian tersebut tanpa menawar. Setelah itu Bayu berjalan keluar pasar. Ia melihat jajanan kuliner yaitu Cenil. Bayu menghampiri penjual tersebut.


Nampak penjual itu sudah tua,seharusnya duduk manis di rumah. Ini malah masih berjualan di pasar.


"Mbah..Tumbas cenilnya 10 rb mbah..


Bayu duduk jongkok di dekat penjual cenil yang nampak memasukkan cenil kedalam daun pisang.


"Mbah sadean Cenil niki sampun pirang tahun?"ucap Bayu.(mbah jualan cenil ini sudah berapa tahun).


"Sampun dangu le...Ket mbah tasik gadis,sampe tekan iki..." ucap penjual.(Sudah lama nak...Dari mbah gadis sampai sekarang)


"Ono rolas le putu mbah.Wes ono seng dadi polisi lan tentara" ucap penjual.(Ada dua belas nak cucu mbah. Sudah ada yang jadi polisi dan tentara.)


Bayu mengambil cenil yang sudah di bungkus.


"Waaaahh.... Pinter berarti putu mbah...


Bayu membuka maskernya untuk makan langsung cenil tersebut.


"Wenaaak mbah Cenille... Mbah pancen jossss..." ucap Bayu.


"Yoo jelas to leee....Iki cenil mbah resepnya turun temurun,ket jaman penjajahan sampe tekan iki" ucap penjual.


"Sak bendinone telas nopo tasek mbah?" ucap Bayu.(Setiap harinya habis atau masih mbah?)


"Kadang telas,kadang tasek lee..." ucap penjual.


(Kadang habis ,kadang masih nak)


Cenil yang di tangan Bayu sudah habis. Bayu mengeluarkan dompet lalu memberikan 500 ribu pada penjual tersebut.


"Kakehan lee..." ucap penjual mengembalikan uang Bayu.(kelebihan le).


Bayu berdiri.


"Niku rejekine mbah..Suwun yo mbah." ucap Bayu lalu pergi.


"Matur suwun le..." suara penjual cenil.


Bayu membalikkan badannya.


"Injih mbah... sami - sami..." ucap Bayu lalu membalikkan badannya lagi.Kemudian berjalan ke parkiran motornya.(iya mbah... Sama - sama)


Setelah sampai di parkiran ,Bayu memberi uang 5 pada petugas parkir saat mau jalan menuju penginapan.


Dalam perjalanan,Bayu memikirkan akan kemana ia pergi.


"Ke sumatra,Sulawesi apa Kalimantan ya...


Bayu membelokkan motornya ke mini market karena ia mau membeli cemilan lagi dan beberapa perlengkapan lainnya.


Selesai berbelanja,Bayu mengendarai montornya menuju hotel.


Setelah sampai,Bayu Memasang rantai,lalu di gembok. Kemudian berjalan ke dalam hotel.


Sesampai di kamar hotel.


Bayu pergi mandi lagi,selesai mandi,bayu memakai baju yang baru ia beli di pasar,tak lupa melepas kertas yang menempel.kemudian Bayu duduk di kasur.


Bayu nampak bingung harus ngapain,biasanya di jam segini ia duduk di dalam kelas mendengarkan dosen menjelaskan materinya.


Tapi kini Bayu duduk seorang diri jauh dari rumahnya.


"Lebih baik aku terus berjalan saja,semoga saja dalam perjalanan ini aku bertemu putri..


"Amin ya Allah..."ucap Bayu.


Bayu membereskan barang - barangnya,lalu merapikan lagi tempat tidur. Setelah itu Bayu memakai jaket dan mengecek kembali,apakah ada yang tertinggal apa enggak.


Setelah memeriksa tak ada yang ketinggalan Bayu keluar kamar ,lalu berjalan ke resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar. Selesai mengembalikan kunci kamar,Bayu berjalan ke parkiran.


Saat sampai di parkiran,Bayu melepaskan gembok di rantai rodanya.Selesai itu Bayu menjalankan motornya menuju luar daerah.


Dalam perjalanan,Bayu tiba - tiba teringat sesuatu yang sangat penting.


"Oh iya...Aku lom punya jas hujan ya...


Bayu mencari toko yang menjual jas hujan.Setelah ketemu Bayu membelinya,lalu lanjut lagi perjalanannya.


Saat melihat plang pom bensin,Bayu membelokan motornya,karena bensinnya sisa 2 kotak saja, Bayu mengambil jalur pertamax karena antriannya sedikit,ketimbang jalur premium dan pertalite.

__ADS_1


Selesai mengisi BBM.Bayu melanjutkan lagi perjalananya tanpa tujuan pasti. Bayu melewati jalan Lintas Sumatera.Ia tak berani mengebut.


Pemandangan yang di lihat Bayu di jalan lintas sumatera hampir sama dengan yang ada di desanya,yang membedakan hanya bangunan saja.


----***----


Di rumah Cintya.


Nampak Mobil Pajero hitam berhenti di depan rumah. Lalu 2 orang turun,seorang pengawal membuka pintu belakang.


Seorang satpam yang menjaga rumah itu melihat 2 orang tersebut lantas membuka pintu pagar rumah.


2 orang itu mengambil barang - barang yang ada di belakang,lalu pengawal menutup pintu kembali setelah semua barang di ambil.


Mereka adalah pak Arif bersama putranya bernama Rahman.


"Terima kasih pak..." ucap pak Arif dan Rahman kepada pengawal Bayu.


"Sama - sama pak..." ucap pengawal dan supir. Mobil Pajero hitam itu pun pergi.


Pak Arif dan Rahman berjalan ke dalam rumah sambil membawa peralatan pancing,sedangkan ikannya di bawa oleb security.


"Assalam mu'alaikum..." ucap mereka berdua.


"Wa'alaikum salam...." suara bu Fitri.


Nampak bu Fitri dan Cintya mendatangi mereka.


"Tumben malam pulangnya...." ucap bu Fitri.


"Iya ma...Soalnya kita pakai kapal besar...Sandar ke dermaga saja butuh waktu lama.." ucap pak Arif.


Bu Fitri mengambil tas yang di bawa oleh pak Arif,sedangkan Rahman berjalan ke arah kamarnya untuk menaruh barang - barangnya.


Setelah selesai,mereka berkumpul di ruang keluaga.


"Berapa orang tadi yang ikut mancing pa?" ucap bu Fitri.


"Banyak ma...Semua keluarga besar Han ikut dalam rombongan Bayu.." ucap pak Arif


"APAA....!!!?? keluarga besar Han...!!" ucap bu Fitri dan Cintya serempak.


"Iya ma....Jadi Bayu itu adalah cicit pak Zhang.Salah satu orang terkaya di indonesia.." ucap pak Arif.


"APAA......!!!!??? Cintya terkejut.


"Serius paa...!" ucap bu Fitri.


"Serius ma...Soalnya tadi papa mengobrol dengan pak Zhang. Lalu dia nanya,kok bisa nyangkut di kapalnya,ya papa bilang saja di undang oleh Bayu..


"Terus pak Zhang bilang...Ooo di undang sama cicitku... Tak lama kemudian Bayu datang menghampiri,lalu Bayu memanggil pak Zhang mbah buyut,dan memanggil pak Tian Fei dan pak Jien Limbah itu mbah..Begitu ma.." ucap pak Arif.


"Sial.... Aku di bohongin sama Mei Lien..Berarti Mei Lien itu bibinya Bayu.Dan gosip itu tidak benar.." ucap Cintya dalam hati. Sebab ia tahu nama ayah kandung Mei Lien.


"Jadi Bayu itu keluarga Han paa?" ucap bu Fitri.


"Iya ma...Bayu itu keluarga Han.." ucap pak Arif.


"Aku saja kaget ma...Pas ngumpul sama Bayu dan teman - temannya...


"Neh kata Cipluk,Bayu pacaran sama Mei Lien..


"Pas di kapal,Bayu manggil Mei Lien dengan sebutan bulek,bukan sayang ...


"Aku juga bertemu dengan ibunya Bayu ma..Orangnya memakai jilbab panjang dan memakai cadar." ucap Rahman.


"Besok aku harus datangin Bayu. Dan aku tak perlu takut lagi dengan Mei Lien,toh dia buleknya bukan pacarnya..." ucap Cintya dalam hati.


"Apakah ayahnya Bayu ada di sana pa?" ucap bu Fitri.


"Gak ono ma...Pas papa tanya soal ayahnya,Bayu bilang bahwa ayahnya sudah mati.." ucap pak Arif.


"Kok mati...Seharusnya kan meninggal atau wafat?" ucap bu Fitri heran.


"Nah itu dia ma...Aku juga bilang begitu sama Bayu.Mati itu buat hewan kalau manusia meninggal,lalu dia jawab ya mang begitu.. Dia dah Mati..


"Terus ketika aku tanya ke teman - temanya yang satu desa dengan Bayu,mereka bilang bahwa ayah Bayu tidak ada sejak dia masih kecil ma..." ucap Rahman.


"Ooo....Begitu...Apa jangan - jangan Bayu di tinggal pergi sama ayahnya lalu ayahnya menikah lagi dengan wanita yang lebih cantik.." ucap bu Fitri.


"Gak usah ghibah mah...Nanti jadi fitnah loh.." ucap pak Arif.


***


Esok pagi hari


Di kampus.


Cintya menunggu di depan kelas Bayu.


Seorang pemuda dan juga mantan kekasih Cintya menghampiri.


"Cin... Gue masih sayang ke lu..." ucap pemuda tersebut.


"Gue sudah gak cinta sama lu..Dan kita gak ada apa - apa lagi.." ucap Cintya.


Nampak Sulis berjalan sendirian tanpa Bayu dan pengawal.


"Pliss Cin...Terima cinta gue...Gue akan membelikan apapun yang lu mau..." ucap pemuda itu.


Cintya diam tak menanggapi,ia berjalan menghampiri Sulis.


"Lis...Bayu mana?" ucap Cintya.


"Maaf kak..Aku gak tahu..."ucap Sulis.


"Kok gak tahu,biasanya lu selalu berduaan datangnya..." ucap Cintya heran dan aneh.


Sulis tak menjawab,ia berjalan lagi masuk ke dalam kelas.


Cintya berjalan mengikuti Sulis masuk ke dalam kelas.


"Siall... Sepertinya dia mengejar Bayu. Padahal Bayu kan sudah punya pacar dari keluarga Han.." ucap pemuda itu dalam hati lalu pergi dari depan kelas Bayu.Ia memutuskan lain kali berbicara dengan Cintya untuk memgambil hatinya kembali.


Nampak Cintya mendekati Sulis yang sudah duduk di kursi.


"Lis... Apakah Bayu gak ngampus?" ucap Cintya.


"Kaak.......


"Tadi saya dah bilang...Aku gak tahu.." ucap Sulis.


Cintya mencoba menelpon Bayu. Namun hapenya tidak aktif.


"Aneh....Biasanya aktif hape Bayu...


"Serius Lis...Lu gak tahu Bayu ada di mana?" ucap Cintya.


"Iya kak...Aku serius... Soalnya semalam Bayu gak ada pulang kerumah. Pas kita mau shalat subuh berjamaah,kita ketuk pintu kamarnya gak ada sahutan... Biasanya dia bangun lebih awal..." ucap Sulis.


"Tunggu dulu... Lu tinggal bersama Bayu serumah?" ucap Cintya.


"Iya..."ucap Sulis.


"Lu pacaran sama Bayu atau lu ini tunangannya..?" ucap Cintya penasaran.


"Aku ini keluarganya kak..bukan pacar atau Tunangan..." ucap Sulis.


"Ooo...Begitu...Sori gue salah sangka sama lu,oh iya kenalin gue Cintya...." ucap Cintya sambil menyodorkan tangan ke Sulis.


"Ya gakpapa...


Sulis menyambut tangan Cintya.


"Namaku Sulis kak Cin.." ucap Sulis

__ADS_1


Mereka melepaskan jabatan tangannya.


"Jangn panggil gue kakak..Panggil nama saja" ucap Cintya.


__ADS_2