
Hana mengetahui titik koordinat yang menelpon dirinya. Lalu segera meluncur ke tempat itu. Jaraknya lumayan jauh dari tempat ia berada.
Sementara di sisi Bayu.
Bayu di tandu 2 orang pemuda berjalan menuju pos penjaga. Mereka hapal daerah tersebut.
Di saat menuruni daerah yang terjal. Tiba - tiba keseimbangan salah satu pemuda yang mengangkat tandu goyah. Tandu yang ia pegang terlepas dari tangannya. Pemuda yang di belakang kaget melihat saudaranya melepaskan tandu yang di pegang,Lalu ia memegang erat tandu itu. Tapi sayang,ia terlambat. Tandu itu terlepas dari tangannya.
Bayu terjun bebas ke bawah.
Di bawah terdapat bayak bebatuan yang keras.
" Mati dah aku...." ucap Bayu dalam hati mengetahui dirinya jatuh.
Bayu memejamkan matanya saat terjatuh.
Tali tersangkut di bebatuan,lalu ikatan tali itu terlepas.
Tubuh Bayu merosot ke bawah.
Duuuk....
Kepala Bayu terbentur Batu,lalu perut,kaki juga terkena Batu.
" Sial....Dia jatuh lagi...Bisa gawat kalau dia mati di sini..Ayo kita ambil dia.." ucap pemuda A.
Ke dua pemuda itu lantas turun kebawah secara perlahan,jika salah sedikit saja,maka dirinya jatuh.
Kedua pemuda itu berhasil mengangkat Bayu dan memeriksa nafas serta denyut nadi Bayu.
" Dia masih hidup..." ucap pemuda B yang memeriksa keadaan Bayu.
" Syukurlah...Ayoo kita bawa dia..." ucap pemuda A.
Di saat kepala Bayu terbentur batu ,dirinya mendapat sebuah ingatan,di mana ingatan itu ia mengobrol dengan seorang kakek - kakek,yang tak lain adalah Zhang Yong Han.
Zhang Yong Han memberi tahu tentang rahasia mata pelangi kepada dirinya,dan di larang memberi tahu kepada orang lain selain keluarganya sendiri yang mendapakan kekuatan itu.
Kepala Bayu terasa sangat sakit sekali saat ingatan itu muncul. Sekuat tenaga ia tahan,namun apalah daya...tenaganya tak ada,dan ia sungguh lemas sekali,sehingga dirinya pingsan.
Kedua pemuda itu berhasil mencapai di dekat pos militer,lalu meletakkan Bayu.
" Maaf...Kami hanya bisa mengantarmu di sini saja...Kami tidak ingin membuat masalah dengan militer.." ucap pemuda A lalu pergi meninggalkan Bayu di tengah kegelapan malam.
3 jam kemudian.
Hujan salju turun begitu lebatnya.
Tubuh Bayu yang tergelatak pingsan,perlahan di tutupin oleh salju. Jarak pos militer dengan Bayu berjarak 150 meter.
Siang harinya.
Pukul 12.40.
Bayu tersadar dari pingsannya. Bayu terbangun dari tumpukan salju yang menutupi dirinya
" Siaal....Ternyata mataku ini adalah kekuatanku dan..."
" Aku akan lemas tak bertenaga di saat aku ulang tahun..."
" Namaku adalah Bayu..."
" Muhammad Bayu Samudra Han..."
"Aku orang indonesia.."
" Tapi kenapa yang aku ingat itu saja..." ucap Bayu dalam hati heran.
Bayu melihat sekeliling.
" Di mana tas dan senjataku...?"
Bayu tak melihat tas dan senjatanya.Kemudian ia segera mencari di bawah tumpukan salju. Takut yang mengambil senjatanya itu hilang.
Tak lama kemudian,ia menemukan tas dan senjatanya.
" Syukurlah masih ada..." ucap Bayu lega.
__ADS_1
Bayu mengambil bekal lalu memakannya.
Setelah selesai makan,ia melihat jam tangannya.
Nampak jam tangannya pecah kacanya, sehinnga salju masuk ke dalam jam itu.
" Jancok...Rusak lagi...Waasssuu.." ucap Bayu kesal.
Bayu melihat ke arah langit,dan mengingat - ingat.
" Sepertinya ini sudah waktunya aku shalat.." gumam Bayu.
Bayu memgambil botol air minum,lalu wudhu.
Selesai ia wudhu,ia pun segera shalat.
Nampak 2 orang tentara berjalan ke arah Bayu yang sedang berdiri. Ia melihat Bayu dengan teropongnya.
Bayu shalat sambil memegang senjatanya,ia takut senjatanya di ambil oleh pengawas secara diam - diam.
Setelah 2 tentara itu dekat dengan Bayu,ia memperhatikan wajah dan pakaian Bayu.
" Dia Jiang..." ucap tentara 1.
" Apa yang di lakukannya..?" ucap tentara 2.
" Menurut data laporan,dia sering melakukan itu.." ucap tentara 1.
Kedua tentara itu kembali menuju posnya.
Setelah Bayu selesai shalat,Bayu segera memgambil peta dan kompasnya.
" Hemmm....Di sana.." ucap Bayu.
Bayu bergegas menuju pos jaga yang ia lihat dari titik peta.
---***---
Pukul 11.20.
Hana di bantu Bejo dan anak buahnya,berhasil menemukan titik koordinat yang menelpon dirinya.
Bejo melihat beberapa orang bersembunyi di balik semak semak,ia terus melesat mencari Bayu,karena orang yang bersembunyi hanya memakai pakaian biasa,bukan pakaian militer.
Tak lama kemudian,Bejo melihat pemukiman. Bejo melesat ke pemukiman tersebut. Ia memasuki setiap rumah yang ada di sana.
Namun,Bejo tak menemukan Bayu.
Bejo memutuskan kembali ke raganya.
Setelah sukma Bejo menyatu dengan raganya,ia berdiri di dekat Hana.
" Bulek..Ada pemuda yang bersembunyi nang semak - semak...Jaraknya 80 meter arah jam10 dari bulek." ucap Bejo.
Hana yang mendengar ucapan Bejo lantas mengeluarkan pedang katana di balik bajunya,lalu melesat ke arah orang yang bersembunyi di balik semak - semak. Gerakannya Hana sangat cepat.
Tak sampai 5 detik,Hana sudah berada di belakang orang yang bersembunyi.Lalu meletakkan pedangnya di leher orang yang bersembunyi.
"Ehhh...!!!?? Pemuda itu terkejut.
" *Jangan bergerak,atau aku tebas lehermu.." ucap Hana.
" Sial...Gerakannnya sangat cepat sekali.. Tapi..Siapa wanita yang di belakangku ini" ucap pemuda dalam hati tak berani bergerak.
" * Di mana Jiang?" ucap Hana.
" Jiang...?" ucap pemuda itu.
" * Iya...Katakan padaku,di mana dia,jika tidak..Aku akan membunuhmu.." ucap Hana.
" Ki...Kita sudah mengantarnya ke pos militer terdekat.." ucap pemuda.
Bejo dan 5 orang pengawal menghampiri Hana sambil waspada.
Hana menarik pedangnya lalu menyarungkan kembali pedangnya.
Pemuda itu membalikkan badan ke arah Hana karena merasa aman.
__ADS_1
" Apakah kamu lihat Bayu Jo...?" ucap Hana.
" Enggak bulek..."
" Aku ndelok nang kono ono omah.." ucap Bejo lalu menunjuk.
" Ya sudah...Kita kesana saja..." ucap Hana.
Bejo berjalan paling depan,sebab ia melihat jalan yang aman menuju rumah tersebut.
" Gawat...Aku harus segera melapor.." ucap pemuda itu lalu mengambil radio HTnya.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Hana dan rombongannya sampai.
Hana melihat desa kecil. namun desa itu agak sepi.
" Aneh...Tadi gak sepi bulek.." ucap Bejo heran.
" Mungkin dia tahu kalau kita datang..." ucap Hana.
Hana berjalan ke salah satu rumah yang ada ranjang tempat tidur terbuat dari bambu.
" Bisa mengeceknlagi gak Jo?" ucap Hana.
" Bisa bulek...Tapi gak bisa lama - lama.." ucap Bejo.
" Tolong di cek lagi,kemana dia pergi.." ucap Hana.
" Siap bulek." ucap Bejo.
Bejo duduk bersila,lalu menggunakan ajian Rogoh Sukmonya.
5 menit kemudian,Bejo membuka matanya.
" Mereka bersembunyi bulek...Di dalam rumah.."
" Rumah ini di huni pria tua,rambutnya oanajang,dan sudah memutih semua..."
" Lalu ada orang orang yang bersembunyi di balik pohon sambil membawa busur panah dan pedang..." ucap Bejo.
" Rupanya di sangat waspada sekali.." gumam Hana.
Hana mengetuk pintu rumah di dekatnya.
Tok...Tok...Tok..
" * Permisi....Aku tahu kamu di dalam pria tua..."
" * Aku datang kesini mencari putraku.."
" * Jika kamu bisa bekerja sama,maka aku akan bersahabat dengan kalian...Tapi.."
"* Jika kamu tidak menemuiku maka aku akan membunuh kalian semua.."
Tak ada jawaban.
"* Kalian pergi ke pinggir sungai...Aku akan menyusul.."
" Bejo...Kamu ikut bersama mereka di sungai..Aku akan menyusul.." ucap Hana.
" Siap bulek.." ucap Bejo.
Bejo bersama para pengawal pergi ke tepi sungai,tempat di mana ia pertama kali tiba di tepi sungai seteleh menyebrangi sungai.
Hana menyiapkan pistol dan pedang katananya.
" * AKU HITUNG SAMPAI LIMA..."
Hana berteriak.
" * JIKA KALIAN TIDAK KELUAR.."
"* AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA.."
"* SATU..."
"* DUA..."
__ADS_1
"* TIGA.."
"* EMPAT..."